Rizal Ramli Kecam Besarnya Anggaran untuk Pertemuan IMF-Bank Dunia

Jum’at (5/10) anggota tim ekonomi Prabowo-Sandi, pasangan capres-cawapres pemilu 2019, Rizal Ramli, mengatakan bahwa anggaran 830 miliar rupiah yang dikeluarkan pemerintah untuk pertemuan itu terlampau besar.

“Memang dari biayanya luar biasa besar Rp 830 miliar. Ada estimasi lain-lain mungkin lebih besar lagi. Itu nyaris US$70 juta, setahu saya mengadakan konvensi internasional biasanya US$10 juta sudah hebat dan mewah,” jelas Rizal Ramli di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta.

Mantan menteri kemaritiman itu mendesak pemerintah melakukan penghematan anggaran untuk kemudian dialihkan membantu warga terdampak bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan masih belum mengetahui berapa yang sudah dihabiskan dari anggaran 855 miliar yang disiapkan pemerintah. ‘’Masih harus menunggu audit. Saya memperkirakan secara kasar tidak akan lebih dari 600 miliar. Apalagi banyak pihak swasta yang berkontribusi untuk acara ini,’’ paparnya.

Baca juga   SK Pemberhentian Sekda Kalbar Telah Ditandatangani Presiden, M Zeet Harus Legowo

Luhut: Jangan Mengira Acara Ini Hanya untuk Hura-Hura

Oleh karena itu Luhut membantah jika ada pihak yang mengatakan pertemuan tahunan itu merupakan acara hura-hura yang memboroskan anggaran negara. Diwawancarai VOA melalui telpon Minggu malam (7/10), Luhut mengatakan banyak hal akan dibahas dalam pertemuan itu, tidak melulu soal keuangan, tetapi juga pembangunan manusia, lingkungan hidup, model-model baru untuk menangani bencana dan sebagainya.

“Jadi jangan orang mengira acara ini hanya untuk hura-hura. Kita jauh dari itu. Malah tidak pernah berpikir begitu. Memang mungkin ada persepsi sebagaimana tahun 1998 bahwa IMF membuat kita bankrut. Tetapi kini IMF sudah berubah. IMF kini lebih peduli pada isu human capital development, lingkungan hidup. Bank Dunia juga demikian,” ujar Luhut.

Baca juga   Pemprov Jatim Ekspor Produk Pertanian dan Hortikultura ke Sejumlah Negara

Ditambahkannya bahwa Indonesia sudah belajar banyak dari pengalaman pahit di masa lalu. “Negara ini pun sudah jauh lebih pintar, kita tahu apa yang kita mau. Kita tidak lagi menerima saran orang lain begitu saja. Kita bisa bilang dengan tegas ‘’hei kami mau ini, bisa gak cocok ?’’ Begitu misalnya. Meskipun sampai sekarang ini khan kita belum membutuhkan IMF.

Tetapi tetap perlu bekerjasama karena ia (IMF.red) bisa mendorong negara-negara lain untuk bekerjasama dengan kita. IMF bisa menyampaikan kepada mereka (negara-negara lain.red) bahwa Indonesia ini negara yang kredibel dan meyakinkan negara lain tentang Indonesia.”

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.