Wahai Orangtua Biasakan Anak Berpakaian sesuai Jenis Kelaminnya
Connect with us

Mimbar Islam

Wahai Orangtua Biasakan Anak Berpakaian sesuai Jenis Kelaminnya

Published

on

Wahai Orangtua Biasakan Anak Berpakaian sesuai Jenis Kelaminnya

GENCIL NEWS – Wahai Orangtua Biasakan Anak Berpakaian sesuai Jenis Kelaminnya. Salah satu kewajiban kita para guru dan orang tua bagi anak-anak kita adalah: menasehati dan membiasakan anak-anak, untuk berpakaian dan berakhlak, sesuai dengan jenis kelamin mereka. 

Artinya, anak laki-laki harus berpakaian yang secara khusus merupakan pakaian yang biasa dipakai anak laki-laki. Demikian pula anak-anak wanita, juga harus berpakaian sesuai pakaian khusus yang biasa dipakai oleh anak-anak wanita. 

Sehingga, keduanya benar-benar bisa dibedakan antara satu dengan yang lainnya.

Disamping itu, nasehatilah pula anak-anak agar tidak berpakaian dengan pakaian-pakaian yang menyerupai pakaian-pakaian orang-orang kafir ataupun orang-orang yang fasiq (ahli maksiat), baik laki-laki maupun wanita. 

Seperti: celana yang sangat ketat, celana yang sobek-sobek atau tercabik-cabik, baju-baju yang menampakkan sebagian aurat, baju-baju yang aneh-aneh modelnya, dan sebagainya. 

Dalam sebuah hadits yang shohih dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu anhuma, dia berkata: 

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” 

(HR. Imam Al-Bukhari no. 5885).

Dalam lafazh Musnad Imam Ahmad disebutkan :

لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki.” 

(HR. Ahmad no. 3151, 5: 243. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Imam Al-Bukhari).

Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki.” 

(HR. Ahmad no. 8309, 14: 61. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, perowinya tsiqoh termasuk perowi Bukhari Muslim selain Suhail bin Abi Sholih yang termasuk perowi Muslim saja).

Dalam hadits yang lainnya, Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

من تشبه بقوم فهو منهم 

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka..” 

(HR Abu Dawud, dengan sanad yang shohih)

Dalil-dalil tersebut di atas menunjukkan:

1.  Larangan bagi kaum laki-laki menyerupai para wanita, atau sebaliknya, baik dalam hal kebiasaan berpakaian, berdandan, berpenampilan, berakhlak atau bertingkah laku, dan sebagainya.

2.  Hukum larangan itu adalah haram, karena pelakunya terancam mendapatkan laknat (didoakan jauh dari rahmat Alloh ta’ala).

3.  Maka seluruh orang tua dan siapapun yang bertanggung jawab dalam pendidikan anak-anak, tidak boleh memakaikan kepada anak-anak pakaian-pakaian dan lainnya, yang tidak sesuai dengan jenis kelamin mereka, karena hal itu akan merusak akhlak mereka, dan menyelisihi syari’at agama kita.

Demikianlah, semoga nasehat yang ringkas ini bermanfaat bagi kita semuanya, barokallohu fiikum. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mimbar Islam

Sedekah Tiap Hari dengan Shalat Dhuha

Published

on

Sedekah Tiap Hari dengan Shalat Dhuha

GENCIL NEWS – Sedekah Tiap Hari dengan Shalat Dhuha. Shalat Dhuha adalah shalat yang sangat di anjurkan dilakukan, waktu nya  dimulai beberapa waktu setelah Matahari terbit sampai Matahari  terik menjelang Shalat dzuhur. Anda bisa melakukan Sedekah tiap hari dengan Shalat Dhuha.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata:

أَوْصاني خليلي صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بثلاثٍ: صيامِ ثلاثةِ أيَّامٍ من كلِّ شهرٍ، وركعتي الضُّحى، وأنْ أُوتِرَ قبل أن أرقُدَ

“Kekasihku ( Rasulullah ﷺ ) mewasiatkan aku tiga perkara: puasa tiga hari di setiap bulan, dua raka’at shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur”  [ HR. Bukhari no. 1178, Muslim no. 721 ]

▪Mengganti sedekah dengan Shalat dhuha 

Dari Abu Dzar, Rasulullah ﷺ bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” [ HR. Muslim no. 720 ]

Shalat dhuha merupakan shalatnya orang-orang yang bertaubat.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.”  [ HR. Muslim ]. 

 Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahumallah dalam Penjelasan Riyadush Shalihin menjelaskan bahwa shalat yang dimaksud adalah sholat Dhuha. Hadits ini juga menjelaskan bahwa waktu paling afdhol untuk melakukan shalat dhuha adalah ketika matahari sudah terik.

Dzikir setelah shalat dhuha

Dari ‘Aisyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ selesai shalat Dhuha beliau mengucapkan,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

“ALLOHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWABUR ROHIIM “

(artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) 

sampai beliau membacanya seratus kali.” 

( HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, )

Doa ini dibaca 100 x selesai sholat dhuha

Allah ﷻ berfirman:

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa ! Sungguh, semua manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih (kebajikan) serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran. [ QS : Al – ‘Ashr :1-3 ]

والله تعالى أعلم

Keutamaan menunjukkan kebaikan :

Dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahal orang yang melakukannya.”  ( HR. Muslim )

َوَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ )  أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

[Bulughul Maram no. 1494]

(Sumber: Rumaysho)

Continue Reading

Mimbar Islam

Nabung Yuk untuk Bisa Berqurban Tahun Ini

Published

on

Nabung Yuk untuk Bisa Berqurban Tahun Ini

GENCIL NEWS – Nabung yuk untuk bisa berqurban tahun Ini karena keutamaan berqurban sangatlah istimewa. Idul Adha, menjadi kesempatan istimewa bagi kaum muslimin. Di hari itu, mereka disyariatkan mengerjakan ibadah tahunan, menyembelih qurban. Untuk itu, nabung yuk untuk bisa berqurban tahun Ini.

Mengapa ini istimewa?

Karena berqurban, merupakan syiar semua penganut agama. Menyembelih hewan, dalam rangka mendekatkan diri kepada tuhannya.

Ketika orang musyrikin memberikan sesajian dengan menyembelih binatang untuk sesembahan mereka, umat islam melakukan amal tandingannya, menyembelih qurban untuk mengagungkan Allah.

Sama-sama menyembelih, namun yang satu mengantarkan pelakunya menuju surga, sementara satunya mengantarkan pelakunya untuk kekal di neraka.

Untuk itulah, sebagai wujud rasa syukur akan janji surga, Allah perintahkan kaum muslimin untuk shalat dan menyembelih qurban. Allah berfirman,

‎إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu telaga al-Kautsar. Karena itu kerjakanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban.” (QS. al-Kautsar: 1 – 2).

Menurut 3 ulama tafsir zaman tabiin, Qatadah, Atha’, dan Ikrimah – ahli tafsir murid Ibnu Abbas –, makna perintah shalat dalam ayat itu adalah shalat id, dan perintah menyembelih adalah menyembelih qurban. (Tafsir al-Qurthubi, 20/218).

Berdasarkan tafsir di atas, kesempatan bagi kita untuk bisa menjalankan perintah dalam ayat ini hanyalah ketika idul adha.

Karena itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menekankan agar umatnya selalu berqurban.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan rezeki, namun tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.”_ (HR. Ahmad 8273, Ibnu Majah 3123, dan sanad hadits  dihasankan al-Hafizh Abu Thohir).

Mulai Menabung dari Sekarang

Anda tentu tidak ingin ketinggalan untuk turut mengamalkan ayat di atas. Berqurban di hari Idul Adha merupakan amal paling mulia.

Saatnya Anda menyisihkan dana untuk bisa membeli hewan qurban. Kurangi pengeluaran yang tidak mendesak. Saatnya merencanakan qurban di hari Idul Adha.

Ketika kita telah bersiap untuk berqurban sejak sekarang. Atau bahkan kita sudah merencanakan untuk membeli hewan qurban, berarti kita telah siaga untuk beramal soleh.

Di saat itulah, kita bisa berharap, semoga Allah memberikan pahala untuk kita sejak sekarang.

Pahala karena siaga beramal…

Pahala karena merencanakan kebaikan.

Sebagaimana orang yang menunggu iqamat shalat di masjid terhitung mendapatkan shalat, karena dia siaga untuk melaksanakan shalat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Kalian akan senantiasa terhitung mengerjakan shalat, selama shalat yang menghalanginya untuk tetap di masjid. Tidak ada yang menghalanginya untuk pulang menemui istrinya, selain shalat. (HR. Bukhari 659 & Muslim 1542).

Iringi dengan Doa

Jangan lupa iringi upaya Anda dengan doa. Terutama bagi Anda yang telah memiliki tekad untuk berqurban meskipun dengan keterbatasan ekonomi. Kita yang lemah tidak bisa beramal tanpa pertolongan dari Allah.

Salah satu doa yang bisa anda rutinkan,

Ya Allah, bantulah kami untuk selalu berdzikir kepada-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah sebaik mungkin kepada-Mu. (HR. Ahmad 22119, Abu Daud 1524 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Semoga Allah memudahkan kita untuk bisa menjalankan ibadah qurban.

Allahu  a’lam.

Continue Reading

Mimbar Islam

Ketahuilah Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan

Published

on

Ketahuilah Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan

Ketahuilah bahwa berwudhu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Oleh karena Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada sahabat-sahabatnya untuk berwudhu.

Dalam buku 24 Jam Belajar Sunnah Nabi oleh Romy Hernadi dan Assyifa S. Arum, haditsnya berbunyi.

“Barang siapa yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, maka akan keluarlah dosa-dosa dari badannya, sampai-sampai ia akan keluar dari bawah kukunya,” (HR Muslim).

Dalam hadits tertulis, ALLAH SWT akan menghapus dosa hamba-Nya bagi siapa saja yang berwudhu.

“Maukah kutunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat menjadi sebab Allah menghapuskan dosa-dosa dan meninggikan derajat?”

mereka para sahabat menjawab, “Tentu saja mau, wahai Rasulullah.”

Maka beliau menjawab, “Yaitu menyempurnakan wudhu dalam kondisi tidak menyenangkan, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu shalat berikutnya sesudah mengerjakan shalat, maka itulah ribath,” (HR Muslim).

Seorang psikiater sekaligus ahli neurology asal Austria, Profesor Leopold Werner von Ehrenfels.

Menemukan pusat-pusat saraf yang paling peka dalam tubuh manusia terdapat pada sebelah dahi, tangan, dan kaki.

Pusat-pusat saraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar, dan memiliki manfaat bagi kesehatan.

Selain itu, manfaat berwudhu yang lain ialah untuk meremajakan kulit dengan cara membasuh dengan mengusap sebagian rambut dan kepala.

Karena sangat baik dalam menjaga tekanan darah, membantu melancarkan aliran darah yang memberi kesegaran.

Manfaat air wudu berikutnya yaitu bisa melembapkan kulit wajah.

Setiap wajah yang basah karena basuhan air wudu, hal ini bisa menjaga agar tetap lembap dan akan membuat wajah kita tetap segar dan bersinar.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING