Diskes Lantamal XII Berikan Bantuan Gen Body Covid 19
Connect with us

Nusantara

Diskes Lantamal XII Berikan Bantuan Gen Body Covid 19

Published

on

Kadiskes Lantamal XII Letkol Laut (K) drg. Heru Subagyo, Sp. Pros., yang diwakili Komandan Posal Subi Letda Laut (P) Darwin Sitorus bertempat di UPT Puskesmas Subi, Jl. Bukit Lampu, Desa Terayak , Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Senin, (25/01/2021), pukul 09.00 WIB menyerahkan bantuan berupa 1 kotak Gen Body COVID-19 Kepada pihak UPT Puskesmas Subi yang diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Subi, Bapak Junaidi, A. Mk.
Dispen Lantamal XII Koarmada I.
Gencil News – Diskes Lantamal XII Berikan Bantuan Gen Body Covid 19. Diskes Lantamal XII Berikan Bantuan Gen Body Covid 19 Kepada Puskesmas Subi . Kadiskes Lantamal XII Letkol Laut (K) drg. Heru Subagyo, Sp. Pros., yang diwakili Komandan Posal Subi Letda Laut (P) Darwin Sitorus bertempat di UPT Puskesmas Subi

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nusantara

Kembalinya Pelanduk Kalimantan Setelah 172 Tahun Hilang

Published

on

Kembalinya Pelanduk Kalimantan Setelah 172 Tahun Hilang
Pelanduk Kalimantan. (Foto: M Rizky Fauzan via KLHK)

Gencil News – VOA – Muhammad Suranto dan Muhammad Rizky Fauzan, dua warga Kalimantan Selatan, tidak pernah menduga burung yang mereka temukan awal Oktober 2020, menyingkap misteri berumur 172 tahun mengenai Pelanduk Kalimantan.

Karena merasa tidak mengenal burung itu, mereka kemudian memotret dan mengirimkannya ke anggota komunitas pengamat burung. Dalam beberapa hari, foto burung itu menjadi bahan diskusi dan muncul kesimpulan awal bahwa apa yang terekam dalam foto itu adalah gambar Pelanduk Kalimantan meski dibayangi sejumlah keraguan.

Teguh Willy Nugroho dari Balai Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Selatan yang turut dalam proses identifikasi mengaku, perbedaan dengan awetan burung yang ada menjadi sumber keraguan.

“Yang membuat kami tim disini kebingungan, karena asumsi bahwa burung yang ditemukan adalah Pelanduk Kalimantan, tetapi nyatanya dengan awetan berbeda, dari warna iris, warna paruh ataupun warna dari kaki,” kata Teguh dalam paparan kepada media, Selasa (2/3).

Beberapa literatur yang ada menyatakan warna kaki Pelanduk Kalimantan merah muda. Iris matanya, dalam burung awetan yang tersedia, juga berwarna kuning. Namun, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata bola mata di burung awetan itu adalah organ palsu tambahan. Pemberian warna kuning menjadi keputusan pembuat burung awetan tersebut.

Dalam perjalanan berbulan-bulan, sekelompok peneliti kemudian menyusun tulisan yang kemudian terbit di Jurnal Birding Asia volume 34, 25 Februari 2021 lalu. Pelanduk Kalimantan secara resmi dinyatakan telah kembali, setelah hilang lebih dari 170 tahun.

Deskripsi terakhir dari burung ini diketahui dibuat oleh ahli burung dari Perancis, Charles Lucien Bonaparte pada 1850. Deskripsi itu didasarkan pada spesimen yang dikumpulkan pada 1840-an, oleh seorang pakar geologi dan peneliti binatang dan tanaman asal Jerman, Carl A.L.M. Schwaner. Pelanduk Kalimantan disebut di dunia internasional sebagai Black-browed Babbler. Burung ini bahkan disebut sebagai teka-teki terbesar dalam ornitologi Indonesia.

Menurut Tri Haryono, peneliti burung di Pusat Penelitian Biologi-LIPI, data Pelanduk Kalimantan atau Malacocincla Perspicillata ini memang sangat minim tersedia.

“Dari data yang ada sebelumnya, disampaikan bahwa ini mempunyai sebaran di sekitar Martapura. Kalimantan Selatan, dan dinyatakan sebagai endemik Kalimantan,” kata Haryono.

Meski endemik Kalimantan, Indonesia memiliki sumber informasi yang sangat terbatas mengenai burung ini. Koleksi referensinya, kata Haryono, ada di Belanda dan tidak ada spesimen yang bisa dijadikan bahan penelitian. Karena itulah, Haryono memaklumi ketika pada awalnya, para peneliti kesulitan ketika menemukan ciri-ciri karakter, dan kemudian harus disesuaikan dengan beberapa panduan.

“Tantangannya memang spesies ini tidak mencolok dan kurang teramati, kemudian juga tidak termasuk dalam spesies yang menjadi perhatian kita semua. Kurangnya survei lapangan sehingga banyak sekali informasi yang belum terungkap, dan itu hanya beberapa buku dan publikasi yang ada sangat terbatas,” tambahnya.

Di dunia ini, Pelanduk Kalimantan juga hanya ditemukan di kawasan tersebut. Karena itu, ketika peneliti lain mengakses sumber informasi, kadangkala kesulitan karena yang ada tinggal berbentuk gambar.

Banyak penelitian harus dilakukan, kata Haryono untuk mengisi data-data yang masih penuh lubang. Misalnya soal karakter genetiknya yang belum ada, karakter perilakunya seperti apa, kebiasaannya belum diketahui, dan suaranya belum terekam.Dari sisi ekologi, perlu juga diteliti terkait populasinya dan sebarannya dimana saja. Para ahli juga harus menjawab pertanyaan terkait reproduksinya, pakan dan sebagainya.

Indra Eksploitasia, Direktur Konservasi Keanegaragaman Hayati, KLHK menilai temuan ini menjadi salah satu prestasi para peneliti. Apalagi, mereka kemudian menyusun tulisan yang kemudian dimuat dalam jurnal yang sangat prestisius di dunia burung.

“Setelah 172 tahun, kita menemukan kembali burung Pelanduk Kalimantan yang disangka telah punah, tetapi ternyata tidak punah. Ini suatu hal yang luar biasa,” kata Indra.

Indra setuju dengan pernyataan Haryono, bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan terkait kemunculan kembali Pelanduk Kalimantan. Dia menekankan, di satu sisi para peneliti tertantang menguak lebih dalam segala hal terkait burung ini, dan bersamaan itu pemerintah akan bergerak dalam konservasinya.

“Kita minta bantuan LIPI untuk memberikan rekomendasi, sebagai otoritas keilmuan, kepada kami untuk memasukkan ini sebagai spesies dilindungi. Artinya, sambil jalan kita melakukan dua hal, penelitian dan kebijakan konservasi agar spesies ini tetap lestari di habitat alam,” tandas Indra. 

Continue Reading

Nusantara

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Putra Sulung Jokowi Niat Kebut Vaksinasi

Published

on

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Putra Sulung Jokowi Niat Kebut Vaksinasi
Gibran Rakabuming Raka (kiri), putra Presiden Indonesia Joko Widodo, didampingi istrinya Selvi Ananda (kanan), saat dilantik secara daring sebagai Wali Kota Solo, 26 Februari 2021. (Foto: Anwar Mustafa / AFP)

Gencil News – VOA – Seratus tujuh puluh delapan kepala daerah hasil Pilkada 2020 hari Jumat ini (26/2) dilantik secara serentak, baik secara langsung maupun virtual atau daring. Di antara mereka termasuk putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang dilantik sebagai Wali Kota Solo.

Dari 178 kepala daerah yang hari Jumat ini dilantik, 17 kepala daerah di tingkat kabupaten/kota terdapat di Jawa Tengah. Saat pelantikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menekankan “tugas ekstra keras” kepala daerah karena dampak pandemi COVID 19 di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Di tengah kondisi dunia yang penuh dengan ketidakpastian, di tengah pandemi COVID-19, saya percaya bapak-ibu sebagai kepala daerah mampu menyelesaikan berbagai masalah dampak pandemi ini. Perlu inovasi baru, kita bisa memanfaatkan penggunaan teknologi informasi, harus quick response,” tegas Ganjar. Ia juga mendorong warga menyampaikan kritik membangun secara langsung, atau menggunakan saluran media sosial yang dibentuk pemerintah daerah.

Salah seorang dari 17 kepala daerah setingkat Bupati/ Wali Kota dilantik untuk periode 2021-2026 yang dilantik adalah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming yang dilantik sebagai Wali Kota Solo. Pengamanan ketat tampak di kompleks DPRD Solo ketika pelantikan dilakukan. Wartawan hanya diizinkan berada di luar gedung paripurna dan menyaksikan proses pelantikan melalui layar lebar.

Usai dilantik Gibran mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan mendorong vaksinasi massal dan pemulihan ekonomi guna segera memulihkan situasi akibat pandemi virus corona ini.

“Kita akan kebut vaksinasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi.Pekan ini pedagang pasar tradisional akan divaksin, kalau sudah selesai lalu guru dan lainnya. Pokoknya kita kebut,” ujar Gibran.

Menurut data Satgas COVID-19 pada hari Jumat saja ada 653 kasus baru COVID-19 di Jawa Tengah. Total kasus mencapai lebih dari 151 ribu orang.

Kota Solo, yang merupakan kota asal Presiden Joko Widodo, merupakan salah satu kabupaten/kota yang memiliki catatan kasus COVID-19 cukup tinggi, yaitu 7.354 kasus.

Kota-kota lain dengan kasus COVID-19 tinggi adalah: Kota Depok 7.096, Kota Denpasar 6.210, Jakarta Timur 4.367, Jakarta Selatan 4.238, Bekasi 4.165, Bogor 3.705, Kota Jayapura 3.616, Badung 3.516, dan Kota Bekasi 3.386. 

Continue Reading

Nusantara

Buronan Rusia Ditangkap di Bali Setelah Melarikan Diri dari Deportasi

Published

on

Buronan Rusia Ditangkap di Bali Setelah Melarikan Diri dari Deportasi
Buronan Interpol asal Rusia Andrei Kovalenka (kanan) berdiri di samping rekannya Ekaterina Trubkina, usai ditangkap, saat jumpa pers di kantor imigrasi Badung, Bali, 24 Februari 2021. (Foto: Fikri Yusuf/Antara via REUTERS)

Gencil News – VOA – Seorang warga negara Rusia yang terdaftar oleh Interpol sebagai buronan di kampung halamannya, berhasil ditangkap di Bali pada Rabu (24/2). Setelah 13 hari melarikan diri bersama rekannya untuk menghindari deportasi, kata para pejabat.

Andrei Kovalenka, yang menggunakan alias Andrew Ayer, ditangkap pada 2019 dan didakwa memiliki lebih dari 500 gram ganja. Dia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara, meskipun biasanya tuntutannya minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Setelah menyelesaikan hukumannya, dia menunggu dideportasi ke Rusia pada 11 Februari. Namun, Associated Press, Rabu (24/2), mengutip polisi melaporkan ia kabur saat pemindahan dari kantor imigrasi ke tempat lainnya ketika dia dikunjungi oleh rekannya dari Rusia, Ekaterina Trubkina.

Interpol dilaporkan tidak merincikan kejahatan apa yang dilakukan Kovalenka di luar negeri.
Interpol dilaporkan tidak merincikan kejahatan apa yang dilakukan Kovalenka di luar negeri.

Kepala Divisi imigrasi Bali Eka Budianto mengatakan keduanya ditangkap di sebuah vila pada Rabu (24/2) pagi setelah berpindah tempat agar tak dapat dideteksi keberadaannya.

Mereka sedang menunggu dideportasi ke Rusia. Polisi menolak untuk mengatakan apa tuduhan terhadap Kovalenka berdasarkan pemberitahuan Interpol. Situs web Interpol tidak mencantumkan nama itu.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING