Prabowo Subianto Rayakan Ulang Tahun ke 67

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. Hari ini (17/10) berusia 67 tahun. Tak ada pesta meriah untuk ulang tahun prabowo kali ini. Bahkan mantan danjen kopassus ini memberikan pernyataannya.

“Untuk para keluarga, sahabat, kader, dan pendukung, dalam hal ini saya menyampaikan bahwa pada tanggal 17 Oktober 2018 yang bertepatan pada hari ulang tahun saya, saya tidak melakukan acara perayaan dan open house,” kata Prabowo lewat siaran pers tertulis yang dibenarkan oleh Badan Anggota Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosdiade, Selasa (16/10/2018).

Ulang tahun kali ini, lebih dimaknai Prabowo untuk lebih prihatin dalam menyikapi kesedihan negeri yang tertimpa bencana. Karenanya, dia menekankan untuk fokus memberi bantuan terhadap para korban membutuhkan.

“Kondisi negara kita akhir-akhir ini sedang tertimpa bencana alam, saya juga sedang fokus untuk mengumpulkan bantuan ke daerah bencana,” kata Prabowo.

Letnan Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 66 tahun) adalah seorang perwira militer, pengusaha, dan politisi Indonesia.

Baca juga   Bawa Bukti Sumbangan Pembelian Pesawat, Nyak Sandang Bertemu Jokowi

Prabowo merupakan putra ekonom Soemitro Djojohadikusumo. Masa kecilnya banyak dilewatkan di luar negeri, dan ia pulang ke Indonesia untuk masuk Akademi Militer di Magelang.

Setamatnya dari sana ia mendaki jenjang karir di TNI Angkatan Darat, bertugas pada operasi-operasi militer di Timor Timur.

Karirnya melejit di Komando Pasukan Khusus, dimana ia memimpin Detasemen Penanggulangan Teror dan kemudian sebagai komandan jenderal, memimpin operasi pembebasan sandera di Mapenduma. Pada akhir Orde Baru yang dipimpin ayah mertuanya Presiden Soeharto, Prabowo bertugas sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis.

Karir militernya berakhir dengan pangkat letnan jenderal setelah diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Perwira Angkatan Darat. Prabowo berpindah haluan ke bisnis, mengikuti adiknya Hashim Djojohadikusumo.

Ia memulai karir politiknya di konvensi presiden Partai Golongan Karya untuk 2004, namun tidak berhasil terpilih. Ia kemudian mendirikan partainya sendiri, Gerakan Indonesia Raya, yang menjadi kendaraan politiknya sebagai calon wakil presiden dalam koalisi bersama Megawati dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada 2009; pasangan tersebut dikalahkan oleh Presiden petahana Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.

Baca juga   Manfaat Lintah untuk Pengobatan

Prabowo memimpin koalisinya sendiri pada 2014 sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa dari Partai Amanat Nasional, namun kembali dikalahkan dalam percoban pertamanya untuk jabatan nomor satu di republik itu oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Pada 2019, dalam percobaan ketiganya, Prabowo kembali mencalonkan diri menjadi presiden dalam satu pertandingan ulang melawan Presiden Widodo, berpasangan dengan Sandiaga Uno.

 

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.