Connect with us

Mimbar Islam

Kelompok Muslim AS Donasikan Masker Semasa Pandemi

Published

on

Kelompok Muslim AS Donasikan Masker Semasa Pandemi
Donasi masker yang dilakukan oleh umat muslim di California, AS. (Foto: VOA)

Gencil News – Voa – Pandemi virus corona membangkitkan rasa kedermawanan pada banyak kalangan untuk membantu mereka yang terdampak. Komunitas dan organisasi Muslim juga tidak ketinggalan mengulurkan bantuan

Sebagaimana kelompok masyarakat lainnya, warga Muslim merupakan bagian tak terpisahkan dari komunitasnya masing-masing. Sesuai ajaran Islam, setiap Muslim memiliki kewajiban individual untuk berbuat baik kepada tetangga-tetangganya.

Berbuat kebaikan atau beramal terhadap sesama anggota masyarakat juga merupakan salah satu cara untuk menguatkan hubungan sosial maupun membantu menciptakan masyarakat yang inklusif.

Salah satu kegiatan beramal yang dilakukan Muslim pada masa pandemi Covid-19 ini adalah memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan, yakni masker.

Menjelang International Day of Charity atau Hari Amal Internasional yang diperingati setiap tanggal 5 September, tokoh-tokoh masyarakat Islam di Berkeley, California, mendonasikan ratusan masker serta paket-paket perawatan lainnya.

Donasi itu diserahkan sehari sebelumnya ke Prescott-Joseph Center for Community Enhancement di Oakland.

Mana Nazeri, adalah wakil dari komunitas Muslim yang tergabung dalam MTO (Maktab Tarighat Oveyssi) Center di Berkeley yang menyerahkan bantuan tersebut. ​

Menjelang Hari Amal Internasional, kami di MTO Oveyssi Center ingin berbuat sesuatu untuk kota tetangga kami, Oakland, untuk mengulurkan bantuan,” kata Nazeri dalam laporan yang ditayangkan ABC News.

MTO adalah organisasi nirlaba internasional yang antara lain menyelenggarakan ajaran meditasi Sufi yang melayani seluruh kalangan dan bukan hanya Muslim.

Sementara itu, ABC Newsjuga mengutip Wali Kota Oakland Libby Schaaf, yang hadir dalam acara penyerahan bantuan itu.

“Saya ingin berterima kasih kepada komunitas Sufi dan khususnya organisasi MTO atas kontribusi amal kalian yang luar biasa,” kata Schaaf.

MTO hanya segelintir dari organisasi dan kelompok Muslim yang merupakan minoritas di negara-negara Barat, yang bekerja tanpa kenal lelah untuk membantu menyediakan kebutuhan peralatan pelindung bagi para pekerja kesehatan di garis depan.

Di Inggris, misalnya, Loft25, produsen kebutuhan interior dan taman yang bermula di Birmingham. Bekerja sama dengan Masjid dan Pusat Komunitas Green Lane di kota itu, Loft25 menyediakan 1 juta masker untuk para petugas kesehatan di garis depan beberapa bulan lalu.

Tak ketinggalan, pengusaha Muslim Inggris, Yousuf Bhaliok, yang pada awal merebaknya pandemi Covud-19, Maret lalu, menyumbangkan hampir $ 260 ribu untuk lembaga kesehatan Inggris. Jumlah itu mengawali kampanyenya menggalang dana dengan target $ 1,3 juta.

Kembali ke Amerika, pada April lalu jemaah Masjid Hamzah al-Mahmood Foundation di Minnesota bekerja sukarela menjahit 1.500 masker.

Masker-masker ini ditujukan untuk para pasien dengan risiko rendah serta para staf nonmedis di rumah sakit-rumah sakit lokal di sekitar Minneapolis-Saint Paul, atau yang biasa disebut sebagai Twin Cities.

Bagi para jemaah masjid itu, menjahit masker tersebut merupakan cara mereka untuk bertemu satu sama lain dan membantu komunitas mereka. Sekitar 40 keluarga tercatat bekerja sukarela menjahit masker-masker tersebut.

Sebagaimana dilaporkan Sahan Journal, imam masjid, Sheikh Muhammad Faraz mengemukakan, menjahit masker merupakan kegiatan pengganti bagi jemaah yang tidak dapat berkumpul di masjid.

Selain membuat jemaah tetap merasa bersemangat, ternyata aktivitas semacam itu menimbulkan perasaan berkumpul yang lebih besar daripada pertemuan yang biasa mereka lakukan di masjid, lanjut Sheikh Faraz.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Mimbar Islam

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

Published

on

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

GENCIL NEWS – Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Ketahuilah, bahwa kita para orang tua, sangat dianjurkan dan disunnahkan untuk melindungi anak-anak kita dari gangguan syaithon, baik pada waktu pagi maupun sore ataupun malam hari. 

Hal itu bisa kita lakukan, misalnya dengan membaca Al-Mu’awwidzaat (yakni ayat-ayat yang isinya memohon perlindungan kepada Alloh, seperti Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas), lalu ditiupkan ke telapak tangan, kemudian diusapkan kepada anak kita sebanyak tiga kali. 

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika beliau sakit, beliau melakukan perbuatan seperti tersebut di atas, lalu beliau mengusap kepalanya dan seluruh tubuhnya. 

Dalam As-Shohihain, dari Aisyah rodhiyallohu anha, dia berkata : “Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, apabila beliau sakit beliau meniup dirinya sendiri dengan bacaan Al-Mu’awwidzaat, lalu beliau mengusapkannya pada badannya.”_ (HR *Imam Al-Bukhori (HR *Imam Al-Bukhori* ( Fathul Bari, 9/62), dan Imam Muslim (Syarh An-Nawawi, 14/183) )  

Dan terkadang beliau shollallohu alaihi wa sallam melakukan hal itu juga, ketika beliau hendak tidur malam. 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah rodhiyallohu anha : 

“Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam ketika akan tidur di pembaringannya, maka beliau meniup pada telapak tangannya, dan beliau membaca Al-Mu’awwidzaat, lalu diusapkan kepada seluruh tubuhnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya itu.” (HR Imam Al-Bukhori (Fathul Bari), 6/408)

Cara lainnya, adalah dengan membacakan doa untuk anak-anak kita, memohon perlindungan kepada Alloh ta’ala agar anak-anak kita dijauhkan dari gangguan syaithon. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam terhadap kedua cucu beliau, Al-Hasan dan Al-Husain rodhiyallohu anhuma. 

Sebagaimana disebutkan di dalam hadits Ibnu Abbas rodhiyalohu anhuma, dia berkata: 

“Nabi shollallohu alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk Al-Hasan dan Al-Husain, dan beliau bersabda : “Sesungguhnya bapak kalian berdua (maksudnya adalah Nabi Ibrohim alaihis salam) pernah memohonkan perlindungan untuk putra beliau, yakni Isma’il dan Ishaq, (dengan mengucapkan doa):

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna, dari semua syaithon dan dari hammah (binatang yang berbisa/beracun), dan dari semua pandangan mata yang jahat.” (HR Imam Al-Bukhori ( Fathul Bari), 6/408)       

Dalil-dalil itu semua menunjukkan, sangat dianjurkan dan disunnahkan bagi kita semua, untuk berdoa memohon perlindungan diri dari semua kejelekan, baik untuk diri kita ataupun untuk anak-anak kita yang masih kecil.

Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Wallohu a’lamu bis showab. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Continue Reading

Mimbar Islam

Sebenarnya Itu Tandanya Kamu Mampu

Published

on

Sebenarnya Itu Tandanya Kamu Mampu

GENCIL NEWS – Sebenarnya Itu Tandanya Kamu Mampu. Jangan mengeluh dengan masalah yang kau hadapi saat ini, karena Allah tahu kau mampu.

لَا یُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَیۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ

Maksudnya :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…”

[ Surah Al-Baqarah, Auat 286 ]

Ayat ini menerangkan bahwa dalam mencapai tujuan hidup itu manusia diberi beban oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. sesuai kesanggupannya, mereka diberi pahala lebih dari yang telah diusahakannya dan mendapat siksa seimbang dengan kejahatan yang telah dilakukannya.

Dengan ayat ini Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. mengatakan bahwa seseorang dbebani hanyalah sesuai dengan kesanggupannya. Agama Islam adalah Agama yang tidak memberatkan manusia dengan beban yang berat dan sulit. Mudah, ringan dan tidak sempit adalah asas pokok dari agama Islam.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Maksudnya :

…._dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan….

[Surah Al Hajj, Ayat 78]

Allah tahu engkau sedih. Allah tahu engkau penat. Tapi Allah tak akan uji sesuatu yang diluar kemampuan engkau.

Dan bila mana kita meletakkan sesuatu perkara karena Allah, maka tidak lain tidak, kita mengharapkan redha Allah. Dan semestinya Allah sebaik-baik yang tentukan segalanya.

Akhir sekali, Istiqomah itu ujian, kerana Allah ingin melihat sejauh mana kita bertahan di dalamnya. Marah itu ujian, karena Allah hendak menguji semampu apa kita menahan diri darinya.

Sabar itu ujian, karena Allah hendak menguji seberapa kuat kita menjaganya dalam diri kita. Lelah itu ujian, kerana Allah uji semampunya kita. Dan Sebenarnya Itu Tandanya Kamu Mampu.

WaAllahu ‘Alam.

Continue Reading

Mimbar Islam

Wahai Saudaraku, Jagalah Sholat-sholat Kalian

Published

on

Wahai Saudaraku, Jagalah Sholat-sholat Kalian

GENCIL NEWS – Wahai Saudaraku, Jagalah Sholat-sholat Kalian. Ketahuilah, Robb kita Alloh Subhanahu wa ta’ala telah berfirman :

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ (٢٣٨)

“Jagalah sholat-sholat kalian, dan (jagalah pula) sholat wustho, dan berdirilah untuk Alloh (dalam sholatmu itu) dengan khusyu’.” (QS Al-Baqoroh : 238)

Faedah atau pelajaran penting yang bisa kita ambil dari ayat yang mulia tersebut di atas, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Menunjukkan : perintah untuk menjaga sholat-sholat fardhu yang lima waktu.

Dan lebih khusus lagi, ditekankan juga untuk menjaga yang namanya Sholat Wustho, karena sholat ini diathofkan (yakni dihubungkan) dengan sholat-sholat yang lainnya secara umum. 

Mengathofkan (menghubungkan) sesuatu yang khusus kepada sesuatu yang umum itu, memberikan faedah Al-I’tina’ bil Khosh (memberikan penjagaan/pemeliharaan terhadap sesuatu yang khusus tersebut). 

Hal itu karena disebutkannya (dalam ayat ini) sesuatu secara Mufrod (tunggal/sendirian) setelah disebutkan dengan yang lainnya (hal itu berarti, hendaknya memberikan penjagaan lebih khusus kepada sesuatu tersebut, wallohu a’lam bis showab, edt.)

Sebagaimana Alloh ta’ala telah menyebutkan di awal surat Al-Mu’minun, tentang sifat-sifat orang-orang yang beriman secara umum, kemudian menutupnya (sifat-sifat mereka tersebut secara khusus) dengan firman-Nya :

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (٩)

“Dan orang-orang yang memelihara sholat-sholatnya.” (QS Al-Mu’minun : 9)

Demikian pula dalam Surat Al-Ma’arij, setelah menyebutkan sifat-sifat orang-orang yang beriman, kemudian menutupnya/mengakhirinya dengan firman-Nya :

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (٣٤)

“Dan orang-orang yang memelihara sholat-nya.” (QS Al-Ma’arij : 34)

Hal itu munenjukkan, wajibnya menjaga atau memelihara sholat fardhu (wajib) tersebut, dan jg sholat yg dikhususkan, yaitu sholat Wustho.

2. Para ulama berbeda pendapat tentang apa yang dimaksud dengan SHOLAT AL-WUSTHO (yang artinya Sholat Pertengahan) dalam ayat yang mulia ini.

Dan pendapat yang paling shohih (benar) dalam masalah ini adalah : bahwa Sholat Wustho itu adalah SHOLAT ASHAR ! 

Dalil-dalil dari hadits-hadits Nabi shollallohu alaihi wa sallam yang menunjukkan hal itu sangatlah banyak. 

Diantaranya adalah hadits dari Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu anhu, bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda ketika pada hari peperangan Ahzab :

شغلونا عن صلاة الوسطى صلاة العصر, ملأ الله بيوتهم و قبورهم نارا, ثم صلاها بين العشاعين بين المغرب والعشاء

“Mereka (orang-orang kafir itu) telah menyibukkan kita dari (melaksanakan) Sholat Al-Wustho, yaitu Sholat Ashar !

Semoga Alloh memenuhi rumah-rumah mereka dan kuburan-kuburan mereka dengan api !” 

Kemudian beliau melakukan sholat Al-Wustho atau Sholat Ashar itu di antara waktu maghrib dan Isya’ !” 

(HR Imam Muslim no. 1425)

Kemudian juga dalam hadits Ibnu Mas’ud rodhiyallohu anhu, dia berkata : 

“Orang-orang Musyrik telah menahan/menghalangi Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam dari melakukan Sholat Ashar (yakni dalam peperangan Ahzab), sampai matahari benar-benar sudah memerah atau menguning (yakni sudah menjelang tenggelamnya matahari atau hampir masuk waktu Maghrib). Kemudian Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

شغلونا عن صلاة الوسطى صلاة العصر, ملأ الله أجوافهم و قبورهم نارا

“Mereka (orang-orang kafir itu) telah menyibukkan kita dari (melaksanakan) Sholat Al-Wustho, yaitu Sholat Ashar !

Semoga Alloh memenuhi perut-perut mereka dan kuburan-kuburan mereka dengan api (neraka) !” 

(HR Imam Muslim no. 1426).

Kemudian juga dalam hadits Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu anhu, yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori rohimahulloh dalam Shohih-nya (no. 6396). Dan masih banyak yang lainnya. 

Semuanya itu menunjukkan, bahwa yang dimaksud dengan Sholat Al-Wustho (Sholat Pertengahan) itu adalah Sholat Ashar, wallohu a’lam bis showab. 

Al-Imam Al-Qurthubi rohimahulloh dalam kitab Tafsir-nya juga menjelaskan : 

“Al-Wustho itu bentuk mu’annats (kata benda perempuan) dari Al-Ausath (pertengahan). 

Dan pertengahan dari sesuatu itu adalah sesuatu yang paling bagus dan paling adilnya. 

Diantaranya adalah seperti yang ditunjukkan dari firman Alloh ta’ala :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا… (١٤٣)   

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (wahai  kaum Muslimin) sebagai umat pertengahan (yaitu umat yang adil dan pilihan) …” (QS Al-Baqoroh : 143)

Jadi, yg dimaksud dengan Sholat Wustho itu adalah Sholat Ashar….

3. Perintah untuk menjaga sholat Ashar secara khusus setelah perintah untuk menjaga sholat-sholat fardhu secara umum, hal itu menunjukkan AGUNG-nya Sholat Ashar itu !

Dalil yang menunjukkan hal itu adalah sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam sebagai berikut :

الذي تفوته صلاة العصر فكأنما وتر أهله وماله

“Orang yang terlewatkan dari Sholat Ashar (yakni yang tidak mengerjakannya) keadaannya seperti orang yang kehilangan keluarganya dan harta bendanya !” 

(HR Imam Al-Bukhori no. 552 dan Imam Muslim no. 1417, dari Ibnu Umar rodhiyallohu anhuma) 

Nabi shollallohu alaihi wa sallam juga pernah bersabda :

من ترك صلاة العصر فقد حبط عمله

“Barangsiapa meninggalkan sholat Ashar, sungguh telah gugur (terhapus) amalannya !” 

(HR Imam Al-Bukhori no. 553, dari Buroidah rodhiyallohu anhu)

Dan dalil yang menunjukkan KEUTAMAANNYA, adalah sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

يتعاقبون فيكم ملائكة بالليل وملائكة بالنهار, ويجتمعون في صلاة الفجر وصلاة العصر

“Malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang, mereka itu saling bergantian untuk menjaga kalian (yakni yang mencatat amal-amal kalian sepanjang siang dan malam harinya,edt.).

Mereka berkumpul (yakni waktu untuk bergantian tugas) di waktu Sholat Fajr (Sholat Shubuh) dan Sholat Ashar.” 

(HR Imam  Al-Bukhori no. 555 dan Imam Muslim no. 1432, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu)

Juga sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

إنكم سترون ربكم كما ترون القمر, لا تضامون في رؤيته, فإن استطعتم ألا تغلبو على صلاة قبل طلوع الشمس وقبل غروبها ففافعلوا, ثم قرأ : { وسبح بحمد ربك قبل طلوع الشمس وقبل الغروب }

“Sesungguhnya kalian kelak akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan (purnama). Kalian tidak perlu berdesak-desakan di dalam melihat-Nya.

Oleh karena itu, jika kalian mampu untuk tidak terkalahkan dari melaksanakan sholat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah (sholat tersebut, dan yang dimaksud adalah Sholat Shubuh dan Sholat Ashar, edt.) !” 

Kemudian beliau membaca firman Alloh ta’ala : (“Dan bertasbihlah dengan memuji Robb-mu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya.”).” 

(HR Imam Al-Bukhori no. 554 dan Imam Muslim no. 1434, dari Jarir bin Abdillah rodhiyallohu anhu) 

Juga sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam :

من صلى البردين دخل الجنة

“Barangsiapa mengerjalan sholat Al-Bardain (yakni sholat Shubuh dan Sholat Ashar), maka dia akan masuk surga !” 

(HR Imam Al-Bukhori no. 574 dan Imam Muslim no. 1438, dari Abu Musa Al-As’ari rodhiyallohu anhu)  

Demikianlah diantara dalil-dalil yang menunjukkan agungnya dan besarnya keutamaan Sholat Ashar tersebut !

4. Adapun tentang keberadaan sholat Ashar sebagai Sholat Wustho (sholat yang pertengahan) diantara sholat-sholat lainnya…….

Hal itu karena sebelum sholat Ashar ada dua sholat lainnya di awal siang dan pertengahan siang hari (yaitu Sholat Shubuh dan Dhuhur), dan sesudahnya ada dua sholat  di malam hari (yaitu Sholat Maghrib dan Isya’).

Kesimpulannya adalah :

1. Wajibnya menjaga ibadah sholat kita, terutama semua sholat fardhu yang lima waktu tersebut.

2. Anjuran untuk menjaga dan memperhatikan ibadah-ibadah tertentu yang mempunyai keutamaan yang khusus dibandingkan yang lainnya, agar kita bisa meraih pahala dan keutamaannya yang sangat besar.

3. Wahai Saudaraku, Jagalah Sholat-sholat Kalian.

Wallohu a’lam bis showab!

Continue Reading

TRENDING