Taukah Engkau Kebanyakan Para Penghuni Kubur itu Disiksa
Connect with us

Mimbar Islam

Taukah Engkau Kebanyakan Para Penghuni Kubur itu Disiksa?

Published

on

Taukah Engkau Kebanyakan Para Penghuni Kubur itu Disiksa

GENCIL NEWS – Wahai Saudaraku, Taukah Engkau Kebanyakan Para Penghuni Kubur itu Disiksa? Bisa jadi sebentar lagi engkau dalam barisan orang yang mati, tapi kenapakah masih asyik berleha-leha tanpa taubat dan intropeksi diri.

Bisa jadi pada saat ini Malaikat Maut sudah bersiap-siap untuk mencabut nyawamu.

Mengapa engkau tidak juga menangis atas sisa-sisa umur dari kehidupan fana ini?

Berapa banyak orang yang diakhir hidupnya tergelincir dengan melakukan amalan buruk ketika ajal telah datang menjemputnya?

Ketahuilah, semenit yang telah terlewatkan adalah angan-angannya berjuta ruh, supaya mereka bisa beramal dan bertaubat, namun itu semua tidak mungkin bisa terjadi karena sudah terlambat & berada di alam akhirat.

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

كان أكثر أصحاب القبور معذَّبين، و الفائزُ منهم قليل، فظواهر القبور تراب، و بواطنها حسرات و عذاب، ظواهرُها بالتراب و الحجارة المنقوشة مَبْنِيَّات، و في باطنها الدواهي و البَلِيَّات

“Kebanyakan penghuni kubur adalah disiksa, sedangkan yang selamat darinya sangatlah sedikit. Yang tampak dari kuburan adalah tanah, sedangkan yang di dalamnya adalah kerugian (penyesalan) dan siksaan. Tampak dari luar adalah tanah serta batu-batu yang diukir, sedangkan yang di dalamnya adalah musibah dan bencana” (Ar-Ruh hal 229)

Syaikh Mahmud Syakir رحمه الله berkata:

‌‏حرصوا على الحياة وأسباب الحياة؛ فذلوا حتى أماتهم الذل، ولو حرصوا على الموت وأسباب الموت، لعزوا في الحياة الدنيا وفي الآخرة

“Mereka (yaitu kebanyakan manusia) sangat mencintai kehidupan dan sebab-sebab hidup (dengan mengorbankan akhirat), akibatnya mereka terhina sampai mereka mati dalam keadaan hina. Padahal seandainya mereka itu mencintai kematian (di atas kebenaran) dan (juga) sebab-sebab kematian, niscaya mereka pun akan meraih kemuliaan pada kehidupan di dunia dan akhirat” (Jamharah Maqaalaat al-Ustadz Mahmud Syakir II/937) 

WaAllahu ‘Alam. Semoga bermanfaat. (Ustadz Najmi Umar Bakkar)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mimbar Islam

Jangan Pernah Rusak Hati dan Amalmu

Published

on

Jangan Pernah Rusak Hati dan Amalmu

GENCIL NEWS – Jangan Pernah Rusak Hati dan Amalmu. Hati adalah cerminan diri sedangkan amal merupakan bekal untuk akhirat kita. Jangan rusak hatimu dengan sifat burukmu. Dan jangan rusak amalmu dengan rasa banggamu.

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:

الرِيَاءُ ، والعُجبُّ ، والكِبرُ ، والفَخرُ ، والخُيَلاءُ ، والقُنوطُ مِن رَحمةِ اللهِ ، واليَأسُ مِن رُوحِ اللهِ ، والأمنُ مِن مَكرِ اللهِ ، والفَرحُ والسرُورُ بِأذَى المُسلمِين ، والشَمَاتةُ بِمُصِيبَتِهم ، ومَحبَةُ أن تَشِيعَ الفَاحِشَةَ فِيهم ، وحَسدُهم عَلى مَا آتاهُم اللهُ مِن فَضلهِ ، وتَمنِي زَوالُ ذلِكَ عَنهُم :

أشدُّ تَحرِيمًا مِن الزِنَا ، وشُربِّ الخَمرِ ، وغَيرُهمَا مِن الكَبَائِر الظَاهِرَة ، ولا صَلاحُ للقَلب ، ولا للجَسَدِ إلا بِاجتنَابِهَا ، والتَوبَةُ مِنهَا ؛ وإلا فَهو قَلبٌ فَاسِد ..! 

Riya’, ujub, sombong, bangga diri, congkak, putus asa dari rahmat Allah, aman dari makar Allah, senang dan bahagia dengan derita kaum muslimin, senang dengan musibah yang menimpa mereka, suka menyebarkan kekejian diantara mereka, hasad terhadap apa yang Allah berikan keutamaan kepada mereka, berharap hilangnya nikmat tersebut dari mereka:

Lebih dahsyat keharamannya dari zina, minuman keras, dan selainnya dari dosa-dosa besar yang nampak, dan tidaklah ada kebaikan pada hati demikian pula pada jasad kecuali dengan menjauhinya, bertaubat darinya, jika tidak maka itulah hati yang rusak!!

Madarijus Salikin (1/402).

WaAllahu ‘Alam. Semoga kita semua dijauhkan dari rusaknya hati dan amal. Aamiin. (Ust Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy Hafizhahullah)

Continue Reading

Mimbar Islam

Inilah Manfaat Membaca dan Mengikuti AlQur’an

Published

on

Inilah Manfaat Membaca dan Mengikuti AlQuran

Gencil News – Inilah Manfaat Membaca dan Mengikuti AlQur’an. Apa sajakah? Sahabat Nabi yang mulia, Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma pernah berkata:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَاتَّبَعَ مَا فِيْهِ هَدَاهُ اللَّهُ مِنْ ضَلَالَةٍ، وَوَقَاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سُوْءَ الْحِسَابِ.

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengikuti apa yang ada di dalamnya…..

Maka Alloh ta’ala akan memberi petunjuk kepadanya dari kesesatan (yakni akan memberikan hidayah kepadanya setelah tadinya dia sesat, pent.), dan menjaganya dari Hisab (perhitungan amal) yang buruk pada hari kiamat nanti !”

(Al-Jami’ lii Ahkamil Qur’an, 9/1)

Catatan:

Bagi seorang muslim harus mengetahui manfaat membaca AlQuran. Ya, membaca AlQur’an banyak memberikan manfaat karena di dalamnya terdapat petunjuk hidup di dunia. Namun beberapa orang suka merasa malas membacanya. Padahal keutamaan membaca AlQur’an ini luar biasa besar.

Ya, siapa saja yang ingin senantiasa mendapatkan hidayah (petunjuk/taufiq) dari Alloh ta’ala, hendaknya dia selalu bersemangat dalam membaca dan mengambil pelajaran dari Al-Qur’an tersebut. 

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا 

“Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal sholih, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”_ (QS Al-Isro’ : 9)

Alloh ta’ala juga berfirman:

لَّقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَٰتٍ مُّبَيِّنَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS An-Nuur : 46)

Demikianlah manfaat membaca dan mengikuti AlQur’an. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

Dan semoga kita semua termasuk orang-orang yg senang dan diberi kemudahan untuk selalu membaca Al-Qu’ran dan bisa mengambil pelajaran dan nasehat darinya.

Sehingga dengan itu kita selalu mendapatkan hidayah/taufiq dari Alloh ta’ala.

Nas-alulloha al-Hidayah wa at-Taufiq. (Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby)

Continue Reading

Mimbar Islam

Lima Langkah Manusia Meredam Amarah dan Emosi

Published

on

Lima Langkah Manusia Meredam Amarah dan Emosi

Manusia terkadang tak bisa menahan amarah dan emosinya ketika sedang kesal terhadap seseorang. Padahal, marah adalah salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia.

Jika manusia mulai memiliki amarah dan emosi, maka setan akan sangat mudah mengendalikannya.

Seperti Mengutip dari buku “Menjadi Manusia Luhur” karya Arjuna Wibowo, setidaknya ada lima langkah yang bisa meredam emosi.

Pertama, ketika manusia sedang emosi hendaknya segera memohon pertolongan kepada Allah.

Agar terhindar dari godaan hendaknya orang yang emosi segera membaca ta’awudz:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari setan yang terkutuk”.

Kedua, saat sedang emosi sebaiknya langsung diam dan menjaga lisan. Menurut Arjuna, bawaan orang marah adalah berbicara tanpa aturan, sehingga bisa saja dia berbicara sesuatu yang justru mengundang murka Allah.

“Jika kalian marah, berdiamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan Lighairih).

Ketiga, orang yang sedang emosi hendaknya mengambil posisi lebih rendah. Karena, kecenderungan orang marah adalah ingin selalu lebih tinggi.

“Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum hilang, hendaknya dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348), Abdu Daud 4782 dan perawinya shahih oleh Syuaib al-Arnauth).

Keempat, saat sedang emosi hendaknya segera berwudhu.

Hal ini sebagaimana hadits yang artinya: “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa padam dengan air.

Apabila kalian marah, hendaknya berwudhulah”. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784).

Sedangkan langkah kelima, ketika sedang marah seseorang bisa mengingat pesan dari hadits yang diriwayatkan Muadz bin Anas Al-Juhani rashiyallahu anhu, Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi)

Sumber: Republika- Lima Langkah Redam Emosi

Continue Reading

TRENDING