PB ESI & Komunitas Esports Gelar Vaksinasi Dan Bansos di Papua
Connect with us

Nusantara

PB ESI & Komunitas Esports Gelar Vaksinasi Dan Bansos di Papua

Published

on

PB ESI & Komunitas Esports Gelar Vaksinasi Dan Bansos di Papua

Gencil News – Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) bersama komunitas esports nasional menggelar aksi kepedulian sosial berupa kegiatan vaksinasi Covid-19 kepada para pelajar dan penyerahan bantuan sosial bagi masyarakat Jayapura, Papua.

Aksi kepedulian sosial ini diselenggarakan sebagai bagian dari gelaran Eksibisi Esports PON XX Papua 2021.

Ketua Harian PBESI, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H., M.Hum mengatakan,

“Kegiatan vaksinasi pelajar dan bantuan sosial bagi masyarakat Jayapura ini kami tempatkan sebagai pembuka dari serangkaian kegiatan dalam rangka Eksibisi Esports PON XX Papua 2021. Selain sebagai bentuk kepedulian, aksi ini juga menjadi sumbangsih kami dalam turut mendukung percepatan pengendalian pandemi Covid-19, serta mendukung pelaksanaan PON XX Papua 2021. Kami berharap dengan adanya vaksinasi ini, kegiatan sosial-ekonomi masyarakat dapat segera bangkit dan bergelora kembali.”

Baca juga   Pasca Rusuh, Sudah 817 Orang Kembali ke Wamena

Kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh PBESI berlangsung di tiga lokasi. Lokasi pertama adalah SMP Al-Ihsan Yapis yang berada di Jalan Perkutut No.106 Cigombong-Kotaraja, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura. Lokasi vaksinasi kedua adalah SMP YPK Diaspora Kotaraja, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura, dan lokasi ketiga SMP Negeri 4 Jayapura yang berada di Jalan Nafri Abepantai, Nafri, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura.

“PBESI menyediakan 5.000 vaksin bagi siswa-siswa dari sekolah yang bersangkutan, serta bagi masyarakat umum,” ujar Bambang Sunarwibowo.

Sementara itu, kegiatan bantuan sosial yang diprakarsasi PBESI dengan melibatkan partisipasi komunitas esports ini berpusat di dua titik lokasi dan menyumbang 1.000 paket bantuan.

Titik lokasi pertama adalah di Jalan Sulawesi RW 08 Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Baca juga   Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 6 SD Tema 2 Subtema 2

Adapun titik lokasi kedua adalah di Jl. Argapura Pantai RW.04 Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nusantara

Pencuri Balikan Hasil Curian Via Ojol, Akui Akibat Punya Hutang Pinjol

Published

on

Pencuri Balikan Hasil Curian Via Ojol, Akui Akibat Punya Hutang Pinjol
Pencuri Balikan Hasil Curian Via Ojol, Akui Akibat Punya Hutang Pinjol - Tangkapan layar rekaman CCTV di rumah korban. Foto: Indris via WA SS

Gencil News – Mengaku terlilit hutang pinjaman online (Pinjol) seorang pria di Sidoarjo melakukan pencurian pada sebuah rumah di Taman Pondok Jati Sidoarjo pada Selasa sore (19/10/2021).

Pemilik rumah tidak menyadari sejumlah barangnya digasak oleh pencuri. Dan baru menyadari pada keesokan harinya.

Dikutip dari suarasurabaya.net – Indris sekeluarga baru menyadari rumahnya dibobol orang keesokan harinya atau Rabu (20/10/2020) pukul 09.00 WIB. Diduga pelaku masuk dengan cara membobol plafon.

“Hari ini istri saya mau keluar, mencari perhiasannya tidak ada. Handphone dan laptop saya juga tidak ada,” ujarnya. Perhiasan emas milik Sari, istri Indris, yang diambil pencuri seberat 4 gram.

Baca juga   Kejar Target, Strategi Vaksinasi Daerah Diubah

Tak lama kemudian, datang pengemudi Gojek yang mengantarkan paket kardus berisi handphone, laptop, kamera digital, dan perhiasan yang bukan emas.

Di dalam paket tersebut, pelaku juga menyelipkan  Dia mengaku “terpaksa” mencuri karena terlilit utang pinjaman online.

Suara Surabaya bekerja sama dengan Gojek dan kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini. Alfianto Domy Aji Head Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Jatim & Bali Nusra mengatakan, “Kami mengapresiasi Suara Surabaya yang telah melakukan koordinasi dengan kami. Tim di internal telah bergerak cepat dengan menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan hal ini. Untuk selanjutnya kami akan bekerjasama dengan aparat kepolisian guna menindaklanjuti hal ini”.

sumber

Continue Reading

Nusantara

Pasar di Lahan Hibah Korindo Jadi Kado Ulang Tahun Kotawaringin Barat

Published

on

Pasar di Lahan Hibah Korindo Jadi Kado Ulang Tahun Kotawaringin Barat

Gencil News – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah meresmikan pasar rakyat yang dibangun di atas lahan hibah PT Korindo Ariabima Sari (KABS), bagian usaha dari Korindo Group, Selasa (5/10). Peresmian ini sekaligus menjadi rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kobar ke-62.

Pasar seluas 1,02 hektare (ha) tersebut tepatnya terletak di RT 11B Kelurahan Mendawai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.


Pasar Sungai Bulin merupakan relokasi dari Pasar Korindo yang selama ini berada di depan area perusahaan KABS.

Sebanyak enam kios dan lebih dari 80 lapak dibangun oleh pemerintah daerah dalam kondisi bersih dan rapi. Sampai dengan Jumat (24/9), seluruh lapak telah diisi oleh para pedagang. Sebagian besar di antara mereka bahkan sudah mulai berjualan.

Baca juga   Jangan Ragu Untuk Tumbuh dan Berkembang Bersama Bank Kalbar

Nurhidayah menyebutkan, rampungnya pembangunan Pasar Sungai Bulin merupakan salah satu kado terbaik dalam perjalanan Kobar.

“Pasar Sungai Bulin ini sudah diimpikan masyarakat Mendawai sejak lama mengingat Pasar Korindo atau pasar yang dulu itu kurang layak dan sudah saatnya dibenahi,” tuturnya dalam acara peresmian.

Pembangunan Pasar Sungai Bulin merupakan upaya pemerintah daerah dalam memberikan pilihan tempat berbelanja kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Selain itu, keberadaan pasar ini diharapkan mampu mendongkrak pemulihan ekonomi masyarakat, terutama pada kondisi pandemi Covid-19.

Mengingat potensi manfaat yang diberikan Pasar Sungai Bulin, Nurhidayah berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama menjaga keberadaannya.

Ke depannya, Pemkab Kobar akan terus mengembangkan Pasar Sungai Bulin. Di antaranya dengan membangun beberapa kios dan lapak tambahan untuk pedagang yang belum tertampung.

Baca juga   Edi Mengajak Masyarakat Bangkitkan Kesadaran Menjaga Lingkungan


Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menghubungkan pasar dengan proyek Water Front City (WFC). “Ini semua ditujukan untuk membangun perekonomian di Kabupaten Kotawaringin Barat,” kata Nurhidayah.

Keterlibatan KABS dalam pembangunan Pasar Sungai Bulin dimulai pada Maret 2019. Saat itu, KABS memberikan lahan secara sukarela kepada Pemkab Kobar.

Setelah melalui proses penyelesaian administrasi, pemerintah daerah segera memulai proses pembangunan pasar rakyat yang rampung pada tahun ini.

Manager Umum KABS Rahmat Effendy menuturkan, hibah lahan ini menjadi bukti kontribusi perusahaan dalam mendorong perekonomian sekaligus memudahkan kehidupan masyarakat setempat.

“Mereka yang berprofesi sebagai pedagang dapat berjualan dengan leluasa di sini. Di sisi lain, warga yang kebingungan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kini bisa datang ke Pasar Sungai Bulin,” ucapnya.

Baca juga   Akibat Gangguan KSB, Warga Tembagapura Mengungsi ke Timika

Salah seorang pedagang Pasar Sungai Bulin, Solikin, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam pembangunan pasar. Menurutnya, perusahaan dan pemerintah daerah telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pedagang kecil.

Solikin berharap, pembangunan Pasar Sungai Bulin dapat terus dikembangkan. “Kalau bisa, ke depannya di sini juga dibangun penggilingan daging dan pentol agar pasarnya semakin ramai,” tuturnya. Dalam acara peresmian Pasar Sungai Bulin, turut hadir Ketua DPRD Kobar Rusdi Gozali, Ketua Komisi C DPRD Irwan Budiannur, Tokoh Masyarakat HM Ruslan, Tokoh Mendawai Hamdhani, serta sejumlah kepala SOPD Kobar.

Continue Reading

Nusantara

Operasi Madago Raya Diperpanjang Hingga Desember 2021

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyebutkan Operasi pengejaran terhadap Daftar Pencarian Orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, yang bersandi Operasi Madago Raya diperpanjang hingga akhir Desember 2021. Operasi tersebut kini telah memasuki tahap keempat pada tahun 2021.

Published

on

Operasi Madago Raya Diperpanjang Hingga Desember 2021

Gencil News – VOA – Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Komisaris Besar Polisi Didik Supranoto, Jumat (1/10/2021) menginformasikan masa pelaksanaan operasi Madago Raya Tahap Tiga yang berakhir pada 30 September 2021 telah diperpanjang mulai 1 Oktober hingga akhir Desember 2021.

Operasi Madago Raya yang dimulai sejak 1 Januari 2021 itu diperpanjang setiap tiga bulan.

Didik menjelaskan bahwa tidak ada penambahan personel TNI maupun Polri dari jumlah personel satgas saat ini yang mencapai 1.500 personel gabungan yang terlibat dalam pengejaran kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Baca juga   Pakar: Minyak Kelapa Murni Bantu Kesembuhan Pasien COVID-19

“Jadi kalau operasi Madago Raya tahap tiga tanggal 30 September ini sudah berakhir (namun) tetap diperpanjang sampai tahap berikutnya ke tahap empat, (selama) tiga bulan ke depan. Mudah-mudahan dengan perpanjangan ini permasalahan Poso bisa segera diselesaikan,” kata Kombes Didik Supranoto yang juga menjabat Kabid Humas Polda Sulteng itu.

Personel Brimob menunggu helikopter yang akan mengangkut mereka ke lokasi yang telah ditentukan dalam operasi Madago Raya di Poso pada Sabtu, 31 Juli 2021. (Foto: VOA/Yoanes Litha)
Personel Brimob menunggu helikopter yang akan mengangkut mereka ke lokasi yang telah ditentukan dalam operasi Madago Raya di Poso pada Sabtu, 31 Juli 2021. (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Operasi Madago Raya tahap empat fokus pada pengejaran empat orang sisa DPO dari kelompok MIT yang disinyalir berada di hutan pegunungan Kabupaten Poso, Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong. Keempat teroris itu adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Muhklas alias Galuh alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Didik menjelaskan, Satgas Madago Raya juga membentuk pos sekat untuk mencegah kelompok itu turun kembali ke pemukiman masyarakat, dan sekaligus mencegah simpatisan kelompok itu naik ke pegunungan untuk memberikan bantuan logistik. Selain itu turut dilakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ajakan untuk melakukan tindakan radikalisme.​

Baca juga   Sejumlah Perusahaan Di Singkawang Kurangi Jumlah Karyawan

Pelibatan Masyarakat

Direktur Celebes Institute Sulawesi Tengah, Adriani Badra, menilai perlu ada pelibatan masyarakat untuk memastikan tidak ada lagi dukungan logistik kepada keempat teroris itu. Pasca tewasnya Ali Kalora, kelompok itu telah kehilangan kepemimpinan dan kemampuan penguasaan medan di hutan luas di Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong, tambah Adriani.

“Kita berharap benar-benar operasi ini dapat menyelesaikan atau menangkap para DPO yang tersisa empat tetapi juga sangat penting dilakukan adalah melakukan counter (anti) gerilya artinya mendorong masyarakat meyakini (bahwa) keempat orang ini tidak mengetahui medan lagi, tidak ada kepemimpinan, persenjataan dan logistik yang minim, jadi tidak memberikan akses logistik maupun tempat,” kata Adriani.​

Komnas HAM Imbau MIT Menyerahkan Diri

Baca juga   Kerja 11 Tahun, Terima 7 Juta Rupiah


Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Ahmad Taufan Damanik mengatakan pihaknya sejak awal terus mendorong agar kelompok MIT mau menyerahkan diri kepada aparat keamanan, termasuk kepada empat orang sisa dari kelompok itu.

“Sekarang ini kita belum melihat juga bahwa dengan tertembaknya Ali Kalora (gerakan meraka) itu akan selesai bahkan ada kekhawatiran kelompok-kelompok lain masuk oleh karena itu kami mendorong agar tidak saja (dilakukan) pendekatan hukum dari kepolisian tetapi juga mendorong (pendekatan melalui) berkomunikasi dengan mereka agar mereka menyerahkan diri,” kata Ahmad ketika ditemui VOA di Tentena, Kabupaten Poso, Kamis (30/9).

Selain penanganan masalah keamanan, Ahmad menambahkan bahwa perlu dilakukan pendekatan sosial ekonomi melalui pembangunan infrastruktur oleh pemerintah agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ideologi tertentu yang menggunakan kekerasan.

Continue Reading

Nusantara

Pedagang Pasar di Lahan Hibah Korindo Mulai Berjualan

Published

on

Pedagang Pasar di Lahan Hibah Korindo Mulai Berjualan

Gencil News – Pasar Sungai Bulin, pasar tradisional yang berdiri di lahan hibah PT Korindo Ariabima Sari (KABS), bagian usaha dari Korindo Group, sudah mulai dipenuhi oleh para pedagang. Sekitar 75 lapak telah disediakan oleh pemerintah daerah dalam kondisi rapi dan bersih.

Sebelumnya, para pedagang tersebut berjualan di area perusahaan KABS. Tapi, mulai bulan ini, mereka direlokasi ke tempat yang lebih layak dan nyaman, yakni Pasar Sungai Bulin.

Pasar ini tepatnya berada di RT 11B Kelurahan Mendawai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Pasar Sungai Bulin dibangun di lahan seluas 1,02 hektare (ha) milik perusahaan KABS. Pada Maret 2019, lahan tersebut diberikan secara sukarela kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat.

Baca juga   Selundupkan Narkoba, 6 WNA Ditangkap di Bali

Setelah melalui proses penyelesaian administrasi, pemerintah daerah segera memulai proses pembangunan pasar rakyat yang rampung pada tahun ini.

Manager Umum KABS Rahmat Effendy menyebutkan, setelah bangunan pasar sudah selesai, para pedagang mulai memindahkan barang-barangnya. Proses ini membutuhkan waktu satu pekan, antara Senin (20/9) hingga Jumat (24/9).

“Sampai dengan hari Jumat, tahapan relokasi sudah selesai,” ucapnya.

Menurut Rahmat, Pasar Sungai Bulin rencananya akan diresmikan oleh Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah pada pekan pertama Oktober 2021.

Acara ini nantinya masih menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Kotawaringin Barat pada 3 Oktober.

Rahmat menjelaskan, hibah lahan ini menjadi bukti kontribusi perusahaan dalam mendorong perekonomian masyarakat, terutama bagi masyarakat Kelurahan Mendawai.

Baca juga   Akibat Gangguan KSB, Warga Tembagapura Mengungsi ke Timika

Mereka yang berprofesi sebagai pedagang kini dapat memanfaatkan area tersebut untuk berjualan.

“Dengan adanya hibah tanah ini, pemerintah bisa membangun dan mengelola pasar yang kami harapkan dapat meningkatkan perekonomian warga setempat,” ujar Rahmat.

Salah seorang pedagang sayur yang sudah pindah ke Pasar Sungai Bulin, Willy, memiliki harapan besar terhadap pasar rakyat ini. Meski sekarang masih sepi pembeli, ke depannya ia meyakini situasinya akan lebih baik.

“Pasti nanti akan ramai juga. Sekarang masih sepi karena masih baru, jadi wajar,” tuturnya.

Pemkab Kobar berencana menjadikan Pasar Sungai Bulin sebagai pasar rakyat dengan pendekatan ramah lingkungan.

Nantinya, di area ini, pemerintah juga akan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Seluruh tahapan pembangunan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotawaringin Barat tahun 2020.

Baca juga   AstraZeneca Sambut Baik Hasil Uji Coba Pengobatan COVID-19

Selain itu, pemerintah akan membangun dermaga di lokasi pasar yang tidak jauh dari Sungai Arut. Fasilitas ini ditujukan untuk mempermudah distribusi ikan ke pasar.

Korindo Ariabima Sari merupakan perusahaan yang dikenal aktif melaksanakan tanggung jawab sosial.

Belum lama ini, KABS turut membantu pemerintah daerah dalam mengatasi kelangkaan oksigen pada masa pandemi Covid-19.

Hasil produksi oksigen perusahaan diberikan masyarakat Kobar dan beberapa daerah di Kalimantan Tengah lainnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING