Pencarian Korban KM Lestari Maju Tetap Dilanjutkan

GENCILNEWS – Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan upaya pencarian korban kecelakaan Kapal Feri KM Lestari Maju yang kandas di perairan Selayar tetap dilanjutkan meskipun hingga Rabu sore (4/7) tim penyelamat sudah menemukan 190 orang, termasuk 155 yang ditemukan dalam kondisi selamat dan kini dirawat di beberapa rumah sakit dan puskesmas. Tiga puluh lima lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Jadi kita sudah menyelamatkan sudah mengevakuasi korban sebanyak 190 orang yang mana 190 orang ini, 35 meninggal dunia, kemudian 155 orang selamat”

Kombes Dicky Sondani  melalui sambungan telepon menjelaskan tim penyelam dari Basarnas, serta TNI POLRI hingga Rabu sore berupaya keras untuk mencari sekaligus memastikan tidak lagi korban yang masih terjebak di dalam badan kapal yang kandas pada Selasa (3/7) tersebut. Ketidaksesuaian antara data manifest dengan jumlah korban yang telah ditemukan, menimbulkan kekuatiran masih ada korban lain yang perlu di pastikan oleh tim penyelamat.

Baca juga   Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Tempat Bagi Kelompok Intoleran

“Yah kalau kita lihat sekarang ini saja bahwa manifest kapal mengangkut penumpang itu sudah tidak sesuai. Kalau di manifest itu 139 orang ternyata yang kita temukan penumpangnya ada 190 orang. Nah ini yang rawan sekali ini,” ujar Dicky.

Adhe Hamsidar, Humas Basarnas Makassar mengatakan upaya pencarian tetap dilakukan dalam waktu tujuh hari hingga dipastikan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan.

“Masih sementara terus berlanjut mas, karena manifest itu terdaftar 164, cuma korban yang ditemukan sekarang itu berjumlah 189 nah kami curigai lagi masih ada. Kalau kondisi kapal itu masih karam. Jadi penyelam ini masih sementara menyelam disekitar kapal karam ini. Jadi kapalnya setengah kelihatan, seperempat lah kelihatan,” ujar Adhe.

Musibah kecelakaan kapal KM Lestari Maju yang mengungkap fakta keberadaan penumpang yang melebihi data manifest menurut Dicky Sondani harus menjadi pelajaran agar ada perbaikan serius terhadap manajemen kapal penumpang di Indonesia. Nahkoda kapal menurutnya harus berani jujur mengungkapkan jumlah penumpang sesungguhnya.

Baca juga   Menteri Susi: Penenggelaman Kapal, Cara Tercepat Atasi Penangkapan Ikan Ilegal

“Kita harus berani jujur harus berani mengatakan tidak apabila sesuai dengan kondisi kapal bahwa harus mengangkut sekian orang, jangan dimanipulasi, jadi seolah-olah penumpangnya hanya 139 ternyata 190 orang. Ini yang harus kita perbaiki ke depan managemen ini,” ujar Dicky.

Lebih jauh Dicky Sondani mengatakan meskipun pihak Kepolisian masih fokus mencari korban kapal KM Lestari Maju, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan awal terkait peristiwa tersebut. Polisi juga masih menunggu hasil investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terhadap peristiwa kecelakaan kapal yang melayani lintas penyeberangan Bira-Pamatata tersebut. [yl/em]

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.