Animasi “Riki the Rhino”, yang akan tayang 27 Februari, mengangkat kisah badak yang culanya diambil oleh pemburu. Bergenre drama komedi, film ini ingin sebarkan pesan pelestarian satwa.

Film ini berfokus pada pengalaman Riki, seekor badak Sumatera, yang culanya diambil oleh pemburu bernama Mr. Jak. Bersama seekor bebek, Riki pun berpetualang dari Sumatera hingga Kalimantan. Mereka mencari tabib untuk menumbuhkan kembali cula Riki yang hilang.

Selama perjalanan, para satwa harus melawan kelompok pemburu dan melindungi hutan habitat mereka.

Produser film, Genesis Timotius, mengatakan animasi ini mengambil sudut pandang alamiah satwa.

“Mungkin kalau kayak Kungfu Panda, pandanya geraknya seperti manusia, akan relatif lebih mudah dan bisa disesuaikan. Cuma karena kita ingin mengangkat satwa-satwa langka Indonesia, jadi secara tampilan dan juga pergerakannya kita harus semirip mungkin dengan aslinya,” ujarnya dalam konferensi pers di Bandung, (21/2) malam.

Baca juga   41 Disabilitas Netra ‘Diusir’ Asrama Wyata Guna
Dalam film, para satwa harus melawan kelompok pemburu dan melindungi hutan habitat mereka. (Courtesy: Batavia Pictures/Riki Rhino)
Dalam film, para satwa harus melawan kelompok pemburu dan melindungi hutan habitat mereka. (Courtesy: Batavia Pictures/Riki Rhino)

Diproduksi seluruhnya di tanah air, film ini rampung dalam 4,5 tahun. Waktu itu termasuk riset 6 bulan ke konservasi gajah di Way Kambas, Lampung.

Film ini disutradarai Erwin Budiono dan suara para karakternya diisi oleh aktor-aktris seperti Hamish Daud, Ge Pamungkas, Aurel Hermansyah, dan Mo Sidik.

Selain badak Sumatera, film animasi ini juga menampilkan karakter harimau Sumatera, bekantan, elang Jawa, dan orang utan. Satwa-satwa tersebut saat ini berstatus terancam kritis (critically endangered).