Connect with us

Mimbar Islam

Bertakwalah kepada Allah Dimanapun Kamu Berada!

Published

on

Bertakwalah kepada Allah Dimanapun Kamu Berada

Gencil News – Bertakwalah kepada Allah Dimanapun Kamu Berada! Berikut ini adalah beberapa nasehat Nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat penting untuk selalu kita perhatikan dan kita pegang teguh.

Nasehat itu adalah seperti apa yang terdapat dalam hadits yang shohih, yang bersumber dari Sahabat Nabi yang mulia, Abu Dzar Al Ghifari radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda:

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada. Iringilah kejelekan yang telah kamu lakukan dengan kebaikan, yang akan dapat menghapus kejelekan tersebut. Dan pergauilah orang lain dengan akhlak yang baik.” 

(HR. Ahmad (5/236), At-Tirmidzi no. 1987, dan lainnya, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Al-Jami’ no. 97)

Faedah berharga yang bisa kita ambil dari hadits yang mulia ini, diantaranya adalah:

1. Wajibnya bagi kita semua bertakwa kepada Alloh ta’ala, dimana pun kita berada.

Dan takwa itu sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, maknanya adalah:

وقاية العبد نفسه من عذاب الله بامتثال أوامره واجتناب نواهيه

“Penjagaan diri seorang hamba dari adzab Alloh, dgn melaksanakan apa yang diperintahkan Alloh kepadanya, dan menjauhi apa saja yang dilarang Alloh.”

Pengertian seperti ini, disimpulkan dari beberapa pendapat dan penjelasan para ulama tentang makna takwa.

Diantaranya adalah: Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

المُتَّقُوْنَ اتَّقَوا مَا حُرِّمَ عَلَيْهِمْ ، وَأدَّوْا مَا افْتُرِضَ عَلَيْهِمْ

“Orang yang bertakwa itu adalah mereka yang menjaga diri (menjauhi) dari hal-hal yang diharamkan atas mereka, dan menunaikan apa saja yang diwajibkan atas mereka.”

Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah juga pernah berkata:

لَيْسَ تَقْوَى اللهِ بِصِيَامِ النَّهَارِ ، وَلاَ بِقِيَامِ اللَّيْلِ ، وَالتَّخْلِيْطِ فِيْمَا بَيْنَ ذَلِكَ ، وَلَكِنْ تَقْوَى اللهِ تَرْكُ مَا حَرَّمَ اللهُ ، وَأَدَاءُ مَا افْتَرَضَ اللهُ ،فَمَنْ رُزِقَ بَعْدَ ذَلِكَ خَيْراً ، فَهُوَ خَيْرٌ إِلَى خَيْرٍ

“Takwa kepada Alloh itu bukanlah hanya dengan berpuasa di siang hari atau mendirikan shalat malam hari, atau melakukan kedua-duanya.

Namun takwa kepada Alloh itu adalah meninggalkan apa saja yang diharamkan Alloh, dan menunaikan apa saja yang diwajibkan oleh Alloh.

Siapa yang setelah itu dianugerahi kebaikan lainnya, maka itu adalah kebaikan kepada kebaikan (yakni kebaikan di atas kebaikan yang lainnya).”

Tholq bin Habib rohimahulloh juga pernah mengatakan:

التَّقْوَى أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللهِ ، عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ ، تَرْجُوْ ثَوَابَ اللهِ ، وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ تَخَافُ عِقَابَ اللهِ

“Takwa itu berarti kamu menjalankan ketaatan pada Allah atas petunjuk cahaya dari Allah, dan kamu mengharap pahala dari Alloh.

(Takwa itu juga) adalah kamu meninggalkan/ menjauhi maksiat kepada Alloh atas petunjuk cahaya dari Alloh, dan kamu takut terhadap siksaan Alloh.”

Itulah diantara pengertian takwa, yang wajib bagi kita untuk melakukannya, dimana pun kita berada.

2. Bahwa perbuatan baik yang kita lakukan, akan bisa menghapus dosa-dosa atau kejelekan kita.

Dan yang dimaksud disini adalah: dosa-dosa kecil.

Karena, untuk terhapuskannya dosa-dosa besar, harus diiringi dengan sikap tobat dan memperbanyak istighfar dari dosa-dosa tersebut, tdk cukup hanya dgn amal sholih yang kita lakukan.

3. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan akhlak yang baik.

Yakni akhlak-akhlak mulia yang disyari’atkan untuk kita beramal dengannya, seperti: bermanis muka, bertutur kata yang baik, tolong menolong, menjenguk orang yang sakit, saling memberi nasehat kebaikan, dan sebagainya.

4. Dianjurkan bagi seorang muslim, untuk memberi wasiat yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi kaum muslimin secara umum.

5. Bahwa setiap orang itu hendaknya selalu merasa diawasi oleh Alloh dalam semua keadaannya, dan dimana pun dia berada.

6. Bahwa hadits ini berisi tentang wasiat yang agung, dan wasiat yang termasuk dalam Jawaami’ul Kalim-nya Rosululloh  shollallohu alaihi wa sallam, yaitu kata-kata yang padat dan ringkas, tetapi luas maknanya dan faedahnya.

(lihat: Bahjatun Nadhirin Syarh Riyadhis Sholihin, (1/133), Syarh Arba’in An-Nawawiyyah, hal. 221 dan sumber lainnya)

Semoga pembahasan dan nasehat yang ringkas ini bermanfaat bagi kita semuanya. Allohu yubaarik fiikum.  (Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Mimbar Islam

Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa

Published

on

Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa

GENCIL NEWS – Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa. Sebagai manusia tidak luput dari dosa. Inilah doanya yang harus dihapalkan.

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, Beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat shalat!” Maka Beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata:

قُلِ  :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Bacalah: ALLAHUMMA INNII DZHOLAMTU NAFSII DZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA, FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA, WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM.

Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(H.R. Bukhari, No. 834 dan Muslim, No. 2705)

WaAllahu ‘Alam. Semoga bermanfaat.

Continue Reading

Mimbar Islam

Duhai Para Orangtua Perhatikanlah Sholat Anak-anak Kalian

Published

on

Duhai Para Orantua Perhatikanlah Sholat Anak-anak Kita. Sholat merupakan kekuatan seorang muslim. Baik buruknya seseorang tergantung dari cara bagaimana ia menjaga sholatnya.

GENCIL NEWS – Duhai Para Orangtua Perhatikanlah Sholat Anak-anak kalian. Sholat merupakan kekuatan seorang muslim. Baik buruknya seseorang tergantung dari cara bagaimana ia menjaga sholatnya.

Wahai saudaraku, para orang tua, para guru dan semua orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak.

Perhatikanlah ibadah sholat anak-anak kita, janganlah kita lalai atau meremehkan masalah ini! 

Al-Imam Abu Dawud rohimahulloh, meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, dia bercerita:

“Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi shollallahu alaihi wa sallam).

Kemudian Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam datang di waktu petang, seraya bertanya: “Apakah anak kecil ini sudah sholat?”

Bibiku menjawab: “Sudah!”.

Kemudian beliau berbaring (tidur). Di tengah malam, beliau bangun kemudian mengambil air wudhu. Lalu beliau sholat tujuh atau lima roka’at disertai witir. Beliau tidak salam kecuali di akhir roka’at.”

[HR Abu Dawud no. 1353, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Sunan Abi Dawud (1/253) ]

Pelajaran yang bisa kia ambil dari hadits ini diantaranya adalah:

1. Perhatian Nabi shollallahu alaihi wa sallam terhadap ibadah SHOLAT keponakan beliau, yaitu Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, padahal ketika itu dia masih kecil, dan belum menginjak usia baligh.

2. Pentingnya bagi kita untuk selalu memperhatikan dan mengawasi ibadah sholat anak-anak kita, dimanapun mereka berada.

Jangan sampai anak-anak kita, hanya sholat kalau di rumah kita, sedangkan kalau di tempat/di rumah saudara kita yang lain, dibiarkan saja tidak sholat, karena tidak ada yang membimbing dan menyuruh mereka sholat.

3. Termasuk dalam hal ini adalah hendaknya kita pun perhatian terhadap sholatnya anak-anak saudara kita, yang berkunjung ke rumah kita.

Mereka tetap kita perintahkan untuk sholat, sebagaimana menyuruh anak-anak kita sholat. 

4. Hendaknya semua para orang tua, meniru Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam dalam hal selalu memonitor (mengawasi) sholat dan ibadah anak-anak, baik anak kita sendiri maupun anak-anak lainnya yang datang berkunjung ke rumah kita. 

Hal itu karena beliau shollallahu alaihi wa sallam adalah teladan atau panutan kita dalam segala hal.

Alloh ta’ala berfirman: 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”  [ QS AL-AHZAB : 21 ]

Semoga Alloh ta’ala memudahkan kita semua, untuk selalu membimbing anak-anak kita dalam beribadah dan melakukan ketaatan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. 

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semuanya. Allohu yubaarik fiikum. Semoga bermanfaat. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Continue Reading

Mimbar Islam

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

Published

on

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

GENCIL NEWS – Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Ketahuilah, bahwa kita para orang tua, sangat dianjurkan dan disunnahkan untuk melindungi anak-anak kita dari gangguan syaithon, baik pada waktu pagi maupun sore ataupun malam hari. 

Hal itu bisa kita lakukan, misalnya dengan membaca Al-Mu’awwidzaat (yakni ayat-ayat yang isinya memohon perlindungan kepada Alloh, seperti Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas), lalu ditiupkan ke telapak tangan, kemudian diusapkan kepada anak kita sebanyak tiga kali. 

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika beliau sakit, beliau melakukan perbuatan seperti tersebut di atas, lalu beliau mengusap kepalanya dan seluruh tubuhnya. 

Dalam As-Shohihain, dari Aisyah rodhiyallohu anha, dia berkata : “Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, apabila beliau sakit beliau meniup dirinya sendiri dengan bacaan Al-Mu’awwidzaat, lalu beliau mengusapkannya pada badannya.”_ (HR *Imam Al-Bukhori (HR *Imam Al-Bukhori* ( Fathul Bari, 9/62), dan Imam Muslim (Syarh An-Nawawi, 14/183) )  

Dan terkadang beliau shollallohu alaihi wa sallam melakukan hal itu juga, ketika beliau hendak tidur malam. 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah rodhiyallohu anha : 

“Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam ketika akan tidur di pembaringannya, maka beliau meniup pada telapak tangannya, dan beliau membaca Al-Mu’awwidzaat, lalu diusapkan kepada seluruh tubuhnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya itu.” (HR Imam Al-Bukhori (Fathul Bari), 6/408)

Cara lainnya, adalah dengan membacakan doa untuk anak-anak kita, memohon perlindungan kepada Alloh ta’ala agar anak-anak kita dijauhkan dari gangguan syaithon. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam terhadap kedua cucu beliau, Al-Hasan dan Al-Husain rodhiyallohu anhuma. 

Sebagaimana disebutkan di dalam hadits Ibnu Abbas rodhiyalohu anhuma, dia berkata: 

“Nabi shollallohu alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk Al-Hasan dan Al-Husain, dan beliau bersabda : “Sesungguhnya bapak kalian berdua (maksudnya adalah Nabi Ibrohim alaihis salam) pernah memohonkan perlindungan untuk putra beliau, yakni Isma’il dan Ishaq, (dengan mengucapkan doa):

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna, dari semua syaithon dan dari hammah (binatang yang berbisa/beracun), dan dari semua pandangan mata yang jahat.” (HR Imam Al-Bukhori ( Fathul Bari), 6/408)       

Dalil-dalil itu semua menunjukkan, sangat dianjurkan dan disunnahkan bagi kita semua, untuk berdoa memohon perlindungan diri dari semua kejelekan, baik untuk diri kita ataupun untuk anak-anak kita yang masih kecil.

Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Wallohu a’lamu bis showab. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Continue Reading

TRENDING