Gencil News -Film Animasi Riki the Rhino Sebarkan Pesan Pelestarian Satwa Lewat kisah yang diangkat, film ingin menyampaikan pesan pelestarian satwa kepada masyarakat. Menurut pengisi suara elang Jawa, Ridwan Kamil, film ini mampu menyindir orang-orang.

“Terkait orang yang masih menganggap alam lingkungan itu seolah-olah harus melayani gaya hidup manusia yang kadang-kadang nggak ada batasnya. Jadi nggak ada penghargaan terhadap keseimbangan alam,” ujar Gubernur Jawa Barat ini dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, penulis naskah Cassandra Massardi, berupaya memasukkan isu konservasi ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi emang kita main persoalan yang—supaya orang bisa berempati—kita mengambil secara psikologis. Masalah sehari-hari manusia juga. Supaya kita lebih relate,” jelasnya 

Baca juga   Mantan Manajer Stan Lee Hadapi Dakwaan Pelecehan kepada Lee

Pendekatan itu, dia harap, dapat menumbuhkan empati di hati para penonton.

“Kita tuh bisa berempati lah, gitu. Karena ini bukan cuma sekedar kece, bukan sekadar tontonan, atau mungkin orang tahunya binatang tuh dari kebun binatang gitu. Padahal mereka ini makhluk hidup yang punya perasaan,” tegasnya.

Cassandra ingin anak-anak yang menonton film ini akan tumbuh jadi pribadi yang menghormati lingkungan.

“Dari kecil mereka sudah bisa berempati, harapannya mereka saat dewasa, (jika) membuat keputusan yang mempengaruhi lingkungan hidup mereka akan lebih bijaksana,” harapnya.

Film ini diproduksi ketika konflik satwa dan manusia terus bermunculan akibat hilangnya habitat alami.

Pada penghujung tahun 2019, sedikitnya ada tujuh kasus serangan harimau Sumatera di Sumatera Selatan. Dalam tujuh kasus tersebut, lima orang tewas, dua lainnya luka-luka.

Baca juga   Robert Pattinson, Willem Dafoe Adu Akting Perdana di “The Lighthouse”

Sementara bagi populasi badak Sumatera, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Aceh menjadi benteng terakhir habitat alami. Badak Sumatera di kawasan TNGL diperkirakan saat ini tidak lebih dari 30 individu.