Sikap Tegas Wako, ASN Yang Tidak di Vaksin Dilarang Masuk Kantor
Connect with us

Nusantara

Sikap Tegas Wako, ASN Yang Tidak di Vaksin Dilarang Masuk Kantor

Published

on

Jadwal Vaksin September 2021
Sikap Tegas Wako, ASN Yang Tidak di Vaksin Dilarang Masuk Kantor 📸 Daniel Schuldi

Gencil News – Wako Kupang Jefri Riwu Kore mengambil sikap tegas untuk mencegah perebakan virus corona di lingkungan Pemko Kupang.

Sikap tegas itu adalah melarang ASN Pemko Kupang masuk kantor, apabila belum divaksin.

Menurutnya langkah ini untuk guna mempercepat program vaksinasi nasional, serta menjadikan ASN Pemko Kupang sebagai contoh yang baik kepada masyarakat.

“Bagi ASN yang tidak melakukan vaksinasi akan diberikan sanksi, karena vaksinasi sangat penting dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang sedang melanda daerah ini,” kata Jefri di Kupang seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/9/2021).

Jefri Riwu Kore juga mendorong agar ASN di Pemko Kupang untuk segera melakukan vaksinansi.

Dan ia akan memberikan sanksi, apabila ada ASN yang menolak untuk di vaksinasi. Jefri juga mengingatkan apabila tidak bisa divaksin, harap bisa dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter.

“Kami pastikan akan ada sanksi bagi pegawai yang belum melakukan vaksinasi. Bagi ASN yang tidak ikut vaksin tidak diperbolehkan masuk kantor karena memiliki potensi terpapar Covid-19 karena kasus Covid-19 di daerah ini masih tinggi,” ujar Jefri.

Selanjutnya, arahan Wako Jefri akan diteruskan kepada Pimpinan Perangkat Daerah untuk ditindak lanjuti.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nusantara

PB ESI & Komunitas Esports Gelar Vaksinasi Dan Bansos di Papua

Published

on

PB ESI & Komunitas Esports Gelar Vaksinasi Dan Bansos di Papua

Gencil News – Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) bersama komunitas esports nasional menggelar aksi kepedulian sosial berupa kegiatan vaksinasi Covid-19 kepada para pelajar dan penyerahan bantuan sosial bagi masyarakat Jayapura, Papua.

Aksi kepedulian sosial ini diselenggarakan sebagai bagian dari gelaran Eksibisi Esports PON XX Papua 2021.

Ketua Harian PBESI, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H., M.Hum mengatakan,

“Kegiatan vaksinasi pelajar dan bantuan sosial bagi masyarakat Jayapura ini kami tempatkan sebagai pembuka dari serangkaian kegiatan dalam rangka Eksibisi Esports PON XX Papua 2021. Selain sebagai bentuk kepedulian, aksi ini juga menjadi sumbangsih kami dalam turut mendukung percepatan pengendalian pandemi Covid-19, serta mendukung pelaksanaan PON XX Papua 2021. Kami berharap dengan adanya vaksinasi ini, kegiatan sosial-ekonomi masyarakat dapat segera bangkit dan bergelora kembali.”

Kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh PBESI berlangsung di tiga lokasi. Lokasi pertama adalah SMP Al-Ihsan Yapis yang berada di Jalan Perkutut No.106 Cigombong-Kotaraja, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura. Lokasi vaksinasi kedua adalah SMP YPK Diaspora Kotaraja, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura, dan lokasi ketiga SMP Negeri 4 Jayapura yang berada di Jalan Nafri Abepantai, Nafri, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura.

“PBESI menyediakan 5.000 vaksin bagi siswa-siswa dari sekolah yang bersangkutan, serta bagi masyarakat umum,” ujar Bambang Sunarwibowo.

Sementara itu, kegiatan bantuan sosial yang diprakarsasi PBESI dengan melibatkan partisipasi komunitas esports ini berpusat di dua titik lokasi dan menyumbang 1.000 paket bantuan.

Titik lokasi pertama adalah di Jalan Sulawesi RW 08 Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Adapun titik lokasi kedua adalah di Jl. Argapura Pantai RW.04 Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Continue Reading

Nusantara

Kantor LBH Yogyakarta Diteror Molotov

Published

on

Kantor LBH Yogyakarta Diteror Molotov

Gencil News – VOA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menerima teror. Kantor mereka di kawasan Kotagede, mendapat serangan molotov yang diperkirakan dilakukan pada Sabtu (18/9) dini hari.

Direktur LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli, dalam keterangan resminya Sabtu (18/9) sore menyebut, bagian depan kantor mereka terbakar akibat serangan ini.

Sudut teras kantor LBH Yogya di mana molotov dilemparkan pelaku. (Foto: Courtesy/LBH Yogya)
Sudut teras kantor LBH Yogya di mana molotov dilemparkan pelaku. (Foto: Courtesy/LBH Yogya)

“Setelah kami periksa, ternyata memang saya melihat ada bekas hangus seperti terbakar api, ada di bagian pojok barat bagian teras, di mana terdapat bekas terbakar api dan menyebar ke beberapa sisi, lantai, tembok, kaca, jendela, ventilasi, bahkan naik ke bagian atas, di atap,” kata Yogi.

Yogi juga memaparkan, api sempat merembat ke dalam ruangan karena kain gorden jendela berlubang bekas terbakar. Dalam pemeriksaan lebih detil, sejumlah pecahan kaca botol di sekitar titik terbakar menguatkan dugaan, bahwa teror ini memanfaatkan molotov.

Dugaan pelaku beraksi sekitar Sabtu (18/9) dini hari adalah karena hingga pukul 01.00 WIB, sejumlah warga masih begadang tak jauh dari kantor LBH Yogya. Sementara bekas pembakaran diketahui sekitar pukul 05.00 WIB.


“Kalau kami boleh menduga, serangan ini bisa jadi terkait dengan pembelaan LBH Yogya terhadap beberapa kasus struktural yang selama ini didampingi dan dibela oleh LBH Yogya,” tambah Yogi.

Pecahan botol yang diduga dipakai sebagai molotov oleh pelaku. (Foto: Courtesy/LBH Yogya)
Pecahan botol yang diduga dipakai sebagai molotov oleh pelaku. (Foto: Courtesy/LBH Yogya)

Sejumlah kasus yang saat ini sedang ditangani LBH Yogya adalah perlawanan masyarakat Wadas, Purworejo terhadap pemerintah terkait pembangunan Bendungan Bener, gugatan dosen Universitas Proklamasi 45, advokasi Peraturan Gubernur (Pergub) DIY terkait larangan demonstrasi di kawasan Malioboro, pembangunan PLTU di Cilacap, Jawa Tengah, dan pabrik semen di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.

“Kami menilai serangan ini adalah teror terhadap pembela hak asasi manusia sekaligus teror bagi organisasi bantuan hukum yang selama ini menjalankan tugas konstitusional, memberikan bantuan hukum kepada masyarakat miskin dan buta hukum,” lanjut Yogi.

LBH Yogya akan melaporkan serangan ini ke penegak hukum dan lembaga-lambaga lain terkait. Yogi juga memastikan, mereka tidak takut terhadap teror ini, dan justru menjadi lebih bersemangat melakukan pembelaan bagi masyarakat, terutama dalam kasus-kasus struktural.

Dari kiri ke kanan: Tri Wahyu KH (ICM), Eko Riyadi (Pusham UII) dan Yogi Zul Fadhli (LBH Yogya) memberikan keterangan terkait serangan molotov di kantor LBH Yogya. (Foto: VOA/Nurhadi)
Dari kiri ke kanan: Tri Wahyu KH (ICM), Eko Riyadi (Pusham UII) dan Yogi Zul Fadhli (LBH Yogya) memberikan keterangan terkait serangan molotov di kantor LBH Yogya. (Foto: VOA/Nurhadi)

Eko Riyadi, Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyebut pelemparan bom molotov ke LBH Yogya sebagai obat kuat.

“Jadi, karena ini pil obat kuat, maka saya mendorong sepenuhnya agar LBH Yogya tetap berada pada garisnya, dan tidak mundur sedikitpun atas apa yang terjadi. Karena yang dilakukan LBH Yogya adalah tugas-tugas konstitusional, tugas-tugas yang diberikan oleh UUD, untuk memberikan bantuan hukum, khususnya mereka yang tidak memiliki akses yang cukup,” kata Eko.

Eko juga berpesan kepada siapapun pelakunya, bahwa teror molotov adalah kejahatan sangat serius. Tindakan ini adalah simbol penyerangan terhadap pembela hak asasi manusia. Tidak hanya menyangkut LBH Yogya, tetapi terkait soal hak-hak pembela HAM yang dijamin undang-undang.

“Dan yang dilakukan tidak hanya mencederai LBH Yogya tetapi mencederai Yogya sebagai wilayah yang menghargai adat, toleransi, pola pikir, dan akal yang maju. Tindakan ini merupakan tindakan yang mengancam dan merusak nilai-nilai Yogya sendiri,” ujar Eko.

Eko juga meminta aparat kepolisian mengungkap kasus secara serius karena ini merupakan ancaman terhadap Indonesia sebagai negara hukum.

“Kami minta dengan hormat kepada aparat kepolisian untuk membongkar kasus ini seterang-terangnya, sedetil-detilnya untuk memberi pesan kepada siapapun, bahwa perbuatan semacam ini tidak boleh dilakukan di negara yang beradab, seperti Indonesia,” lanjut Eko.

Bagian depan kantor LBH Yogya dipasang garis polisi. (Foto: Courtesy/LBH Yogya)
Bagian depan kantor LBH Yogya dipasang garis polisi. (Foto: Courtesy/LBH Yogya)

Sementara Tri Wahyu dari Indonesian Court Monitoring (UCM) menyebut, seluruh elemen prodemokrasi berdiri bersama LBH Yogya.

“Kami datang kesini, sebagai satu keluarga besar pro demokrasi di Yogyakarta, karena serangan ini tidak hanya serangan kepada LBH Yogya, tetapi juga serangan kepada seluruh pejuang demokrasi,” paparnya.

Dia juga meyakini, para pegiat hukum di LBH tidak akan takut oleh serangan ini. Bahkan Tri Wahyu menilai pelaku telah gagal melakukan teror dengan metode yang dia sebut sebagai lawasan.

Dia juga meminta Menkopolhukam Mahfud MD yang tinggal di Yogya untuk turut mengawal pengusutannya.

“Kami sampaikan salam terbuka. Kami berharap agar Pak Mahfud mengawal tuntas kasus ini,” ujarnya.

Tri Wahyu meyakini pihak kepolisian daoat mengusut serangan teror molotov ke LBH Yogya, mengingat kasus terorisme yang berat, rumit dan pelik pun dapat diungkap.

Bom Molotov

Molotov atau Molotov Cocktail, adalah bom bakar yang mulai digunakan warga Finlandia pada 1939 untuk melawan agresi Uni Soviet. Menteri Luar Negeri Soviet ketika itu, Vyacheslav Mikhailovich Molotov, menyebut bom yang mereka kirimkan ke Finlandia sebagai roti tangkup. Untuk membalasnya, warga membuat bom bakar dan menyebutnya cocktail sebagai pelengkap roti itu. Molotov disematkan di belakangnya untuk mengingat nama agresor itu.

Molotov kemudian jamak dipakai dalam sejumlah konflik, terutama karena mudah dibuat. Cukup botol, kain sebagai sumbu dan bahan bakar. Benda ini sering digunakan pada demonstran ketika berunjukrasa di berbagai negara selama puluhan tahun.

Di Indonesia, molotov juga sering digunakan sebagai alat teror. Kantor LBH Medan pernah menerima serangan serupa pada 2019. Namun pelakunya hingga saat ini belum terungkap. 

Continue Reading

Nusantara

PTM Baru Saja Dimulai, 54 Siswa Positif Covid-19

Published

on

By

PTM Baru Saja Dimulai, 54 Siswa Positif Covid-19

Gencil News – PTM atau Pembelajaran Tatap Muka baru saja dimulai pada kamis (12/08/2021), dari Padan Panjang Sumatera Barat, dilaporkan sebanyak 54 siswa positif covid-19.

54 Siswa dari SMA 1 Padang Panjang yang positif covid-19, diduga terpapar dari salah seorang siswa mengalami demam.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Padang Panjang, Nuryanuar menyampaikan. Kejadian ini bermula, salah seorang siswa dari SMA 1 mengalami demam dan ikut belajar secara tatap muka.

Siswa yang demam itu pun, oleh pihak sekolah langsung diminta untuk tes swab. Dan hasilnya adalah positif covid-19.

Kemudian, sebanyak 369 orang menjalani tes swab, diduga semuanya telah melakukan kontak erat. 362 adalah siswa dan siswi, ditambah 7 orang yang terdiri dari petugas kantin dan asrama.

Dan berdasarkan tes swab berbasis PCR, maka didapatkan hasil, sebanyak 54 siswa dinyatakan positif covid-19.

Dan saat ini, keseluruhan siswa yang terpapar menjadi isolasi mandiri di asrama sekolah. Mereka yang terpapar masuk kedalam kategori orang tanpa gejala dan memiliki gejala ringan.

Untuk mengantisipasi keadaan, maka pihak sekolah memutuskan untuk kembali melaksanakan pembelajaran secara daring.

Akibat dari kejadian ini, SMA 1 Padang Panjang menjadi satu-satunya sekolah negeri atas yang kembali menjalani pembelajaran secara daring.

Continue Reading

Nusantara

Kebakaran di Lapas Tangerang, 41 Tewas dan 80 Luka-Luka

Published

on

By

Kebakaran di Lapas Tangerang, 41 Tewas dan 80 Luka-Luka

Gencil News – VOA – 41 napi tewas dan 80 lainnya luka-luka dalam insiden kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9) dini hari.

Api berhasil dipadamkan setelah dua jam mengamuk. Ratusan polisi dan tentara dikerahkan di sekitar penjara untuk mencegah tahanan melarikan diri, kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran kepada wartawan di dekat tempat kejadian.

Seorang perempuan yang merupakan keluarga korban tewas tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, saat ditemui wartawan Associated Press di luar lapas tersebut. “Saya sudah dapat kabar sejak pukul 3 pagi. Dua tahun lagi pahadal adikku akan dibebaskan, ya Allah,” jelasnya.

Fadil mengatakan setidaknya 41 narapidana tewas dan 80 dirawat di rumah sakit, delapan di antaranya mengalami luka bakar parah. Ia mengungkapkan, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran tetapi penyelidikan awal menunjuk ke korsleting di salah satu blok. “Tadi saya sudah lihat di TKP. Berdasarkan pengamatan awal patut diduga karena terjadi hubungan pendek arus listrik,” paparnya.

Sebelumnya, diwawancarai VOA melalui telepon, Kepala Humas dan Protokol Dirjen Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan “sedikitnya 40 tewas, delapan dirawat di RSUD Tangerang, 30 dirawat di klinik Lapas, sisanya (44 orang.red) masih dirawat di masjid di lapas ini.” Lapas Kelas I Tangerang dihuni oleh 2.072 narapidana, sementara khusus Blok C dihuni 122 narapidana.

Ditambahkannya, kebakaran berawal di Blok C Lapas Kelas I Tangerang sekitar pukul 01.50 WIB.

Lebih jauh Rika mengatakan “prioritas utama kami saat ini adalah merawat para korban.” Sementara penyebab kecelakan menurutnya “masih dalam penyelidikan.”

Lapas 1 Tangerang mengalami kebakaran pada 8 September 2021 pukul 01.45 WIB. Setidaknya 41 warga binaan dinyatakan meninggal dunia akibat insiden ini. (Foto: VOA/Indra Yoga)
Lapas 1 Tangerang mengalami kebakaran pada 8 September 2021 pukul 01.45 WIB. Setidaknya 41 warga binaan dinyatakan meninggal dunia akibat insiden ini. (Foto: VOA/Indra Yoga)

Dua WNA

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan dua dari korban tewas adalah warga negara asing, masing-masing dari Afrika Selatan dan Portugal. Ia memastikan penjara beroperasi dalam keadaan kelebihan kapasitas ketika kebakaran terjadi. Sel dikunci pada saat itu, kata Yasonna, tetapi dengan api yang berkobar tak terkendali, “beberapa kamar tidak bisa dibuka.”

“Kami bekerja sama dengan otoritas terkait untuk mencari penyebab kebakaran dan tentu saja merumuskan strategi pencegahan agar bencana besar seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Yasonna dalam sebuah pernyataan, Rabu (8/9), sebagaimana dikutip dari Reuters.

Penjara Tangerang dirancang untuk menampung 1.225 narapidana tetapi dihuni lebih dari 2.000 orang, menurut Rika Aprianti, Kepala Humas dan Protokol Dirjen Pemasyarakatan, Kementerian Kehakiman. Blok C, tempat terjadinya kebakaran, dihuni 122 narapidana. Rika mengatakan 15 petugas penjara yang menjaga blok itu itu tidak terluka.

Pembobolan penjara dan kerusuhan yang berujung pada kebakaran adalah hal biasa di Indonesia. Banyak penjara kekurangan dana sementara jumlah penghuni berlebihan seiring gencarnya upaya penangkapan dalam perang melawan narkoba.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING