Connect with us

HEADLINE

Yogyakarta: Provinsi UMP Terendah di Indonesia, Tapi Bahagia

Published

on

Dalam dua tahun terakhir, dan setidaknya dua tahun ke depan akan ada banyak proyek besar di Yogyakarta. Bandara internasional baru, jalur kereta api baru, hingga pembangunan jalan tol. Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyebut, kawasan itu akan diikuti dengan perkembangan kota baru.

Dalam dua tahun terakhir, dan setidaknya dua tahun ke depan akan ada banyak proyek besar di Yogyakarta. Bandara internasional baru, jalur kereta api baru, hingga pembangunan jalan tol. Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyebut, kawasan itu akan diikuti dengan perkembangan kota baru.

“Aerocity ada, aerotropolis ada, jalan tol juga ada, pembangunan jalur kereta PT KAI juga ada. Ya semua itu kan harapan saya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dan itu membuka lapangan kerja,” ujar Sultan di Gedung Bank Indonesia Yogyakarta, Kamis (5/12).

00 hektar. Semua diharapkan mampu menggerakkan ekonomi Yogyakarta.

Kepala Perwakilan BI Yogyakarta Hilman Tisnawan mengatakan, hingga akhir 2019 pertumbuhan ekonomi DIY ada pada kisaran 6,3-6,7 persen. Terjadi peningkatan dibanding 2018 yang tercatat 6,2 persen.

“Dalam dua tahun terakhir, ekonomi DIY tumbuh ditopang oleh sektor domestik, utamanya investasi bangunan dan konstruksi proyek strategis nasional, Bandara NYIA memberikan porsi yang cukup besar untuk pembangunan DIY,” kata Hilman dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) di Yogyakarta, Kamis (5/12).

Bank Indonesia juga memberi catatan, pariwisata melalui konsep Community Base Tourism bermakna besar bagi DIY. Terbukti dari survei, kata Hilman, CBT secara langsung mengurangi angka kemiskinan.

Miskin Tapi Bahagia

Proyek besar, pertumbuhan ekonomi, investasi dan kemiskinan adalah kosa kata yang kerap terdengar bersamaan dalam seminar atau diskusi ekonomi di Yogyakarta. Namun, ada data statistik yang kadang dianggap tidak sinkron jika dilihat dalam skala lebih luas.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, angka kemiskinan DIY adalah 11,7, lebih tinggi dari angka nasional 9,41. Yogyakarta berada di urutan 12 angka kemiskinan tertinggi, dan menjadi yang termiskin di Pulau Jawa. Rasio gini atau ketimpangan pendapatan di DIY yang tertinggi di Indonesia, yaitu 0,423. Upah Minimum Provinsi juga memegang rekor sebagai terendah di Indonesia, dengan Rp1.704.608. Angka itu lebih rendah Rp38 ribu dari Jawa Tengah, Rp64 ribu dari Jawa Timur, dan Rp106 ribu dari Jawa Barat.

Rendahnya peringkat Yogyakarta di sektor tenaga kerja dan ekonomi itu, berbanding terbalik dengan kualitas hidup masyarakatnya. Menurut Indeks Kebahagiaan yang dikeluarkan BPS, Yogyakarta duduk di peringkat delapan sebagai provinsi paling bahagia se-Indonesia. Angka harapan hidup DIY bahkan tertinggi, yaitu 74 tahun, di atas rata-rata nasional 71 tahun.

Upah Rendah Tapi Menerima

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Andung Pribadi Santosa mengatakan, tahun depan pengurangan kemiskinan akan menjadi prioritas. Andung menyampaikan itu ketika mengumumkan besaran UMP DIY beberapa waktu lalu.

“Untuk tahun 2021, penetapan upah minimum kabupaten, kota dan provinsi harus berorientasi pada pengentasan atau pengurangan angka kemiskinan,” ujar Andung.

Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Kirnadi pesimis dengan persoalan upah dan pengentasan kemiskinan. Yogyakarta sejak lama dikenal menjadikan upah rendah sebagai daya tarik investasi.

“Hari ini di Yogyakarta, sebagai dasar untuk menarik investasi itu keunggulannya hanya upah rendah itu saja. Dan ini yang menjadi dasar bagi mereka untuk silahkan masuk ke sini, kami mempunyai kebijakan upah terendah di Indonesia,” ujar Kirnadi.


“Kondisi ini harus segera diakhiri jika buruh ingin hidup layak di Yogyakarta,” tambah Kirnadi.

Konsep Sithik Eding

Fakta upah terendah tetapi termasuk paling bahagia dan panjang umur di Indonesia, bisa dijelaskan dari sisi budaya. Heddy Shri Ahimsa Putra, antropolog dari Universitas Gadjah Mada melihat, cara pandang masyarakat terhadap materi mempengaruhi hal itu. Orang Jawa dikenal mengutamakan kebersamaan, keharmonisan, yang menurunkan nilai penting materi.

“Konsep yang sangat penting pada orang Jawa, yang bisa membuat persoalan kemiskinan itu tidak harus ditakutkan. Orang Jawa Itu mengenal istilah sithik eding, sama-sama meski sedikit. Saya ingat dulu waktu kecil itu kalau kita punya sedikit, kemudian orang tua bilang, sithik eding, dibagi tapi sama-sama sedikit,” kata Heddy.

Sithik bermakna sedikit, dan eding kurang lebih bermakna berbagi atau sama-sama. Dalam konsep ini, berbagi lebih dipentingkan daripada jumlahnya yang sedikit tadi. Berbagi itu memberi kenyamanan hidup, dan mengajarkan bahwa materi bukan nomor satu.

Konsep sithik eding, kata Heddy berbeda dengan shared poverty yang dipaparkan antropolog Amerika Serikat, Clifford James Geertz. Shared poverty menimbulkan makna negatif, sedangkan sithik eding membawa konotasi positif, dengan menghadirkan kebahagiaan dari berbagai yang sedikit.

Sharing-nya itu membuat orang tahan banting,” tambah Heddy.

Dalam ukuran statistik, lanjut Heddy, fenomena sosial semacam itu tidak bisa ditangkap oleh lembaga seperti BPS. Karena itu, akan sulit mencari penjelasan dari mereka, mengapa di satu sisi Yogyakarta berupah rendah, rasio gini tinggi dan miskin, tetapi di sisi lain bahagia dan berumur panjang.

Sikap nrimo atau cenderung menerima apa yang diberikan juga berpengaruh. Di pedesaan, bekerja sebagai buruh di pabrik dianggap punya status sosial lebih dibanding petani. Karena itu, kata Heddy, buruh di Yogyakarta cenderung bisa menerima upah rendah. Jika dia mengalami kekurangan pendapatan untuk mencukupi kebutuhan hidup, solusinya bukan demo. Buruh akan mengandalkan hubungan sosial untuk memecahkan masalahnya.

Karena dilatih dengan konsep hidup semacam itu, ketika berusia tua, orang Jawa cenderung menjalani hidup lebih tentram. Heddy mengaku bisa melihat sendiri bagaimana orang-orang tua di desa tempat dia tinggal, hidup dalam ritme sederhana. Itulah kunci panjang umur.

“Kalau kita jalan-jalan dekat Keraton itu, orang-orang tua yang kelihatannya nggak kerja apa-apa, tapi sudah senang sekali bisa saling mengobrol. Yang paling penting jangan konflik sama tetangga, rukun sosial itu sangat penting,” tambah Heddy.

Bahagia Boleh, Sejahtera Penting

Tetapi, bahagia saja tentu tidak cukup, masyarakat juga harus sejahtera.

“Kebahagiaan itu subyektif dan tanwujud. Kesejahteraan itu obyektif dan maujud misalnya kemampuan ekonomi,” kata Nur Ahmad Affandi.

Nur Ahmad adalah Wakil Ketua CSR Center DIY, sebuah lembaga pengelola dana tanggung jawab sosial perusahaan bentukan gubernur. Salah satu tugasnya adalah mengurangi angka kemiskinan melalui pengelolaan dana sosial pelaku usaha.

Menurut Nur Ahmad, metode pengukuran kesejahteraan yang digunakan BPS berlaku universal untuk semua daerah. Karena itu, siapapun harus bisa menerima penilaian lembaga tersebut. Dia menduga, mungkin ada kesalahan dalam penanganan kesejahteraan masyarakat di Yogyakarta, terkait dengan modus, metode, dan program, sehingga tidak efektif. Mengenai upah yang rendah, Nur Ahmad menilai angka itu terpengaruh harga kebutuhan hidup yang relatif lebih murah dari daerah lain.

“Kebahagiaan hidup dan usia harapan hidup tinggi, mungkin karena memang hampir semua kebutuhan hidup, lahir dan batin, relatif terpenuhi, karena biaya hidup yang murah, sifat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi, sehingga relatif kecil orang hidup susah, walau mungkin pendapatannya rendah,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Gaya Hidup

Sensasi Bagi Penyelam dan Ilmuwan, Kuda Laut Yunani

Published

on

Penyelam lokal terpesona oleh makhluk laut yang anggun itu dan akan berusaha keras mendokumentasikan keberadaan mereka dan menghimbau perlindungan bagi kuda laut itu.

Pada 2007, penyelam komersial Vasilis Mentogiannis sedang mengerjakan proyek bawah air di teluk terpencil di Semenanjung Chalkidiki di Yunani Timur Laut ketika ia melihat kuda laut.

“Saya berkata sendiri, ‘Wow, kuda laut, luar biasa’. Tidak lama kemudian lewat yang lainnya, lalu yang lainnya, dan saya melihat banyak sekali , dan saya heran ‘ada apa disini? Saya kira ini sangat luar biasa,” kata Vasilis.

Penyelam berpengalaman itu mengatakan sangat langka melihat sekelompok kuda laut berkumpul bersama seperti itu. Didorong oleh rasa ingin tahu, ia memutuskan membentuk tim penyelam untuk melakukan survei dan mengumpulkan data mengenai kuda laut itu.

Para penyelam terpesona oleh kuda laut, kata anggota tim, Kostas Katsioulis.

“Ini adalah fenomena yang unik. Mereka yang menyelam bersama kami menjadi sangat antusias setelah melihat kuda laut, karena tidak ada perasaan lain seperti itu ketika Anda menyelam,” kata Kostas.

“Kami telah menghabiskan berjam-jam dengan kuda laut. Kuda Laut adalah makhluk pemalu, selalu membelakangi kamera,” kata Vasilis menyambung pernyataan Kostas.

Atas saran para ilmuwan, Mentogiannis yang punya latar belakang teknik mesin dan ahli dalam survei geofisika dan bawah laut menciptakan habitat buatan untuk kuda laut pada 2015.

“Kuda laut menyesuaikan diri dengan baik. Habitat buatan itu sangat berguna bagi kuda laut karena bisa mengaitkan ekornya, berbaring dan menyamarkan diri pada tali,” papar Vasilis.

Meskipun kuda laut hidup di perairan di sekitar Yunani, para ilmuwan mengatakan tidak lazim menyaksikan keberadaannya yang stabil dan berkelanjutan di daerah ini. [my]

Continue Reading

HEADLINE

Fransisco Sabalo Tutup Usia, Tinggalkan 42 Istri,156 Anak dan 250 Cucu

Published

on

Sebelum dimakamkan hari Minggu (19/4/2020), seorang laki-laki Angola yang dikenal sebagai “Pai Grande” –atau “Big Dad”– menarik perhatian.

Sedikitnya seribu orang, yang datang untuk menyampaikan penghormatan terakhir. Fransisco Tchikuteny Sabalo atau “Big Dad” meninggalkan 42 istri, 156 anak dan 250 cucu.

Para pelayat Sabalo saling berpelukan, menangis, bernyanyi dan berdiri berdekatan, meskipun ada seruan untuk menjaga jarak atau social distancing dan larangan yang dikeluarkan presiden untuk melakukan pertemuan lebih dari 50 orang pada masa pandemi virus corona ini.

Sabalo, yang berusia sekitar 70 tahun, meninggal dunia Selasa lalu (14/4) karena kanker prostat, demikian ujar keluarganya

Selama lebih dari satu tahun ia mengupayakan pengobatan di Luanda dan beberapa tempat lain, ujar salah seorang putranya, Lumbaneny Sabalo. Namun ia memutuskan kembali ke kediamannya sehingga “jika Tuhan memanggilnya, setidaknya ia meninggal didampingi istri dan anak-anaknya.”

Ia seorang “manusia yang komplit” yang mengutamakan keluarga dan pendidikan, ujar salah seorang pelayat dalam upacara pemakaman di Giraul do Meio, atau oleh warga lokal dikenal sebagai Pulau Mungongo, yang terletak di selatan kota pelabuhan Namibe.

Sabalo adalah jemaat gereja New Ecclesiastic Order of Angola, ujar salah seorang anggota keluarga lainnya. Ia dimakamkan di sebuah pemakaman yang diperuntukkan bagi keluarganya.

Angola melarang poligami, tetapi masih dipraktikkan secara luas di negara yang mayoritas beragama Kristen itu

Continue Reading

Gaya Hidup

Pertama di Amerika, Kafe Dengan Menu Utama Ganja

Published

on

Kafe Dengan Menu Utama Ganja

Pertama di Amerika, Kafe Dengan Menu Utama Ganja – Kafe ganja pertama di Amerika baru saja dibuka di Los Angeles, California. Bahan utama dalam hampir semua makanan dalam menu adalah ganja.

Menu yang disajikan antara lain: roti bakar alpukat atau jus seledri, yang disajikan dengan makanan camilan ganja. Para pegawai di kafe itu mengatakan sama seperti menu yang disajikan, para pelanggan kafe itu juga beragam.

Stephanie D’Ollion pegawai di Lowell Farms mengatakan, “Pelanggan berasal dari seluruh lapisan masyarakat. Sungguh! Kami melihat orang-orang dari segala usia. Bahkan tidak ada orang yang suka mabuk-mabukan dengan ganja.”

Meskipun masih menjadi kontroversi di banyak negara bagian, dan bahkan dinilai ilegal menurut hukum pemerintah federal; sejak akhir tahun 2016 negara bagian California telah melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi.

Tetapi sejauh ini kafe yang menyajikan menu dengan ganja ini adalah yang pertama di Amerika. Kafe ini mudah ditemukan dengan hanya melihat antrian panjang orang-orang yang menunggu untuk masuk ke dalam kafe.

Kafe ini tidak akan melayani pelanggan di bawah usia 21 tahun.

Dan seperti juga bartender, pegawai dan penjaga keamanan di kafe ini mengawasi para tamu untuk memastikan tidak ada yang mengkonsumsi ganja secara berlebihan, karena polisi bisa menangkap pengemudi yang diduga mengemudi di bawah pengaruh ganja.

Stephanie menambahkan, “Kami menyarankan mereka menggunakan taksi Uber dan Lyft, dan kalau ada orang yang menggunakan ganja secara berlebihan, kami akan akan memastikan bahwa mereka menggunakan transportasi umum.”

Kafe ini secara hukum tidak boleh membuat makanan apapun yang mengandung ganja Para pelanggan memesan makanan dan ganja, yang disajikan terpisah sebagai pendamping makanan utama mereka.

Para pelayan diharuskan mencoba menu sebelum hidangan disajikan kepada pelanggan sehingga dapat memberikan nasehat atau rekomendasi berdasarkan konsentrasi ganja tersebut.

“Lihatlah sekeliling Anda! Semua orang sangat senang, sangat lapar dan bersenang-senang,” imbuhnya.

Pejabat kota mengharuskan restoran memasang penyaring udara untuk menghilangkan bau ganja.

“Banyak orang keren di sini. Kami bertemu teman-teman dan mengkonsumsi ganja berkualitas baik,” kata seorang pelanggan.

“Bertemu teman-teman dan bersantai. Tidak ada bedanya dengan minum segelas anggur,” timpal lainnya.

“Ada ganja berkualitas baik dan makanannya juga enak!”

Pejabat lokal mengatakan telah menerima lebih dari 300 permintaan dari para pebisnis untuk membuka kafe semacam itu.

Continue Reading

TRENDING