Connect with us

Mimbar Islam

Dearborn di Michigan Salah Satu Kota Dengan Populasi Muslim Pendatang Terbanyak

Published

on

Berada di kota Dearborn negara bagian Michigan, yang berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota Detroit, kita akan menemui berbagai hal yang menarik. Diantaranya adalah papan nama dari berbagai usaha yang menggunakan dua bahasa, yakni Inggris dan Arab.

Menurut DR. Sally Howell, Direktur dari Pusat Studi Arab, Amerika dan Islam di University of Michigan-Dearborn, hal tersebut berawal dari tahun 1980-an.

“Sekitar tahun 1980-an, di mana dulu ada restoran Arab pertama di Warren Avenue, mereka hanya memiliki tanda dalam bahasa Inggris kemudian ada satu restoran Lebanon. Merekalah yang pertama menulisnya dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dan memang benar sekarang banyak papan nama untuk kantor praktek dokter, toko kelontong, restoran, memiliki tanda dalam dua bahasa,” paparnya.

Sebuah papan iklan yang menyoroti Sensus 2020 terlihat di Dearborn, Michigan, 30 April 2020. (Foto: AP)
Sebuah papan iklan yang menyoroti Sensus 2020 terlihat di Dearborn, Michigan, 30 April 2020. (Foto: AP)

Kota Dearborn berpenduduk lebih dari 90 ribu jiwa memang merupakan salah satu kota dengan populasi warga Muslim pendatang atau warga keturunan Arab terbanyak di Amerika. Sebagian besar merupakan pendatang dari Syria, Lebanon, Palestina, Yaman dan Iraq. Adanya dua bahasa ini tentu saja sangat membantu para pendatang yang baru saja menginjakan kakinya di Amerika.

“Itu karena begitu banyak orang yang masih baru di negara ini dan mereka itu adalah target usaha Anda. Jika Anda seorang apoteker yang berbicara bahasa Arab, salah satu kelebihan Anda adalah bilingual. Jadi, Anda ingin orang tahu Anda bilingual dengan menggunakan dua bahasa di papan nama usaha,” kata Sally Howell.

Selain penggunaan dua bahasa yang semakin banyak ditemui di kota Dearbon, dengan semakin banyaknya pendatang muslim di kota ini, kita pun semakin mudah menemukan makanan halal bahkan di restoran waralaba besar -yang mungkin sulit ditemukan di kota lain di Amerika.

Adam Berri dari Corn on the Corner memasak jagung di Ramadhan Suhoor Festival di Dearborn Heights, Michigan, 18 Mei 2019. (Foto: AP)
Adam Berri dari Corn on the Corner memasak jagung di Ramadhan Suhoor Festival di Dearborn Heights, Michigan, 18 Mei 2019. (Foto: AP)

“Ada transformasi dari yang semula disebut restoran Lebanon atau Arab, kini menjadi hanya restoran halal,” kata Sally Howell.

Dan sekarang di Dearborn, McDonald’s pun memiliki makanan halal. Demikian pula di di toko-toko bahan makanan yang memiliki beragam makanan halal.

Hal menarik lainnya, di kota ini kita bisa menemukan masjid, dengan suara adzan yang berkumandang ke luar. Salah satunya adalah masjid yang dibangun pada tahun 1930an, bernama American Moslem Society.

“Ini masjid tertua di Amerika Utara. Berdiri sejak tahun 1937. Saat itu banyak imigran terutama dari Timur Tengah datang untuk bekerja di perusahaan otomotif,” kata pengurus masjid, Mohammad Osman.

Saat pertama adzan berkumandang keluar dari masjid ini, warga sekitar mengajukan protes. Hingga akhirnya masalah tersebut diselesaikan di pengadilan.

“Tahun 1970-an ereka harus ke pengadilan. Alhamdulillah, masjid menang dan adzan bisa berkumandang melalui pengeras suara,” kata Mohammad Osman

Adzan saat ini tak hanya berkumandang di Dearborn, namun juga beberapa kota di Amerika Serikat. Mereka mulai mengizinkan adzan berkumandang hingga keluar masjid. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Mimbar Islam

Bertakwalah kepada Allah Dimanapun Kamu Berada!

Published

on

Bertakwalah kepada Allah Dimanapun Kamu Berada

Gencil News – Bertakwalah kepada Allah Dimanapun Kamu Berada! Berikut ini adalah beberapa nasehat Nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat penting untuk selalu kita perhatikan dan kita pegang teguh.

Nasehat itu adalah seperti apa yang terdapat dalam hadits yang shohih, yang bersumber dari Sahabat Nabi yang mulia, Abu Dzar Al Ghifari radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda:

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada. Iringilah kejelekan yang telah kamu lakukan dengan kebaikan, yang akan dapat menghapus kejelekan tersebut. Dan pergauilah orang lain dengan akhlak yang baik.” 

(HR. Ahmad (5/236), At-Tirmidzi no. 1987, dan lainnya, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Al-Jami’ no. 97)

Faedah berharga yang bisa kita ambil dari hadits yang mulia ini, diantaranya adalah:

1. Wajibnya bagi kita semua bertakwa kepada Alloh ta’ala, dimana pun kita berada.

Dan takwa itu sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, maknanya adalah:

وقاية العبد نفسه من عذاب الله بامتثال أوامره واجتناب نواهيه

“Penjagaan diri seorang hamba dari adzab Alloh, dgn melaksanakan apa yang diperintahkan Alloh kepadanya, dan menjauhi apa saja yang dilarang Alloh.”

Pengertian seperti ini, disimpulkan dari beberapa pendapat dan penjelasan para ulama tentang makna takwa.

Diantaranya adalah: Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

المُتَّقُوْنَ اتَّقَوا مَا حُرِّمَ عَلَيْهِمْ ، وَأدَّوْا مَا افْتُرِضَ عَلَيْهِمْ

“Orang yang bertakwa itu adalah mereka yang menjaga diri (menjauhi) dari hal-hal yang diharamkan atas mereka, dan menunaikan apa saja yang diwajibkan atas mereka.”

Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah juga pernah berkata:

لَيْسَ تَقْوَى اللهِ بِصِيَامِ النَّهَارِ ، وَلاَ بِقِيَامِ اللَّيْلِ ، وَالتَّخْلِيْطِ فِيْمَا بَيْنَ ذَلِكَ ، وَلَكِنْ تَقْوَى اللهِ تَرْكُ مَا حَرَّمَ اللهُ ، وَأَدَاءُ مَا افْتَرَضَ اللهُ ،فَمَنْ رُزِقَ بَعْدَ ذَلِكَ خَيْراً ، فَهُوَ خَيْرٌ إِلَى خَيْرٍ

“Takwa kepada Alloh itu bukanlah hanya dengan berpuasa di siang hari atau mendirikan shalat malam hari, atau melakukan kedua-duanya.

Namun takwa kepada Alloh itu adalah meninggalkan apa saja yang diharamkan Alloh, dan menunaikan apa saja yang diwajibkan oleh Alloh.

Siapa yang setelah itu dianugerahi kebaikan lainnya, maka itu adalah kebaikan kepada kebaikan (yakni kebaikan di atas kebaikan yang lainnya).”

Tholq bin Habib rohimahulloh juga pernah mengatakan:

التَّقْوَى أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللهِ ، عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ ، تَرْجُوْ ثَوَابَ اللهِ ، وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ تَخَافُ عِقَابَ اللهِ

“Takwa itu berarti kamu menjalankan ketaatan pada Allah atas petunjuk cahaya dari Allah, dan kamu mengharap pahala dari Alloh.

(Takwa itu juga) adalah kamu meninggalkan/ menjauhi maksiat kepada Alloh atas petunjuk cahaya dari Alloh, dan kamu takut terhadap siksaan Alloh.”

Itulah diantara pengertian takwa, yang wajib bagi kita untuk melakukannya, dimana pun kita berada.

2. Bahwa perbuatan baik yang kita lakukan, akan bisa menghapus dosa-dosa atau kejelekan kita.

Dan yang dimaksud disini adalah: dosa-dosa kecil.

Karena, untuk terhapuskannya dosa-dosa besar, harus diiringi dengan sikap tobat dan memperbanyak istighfar dari dosa-dosa tersebut, tdk cukup hanya dgn amal sholih yang kita lakukan.

3. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan akhlak yang baik.

Yakni akhlak-akhlak mulia yang disyari’atkan untuk kita beramal dengannya, seperti: bermanis muka, bertutur kata yang baik, tolong menolong, menjenguk orang yang sakit, saling memberi nasehat kebaikan, dan sebagainya.

4. Dianjurkan bagi seorang muslim, untuk memberi wasiat yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi kaum muslimin secara umum.

5. Bahwa setiap orang itu hendaknya selalu merasa diawasi oleh Alloh dalam semua keadaannya, dan dimana pun dia berada.

6. Bahwa hadits ini berisi tentang wasiat yang agung, dan wasiat yang termasuk dalam Jawaami’ul Kalim-nya Rosululloh  shollallohu alaihi wa sallam, yaitu kata-kata yang padat dan ringkas, tetapi luas maknanya dan faedahnya.

(lihat: Bahjatun Nadhirin Syarh Riyadhis Sholihin, (1/133), Syarh Arba’in An-Nawawiyyah, hal. 221 dan sumber lainnya)

Semoga pembahasan dan nasehat yang ringkas ini bermanfaat bagi kita semuanya. Allohu yubaarik fiikum.  (Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby)

Continue Reading

Mimbar Islam

Kelompok Muslim AS Donasikan Masker Semasa Pandemi

Published

on

Kelompok Muslim AS Donasikan Masker Semasa Pandemi
Donasi masker yang dilakukan oleh umat muslim di California, AS. (Foto: VOA)

Gencil News – Voa – Pandemi virus corona membangkitkan rasa kedermawanan pada banyak kalangan untuk membantu mereka yang terdampak. Komunitas dan organisasi Muslim juga tidak ketinggalan mengulurkan bantuan

Sebagaimana kelompok masyarakat lainnya, warga Muslim merupakan bagian tak terpisahkan dari komunitasnya masing-masing. Sesuai ajaran Islam, setiap Muslim memiliki kewajiban individual untuk berbuat baik kepada tetangga-tetangganya.

Berbuat kebaikan atau beramal terhadap sesama anggota masyarakat juga merupakan salah satu cara untuk menguatkan hubungan sosial maupun membantu menciptakan masyarakat yang inklusif.

Salah satu kegiatan beramal yang dilakukan Muslim pada masa pandemi Covid-19 ini adalah memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan, yakni masker.

Menjelang International Day of Charity atau Hari Amal Internasional yang diperingati setiap tanggal 5 September, tokoh-tokoh masyarakat Islam di Berkeley, California, mendonasikan ratusan masker serta paket-paket perawatan lainnya.

Donasi itu diserahkan sehari sebelumnya ke Prescott-Joseph Center for Community Enhancement di Oakland.

Mana Nazeri, adalah wakil dari komunitas Muslim yang tergabung dalam MTO (Maktab Tarighat Oveyssi) Center di Berkeley yang menyerahkan bantuan tersebut. ​

Menjelang Hari Amal Internasional, kami di MTO Oveyssi Center ingin berbuat sesuatu untuk kota tetangga kami, Oakland, untuk mengulurkan bantuan,” kata Nazeri dalam laporan yang ditayangkan ABC News.

MTO adalah organisasi nirlaba internasional yang antara lain menyelenggarakan ajaran meditasi Sufi yang melayani seluruh kalangan dan bukan hanya Muslim.

Sementara itu, ABC Newsjuga mengutip Wali Kota Oakland Libby Schaaf, yang hadir dalam acara penyerahan bantuan itu.

“Saya ingin berterima kasih kepada komunitas Sufi dan khususnya organisasi MTO atas kontribusi amal kalian yang luar biasa,” kata Schaaf.

MTO hanya segelintir dari organisasi dan kelompok Muslim yang merupakan minoritas di negara-negara Barat, yang bekerja tanpa kenal lelah untuk membantu menyediakan kebutuhan peralatan pelindung bagi para pekerja kesehatan di garis depan.

Di Inggris, misalnya, Loft25, produsen kebutuhan interior dan taman yang bermula di Birmingham. Bekerja sama dengan Masjid dan Pusat Komunitas Green Lane di kota itu, Loft25 menyediakan 1 juta masker untuk para petugas kesehatan di garis depan beberapa bulan lalu.

Tak ketinggalan, pengusaha Muslim Inggris, Yousuf Bhaliok, yang pada awal merebaknya pandemi Covud-19, Maret lalu, menyumbangkan hampir $ 260 ribu untuk lembaga kesehatan Inggris. Jumlah itu mengawali kampanyenya menggalang dana dengan target $ 1,3 juta.

Kembali ke Amerika, pada April lalu jemaah Masjid Hamzah al-Mahmood Foundation di Minnesota bekerja sukarela menjahit 1.500 masker.

Masker-masker ini ditujukan untuk para pasien dengan risiko rendah serta para staf nonmedis di rumah sakit-rumah sakit lokal di sekitar Minneapolis-Saint Paul, atau yang biasa disebut sebagai Twin Cities.

Bagi para jemaah masjid itu, menjahit masker tersebut merupakan cara mereka untuk bertemu satu sama lain dan membantu komunitas mereka. Sekitar 40 keluarga tercatat bekerja sukarela menjahit masker-masker tersebut.

Sebagaimana dilaporkan Sahan Journal, imam masjid, Sheikh Muhammad Faraz mengemukakan, menjahit masker merupakan kegiatan pengganti bagi jemaah yang tidak dapat berkumpul di masjid.

Selain membuat jemaah tetap merasa bersemangat, ternyata aktivitas semacam itu menimbulkan perasaan berkumpul yang lebih besar daripada pertemuan yang biasa mereka lakukan di masjid, lanjut Sheikh Faraz.

Continue Reading

Mimbar Islam

Duhai Para Orangtua Perhatikanlah Sholat Anak-anak Kalian

Published

on

Duhai Para Orantua Perhatikanlah Sholat Anak-anak Kita. Sholat merupakan kekuatan seorang muslim. Baik buruknya seseorang tergantung dari cara bagaimana ia menjaga sholatnya.

GENCIL NEWS – Duhai Para Orangtua Perhatikanlah Sholat Anak-anak kalian. Sholat merupakan kekuatan seorang muslim. Baik buruknya seseorang tergantung dari cara bagaimana ia menjaga sholatnya.

Wahai saudaraku, para orang tua, para guru dan semua orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak.

Perhatikanlah ibadah sholat anak-anak kita, janganlah kita lalai atau meremehkan masalah ini! 

Al-Imam Abu Dawud rohimahulloh, meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, dia bercerita:

“Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi shollallahu alaihi wa sallam).

Kemudian Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam datang di waktu petang, seraya bertanya: “Apakah anak kecil ini sudah sholat?”

Bibiku menjawab: “Sudah!”.

Kemudian beliau berbaring (tidur). Di tengah malam, beliau bangun kemudian mengambil air wudhu. Lalu beliau sholat tujuh atau lima roka’at disertai witir. Beliau tidak salam kecuali di akhir roka’at.”

[HR Abu Dawud no. 1353, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Sunan Abi Dawud (1/253) ]

Pelajaran yang bisa kia ambil dari hadits ini diantaranya adalah:

1. Perhatian Nabi shollallahu alaihi wa sallam terhadap ibadah SHOLAT keponakan beliau, yaitu Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, padahal ketika itu dia masih kecil, dan belum menginjak usia baligh.

2. Pentingnya bagi kita untuk selalu memperhatikan dan mengawasi ibadah sholat anak-anak kita, dimanapun mereka berada.

Jangan sampai anak-anak kita, hanya sholat kalau di rumah kita, sedangkan kalau di tempat/di rumah saudara kita yang lain, dibiarkan saja tidak sholat, karena tidak ada yang membimbing dan menyuruh mereka sholat.

3. Termasuk dalam hal ini adalah hendaknya kita pun perhatian terhadap sholatnya anak-anak saudara kita, yang berkunjung ke rumah kita.

Mereka tetap kita perintahkan untuk sholat, sebagaimana menyuruh anak-anak kita sholat. 

4. Hendaknya semua para orang tua, meniru Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam dalam hal selalu memonitor (mengawasi) sholat dan ibadah anak-anak, baik anak kita sendiri maupun anak-anak lainnya yang datang berkunjung ke rumah kita. 

Hal itu karena beliau shollallahu alaihi wa sallam adalah teladan atau panutan kita dalam segala hal.

Alloh ta’ala berfirman: 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”  [ QS AL-AHZAB : 21 ]

Semoga Alloh ta’ala memudahkan kita semua, untuk selalu membimbing anak-anak kita dalam beribadah dan melakukan ketaatan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. 

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semuanya. Allohu yubaarik fiikum. Semoga bermanfaat. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Continue Reading

TRENDING