Connect with us

HEADLINE

Tidak Hanya Dikelola, Aduan Masyarakat Perlu Penyelesaian Konkret

Published

on

Aduan Masyarakat

Pengaduan yang disampaikan masyarakat kepada penyelenggara pelayanan publik merupakan salah satu bentuk pengawasan masyarakat kepada pemerintah.

Aduan masyarakat berguna bagi pimpinan organisasi penyelenggara pelayanan publik untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanakan standar pelayanan publik di instansinya.

Perannya yang signifikan membuat pengaduan pelayanan publik harus dikelola dengan baik dan ditanggapi dengan penyelesaian yang konkret.

Hal ini disampaikan oleh Dadan Suparjo Suharmawijaya usai mewawancarai peserta Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, di Jakarta, Selasa (26/11).

Dadan merupakan satu dari enam juri yang didapuk oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk menentukan instansi pemerintah maupun badan layanan publik mana saja yang mampu menunjukan komitmen terhadap pengelolaan pengaduan.

Tidak hanya dikelola, menurut Dadan, aduan yang masuk harus direspon dengan cepat dengan langkah nyata. “Kompetisi ini bukan ajang untuk sekedar memamerkan sistem yang dimiliki tetapi lebih pada tindak lanjut yang jelas. Terobosan yang seperti itulah yang kami ingin lihat,” ujarnya.

Meski demikian, Dadan menyadari tiap-tiap daerah memiliki tantangan untuk dapat merespon secara real time berbagai aduan yang masuk ke instansinya. Namun Dadan tetap optimis bahwa tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan perencanaan matang dan sinergi berbagai pihak.

Salah satu cara untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan sistem yang canggih dengan mengintegrasikan seluruh pengelola pengaduan yang ada. “Pengaduan dalam jumlah besar tidak hanya direspon secara perorangan tetapi juga direspon menggunakan sistem,” imbuhnya.

Anggota Ombudsman RI ini juga berharap peserta Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional yang masuk 40 besar dapat menginspirasi instansi lainnya untuk memperbaiki pengelolaan pengaduan di tempatnya masing-masing.

“Setiap kompetisi tentu menghasilkan karya-karya terbaik, inovasi-inovasi yang terbaik. Karya-karya yang terbaik itulah yang saya harap bisa direplikasi oleh intansi lainnya sehingga perubahan baik ini terus menyebar,” tuturnya.

Pada hari kedua wawancara Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, empat instansi pemerintah daerah berkesempatan untuk memaparkan beragam terobosan pengelolaan pengaduan di hadapan dewan juri. Tiga diantaranya merupakan pemerintah provinsi, sementara satu lainnya dalah pemerintah kabupaten.

20191126 Wawancara SPAN LAPOR 21

Kepala Bidang Layanan E-Government dan Pengolahan Data Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Sulawesi Selatan Lukmanuddin menjelaskan mengenai komitmen perubahan dan perbaikan pengelolaan pengaduan yang dilakukan di Sulawesi Selatan.

Salah satunya dengan mengikuti pengembangan Aplikasi LAPOR! versi 2.0 ke versi 3.0 untuk selanjutnya dilakukan Integrasi LAPOR! dengan Baruga Sulsel. Baruga Sulsel adalah layanan pengaduan masyarakat yang dihadirkan lewat aplikasi smartphone yang telah dikembangakan Pemprov Sulawesi Selatan sejak tahun 2018.

Dengan integrasi ini diharapkan mempercepat tindaklanjut aduan publik secara sistem terdisposisi penyelesaiannya berdasarkan kewenangan kabupaten, kota, provinsi dan kementerian terkait.

Presentasi dilanjutkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Kalimantan Selatan Gusti Yanuar Noor Rifai. Gusti menjelaskan mengenai aplikasi Lapor Paman. Aplikasi ini digunakan masyarakat untuk memberikan aduan seputar pelayanan publik maupun informasi yang menjadi tanggungjawab Pemprov Kalimantan Selatan.

Tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Kalsel, aplikasi Lapor Paman juga berperan sebagai sumber informasi Pemprov Kalsel dalam mengevaluasi kinerja instansi dan media informasi keadaan riil pelayanan publik di lapangan. Perlu diketahui, penggunaan nama paman adalah panggilan akrab Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yakni Paman Birin.

20191126 Wawancara SPAN LAPOR 29

Bupati Majalengka Karna Sobahi meneruskan presentasi dengan menjabarkan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan Pemkab Majalengka untuk mengembangkan layanan aduan di daerahnya.

Salah satunya dengan mengintegrasikan 8 instansi yakni BPJS, PLN, TELKOM, BPS, PERHUTANI, Pengadilan Agama, POLRES, Kejaksanaan pada SP4N yang dikelola pemkab.

Dalam struktur organisasi tata kerja baru pada Dinas Kominfo ditambahkan 1 Kasi, yaitu Kasi Pelayanan Pengaduan yang akan menangani langsung pengaduan publik.

Adanya penambahan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kinerja tim pengelola pengaduan. Pemkab Majalengka juga berencana membangun command center untuk mendukung respon cepat pemerintah terhadap situasi yang terjadi masyarakat.

Wawancara dan Presentasi Kompetisi SP4N-LAPOR! hari kedua ditutup oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemprov Jawa Barat Hermansyah yang menjelaskan mengenai pengelolaan pengaduan yang berifat darurat melalui Jabar Quick Response.

Program ini memungkinkan masyarakat untuk mengadukan permasalahannya dan pemerintah langsung turun tangan menanganinya. Pengelolaan Jabar Quick Response dilakukan oleh petugas dari Pemprov Jabar dan para aktivis kemanusiaan.

Sumber pendanaannya tidak hanya dibebankan pada APBD tetpi juga berasal dari pemberian bantuan baik dari swasta, maupun pihak-pihak lainnya. 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Gaya Hidup

Memaknai Dedikasi, Mencintai Profesi

Published

on

GENCIL NEWS – Rambutnya telah memutih, sementara kulit tidak sekencang dahulu. Ada yang berbeda dengan Bapak yang satu ini dibandingkan dengan penampilan artis lainnya.

Jika beberapa artis muda sibuk menampilkan diri, berfoto dari satu fans ke fans lain dengan dandanan yang ngartis-banget, beliau malah senang berbaur dan bercerita secara mendalam dengan tamu undangan dalam satu meja.

Ceritanya mengalir alami menyusuri fragmen demi fragmen hidupnya, sangat elaboratif untuk ukuran pembicaraan jeda kopi.

Henky Solaiman namanya. Secara kebetulan saya mendapat kesempatan berbincang dengan beliau dalam acara Premier Film Love and Faith atas undangan Majalah Marketing. Di usianya yang beranjak 73 tahun, karya-karya produktif masih dilahirkan dan dedikasinya terhadap dunia layar perak terbilang di atas rata-rata.

Kejarlah daku kau kutangkap, adalah film tahun 80-an yang mengenalkan saya pada sosok ini. Di masa saya kecil, film Kejarlah daku diputar berpuluh-puluh kali di layar televisi yang kala itu masih hitam-putih. Walaupun sering goyang dan bersemut gambarnya, televisi adalah pilihan terbaik saat itu sebagai satu-satunya penyambung nafas kota-kota kecil dan gemerlap ibu kota.

Sejak memulai karir di dunia seni pada tahun 1971, pak Henky Solaiman mencurahkan perhatiannya untuk kemajuan dunia seni peran. Dalam ceritanya, beliau menggambarkan betapa penuh perjuangan bergerak dari satu lokasi ke lokasi syuting yang bisa memakan waktu berhari-hari dengan istirahat seadanya. Sungguh harga yang harus dibayar untuk sekedar membuat penonton tersenyum atau berdecak kagum.

Terlalu jauh rasanya, jika saya harus menjelaskan evolusi yang terjadi pada perfilman Indonesia. Selain saya bukan ahlinya, saya juga bahkan jarang menonton film Indonesia di bioskop. Namun tidaklah perlu menjadi ahli untuk bisa membedakan mana film yang menjadi legenda dan mana film kelas kacang yang sekedar menjadi penggembira. Bukan tanpa sebab film yang bagus itu menjadi berjiwa. Dia lahir karena adanya dedikasi.

Dedikasi diambil dari kata dedicate, persembahan. Ketika suatu profesi menyediakan dirinya untuk kita eksploitasi demi kesejahteraan, maka dedikasi bermakna memberikan balik apa yang kita dimiliki, demi bertunas dan berkembangnya profesi itu. Seorang dokter yang telah berpuluh tahun mendapatkan penghasilan dari pekerjaan kedokterannya, layaknya memberi balik. Mempersembahkan metode baru, menyemai dokter-dokter baru dan mempersiapkan sistem layanan kesehatan untuk memperbaiki hubungan dokter dan pasien.

Para pemasar yang telah malang melintang di dunia pemasaran dan mendapatkan pendapatan luar biasa dari pemasaran, baiknya membayar balik. Mengembangkan dunia pemasaran di Indonesia melalui sharing pengetahuan, membangun institusi pendidikan atau memperkenalkan konsep baru yang lahir dari pengalaman praktis yang didapatkannya.

Salah satu liputan portal berita yang menulis tentang Hengky Solaiman menyebutkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, beliau membantu tugas akhir mahasiswa IKJ secara pro bono atau tanpa bayaran. Sungguh sepertinya kita perlu mencontoh jejak kaki beliau. Bahwa legenda dicatat dalam sejarah, karena apa yang telah ia persembahkan bagi yang dicintainya. Jika Anda mencintai profesi Anda, persembahkanlah sesuatu bagi berkembangnya profesi itu. Tetap semangat dan salam pembaharu!

…….

Penulis: Wahyu T Setyobudi 

Pengajar PPM School of Management

Continue Reading

Gaya Hidup

Awal Mula Interaksi Kucing dan Manusia

Published

on

Jauh sebelum kucing jadi kesayangan di Facebook dan YouTube, mereka telah berinteraksi dengan manusia sejak jaman purba.

Sebuah studi DNA yang menjangkau masa ribuan tahun yang lalu untuk melacak interaksi tersebut dan menemukan dua bukti penyebaran yang utama dari kawasan Timur Tengah, dimana orang terbukti membawa kucing bersama mereka. Jejak genetik kucing ditemukan dalam perjalanan itu dan masih tampak pada jenis kucing yang ada pada zaman modern.

Para peneliti menganalisa DNA dari 209 kucing purba yang berasal dari zaman setua 9.000 tahun yang lalu yang berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk beberapa mumi kucing purba asal Mesir.

“Mereka saksi langsung tentang situasi di masa lampau,” ujar Eva-Maria Geigl dari the Jacques Monod Institute di Paris. Ia bersama koleganya yang juga meneliti 28 kucing liar modern dari Bulgaria dan Afrika bagian timur.

Ini adalah indikasi terkini dari kisah yang rumit tentang kucing-kucing yang sudah dijinakkan. Mereka keturunan dari kucing-kucing liar yang belajar untuk hidup di tengah manusia dan jadi lumayan jinak – meskipun beberapa pemilik kucing saat ini mengatakan, mereka tampaknya tidak begitu suka berada di lingkungan manusia.

Proses penjinakkan kemungkinan berawal dari masa 10.000 tahun yang lalu ketika orang mulai menetap di kawasan Bulan Sabit Subur, kawasan berbentuk lengkungan yang mencakup pantai timur Laut Mediterranea dan daratan sekitar sungai Tigris dan Eufrat. Mereka menyimpan gandum, sehingga menarik hewan pengerat, yang akhirnya menarik kucing-kucing liar. Hewan-hewan yang ada di tumpukan sampah tampaknya telah menarik mereka juga. Seiring dengan berjalannya waktu, kucing-kucing liar ini beradaptasi pada lingkungan yang dibangun oleh manusia dan membiasakan diri untuk berkeliaran di sekitar manusia.

Studi sebelumnya menemukan seekor kucing yang dimakamkan di samping manusia sekitar 9.500 tahun yang lalu di Siprus, dimana tidak ada kucing yang asli berasal dari pulau itu. Ini adalah indikasi bahwa kucing dibawa dengan perahu dan hewan itu memiliki ikatan khusus dengan orang itu, ujar para peneliti.

Kucing jelas-jelas sudah dijinakkan pada masa sekitar 3.500 tahun yang lalu, dimana pada lukisan tampak kucing ditempatkan di bawah kursi. Ini menunjukkan bahwa saat itu, “kucing sudah jadi bagian dari rumah tangga,” ujar Geigl.

Namun secara keseluruhan proses penjinakkan sulit dilacak oleh para ilmuwan, sebagian karena tengkorak fosil tidak menunjukkan apabila kucing tersebut kucing liar atau sudah dijinakkan.

Lebih mudah untuk membedakan anjing, hewan yang pertama kali kita jinakkan, dari nenek moyang serigalanya. Anjing berevolusi dari serigala dan mulai berinteraksi dengan manusia bahkan sebelum adanya budaya bertani, kemungkinan tertarik oleh sisa-sisa makanan yang ditinggalkan manusia.

Studi baru melacak penyebaran penanda DNA kucing yang bersifat spesifik yang menembus jarak waktu yang panjang, sebuah tanda bahwa orang telah membawa kucing bersama mereka. Hasilnya dirilis hari Senin oleh jurnal Nature Ecology & Evolution.

Studi ini “memperkuat dan menyempurnakan hasil karya sebelumnya,” ujar Carlos Driscoll dari the Wildlife Institute of India. Pengambilan sampel yang bersifat ekstensif dari DNA kucing yang melacaknya hingga ke jaman kuno belum pernah dilakukan, ujarnya.

Para peneliti juga mengamati varian genetik yang menghasilkan bulu dengan pola yang tidak teratur khas kucing modern yang sudah jinak, ketimbang garis-garis menyerupai harimau yang ada pada sepupunya yang masih liar. Pola ini muncul lebih sering pada sampel-sampel yang berasal dari masa sesudah tahun 1300 ketimbang masa sebelumnya, yang sesuai dengan bukti lain bahwa tanda garis-garis pada bulu kucing menjadi sesuatu yang biasa mulai tahun 1700 dan orang mulai mengembang biakkan kucing untuk penampilannya mulai tahun 1800-an.

Berbeda dengan kuda, usaha untuk menjinakkan kucing termasuk terlambat, yang dikembang biakkan untuk tampilannya sejak awal, ujar Geigl.

Fokus sebagian besar studi adalah pada penyebaran kucing pada zaman purba. Pada sampel DNA yang dianalisa, satu jejak genetik yang pertama kali adalah di Turki sisi Asia – dan kemungkinan dahulunya dibawa oleh kucing yang berasal dari kawasan Bulan Sabit Subur – muncul lebih dari 6.000 tahun yang lalu di Bulgaria.

Ini adalah indikasi bahwa kucing telah dibawa kesana dengan perahu ketika para petani pertama melakukan kolonisasi benua Eropa, ujar Geigl. Indikasi ini juga tampak pada masa lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Rumania, juga pada masa sekitar 3.000 tahun yang lalu di Yunani.

Jejak genetik kedua, pertama kali muncul di Mesir, telah mencapai Eropa antara abad ke satu dan kelima, sebagaimana ditunjukkan oleh sampel yang berasal dari Bulgaria. Jejak yang berasal dari bandar perdagangan Viking di Eropa utara berasal dari abad ketujuh, dan sampel yang berasal dari Iran berasal dari abad ke delapan.

Menyebarnya kucing di sepanjang Mediterranea kemungkinan dipicu oleh manfaatnya dalam mengendalikan hama pengerat dan hama lainnya di kapal, ujar para peneliti. [ww]

Continue Reading

Gaya Hidup

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat

Published

on

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat
Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat
Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat

Optimis Membuat Hidup dan Jiwa Sehat-Penelitian menunjukkan, optimistis memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Optimistis adalah pondasi kesehatan mental yang akan menunjang kesehatan fisik. Bahkan, lebih dari 100 studi mengkonfirmasi gagasan bahwa sikap optimis dapat memberikan harapan kesehatan mental yang lebih baik selama hidup.

Optimis merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sikap optimis sering dianggap sebagai bentuk naif penyelesaian masalah. Pasalnya, optimistis lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dijalankan. Namun, ternyata optimistis tidak hanya memberikan efek dalam jiwa manusia, tetapi juga untuk raganya.

Optimis menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya.

Secara umum, orang yang optimis telah menunjukkan kondisi kesehatan yang lebih baik daripada mereka yang pesimis. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang pesimis lebih rentan menderita penyakit menular, memiliki masalah kesehatan yang buruk, dan mengalami kematian dini.

Banyak orang percaya bahwa optimis adalah sifat bawaan. Nyatanya, banyak cara untuk menjadi orang yang lebih optimis. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan menghilangkan anggapan negatif pada diri sendiri dan meningkatkan pikiran positif.

Meskipun ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, dengan latihan, ketekunan, dan kemauan, cara ini akan berhasil. Tidak hanya itu, menghargai kesehatan diri dengan tidur yang cukup dan makan makanan sehat, akan membantu menaikkan tingkat optimistis.

Sikap mencerminkan dari kepribadian seseorang, dan pikiran memberi peran yang besar terhadap sikap seseorang. Itulah mengapa berpikir positif membuat perbedaan besar dalam hidup kita. Sikap yang baik dimulai dengan berpikir positif. Berpikir positif memiliki peran penting dalam pembentukkan setiap individu.

Kekuatan berpikir positif merupakan unsur yang terpenting dalam menciptakan jenis kehidupan dan dapat membantu Anda untuk mengatasi situasi stres dan mengubah hidup  jauh lebih baik.

Continue Reading

TRENDING