GENCIL NEWS – Khawatir rumahnya terseret banjir. Warga Desa Bondra, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengikat rumahnya di pohon.

Warga mulai mengikat rumah mereka ke pohon, karena khawatir air menyeret rumah mereka, ketika genangan air semakin tinggi.

“Warga mengikat rumahnya di pohon agar tidak terseret air banjir ketika Sungai Mapilli tidak semakin meluap dan arusnya semakin kencang,” kata Alif, salah seorang warga setempat seperti dilansir Antara kemarin.

Sejumlah warga setempat lainnya, juga tampak panik karena banjir dari hulu sungai itu terus terjadi. Selama dua hari terakhir, hujan turun di wilayah Polewali Mandar itu.

“Beberapa masyarakat yang telah merasa risau dengan adanya cuaca ekstrem sejak kemarin (11/1). Hingga sore tadi memantau Bendungan Sekka Sekka yang dalam status siaga dua,” katanya.

Baca juga   KPK Tak Akan menyerah, Ketika Ada Vonis Bebas Untuk Terdakwa

Ia mengatakan ketinggian air di Bendungan Sekka Sekka 180-185 mercu itu masih dalam kondisi siaga dua.

“Warga tetap waspada karena jika air telah berada pada ketinggian 200 mercu maka kondisi siaga satu semoga hujan di hulu dapat berhenti,” katanya.

Bupati Majene Fahmi Massiara menyampaikan fenomena angin Monsun Australia yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi penyebab bencana itu terjadi di Majene.

Salah seorang warga Majene, Syam, mengatakan bukan hanya masyarakat di wilayah perkotaan yang diterjang banjir disertai angin kencang.

Namun lanjutnya sejumlah rumah warga yang ada di pesisir pantai di wilayah Kabupaten Majene juga terkena dampak gelombang pasang sehingga membutuhkan bantuan pemerintah.

Baca juga   Uji Klinis Pertama untuk Perawatan Virus Korona Dimulai di Amerika