Connect with us

Mimbar Islam

Materi Khutbah Jum’at tentang Lapang Dada

Published

on

Materi Khutbah Jum’at tentang Lapang Dada

Gencil News – Materi Khutbah Jum’at tentang Lapang Dada. Berikut adalah materinya, semoga bermanfaat!

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ummatal Islam,

Diantara nikmat yang besar yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah lapangnya dada. Maka dari itu Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika mengingatkan nikmat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang pertama kali Allah sebutkan adalah kelapangan dada. Allah berfirman:

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?” (QS. Al-Insyirah[94]: 1)

Di sini Allah mengingatkan nikmat yang besar kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan nikmatNya berupa kelapangan dada.

Hati yang lapang adalah hati yang penuh dengan kesabaran, hati yang lapang adalah hati yang hati yang pemaaf, hati yang lapang adalah hati yang dermawan, hati yang lapang adalah hati yang senantiasa tegar dan kuat di atas kebenaran, hati yang lapang adalah hati yang bahagia, dia tidak pernah berkeluh kesah. Hati yang lapang itu adalah hati yang penuh dengan ketentraman, tidak disertai dengan kekacauan hati ataupun kegalauan.

Ketika seseorang hatinya sempit, maka kesabarannya pun pendek. Ketika seseorang hatinya sempit, maka kedermawanannya pun sempit dan akhirnya dia pun menjadi pelit. Ketika seseorang hatinya sempit, maka pada waktu itu sulit untuk memaafkan orang lain. Ketika hati seseorang sempit, maka ia pun tidak bisa istiqamah di atas kebenaran.

Maka betapa agungnya dan betapa besarnya nikmat kelapangan hati. Maka Allah mengingatkan kepada RasulNya tentang nikmat yang besar ini:

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?” (QS. Al-Insyirah[94]: 1)

Maka saudaraku..

Kelapangan dada atau kelapangan hati tidak mungkin bisa kita raih kecuali dengan mentauhidkan Allah Jalla wa ‘Ala. Ketika seorang hamba mentauhidkan Allah dan menjadi hamba yang senantiasa menyerahkan urusan kepada Allah, yang senantiasa ia mencintai Allah, yang senantiasa ia mengharapkan karunia dan pahala dari Allah, keridhaan yang senantiasa ia inginkan dari Allah Jalla wa ‘Ala. Maka pada waktu itulah hatinya akan lapang. 

Oleh karena itu Allah menutup surat tersebut dengan firmanNya:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب ﴿٨﴾

“Apabila kamu telah selesai, maka berdirilah. Dan kepada Rabbmu hendaklah kamu berharap.” (QS. Al-Insyirah[94]: 7-8)

Karena hati ketika senantiasa berharap kepada Allah, hatinya akan lapang. Ketika sakit ia berharap ridha Allah, maka muncullah kesabaran. Ketika pelit, ia berharap kepada Allah, maka munculnya kedermawanan. 

Ketika hati sulit untuk memaafkan orang lain lalu ia berharap ampunan Allah dan keridhaanNya, maka muncullah jiwa pemaaf. Dan tidak mungkin itu bisa kecuali dengan mentauhidkan Allah Jalla wa ‘Ala.

Semakin seseorang tauhidnya kuat, semakin ia cinta kepada Allah, semakin ia beribadah hanya kepada Allah dan mengharapkan pahala Allah saja, tidak mengharapkan pujian manusia, tidak pula kehidupan dunia, maka saat itu hatinya semakin lapang, dadanya semakin lapang saudaraku.

Maka sungguh saudaraku, tidak ada nikmat yang besar kecuali nikmat tauhid. Karena tauhid itu melapangkan dada dan melapangkan hati seorang hamba.

Demikian pula dzikrullah. Seseorang yang banyak berzikir kepada Allah hatinya akan tentram. Dan ketentraman hati itu menimbulkan kelapangan dada. Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّـهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ﴿٢٨﴾

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah, maka hati itu akan menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’d[13]: 28)

Demikian pula sedekah. Sedekah membuat hati kita gembira. Tidakkah kita merasakan ketika kita bisa membantu orang lain, pasti hati kita akan merasakan kegembiraan. Kegembiraan itu pengaruh daripada lapangnya dada kita.

Maka ketika kita bersedekah, membantu orang-orang yang sausah, maka saat itulah dada kita pun menjadi lapang. Betapa banyaknya sebab-sebab kelapangan dada. Terutama adalah ketaatan kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Maka raihlah, saudaraku. Upayakanlah kelapangan dada itu dengan cara taqarrub kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah Jalla wa ‘Ala.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

Ummatal Islam,

Demikian pula mengharapkan kehidupan akhirat, dimana seseorang hanya mengharapkan di hatinya kehidupan akhirat. Ini akan menimbulkan kelapangan dada bahkan kekayaan hati. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ كَانَ هَمُّهُ الْآخِرَةَ

“Siapa yang keinginan terbesarnya adalah kehidupan akhirat saja.”

جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ

“Allah akan kokohkan urusannya.”

وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ

“Dan Allah akan jadikan hatinya kaya, penuh dengan qanaah.”

وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Dan dunia pun akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR. Tirmidzi)

Demikian orang yang senantiasa mengharapkan kehidupan akhirat, ia akan mudah menaati Allah, ia akan mudah menjalani sunnah Rasulullah dan menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan hidupnya. Allah berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik.” Bagi siapa? Yaitu, “Bagi orang yang mengharapkan Allah dan kehidupan akhirat.” (QS. Al-Ahzab[33]: 21)

Sebaliknya, orang yang hatinya sangat mengharapkan dan menginginkan dunia, hatinya kan sempit, ia tidak akan sabar diatas ketaatan, ia pun tidak akan sabar terhadap musibah-musibah dunia, karena yang dia harapkan terbesar di hatinya adalah kehidupan dunia. Sehingga hatinya menjadi lemah. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ كَانَتِ الدُّنيا همَّهُ جعلَ اللَّهُ فقرَهُ بينَ عينيهِ وفرَّقَ عليهِ شملَهُ

“Siapa yang keinginan terbesarnya adalah dunia, Allah akan cerai beraikan urusannya.”

Sehingga ia tidak punya kesabaran, ia tidak punya ketabahan, sehingga putus asa itu sangat mudah sekali menimpa dirinya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan demikian dalam hadits tersebut.

فرَّقَ عليهِ شملَهُ

“Allah akan cerai beraikan urusannya”

Allah akan jadikan kefakiran itu di pelupuk matanya dan dunia pun tidak akan mendatanginya kecuali yang dituliskan saja untuknya.

Maka saudaraku, betapa pentingnya kita mendapatkan hati yang lapang, dada yang lapang. Itulah yang Allah ingatkan kepada RasulNya:

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

  اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الحَاجَات

اللهم تقبل أعمالنا يا رب العالمين، اللهم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم، اللهم اصلح ولاة أمورنا يا رب العالمين، واجعلنا من التوابين واجعلنا من المتطهرين

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Ustadz Abu Yahya Badru Salam Lc Hafizhahullah

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Mimbar Islam

Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa

Published

on

Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa

GENCIL NEWS – Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa. Sebagai manusia tidak luput dari dosa. Inilah doanya yang harus dihapalkan.

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, Beliau berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat shalat!” Maka Beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata:

قُلِ  :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Bacalah: ALLAHUMMA INNII DZHOLAMTU NAFSII DZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA, FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA, WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM.

Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(H.R. Bukhari, No. 834 dan Muslim, No. 2705)

WaAllahu ‘Alam. Semoga bermanfaat.

Continue Reading

Mimbar Islam

Duhai Para Orangtua Perhatikanlah Sholat Anak-anak Kalian

Published

on

Duhai Para Orantua Perhatikanlah Sholat Anak-anak Kita. Sholat merupakan kekuatan seorang muslim. Baik buruknya seseorang tergantung dari cara bagaimana ia menjaga sholatnya.

GENCIL NEWS – Duhai Para Orangtua Perhatikanlah Sholat Anak-anak kalian. Sholat merupakan kekuatan seorang muslim. Baik buruknya seseorang tergantung dari cara bagaimana ia menjaga sholatnya.

Wahai saudaraku, para orang tua, para guru dan semua orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak.

Perhatikanlah ibadah sholat anak-anak kita, janganlah kita lalai atau meremehkan masalah ini! 

Al-Imam Abu Dawud rohimahulloh, meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, dia bercerita:

“Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi shollallahu alaihi wa sallam).

Kemudian Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam datang di waktu petang, seraya bertanya: “Apakah anak kecil ini sudah sholat?”

Bibiku menjawab: “Sudah!”.

Kemudian beliau berbaring (tidur). Di tengah malam, beliau bangun kemudian mengambil air wudhu. Lalu beliau sholat tujuh atau lima roka’at disertai witir. Beliau tidak salam kecuali di akhir roka’at.”

[HR Abu Dawud no. 1353, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohih Sunan Abi Dawud (1/253) ]

Pelajaran yang bisa kia ambil dari hadits ini diantaranya adalah:

1. Perhatian Nabi shollallahu alaihi wa sallam terhadap ibadah SHOLAT keponakan beliau, yaitu Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma, padahal ketika itu dia masih kecil, dan belum menginjak usia baligh.

2. Pentingnya bagi kita untuk selalu memperhatikan dan mengawasi ibadah sholat anak-anak kita, dimanapun mereka berada.

Jangan sampai anak-anak kita, hanya sholat kalau di rumah kita, sedangkan kalau di tempat/di rumah saudara kita yang lain, dibiarkan saja tidak sholat, karena tidak ada yang membimbing dan menyuruh mereka sholat.

3. Termasuk dalam hal ini adalah hendaknya kita pun perhatian terhadap sholatnya anak-anak saudara kita, yang berkunjung ke rumah kita.

Mereka tetap kita perintahkan untuk sholat, sebagaimana menyuruh anak-anak kita sholat. 

4. Hendaknya semua para orang tua, meniru Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam dalam hal selalu memonitor (mengawasi) sholat dan ibadah anak-anak, baik anak kita sendiri maupun anak-anak lainnya yang datang berkunjung ke rumah kita. 

Hal itu karena beliau shollallahu alaihi wa sallam adalah teladan atau panutan kita dalam segala hal.

Alloh ta’ala berfirman: 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”  [ QS AL-AHZAB : 21 ]

Semoga Alloh ta’ala memudahkan kita semua, untuk selalu membimbing anak-anak kita dalam beribadah dan melakukan ketaatan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. 

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semuanya. Allohu yubaarik fiikum. Semoga bermanfaat. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Continue Reading

Mimbar Islam

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

Published

on

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

GENCIL NEWS – Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Ketahuilah, bahwa kita para orang tua, sangat dianjurkan dan disunnahkan untuk melindungi anak-anak kita dari gangguan syaithon, baik pada waktu pagi maupun sore ataupun malam hari. 

Hal itu bisa kita lakukan, misalnya dengan membaca Al-Mu’awwidzaat (yakni ayat-ayat yang isinya memohon perlindungan kepada Alloh, seperti Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas), lalu ditiupkan ke telapak tangan, kemudian diusapkan kepada anak kita sebanyak tiga kali. 

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika beliau sakit, beliau melakukan perbuatan seperti tersebut di atas, lalu beliau mengusap kepalanya dan seluruh tubuhnya. 

Dalam As-Shohihain, dari Aisyah rodhiyallohu anha, dia berkata : “Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, apabila beliau sakit beliau meniup dirinya sendiri dengan bacaan Al-Mu’awwidzaat, lalu beliau mengusapkannya pada badannya.”_ (HR *Imam Al-Bukhori (HR *Imam Al-Bukhori* ( Fathul Bari, 9/62), dan Imam Muslim (Syarh An-Nawawi, 14/183) )  

Dan terkadang beliau shollallohu alaihi wa sallam melakukan hal itu juga, ketika beliau hendak tidur malam. 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah rodhiyallohu anha : 

“Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam ketika akan tidur di pembaringannya, maka beliau meniup pada telapak tangannya, dan beliau membaca Al-Mu’awwidzaat, lalu diusapkan kepada seluruh tubuhnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya itu.” (HR Imam Al-Bukhori (Fathul Bari), 6/408)

Cara lainnya, adalah dengan membacakan doa untuk anak-anak kita, memohon perlindungan kepada Alloh ta’ala agar anak-anak kita dijauhkan dari gangguan syaithon. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam terhadap kedua cucu beliau, Al-Hasan dan Al-Husain rodhiyallohu anhuma. 

Sebagaimana disebutkan di dalam hadits Ibnu Abbas rodhiyalohu anhuma, dia berkata: 

“Nabi shollallohu alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk Al-Hasan dan Al-Husain, dan beliau bersabda : “Sesungguhnya bapak kalian berdua (maksudnya adalah Nabi Ibrohim alaihis salam) pernah memohonkan perlindungan untuk putra beliau, yakni Isma’il dan Ishaq, (dengan mengucapkan doa):

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna, dari semua syaithon dan dari hammah (binatang yang berbisa/beracun), dan dari semua pandangan mata yang jahat.” (HR Imam Al-Bukhori ( Fathul Bari), 6/408)       

Dalil-dalil itu semua menunjukkan, sangat dianjurkan dan disunnahkan bagi kita semua, untuk berdoa memohon perlindungan diri dari semua kejelekan, baik untuk diri kita ataupun untuk anak-anak kita yang masih kecil.

Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Wallohu a’lamu bis showab. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Continue Reading

TRENDING