Piala Wali Kota Solo 2021 Resmi Diundur – Gencil News
Connect with us

Nusantara

Piala Wali Kota Solo 2021 Resmi Diundur

Published

on

Piala Wali Kota Solo 2021 Resmi Diundur
Piala Wali Kota Solo 2021 Resmi Diundur - Foto Courtesy Kompas

Gencil News – Piala Wali Kota Solo 2021 Resmi Diundur, pembatalan Piala Wali Kota Solo 2021 resmi disampaikan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

“Atas instruksi pak Gubernur (Ganjar Pranowo), pak Kapolda (Irjen Pol Ahmad Lutfi) kita ngobrol ditunda dulu,” kata Gibran kepada wartawan di Balaikota, Rabu (16/6/2021).

Turnamen Piala Wali Kota Solo 2021, akan ditunda satu minggu dari jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Ditunda dulu satu minggu, nanti sore kita keluarkan rilisnya,” ucapnya.

Gibran pun tidak menampik adanya kemungkinan dibatalkannya gelaran itu. Untuk kepastian itu, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menunggu petunjuk dari Gubernur Jateng.

“(Dibatalkan) kita tunggu instruksi dulu gubernur dan Kapolda,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan persiapan Piala Wali Kota Solo 2021, Wako Gibran memastikan semuanya sudah siap. Termasuk dengan penerapan protokol kesehatan bagi official dan para pemain yang akan berlaga.

“”Mundur mungkin 27, 28, 29, tapi nanti kita pastikan dulu, kita pastikan nanti sore, Pemain-pemain sudah kita swab dan kita vaksin,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nusantara

400 Arwana Dijual Karyawan, Peternak Arwana Rugi Puluhan Miliar

Published

on

400 Arwana Dijual Karyawan, Peternak Arwana Rugi Puluhan Miliar
Polisi menangkap pelaku pencurian ikan arwana super red dari salah satu tempat budidaya di Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor. Foto: MPI/Putra Ramadhani Astyawan

Gencil News – Sebanyak 400 ekor ikan “mahal” arwana dijual oleh karyawan dari perternak ikan arwana asal Bogor, KE 68 tahun. Akibat dari kejahatan ini, KE setidaknya menderita kerugian sebesar Rp24 miliar.

Berdasarkan keterangan Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Harun menjelaskan, pengungkapan kasus pencurian arwana itu diawali dengan adanya pidana lain yakni pengungkapan kasus tanah.

“Awalnya kita melakukan pengungungkapan pidana ini masih belum cukup alat bukti. Setelah kita melakukan penangkapan tersangka UG dengan perkara tanah. Baru kita kembangkan dengan perkara pencurian dan penggelapan ikan arwana tadi,”ungkap Kapolres.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, dari empat pelaku pencurian ikan Arwana Super Red dua diantaranya berhasil diringkus petugas. Sementara dua lainnya masih dalam pengejaran petugas.

“Modus yang digunakan pelaku yakni dengan mengkhianati kepercayaan pemilik kolam kepada keempatnya. Mereka mengambil ikan-ikan arwana tersebut tanpa sepengetahuan pemilik,” ujarnya.

“Cara menangkapnya dipancing sama dua temannya yang juga bantu-bantu di kolam WH dan UY. Hasilnya dijual kepada penadah ES yang juga sudah kita amankan. Tapi dari pelaku ada juga yang jual sendiri-sendiri ada yang kecil ada juga yang besar harganya mulai Rp500 ribu sampai Rp5 juta,” ujar Harun.- dikutip dari Sindonews.

Ketika diberi makan hanya sedikit ikan yang muncul di permukaan. Dari situ, korban langsung memeriksa ke dalam kolam sehingga diketahui ikan arwana super red miliknya tinggal beberapa ekor saja.

“Korban (KE) curiga karena kolamnya yang berisi ikan arwana super red berkurang. Kemudian korban melemparkan makanan agar muncul ke permukaan,” kata Harun di Mapolres Bogor, Selasa (27/7/2021).

“Sebulan kemudian salah satu karyawannya (UG) pamit tidak bekerja lagi. Dari situ muncul kecurigaan pelaku pencurian adalah dia,” ujarnya

Dari situ, polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berhasil menangkap pelaku UG. Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melancarkan aksi pencurian ikan arwana super red berbagai ukuran sejak akhir 2019 silam mencapai 400 ekor.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan 36 jenis Arwana Super Red, satu buah alat pancing dan dua buah jaring yang digunakan pelaku untuk menangkap ikan arwana tersebut.

Atas kejadian tersebut, para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP, Pasal 372 KUHP dan Pasal 480 KUHP. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Continue Reading

Nusantara

Seorang Pria Mengaku Memiliki Tenaga Surya Malah Diantar Polisi Pulang

Published

on

Seorang Pria Mengaku Memiliki Tenaga Surya Malah Diantar Polisi Pulang
Oleh Pihak Kepolisian, Pria yang mengaku memiliki tenaga surya, akhirnya diantar pulang Polisi, untuk dikembaklikan kepada keluarganya. - Foto dan Sumber : tribunsolo.com/infocegatansukoharjo

Gencil News – Pihak Kepolisian dari Kesatuan Lantas Polres Sukoharjo mengantar pulang seorang pria yang mengaku memiliki tenaga surya. Oleh Pihak Kepolisian, Pria yang mengaku memiliki tenaga surya, akhirnya diantar pulang Polisi, untuk dikembalikan kepada keluarganya.

“Yang bersangkutan merupakan warga Desa Pucungan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, oleh karenanya kami koordinasikan dengan Polsek setempat,” jelas Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Hildan. Seperti dilansir dari Tribun solo.com.

Pada senin (19/07/2021) seorang pria bernama Dwi Purwanto berkendara tanpa helm persis di depan Terminal Sukoharjo, jalan raya Sukoharjo-Wonogiri.

Pihak Satlantas yang berada dekat lokasi, melihat pengendara tidak mengenakan helm, langsung mendatangi pelaku. Dwi Purwanto mengenakan jaket hitam dan tanpa masker.

Satlantas Sukoharjo langsung menanyakan alasan tidak menggunakan helm dan masker, kemudian memeriksa surat kelengkapan.

Dari pelaku, tidak dapat menunjukan surat kelengkapan berkendara, seperti SIM dan STNK. Kemudian saat ditanya aparat, pria tersebut mengaku memiliki tenaga surya, dan setiap jawaban tidak jelas dan melantur.

“Oleh sebab itu, kami menduga, pria ini ODGJ” jelas Kasat Lantas.

Demi keamanan pelaku dan jalan raya, pihak Satlantas mengantarkan Dwi menuju Polsek Terdekat. Yang selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

“Setelah dikoordinasikan dengan Polsek Ngadirojo, kami sepakat bertemu di Kantor Polsek Selogiri dan disitu pula saudara Dwi Purwanto diserahkan kepada pihak keluarganya,”pungkas AKP Hildan.

Continue Reading

Nusantara

Pemko Surabaya Gandeng UMKM Untuk Buat Masker Model 3 Lapis

Published

on

Pemko Surabaya Gandeng UMKM Untuk Buat Masker Model 3 Lapis

Gencil News – Pemko Surabaya menggandeng para pelaku UMKM binaan untuk membuat masker model tiga lapis. Pembuatan masker model tiga lapis tersebut berlangsung di Balai Kota Pemko Surabaya.

Kebijakan untuk menggandeng UMKM membuat masker model 3 lapis, merupakan kebijakan Wako Eri Chayadi.

Menurut Wako, kebijakan menggandeng UMKM adalah untuk menggairahkan UMKM selama masa pandemi, sekaligus sebagai upaya bersama-sama untuk menekan penyebaran virus corona.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, sebenarnya selama ini sudah membuat sekitar 7 ribu masker yang digarap oleh para UMKM di tempat mereka masing-masing. Namun, demi mengoptimalkan lagi pembuatannya, akhirnya diminta bekerja di Balai Kota Surabaya.

“Kali ini, kami melibatkan 10 penjahit dan 2 orang pemotong kain untuk membuat masker. Mereka berasal dari UMKM binaan pemkot,” kata Wiwiek.

Ia juga menjelaskan bahwa kebijakan untuk pembuatan masker dengan memberdayakan UMKM ini memang perintah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, sehingga diharapkan UMKM terus bergerak dan mereka juga turut serta membendung penyebaran Covid-19 dengan adanya masker ini.

“Jadi, banyak pekerjaan yang dilakukan untuk pemberdayaan UMKM, mulai dari pembuatan masker, pembuatan APD, dan juga ada lagi pembuatan rompi untuk para relawan. Jadi, kebijakan Pak Wali ini untuk pemberdayaan sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Dikutip dari surabaya.go.id , Wiwiek juga memastikan bahwa pembuatan masker di Balai Kota Surabaya ini akan membuat masker tiga lapis, sehingga memang sedikit tepat untuk menepis virus. Dulu, biasanya hanya menggunakan dua lapis lalu ditambah dengan masker medis, makanya sekarang ini pihaknya membuat yang tiga lapis.

“Untuk targetnya, kemarin kan sudah buat 7 ribu, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini juga bisa buat 7 ribu masker di Balai Kota Surabaya ini,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan UMKM dari UMKM Arsyadina, Mita Arsyadina, menyampaikan terimakasih kepada Pemkot Surabaya karena di masa pandemi seperti ini masih diberdayakan, sehingga UMKM-nya tetap bisa bergerak

Ia menjelaskan bahwa yang dilibatkan dalam pembuatan masker di Balai Kota Surabaya ini terdiri dari beberapa UMKM, tidak hanya dari UMKM Arsyadina.

“Tapi kali ini, kita kerja tim untuk membuat masker tiga lapis seperti permintaan pemkot. Kali ini yang dilibatkan adalah 10 penjahit ditambah dua pemotong kain,” katanya.

Mita juga menjelaskan bahwa di awal-awal ini, ia bersama UMKM lainnya akan menggarap satu roll kain dengan ukuran 60 yard, yang nantinya akan jadi sekitar 500 masker dengan tiga lapis. Ditambah lagi dengan satu roll kain berukuran 30 yard yang nantinya akan jadi sekitar 300 masker dengan tiga lapis. “Untuk awal-awal mungkin akan jadi 800 masker yang berlapis tiga, dan bahannya akan terus ditambah hingga target pembuatan masker terpenuhi,” imbuhnya.

Terlepas dari semua itu, ia sekali lagi menyampaikan terimakasih banyak kepada Pemkot Surabaya yang terus melakukan pemberdayaan kepada UMKM Surabaya, meskipun ini masih di masa pandemi Covid-19. “Tentu ini sangat membantu kami,” pungkasnya. 

Continue Reading

Nusantara

KMP Yunicee Tenggelam di Gilimanuk, 6 Orang Tewas

Published

on

KMP Yunicee Tenggelam di Gilimanuk, 6 Orang Tewas

Gencil News – Sebanyak enam orang tewas ketika KMP Yunicee milik PT. Surya Timur Line yang terseret arus, tenggelam di perairan pelabuhan Gilimanuk, Selasa malam (29/6).

Kapolres Jembrana I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan kepada stasiun televisi Metro TV bahwa dari 53 orang termasuk anak buah kapal (ABK) yang ada dalam daftar manifes kapal, enam orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan kini telah dibawa ke puskesmas Gilimanuk.

Basarnas mengatakan hingga jam 21.45 WIT, sedikitnya 44 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Operasi pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan tiga orang lainnya. Namun mengingat jumlah penumpang sesungguhnya kerap tidak sama dengan data di manifes, dikhawatirkan masih ada yang belum terdata.

Kapal motor dengan panjang 56,5 meter dan lebar 8,6 meter itu sedianya berlayar dari Ketapang, Banyuwangi menuju ke Gilimanuk, Bali, ketika tenggelam di selatan perairan pelabuhan Gilimanuk sekitar jam 19.06 WIT.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam pernyataan tertulismya mengkonfirmasi musibah itu. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian yang menimpa KMP. Yunicee dengan rute Ketapang-Gilimanuk malam hari ini, sekitar pukul 19.06 WITA. Pihak kami langsung berkoordinasi dengan pihak Basarnas dan KNKT untuk melakukan evakuasi.”

Tim SAR dari Jembrana dan Buleleng Bali sudah tiba di pelabuhan Gilimanuk untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING