Connect with us

Mimbar Islam

Lakukan Hal ini agar Terhindar dari Berbuat Maksiat

Published

on

Lakukan Hal ini agar Terhindar dari Berbuat Maksiat

Gencil News – Lakukan Hal ini agar Terhindar dari Berbuat Maksiat. Apa yang harus dilakukan agar terhindar dari berbuat maksiat? Cobalah nasihat berikut!

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh pernah berkata: 

(فإن الإنسان إذا قرأ القرآن وتدبره، كان ذلك من أقوى الأسباب المانعة له من المعاصي أو بعضها.)

“Sesungguhnya seseorang itu apabila membaca Al-Qur’an dan mentadaburi-nya, maka yang demikian itu akan menjadi sebab yang paling kuat yang dapat mencegahnya dari berbuat banyak kemaksiatan atau sebagiannya.” (Majmu’ Al-Fatawa, 2/123)

Semoga Alloh ta’ala meguatkan rasa cinta kita terhadap Al-Qur’an, dan merasa senang dan bangga dengan membacanya, mentadaburinya, dan menghapalkannya.

Dan dengan itu pula semoga Alloh ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita untuk mengikuti petunjuk-Nya, dan menjauhkan kita dari semua kejelekan yang dilarang-Nya.

Aamiin, ya mujiibus saa-iliin. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. WaAllahu ‘alam. (Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Mimbar Islam

Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa

Published

on

Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa

GENCIL NEWS – Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa. Sebagai manusia tidak luput dari dosa. Inilah doanya yang harus dihapalkan.

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, Beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat shalat!” Maka Beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata:

قُلِ  :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Bacalah: ALLAHUMMA INNII DZHOLAMTU NAFSII DZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA, FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA, WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM.

Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(H.R. Bukhari, No. 834 dan Muslim, No. 2705)

WaAllahu ‘Alam. Semoga bermanfaat.

Continue Reading

Mimbar Islam

Duhai Para Orangtua Perhatikanlah Sholat Anak-anak Kalian

Published

on

Duhai Para Orantua Perhatikanlah Sholat Anak-anak Kita. Sholat merupakan kekuatan seorang muslim. Baik buruknya seseorang tergantung dari cara bagaimana ia menjaga sholatnya.

GENCIL NEWS – Duhai Para Orangtua Perhatikanlah Sholat Anak-anak kalian. Sholat merupakan kekuatan seorang muslim. Baik buruknya seseorang tergantung dari cara bagaimana ia menjaga sholatnya.

Wahai saudaraku, para orang tua, para guru dan semua orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak.

Perhatikanlah ibadah sholat anak-anak kita, janganlah kita lalai atau meremehkan masalah ini! 

Al-Imam Abu Dawud rohimahulloh, meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, dia bercerita:

“Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi shollallahu alaihi wa sallam).

Kemudian Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam datang di waktu petang, seraya bertanya: “Apakah anak kecil ini sudah sholat?”

Bibiku menjawab: “Sudah!”.

Kemudian beliau berbaring (tidur). Di tengah malam, beliau bangun kemudian mengambil air wudhu. Lalu beliau sholat tujuh atau lima roka’at disertai witir. Beliau tidak salam kecuali di akhir roka’at.”

[HR Abu Dawud no. 1353, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Sunan Abi Dawud (1/253) ]

Pelajaran yang bisa kia ambil dari hadits ini diantaranya adalah:

1. Perhatian Nabi shollallahu alaihi wa sallam terhadap ibadah SHOLAT keponakan beliau, yaitu Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, padahal ketika itu dia masih kecil, dan belum menginjak usia baligh.

2. Pentingnya bagi kita untuk selalu memperhatikan dan mengawasi ibadah sholat anak-anak kita, dimanapun mereka berada.

Jangan sampai anak-anak kita, hanya sholat kalau di rumah kita, sedangkan kalau di tempat/di rumah saudara kita yang lain, dibiarkan saja tidak sholat, karena tidak ada yang membimbing dan menyuruh mereka sholat.

3. Termasuk dalam hal ini adalah hendaknya kita pun perhatian terhadap sholatnya anak-anak saudara kita, yang berkunjung ke rumah kita.

Mereka tetap kita perintahkan untuk sholat, sebagaimana menyuruh anak-anak kita sholat. 

4. Hendaknya semua para orang tua, meniru Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam dalam hal selalu memonitor (mengawasi) sholat dan ibadah anak-anak, baik anak kita sendiri maupun anak-anak lainnya yang datang berkunjung ke rumah kita. 

Hal itu karena beliau shollallahu alaihi wa sallam adalah teladan atau panutan kita dalam segala hal.

Alloh ta’ala berfirman: 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”  [ QS AL-AHZAB : 21 ]

Semoga Alloh ta’ala memudahkan kita semua, untuk selalu membimbing anak-anak kita dalam beribadah dan melakukan ketaatan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. 

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semuanya. Allohu yubaarik fiikum. Semoga bermanfaat. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Continue Reading

Mimbar Islam

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

Published

on

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

GENCIL NEWS – Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Ketahuilah, bahwa kita para orang tua, sangat dianjurkan dan disunnahkan untuk melindungi anak-anak kita dari gangguan syaithon, baik pada waktu pagi maupun sore ataupun malam hari. 

Hal itu bisa kita lakukan, misalnya dengan membaca Al-Mu’awwidzaat (yakni ayat-ayat yang isinya memohon perlindungan kepada Alloh, seperti Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas), lalu ditiupkan ke telapak tangan, kemudian diusapkan kepada anak kita sebanyak tiga kali. 

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika beliau sakit, beliau melakukan perbuatan seperti tersebut di atas, lalu beliau mengusap kepalanya dan seluruh tubuhnya. 

Dalam As-Shohihain, dari Aisyah rodhiyallohu anha, dia berkata : “Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, apabila beliau sakit beliau meniup dirinya sendiri dengan bacaan Al-Mu’awwidzaat, lalu beliau mengusapkannya pada badannya.”_ (HR *Imam Al-Bukhori (HR *Imam Al-Bukhori* ( Fathul Bari, 9/62), dan Imam Muslim (Syarh An-Nawawi, 14/183) )  

Dan terkadang beliau shollallohu alaihi wa sallam melakukan hal itu juga, ketika beliau hendak tidur malam. 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah rodhiyallohu anha : 

“Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam ketika akan tidur di pembaringannya, maka beliau meniup pada telapak tangannya, dan beliau membaca Al-Mu’awwidzaat, lalu diusapkan kepada seluruh tubuhnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya itu.” (HR Imam Al-Bukhori (Fathul Bari), 6/408)

Cara lainnya, adalah dengan membacakan doa untuk anak-anak kita, memohon perlindungan kepada Alloh ta’ala agar anak-anak kita dijauhkan dari gangguan syaithon. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam terhadap kedua cucu beliau, Al-Hasan dan Al-Husain rodhiyallohu anhuma. 

Sebagaimana disebutkan di dalam hadits Ibnu Abbas rodhiyalohu anhuma, dia berkata: 

“Nabi shollallohu alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk Al-Hasan dan Al-Husain, dan beliau bersabda : “Sesungguhnya bapak kalian berdua (maksudnya adalah Nabi Ibrohim alaihis salam) pernah memohonkan perlindungan untuk putra beliau, yakni Isma’il dan Ishaq, (dengan mengucapkan doa):

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna, dari semua syaithon dan dari hammah (binatang yang berbisa/beracun), dan dari semua pandangan mata yang jahat.” (HR Imam Al-Bukhori ( Fathul Bari), 6/408)       

Dalil-dalil itu semua menunjukkan, sangat dianjurkan dan disunnahkan bagi kita semua, untuk berdoa memohon perlindungan diri dari semua kejelekan, baik untuk diri kita ataupun untuk anak-anak kita yang masih kecil.

Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Wallohu a’lamu bis showab. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Continue Reading

TRENDING