Hairani Armaya Doremi, Asal Binjai Lulusan Terbaik Universitas di AS
Connect with us

Inspirasi

Hairani Armaya Doremi, Asal Binjai Lulusan Terbaik Universitas di AS

Perempuan asal Binjai, Sumut, Armaya Doremi, mengukir prestasi dengan meraih nilai tinggi dan lulus S2 dari universitas ternama, Northeastern, di Boston, AS. Peraih beasiswa ini terpilih sebagai pembicara utama wisuda, mewakili ratusan mahasiswa di angkatannya.

Published

on

Hairani Armaya Doremi, Asal Binjai Lulusan Terbaik Universitas di AS
Armaya Doremi, mahasiswi asal Binjai ditunjuk menjadi pembicara utama wisuda S2 universitas Northeastern, AS (dok: Armaya Doremi)

Gencil News – VOA- Mahasiswi S2 berprestasi asal Binjai, Sumatra Utara, Hairani Armaya Doremi, belum lama ini ditunjuk sebagai pembicara utama dalam upacara wisuda kelulusan di universitas Northeastern di Boston, Massachusets.

Kisah hidupnya yang penuh inspirasi dan kegigihannya dalam menempuh pendidikan tinggi menjadi penyemangat baginya dalam mengejar cita-cita, dengan tujuan untuk membantu sesama.

Seperti katanya, “ada beberapa level kesuksesan dalam hidup dan untuk mencapai kesuksesan itu butuh kerja keras.”

Kerja Keras “Menanggung Orang Tua”

Hairani Armaya Doremi yang akrab disapa Doremi adalah bungsu dari tiga bersaudara. Sejak masih berumur 15 tahun, Doremi sudah bekerja demi membantu orang tua.

“Doremi dari SMA udah kerja untuk menanggung orang tua,” cerita Armaya Doremi kepada VOA.

“Waktu itu bekerja sebagai SPG (sales promotion girl) kerja di mall untuk kasih-kasih brosur ke customers di mall. Trus juga sering ikut lomba nyanyi and hadiah menangnya digunakan untuk bantu orang tua juga,” kenangnya.

Armaya Doremi (tengah) bersama orang tua (dok: Armaya Doremi)
Armaya Doremi (tengah) bersama orang tua (dok: Armaya Doremi)

Sewaktu Doremi kecil, ayahnya sempat membangun usaha bengkel mobil. Namun, bisnisnya kian menurun dan seiring bertambahnya usia, akhirnya dia menutup bengkel tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Doremi lalu membantu ayahnya membuka usaha kecil sebagai distributor gas elpiji.

“Doremi itu sosok anak yang baik, gigih, bekerja keras,” ujar Umi Kalsum, ibu Doremi, kepada VOA belum lama ini.

“Dia menyayangi keluarga, menyayangi orang tua,” tambahnya.

Namun, pekerjaan tidak membuat doremi lupa akan segalanya, khususnya dunia pendidikan. Perempuan kelahiran tahun 1989 ini berhasil mendapat gelar D3 jurusan pariwisata dari Universitas Sumatra Utara di Medan.

Siapa yang menyangka bahwa bakatnya di dunia tarik suara lalu mendatangkan peruntungan dan membawanya ke ajang Indonesian Idol pada tahun 2010. Pada waktu itu Doremi sudah bekerja sebagai penyanyi dan DJ.

Setahun kemudian, ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan menempuh pendidikan S1 jurusan komunikasi di Universitas Prof.Dr. Moestopo Beragama di Jakarta.

Raih Beasiswa Sempat Kena Tipu

Sewaktu kuliah di Jakarta, Doremi sempat bekerja selama 5 tahun dengan gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang pada waktu itu belum menjabat sebagai gubernur.

“(Saya rasa) dia suka work attitude Doremi. Suka dengan cara kerja pada saat sama dia kerja lima tahun. (Lalu) dia kasih kesempatan, ‘Armaya, kamu S2 aja,’” kenang Doremi

Pada waktu itu ia mendapat tawaran untuk meneruskan studi di Melbourne, Australia. Kesempatan yang ada di depan mata langsung diambilnya. Namun, Doremi menyadari kelemahannya. Ia sama sekali tidak menguasai bahasa Inggris

Tanpa pikir panjang, ia pun langsung mendaftarkan diri untuk les bahasa Inggris secara intensif selama 10 bulan. Lagi-lagi kegigihannya dilirik oleh Viktor, yang lalu malah menganjurkan Doremi untuk menempuh S2 di Amerika Serikat.

Walau bimbang karena akan tinggal berjauhan dari keluarga, Doremi terus belajar bahasa Inggris, hingga lulus tes TOEFL, setelah 7 kali gagal.

Akhirnya Doremi menemukan kampus impiannya, universitas Northeastern yang menawarkan jurusan yang diminatinya.

I like public relations, jadi Doremi penginnya ambil yang related,” jelas perempuan kelahiran Medan ini.

Walau peluang sudah terbuka, perjalanannya untuk meneruskan pendidikan di AS tidaklah mulus. Ia sempat titipu oleh agen yang mengatakan akan mendaftarkannya ke universitas tersebut.

Baca juga   Sutarmidji Berharap Dana Bantuan Dan Stimulan Covid-19 Dicairkan 100%

“Dibohongi sama agency, uangnya dilarikan, karena katanya mau daftarin ke Northeastern, ternyata mereka enggak daftar tapi uangnya diambil,” kenang Doremi.

Terlepas dari semua itu, akhirnya Doremi terus maju sampai akhirnya berhasil diterima di universitas Northeastern, AS.

Bertahan di Udara Dingin

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di AS tahun 2018, Doremi langsung disambut udara dingin yang sangat bertolak belakang dengan di Indonesia.

Subhanallah, udah enggak bisa lagi deh. Dingin banget. Akhirnya cari jalan sendiri gimana supaya ke dorm (red. asrama).” cerita Doremi.

Armaya Doremi, mahasiswi S2 universitas Northeastern di Boston, Massachusets (dok: Armaya Doremi)
Armaya Doremi, mahasiswi S2 universitas Northeastern di Boston, Massachusets (dok: Armaya Doremi)

Selama empat bulan, Doremi memilih untuk tinggal di asrama sebagai caranya untuk mempelajari kebudayaan Amerika, serta proses belajar para mahasiswanya.

Sebagai caranya lagi untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus, Doremi lalu mendaftarkan diri ke program pra S2 di universitas Northeastern selama dua semester.

“Pada saat itu belajar American culture, belajar bagaimana cara menulis di graduate school, bagaimana cara membaca article or case study di graduate school. Jadi kayak build critical thinking sebagaimana anak S2 di Amerika,” jelasnya.

Beberapa bulan pertama, Doremi mengaku sempat mengalami gegar budaya dan rindu kampung halaman, ditambah lagi udara dingin yang membuat seluruh badannya gatal dan sakit setiap minggu.

“Tiap hari telepon sama orang tua kan, video call. Alhamdulillah teknologi (memecahkan) segalanya,” kata Doremi.

Belajar Mandiri di Amerika

Tinggal di negara yang asing baginya memaksa Doremi untuk belajar lebih mandiri dan menghargai orang lain. Pasalnya, Doremi harus tinggal di kamar asrama kecil, bersama beberapa teman yang berasal dari negara yang berbeda. Tanpa disangka, hal ini meninggalkan kesan tersendiri baginya.

“Doremi satu kamar sama orang Korea, yang kita literally punya different culture. Jadi kita punya dua tempat tidur, kita punya dua desk, dorm kita kecil banget. Jadi mau telepon harus suaranya kecilin dikit. Mau ke kamar mandi juga harus bersihin kamar mandinya, karena supaya roommate yang lain bisa (pakai), bisa bersih,” kata Doremi.

Hal ini mendorongnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan kuat.

Tidak hanya beradaptasi di lingkungan baru yang menjadi tantangan, Doremi juga berusaha untuk hidup hemat dan beradaptasi dengan makanan yang ada.

“Bulan ke-2, ke-3 sampai setahun itu Doremi cuman makan nasi sama sup kentang, sama wortel yang Doremi rebus, pakai telur mata sapi setiap hari,” kata Doremi.

“Doremi memang enggak suka makan sushi. Seumur hidup enggak pernah makan sushi, enggak pernah makan steak pada saat itu. Enggak pernah makan makanan mahal lah, karena kan memang duitnya dulu enggak ada untuk beli makanan,” tambahnya.

Berjuang dan Fokus di Kelas

Di luar kehidupan asrama, Doremi masih harus berjuang untuk berhasil di kelas.

“Enggak pernah putus asa sih. Insyaallah enggak pernah putus asa,” kata Doremi.

Kelemahannya dalam bahasa Inggris menjadi penyemangatnya untuk terus fokus dan belajar setiap hari.

“Tantangannya itu bagaimana Doremi bisa (berkompetisi) dengan mereka dan bisa sama. Jadi kayak enggak ada gap, between Doremi yang enggak bisa bahasa Inggris, sama siswa-siswa yang ada di kelas dari negara lain,” ujarnya.

Doremi mengaku sangat menikmati proses belajar di Amerika yang menurutnya berbeda dengan di Indonesia.

Baca juga   Nyak Sandang : 'Saya Ingin Lihat Wajah Presiden'

“Cara ngajarnya juga lebih independen ya. Independennya itu kita diajarin untuk berekspresi lebih dalam, kita diajari untuk lebih bisa menggunakan critical thinking untuk mengungkapkan pendapat kita,” jelasnya.

Menurut Doremi, hubungan antara guru dan mahasiswa juga dekat. Universitas juga menyediakan fasilitas yang lengkap, termasuk para tutor yang siap membantu para mahasiswa setiap saat.

“Setiap ada assignment Doremi datang ke tutor Doremi. Tanya ini gimana, terus balik lagi buat essay, draft-nya balik lagi tanya,” kata Doremi.

Semasa kuliah, Doremi berusaha untuk selalu duduk di depan, banyak bertanya, dan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Semua ini ia lakukan untuk mendapatkan nilai yang bagus.

“Jadi goal itu yang Doremi tancapkan, Doremi cuman pengin jadi student terbaik,” tegasnya.

Aktif di Kampus dan @StudywithArmaya

Sosok Doremi yang selalu bekerja keras kembali terlihat di dunia kampus. Ia bekerja sebagai koordinator bagian media dan yang membantu para mahasiswa internasional dalam beradaptasi di kampus.

Sebagai penyanyi, ia juga kerap diundang untuk tampil di berbagai acara yang diselenggarakan oleh komunitas internasional, seperti India dan Vietnam. Tidak hanya itu, ia juga kerap diundang untuk menjadi pembicara di seminar, di mana ia menjadi wakil mahasiswa internasional dari Indonesia.

Armaya Doremi saat tampil menyanyi bersama teman-teman di AS (dok: Armaya Doremi)
Armaya Doremi saat tampil menyanyi bersama teman-teman di AS (dok: Armaya Doremi)

Dari pengalamannya sebagai mahasiswa internasional, Doremi lalu membangun komunitas di Instagram @studywitharmaya dan mengadakan webinar yang dihadiri sekitar 60 orang. Melalui webinar ini, Doremi menjelaskan mengenai proses menuju studi di luar negeri dan berbagai hal yang perlu dipersiapkan.

“Semua pertanyaan yang Doremi dulu hadapi ternyata mereka juga punya. Doremi pengin jadi salah satu sumber untuk mereka, kasih informasi apa yang mereka mau, karena Doremi kan udah lewatin,” jelasnya.

Doremi melihat banyak peserta webinarnya yang malu berbahasa Inggris. Maka, ia pun mengadakan webinar khusus untuk topik percakapan dalam bahasa Inggris.

“Mereka ada yang belum bisa ngomong Inggris, tapi pengin sekolah di Amerika. Nah, menurut Doremi itu sangat sayang banget,” jelasnya.

Kandidat Mahasiswi Terbaik 2020-2021

Prestasi dan kerja keras Doremi selama tiga tahun di universitas Northeastern pun akhirnya terbayarkan. Tahun ini ia lulus dan dinobatkan sebagai salah satu kandidat mahasiswi terbaik di jurusannya yang berpeluang mendapatkan penghargaan “Top Recognition” untuk tahun ajaran 2020-2021.

Penghargaan ini dianugerahkan kepada mahasiswa dengan portofolio terbaik. Portofolio ini berisi hasil tugas Doremi selama menempuh pendidikan S2. Peraih penghargaan akan diumumkan setelah semester musim panas berakhir.

Salah satu tugas akhir Doremi juga berhasil mendapat nilai terbaik di kelasnya. Untuk tugas akhirnya ini, Doremi melakukan penelitian di bidang media sosial, di mana ia berperan sebagai konsultan untuk salah satu restoran ternama di Boston, Mida Restaurant.

“Doremi (membantu) restorannya untuk membangun mereka punya social media. Dan Doremi berhasil bantu restorannya untuk naikin followers (secara organik). Berhasil membantu mereka untuk raise brand awareness di Boston, (membantu) mereka untuk gain revenue restoran,” jelas Doremi.

Keuletan dan keberhasilan Doremi dipuji oleh sang pemilik restoran, Douglass Williams.

“(Armaya) menempatkan bisnis saya dalam sorotan yang lebih besar melalui media sosial, melalui strategi promosi dan pemasaran umum. Dia belajar sambil bekerja. Dan dia cemerlang, karena hal ini tidak mudah. Ini bisa dikatakan sebagai sebuah pekerjaan,” ujar Douglass Williams.

Baca juga   Pemenang Kompetisi Robotik Madrasah 2021

“(Mungkin kelihatannya) mewah dan glamor untuk bekerja di bidang media sosial dan sepertinya menyenangkan. Tapi itu adalah hasil akhir dari kerja keras,” tambahnya.

Jadi Pembicara Utama Wisuda

Doremi berangan-angan untuk bisa membagikan kisah hidup dan perjalanannya hingga sampai pada titik yang sekarang ini. Inilah yang mendorongnya untuk mendaftarkan diri sebagai pembicara utama wisuda di kampusnya.

Doremi lalu menulis naskah pidatonya dan juga merekam dirinya berpidato. Naskah dan video tersebut, beserta rekomendari dari 5 dosen ia berikan kepada panitia yang akhirnya memilihnya untuk menjadi pembicara utama wisuda tahun ini.

“Doremi tanya apa nih kriterianya yang membuat Doremi tuh terpilih. Terus mereka bilang, dengan story kamu yang sangat (inspiratif) dan juga cara kamu speech di video itu, kita yakin bahwa kamu bisa membawa suasana yang bagus untuk di commencement speaker,” kata Doremi.

Armaya Doremi, mahasiswi asal Binjai saat menjadi pembicara utama wisuda S2 universitas Northeastern, AS (dok: Armaya Doremi)
Armaya Doremi, mahasiswi asal Binjai saat menjadi pembicara utama wisuda S2 universitas Northeastern, AS (dok: Armaya Doremi)

Doremi berpidato mewakili ratusan lulusan di angkatannya pada acara wisuda yang berlangsung di Fenway Park, stadion tim baseball Red Sox Boston. Pidato Doremi ditonton oleh ratusan orang, baik secara tatap muka langsung mau pun virtual, sesuai dengan protokol kesehatan di era pandemi COVID-19.

Lewat pidatonya Doremi yang mengenakan kebaya tradisional Indonesia di balik toganya berseru kepada para lulusan tahun ini untuk meraih kesempatan yang ada dan “jangan takut ambil risiko,” dengan mengutip pesan dari presiden pertama Indonesia, Soekarno:

“Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

“Karena mungkin ada sesuatu yang berharga dan penting menunggumu,” lanjut Doremi dalam pidatonya.

Doremi pun memberikan kejutan pada akhir pidatonya, dengan menyanyikan beberapa bait lagu “Feeling Good,” yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris, Nina Simone, pada tahun 1964.

Pidatonya dipuji oleh Mary Ludden, Dekan Sementara yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Senior, yang mengatakan, “Sepertinya kita punya calon dekan baru!”

Ibu Armaya Doremi, Umi Kalsum, turut menyimak pidato puterinya secara virtual dari Indonesia (dok: ZOOM/Armaya Doremi)
Ibu Armaya Doremi, Umi Kalsum, turut menyimak pidato puterinya secara virtual dari Indonesia (dok: ZOOM/Armaya Doremi)

Lewat virtual, Umi Kalsum pun ikut menonton puteri bungsunya berpidato sambil mengusap air mata.

“Saya sedih, haru, gembira, bangga. Yah, semualah bercampur. Karena dialah mengangkat derajat orang tua, dia adalah kebanggaan,” ujar Umi Kalsum, ibu Doremi.

Untuk ke depannya, Doremi berencana untuk mengembangkan komunitas “Study with Armaya” dan membantu orang-orang yang ingin belajar bahasa Inggris atau berencana melanjutkan studi ke Amerika.

Selain itu, ia juga ingin membuka agen media sosial untuk membantu usaha kecil yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Armaya Doremi, mahasiswi asal Binjai berprestasi lulusan S2 universitas swasta ternama di AS (Dok: Armaya Doremi)
Armaya Doremi, mahasiswi asal Binjai berprestasi lulusan S2 universitas swasta ternama di AS (Dok: Armaya Doremi)

Satu hal yang tidak ia lupakan adalah untuk berterima kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laikodat.

“Pengin pulang ke NTT untuk membantu, untuk terima kasih ke pak gubernur, mau tanya apa yang bisa Doremi bantu dari hasil S2 Doremi,” kata Doremi.

Kesuksesan Doremi berkaca kembali pada dirinya. Kejujuran dan disiplin menjadi kunci keberhasilannya.

“Disiplin waktu, disiplin belajarnya, jangan lupa doa juga sama Tuhan karena kerja keras sama ditambah doa akan menghasilkan hasil yang sangat lebih bagus,” pungkas Doremi.

Tak lupa ia mendorong teman-teman agar fokus dalam melakukan apa yang diinginkan, untuk diri sendiri dan bukan untuk orang lain.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Inspirasi

Kisah Inspiratif From Zero to Hero Yang Menginspirasi

Published

on

From Zero to Hero Yang Menginspirasi

Gencil News– Kisah Inspiratif From Zero to Hero Yang Menginspirasi. Pernahkah anda berharap dapat melakukan sesuatu yang begitu luar biasa dalam hidup Anda? Mungkin, sekarang anda sudah memiliki mimpi ‘besar’ ini dan jangan khawatir teruskan mimpi anda tersebut.

Keberhasilan  tidak datang dari keberuntungan, bahkan tidak keahlian atau bakat mereka, melainkan dari bekerja sangat keras dan jangan pernah menyerah.

Kisah Inspiratif From Zero to Hero Yang Menginspirasi. Agar Anda bisa berhasil, tak ada salahnya belajar dari pengalaman orang lain.

Dengan cara ini, Anda bisa menghindari kesalahan yang dilakukan orang tersebut sebelum sukses. Anda bisa melihat keberhasilan orang-orang di sekitar atau membaca literatur yang sudah ada dan ambil pelajarannya.

1. Kolonel Sanders- pencipta Kentucky Fried Chicken (KFC)

Anda mungkin tidak menyadarinya dengan namanya, tapi saya cukup yakin Anda terbiasa dengan wajahnya. bahwa dia mungkin salah satu ikon komersial yang paling dikenal di dunia.

Baca juga   Lestarikan Sungai Dengan Prokasih Tema 9 KELAS 5 Tentang Literasi

Tetapi sebelum semua ketenaran yang dia dapat, Kolonel Sanders hanyalah seorang pensiunan yang tidak memiliki apa-apa selain resep ayam goreng, dan sebuah restoran yang akan hancur.

Satu-satunya hal yang membuatnya berbeda dari orang lain adalah tingkat tekadnya yang luar biasa, untuk mengubah mimpinya menjadi kenyataan di usia 60 tahun, Kolonel Sanders mencoba mempromosikan resep ayam gorengnya dengan menawarkan produk nya menggunakan mobilnya dan mengetuk setiap pintu. Anda tahu berapa kali ia di tolak? ia ditolak 1009 kali sampai akhirnya seseorang berkata ya! Dan itu adalah awal dari kekaisaran KFC terbangun.

2. Howard Schultz -CEO dari Starbucks

Terlahir dari keluarga miskin di Brooklyn, Howard Schultz adalah atlet berprestasi di masa mudanya, yang memungkinkannya kuliah di sebuah beasiswa atletik. Setelah lulus, ia bekerja sebagai salesman untuk Xerox, dan kemudian sebagai general manager untuk pembuat kopi Swedia di Hammarplast.

Baca juga   Cerebral Palsy Tidak Mampu Mengalahkan Semangat Bill Porter

kala itulah ia pertama kali bersentuhan dengan kedai kopi kecil berbasis di Seattle bernama Starbucks. Dia terus bekerja untuk perusahaan tersebut dan akhirnya menjalankan bisnis tersebut melalui kopi dan mengubah Starbucks menjadi merek global seperti sekarang ini.

3. Michael Jordan

Sebagai seorang anak, Michael dipandang sebagai anak aneh yang menyukai bola basket. Dia tidak terlalu tinggi dan tidak berasal dari keluarga atletik seperti faktor utama yang harus dimiliki bintang bola basket pada masa itu, tapi dia bertekad.

Michael menemui banyak kemunduran dan kegagalan dalam olahraga basket saat itu, bahkan saat disekolah menengah, dia ditolak beberapa kali dari tim bola basket, sulit dipercaya bukan?

 tetapi akhirnya, kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Di hari pertama Michael memasuki liga, tembakan lompatannya dievaluasi sebagai “tidak cukup baik”. Dia menghabiskan musim liburnya untuk berlatih ratusan tembakan lompat setiap hari sampai sempurna.

Baca juga   Link Streaming Nonton Little MOM, Full Text Indonesia, Klik Disini

4. Thomas Edison

Akan jadi seperti apa dunia jika Thomas Edison berhenti berusaha menemukan bola lampu?

Dia gagal 10.000 dan tidak pernah berhenti melakukan penemuan nya tersebut. sebenarnya, selama masa sekolah, ia mengalami kesulitan belajar dalam metode pengajaran tradisional dan gurunya sering mengatakan kepadanya bahwa ia “terlalu bodoh untuk belajar apa pun”.

Bahkan saat beranjak dewasa pernah beberapa kali ia bahkan dipecat dari dua pekerjaan pertamanya karena kinerja yang terlalu “tidak produktif”.

Terlepas dari kesulitan dan kegagalannya, Thomas tidak pernah berhenti mengejar mimpinya.

Dia sekarang adalah salah satu orang yang paling sukses dan berpengaruh dan menginspirasi di dunia, tidak hanya menemukan bola lampu, film, tasimeter juga fonograf.

Rahasia kesuksesan bukanlah keberuntungan atau nasib, melainkan kerja keras dan ketekunan yang dapat membantu Anda mencapai impian besar anda tidak peduli apa yang anda lakukan sekarang atau dari mana Anda berasal.

Continue Reading

Inspirasi

30 Hal Tentang Kehidupan yang Semua Orang Harus Pelajari

Published

on

30 Hal Tentang Kehidupan yang Semua Orang Harus Pelajari
30 Hal Tentang Kehidupan yang Semua Orang Harus Pelajari
30 Hal Tentang Kehidupan yang Semua Orang Harus Pelajari

30 Hal Tentang Kehidupan yang Semua Orang Harus Pelajari – Hidup ini penuh dengan pelajaran. Beberapa pelajaran dipelajari secara instan – seperti menyentuh tungku panas.

Yang lain meluangkan waktu untuk memahami sepenuhnya – seperti orang lagi jatuh cinta.

Tetapi terlepas dari ukuran pelajarannya, ada 30 pelajaran penting yang harus diketahui setiap orang sebelum keluar dari usia dewasa muda dan ke fase selanjutnya dalam kehidupan mereka.

Pengembangan diri

  1. Kebiasaan Anda dapat membuat atau menghancurkan Anda. Setiap tindakan memiliki resiko, yang berarti apa yang Anda lakukan pasti ada pertanggung jawabannya.
  2. Jika tubuh Anda adalah cerminan dari apa yang Anda makan, maka pikiran Anda adalah cerminan dari apa yang Anda baca dan pelajari. Isi dengan hal berkualitas – tidak dengan hal yang sia-sia, seperti menghabiskan waktu di media sosial.
  3. Anda tidak dapat membandingkan jalur Anda dengan jalur orang lain. Kita masing-masing memiliki perjuangan kita sendiri, dan kita masing-masing memiliki kemenangan kita sendiri. Jalanmu adalah jalanmu. Jadikan pengalaman sebagai pelajaran untuk diri anda.
  4. Lingkaran dalam Anda adalah “tim impian” Anda. Jika Anda dikelilingi orang-orang negatif, makaimpian Anda akan mati. Jika Anda mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif dan bersemangat, impian Anda akan berkembang. Andalah yang harus membangun “tim impian” Anda.
  5. Hidup Anda adalah cerminan dari seberapa baik Anda mengenal diri sendiri. Itu selalu kembali ke kesadaran diri. Semakin Anda bisa mengatasi ketakutan, kekurangan, dan titik konflik Anda, semakin Anda memiliki kesadaran diri dan semakin bahagia diri Anda.

Produktifitas

  1. Bagaimana Anda menginvestasikan waktu Anda adalah cerminan dari bagaimana Anda menginvestasikan uang Anda. Orang pintar dan kaya tahu nilai waktu mereka. Mereka melihat setiap menit, jam, hari, minggu, bulan, dan seterusnya sebagai peluang untuk berinvestasi secara bijak dalam diri mereka sendiri. Anda harus melakukan hal yang sama.
  2. Agar produktif, Anda harus menghilangkan gangguan. Produktivitas bukan tentang multi-tasking. Justru sebaliknya. Ini tentang mencoba berbuat lebih sedikit, sehingga pada akhirnya Anda bisa berbuat lebih banyak.
  3. Jika Anda tidak bisa menyelesaikan suatu keadaan atau pekerjaan, ada ketakutan. Kita menghindari hal-hal yang tidak ingin kita lakukan – atau lebih buruk, bertanya-tanya apakah kita bisa melakukan semuanya. Untuk menyelesaikan pekerjaan, Anda harus menghadapi hal apa yang menghambat Anda.
  4. Efisiensi adalah suatu proses. Itu tidak terjadi saat pertama atau kedua saat Anda melakukan sesuatu. Yang berarti agar menjadi produktif dalam arti sepenuhnya, Anda harus berkomitmen pada proses selalu mencari cara untuk meningkatkan dalam jangka panjang.
  5. Kegagalan artinya mempersiapkan mempersiapkan diri untuk gagal. Anda tidak dapat mengharapkan diri Anda untuk bergerak melalui hal-hal dengan cepat dan efektif jika Anda belum mengatur diri Anda untuk sukses. Apa yang Anda lakukan hari ini memengaruhi di mana Anda mulai besok.
Baca juga   Reza Abdul Jabbar "Budak Kalbar", Imam Mesjid di Selandia Baru

Relationships

  1. Hubungan paling penting dalam hidup Anda adalah yang Anda miliki dengan diri sendiri. Tanpa hubungan positif dengan diri sendiri, hidup Anda akan menderita.
  2. Persahabatan dan hubungan adalah kolaborasi. Mereka bukan jalan satu arah. Hubungan yang sehat membuat kedua belah pihak lebih baik.
  3. Kepercayaan dibangun melalui tindakan, bukan kata-kata. Anda tidak bisa memperhatikan apa yang dikatakan atau dijanjikan orang, hanya apa yang akhirnya mereka lakukan.
  4. Hubungan nyata dibangun di atas kerentanan. Tidak masalah apakah itu persahabatan atau bahkan koneksi bisnis. Pada akhirnya, kita semua menjelajahi kehidupan bersama.
  5. Setiap hubungan mengalami pasang surut. Konflik dan ketidaksepakatan tidak bisa dihindari. Yang penting adalah bagaimana setiap konflik dapat diselesaikan. Dan kuncinya adalah untuk selalu menjaga tingkat rasa hormat dan menjawab keraguan, sehingga kedua belah pihak dapat didengar dan dipahami bersama.
Baca juga   Perempuan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Disayang dan Disegani Warga

Kesehatan

  1. Tubuh Anda adalah pelindung Anda. Perlakukan dengan baik.
  2. Terlalu banyak gula dan Anda akan hancur. Tubuh Anda adalah cerminan dari siapa Anda, kebiasaan Anda, bagaimana Anda memperlakukan diri sendiri, semuanya. Hentikan hal-hal buruk.
  3. Kurang tidur bukan piala. Membual tentang hanya tidur tiga jam semalam bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Hidup adalah maraton, bukan lari cepat.
  4. Aktivitas fisik sangat penting untuk kesehatan pribadi. Tidak peduli seberapa sibuknya Anda, atau betapa sibuknya hal-hal tersebut, Anda selalu harus meluangkan waktu untuk merawat tubuh fisik Anda. Latihan adalah kuncinya. Jika tidak, Anda akan membayarnya nanti.
  5. Kopi baik, tetapi terlalu banyak kopi buruk.

Karir

  1. Menjadi seorang pemimpin tidak ada hubungannya dengan posisi kepemimpinan formal. Hanya karena Anda memiliki gelar mewah yang besar tidak berarti orang akan mendengarkan Anda, atau bahkan menganggap Anda serius. Untuk memimpin tim secara efektif, itu dimulai dengan menjunjung tinggi standar Anda dan memimpin dengan memberi contoh. Fokus pada investasi dalam diri Anda dan set keahlian Anda dan biarkan sisanya jatuh pada tempatnya.
  2. Reputasi Anda adalah segalanya. Yang terpenting, Anda selalu ingin atasan, rekan kerja, mitra, dan kolaborator memuji Anda. Menjunjung tinggi reputasi Anda adalah segalanya dalam hal membangun karier yang sukses untuk diri sendiri.
  3. Ini bukan tentang apa yang telah Anda lakukan, tetapi apa yang sedang Anda lakukan. Terutama di dunia baru media digital dan personal branding, orang-orang ingin tahu apa saja yang anda lakukan hari ini.
  4. Kerendahan hati jauh lebih baik daripada keberanian. Ini bukan tentang meyakinkan semua orang dengan seberapa banyak yang Anda tahu. Ini tentang menunjukkan bahwa Anda seorang pemain tim dengan bersedia mendengarkan, belajar. Tidak ada yang menyukai sang pencari muka.
  5. Menjadi seorang pemimpin tidak ada hubungannya dengan posisi kepemimpinan formal. Hanya karena Anda memiliki gelar mewah yang besar tidak berarti orang akan mendengarkan Anda, atau bahkan menganggap Anda serius. Untuk memimpin tim secara efektif, itu dimulai dengan menjunjung tinggi standar Anda dan memimpin adalah dengan memberi contoh.
Baca juga   Penulis Muda Gunakan Imajinasi untuk Suarakan Muslimah Muda

Sukses

  1. Anda tidak bertujuan sempurna. Anda bertujuan untuk latihan yang sempurna. Ini tentang memperlakukan setiap langkah dengan niat.
  2. Mendapatkan hadiah dari atasan tentu menyenangkan. Tetapi ini bukanlah sebuah tujuan akhir. Tapi ini adalah sebuah keadaan perjanjian tak tertulis yang dimana anda harus membuktikan. Senilai apa yang telah anda dapatkan dari atasan anda.
  3. Terlalu percaya diri sendiri juga berbahaya. Tidak peduli apa yang Anda capai, atau seberapa sukses yang Anda peroleh itu pun juga berbahaya. Anda harus selalu mengingat perjalanan karir anda dengan niat yang baik.
  4. Sukses dalam jangka panjang adalah dengan terus-menerus mendorong diri sendiri untuk mengambil risiko besar berikutnya.
  5. Seseorang yang jauh lebih muda dari Anda saat ini mungkin lagi memperhatikan gerak dan usaha anda. Ingat, siapa pun dapat mencapai puncak gunung. Tinggal lewat bagian tersulitnya mana yang akan di tempuh.
Continue Reading

Inspirasi

Bripka Febry Bantu Pendeta Yang Terpapar Covid-19, Dapat Penghargaan

Published

on

By

Bripka Febry Bantu Pendeta Yang Terpapar Covid-19, Dapat Penghargaan
Bripka Febry Bantu Pendeta Yang Terpapar Covid-19, Dapat Penghargaan - 📸 liputan6

Gencil News – Aksi heroik dari Bripka Febry anggota Unit Intelkam Polsek Jambangan, Polrestabes Surabaya yang membantu Pendeta Kim (63 tahun) asal Korea Selatan, mendapatkan ganjaran penghargaan dari Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan.

Penghargaan itu diterima Febri setelah berjuang menyelamatkan nyawa seorang pendeta asal Negeri Gingseng bernama Kim yang sedang terpapar Covid-19 varian terbaru pada 18 Juli 2021.

“Saya kaget dan tak menduga bisa mendapatkan apresiasi dari kepolisian Korsel,” ucap Febri, Rabu (13/10/2021).

Pada saat gelombang kedua covid-19 yang melanda Indonesia, beberapa bulan yang lalu. Membuat pendeta Kim turut terpapar.

Saat itu dimana-mana rumah sakit penuh semua karena Covid-19 tengah mencapai puncak kasus.

Baca juga   Penulis Muda Gunakan Imajinasi untuk Suarakan Muslimah Muda

Febry mengupayakan agar KIM bisa mendapatkan pertolongan, karena kondisi saturasi oksigen dari Pendeta asal Korsel tersebut semakin menurun.

Saturasi oksigen yang normalnya di angka 95-100 turun menjadi 77-80. Febry tidak mudah untuk menemukan Rumah Sakit untuk menampung Pendeta tersebut.

Sampai pada akhirnya Febri mendapatkan informasi mengenai kamar perawatan pasien Covid-19 yang kosong dan memadai.

“Saya akhirnya menemukan Rumah Sakit Rahman Rahim di Sidoarjo. Malam hari dari Malang langsung mengantarkan Pak Kim menggunakan Ambulans,” ucap Bripka Febry, sebagaimana dikutip dari jpnn.

Setelah mendapatkan perawatan yang memadai, pada 28 juli atau selang sehari masuk ke Rumah Sakit. Pendeta Kim sudah mulai sadar dan bisa menikmati makanan seadanya.

Baca juga   Link Streaming Nonton Little MOM, Full Text Indonesia, Klik Disini

“Saya dapat kabar Pak Kim sehat kembali, beliau sendiri mengakui tidak yakin bisa selamat. Setelah dua hari mendapat perawatan di rumah sakit tersebut. Akhirnya Pak Kim diizinkan untuk kembali ke Korea Selatan menggunakan pesawat pengangkut pasien (ambulans udara),” ucap Febri.

Sehari-hari, Febri berdinas sebagai anggota Unit Intelkam Polsek Jambangan. Di sela tugasnya, dia juga rajin mengurus keluarga.

“Keseharian ya sama sebenarnya. Dinas, urus keluarga. Di Polsek Jambangan itu mulai dinas Tahun 2019 akhir. Selebihnya ya membaca dan berteman,” tutur Febri – jatimnow.

Continue Reading

Inspirasi

Pemuda Indonesia Buat Teknologi untuk Prediksi Persebaran Karhutla

Published

on

Pemuda Indonesia Buat Teknologi untuk Prediksi Persebaran Karhutla

Gencil NewsVOA – Tjia Johan Setiawan menjuarai kompetisi global untuk mendeteksi persebaran api dalam kebakaran hutan sehingga berpotensi membantu mengatasi kemungkinan bencana kebakaran seperti yang terjadi di Australia. Selain Johan, mahasiswa ITB Taufiq Husada Daryanto juga menjadi finalis.

Kebakaran hutan besar yang melanda banyak negara, termasuk Australia, belum lama ini, mendorong para mahasiswa dan profesional muda dari seluruh dunia untuk mencari jalan keluar.

Salah seorang diantaranya adalah Tjia Johan Setiawan, 24, yang berprofesi sebagai System Analyst di sebuah perusahaan manufaktur di Jakarta.

Ia mempelajari data satelit NASA dan gambar dari infra merah kebakaran hutan Australia untuk memprediksi persebaran api. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Mesin ini menawarkan teknologi dengan pendekatan fenologi bahan bakar.

Kepada VOA, pria yang akrab disapa Johan ini menjelaskan.

“Selain menggunakan data api yang ada di lapangan, saya lihat kira-kira pohon-pohon atau semak yang terbakar sebagai bahan bakar kebakaran itu berapa banyak? Sehingga saya bisa prediksi persebarannya seperti apa bentuknya,” ujarnya.

Baca juga   John Paul DeJoria, dulu Gelandangan Kini Pengusaha Sukses
Dua pemuda Indonesia menjadi 12 besar finalis kompetisi 'Better Working World Data Challenge' yang diikuti 8.700 peserta. (Courtesy: EY.)
Dua pemuda Indonesia menjadi 12 besar finalis kompetisi ‘Better Working World Data Challenge’ yang diikuti 8.700 peserta. (Courtesy: EY.)

Berkat solusinya yang inovatif, Johan menjadi juara pertama kompetisi ‘2021 Better Working World Data Challenge’ yang diadakan perusahaan global EY pada Maret-Juni. Kontes internasional itu diikuti lebih dari 8.700 peserta dari 115 negara dan 1.100 universitas, kata EY dalam siaran pers.

Johan mengalahkan finalis dari Singapura, Hungaria, Amerika, Ghana dan Indonesia dalam kategori ‘Memprediksi Persebaran Api.’ Ia mengaku kemenangannya sangat mengejutkan.

“Karena tidak menyangka saya yang baru belajar, background-nya juga… ya mungkin ada sedikit background yang bisa bantu saya, tapi saya tidak murni dari IT dan sains data, sehingga saya tidak bereskpektasi bisa menang awalnya,” kata mantan anggota tim robotik ITB ini.

Johan menolak mengungkap hadiah yang diterimanya, tetapi EY telah mengumumkan bahwa pemenang lomba ini berhak mendapat $10.000 atau lebih dari Rp140 juta.

Akan Diuji Coba di Australia

Wakil Kepala Otorita Kebakaran di Victoria, Australia, Alen Slijepsevic, memuji gagasan Johan.

Baca juga   Lestarikan Sungai Dengan Prokasih Tema 9 KELAS 5 Tentang Literasi

“Ini bisa membuat perubahan besar dan kita bisa dengan cepat memprediksi kebakaran, menyesuaikan strategi dan memberi imbauan kepada masyarakat agar mereka lebih aman,” ujarnya dalam acara pengumuman pemenang yang diadakan secara virtual pada Juli.

Di Australia, kebakaran hutan hebat menewaskan sedikitnya 34 orang, menghanguskan lahan seluas 186.000 kilometer persegi, dan menghancurkan lebih dari 3.000 rumah sepanjang 2019-2020.

Laporan resmi tentang tragedi tersebut memperingatkan bahwa kebakaran hutan bisa jadi “lebih rumit, lebih tidak terduga, dan lebih sulit untuk ditanggulangi.”

Para peserta kompetisi ditantang untuk mengembangkan model yang bisa membantu para pemadam merespons kebakaran hutan dengan lebih efektif, sehingga bisa menyelamatkan nyawa dan lingkungan.

EY mengatakan solusi yang terpilih dari kontesnya akan diuji coba oleh otorita kebakaran di Australia. Dan kekayaan intelektualnya akan diberikan secara gratis kepada otorita kebakaran dan organisasi nirlaba lain di seluruh dunia.

Sebuah kebakaran di dekat Bodalla, Australia, Minggu, 12 Januari 2020. (Foto: AP)
Sebuah kebakaran di dekat Bodalla, Australia, Minggu, 12 Januari 2020. (Foto: AP)

Taufiq Daryanto, Finalis dari ITB

Pemuda Indonesia lain yang menjadi finalis adalah mahasiswa ITB jurusan Teknik Informatika Taufiq Daryanto. Ia menjadi satu dari enam finalis dalam kategori yang sama dengan Johan, yakni ‘Memprediksi Persebaran Api.’

Kepada VOA, mahasiswa 21 tahun ini menjelaskan solusi yang ditawarkannya.

Baca juga   Kreativitas Digital di Opening Eksibisi Esports PON XX Papua 2021

“Dengan menghitung perubahan radius daerah yang terbakar tiap waktunya kemudian gunakan data tersebut untuk memprediksi daerah yang terbakar di waktu yang akan datang.”

Bisa menjadi seorang finalis dari ribuan peserta dalam kompetisi internasional ini, tak terbayangkan sebelumnya oleh Taufiq. Apalagi, bidang sains data dipelajarinya secara otodidak.

Mahasiswa tingkat akhir yang sedang magang di perusahaan teknologi ini membagikan tips untuk para mahasiswa lain yang ingin mempelajari sains data.

Resource untuk belajar data science sangat banyak, dari YouTube, online course, artikel. Manfaatkan sebaik-baiknya. Selain belajar, praktek langsung, misalnya dengan ikut lomba-lomba,” ujarnya.

Kedua pemuda Indonesia itu berharap kontribusi mereka bisa membantu mengendalikan kebakaran hutan, serta menyelamatkan lebih banyak nyawa dan lingkungan di masa mendatang. Tidak hanya di Australia, tapi juga di mancanegara.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING