Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon
Connect with us

Mimbar Islam

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

Published

on

Wahai Para Orangtua Lindungilah Anak-anak dari Gangguan Syaithon

GENCIL NEWS – Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Ketahuilah, bahwa kita para orang tua, sangat dianjurkan dan disunnahkan untuk melindungi anak-anak kita dari gangguan syaithon, baik pada waktu pagi maupun sore ataupun malam hari. 

Hal itu bisa kita lakukan, misalnya dengan membaca Al-Mu’awwidzaat (yakni ayat-ayat yang isinya memohon perlindungan kepada Alloh, seperti Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas), lalu ditiupkan ke telapak tangan, kemudian diusapkan kepada anak kita sebanyak tiga kali. 

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika beliau sakit, beliau melakukan perbuatan seperti tersebut di atas, lalu beliau mengusap kepalanya dan seluruh tubuhnya. 

Dalam As-Shohihain, dari Aisyah rodhiyallohu anha, dia berkata : “Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, apabila beliau sakit beliau meniup dirinya sendiri dengan bacaan Al-Mu’awwidzaat, lalu beliau mengusapkannya pada badannya.”_ (HR *Imam Al-Bukhori (HR *Imam Al-Bukhori* ( Fathul Bari, 9/62), dan Imam Muslim (Syarh An-Nawawi, 14/183) )  

Dan terkadang beliau shollallohu alaihi wa sallam melakukan hal itu juga, ketika beliau hendak tidur malam. 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah rodhiyallohu anha : 

“Bahwasannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam ketika akan tidur di pembaringannya, maka beliau meniup pada telapak tangannya, dan beliau membaca Al-Mu’awwidzaat, lalu diusapkan kepada seluruh tubuhnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya itu.” (HR Imam Al-Bukhori (Fathul Bari), 6/408)

Cara lainnya, adalah dengan membacakan doa untuk anak-anak kita, memohon perlindungan kepada Alloh ta’ala agar anak-anak kita dijauhkan dari gangguan syaithon. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam terhadap kedua cucu beliau, Al-Hasan dan Al-Husain rodhiyallohu anhuma. 

Sebagaimana disebutkan di dalam hadits Ibnu Abbas rodhiyalohu anhuma, dia berkata: 

“Nabi shollallohu alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk Al-Hasan dan Al-Husain, dan beliau bersabda : “Sesungguhnya bapak kalian berdua (maksudnya adalah Nabi Ibrohim alaihis salam) pernah memohonkan perlindungan untuk putra beliau, yakni Isma’il dan Ishaq, (dengan mengucapkan doa):

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna, dari semua syaithon dan dari hammah (binatang yang berbisa/beracun), dan dari semua pandangan mata yang jahat.” (HR Imam Al-Bukhori ( Fathul Bari), 6/408)       

Dalil-dalil itu semua menunjukkan, sangat dianjurkan dan disunnahkan bagi kita semua, untuk berdoa memohon perlindungan diri dari semua kejelekan, baik untuk diri kita ataupun untuk anak-anak kita yang masih kecil.

Wahai para orangtua lindungilah anak-anak dari gangguan syaithon. Wallohu a’lamu bis showab. (Tim Guru TKIT AL-HIKAM Surabaya)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mimbar Islam

Inilah Manfaat Membaca dan Mengikuti AlQur’an

Published

on

Inilah Manfaat Membaca dan Mengikuti AlQuran

Gencil News – Inilah Manfaat Membaca dan Mengikuti AlQur’an. Apa sajakah? Sahabat Nabi yang mulia, Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma pernah berkata:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَاتَّبَعَ مَا فِيْهِ هَدَاهُ اللَّهُ مِنْ ضَلَالَةٍ، وَوَقَاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سُوْءَ الْحِسَابِ.

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengikuti apa yang ada di dalamnya…..

Maka Alloh ta’ala akan memberi petunjuk kepadanya dari kesesatan (yakni akan memberikan hidayah kepadanya setelah tadinya dia sesat, pent.), dan menjaganya dari Hisab (perhitungan amal) yang buruk pada hari kiamat nanti !”

(Al-Jami’ lii Ahkamil Qur’an, 9/1)

Catatan:

Bagi seorang muslim harus mengetahui manfaat membaca AlQuran. Ya, membaca AlQur’an banyak memberikan manfaat karena di dalamnya terdapat petunjuk hidup di dunia. Namun beberapa orang suka merasa malas membacanya. Padahal keutamaan membaca AlQur’an ini luar biasa besar.

Ya, siapa saja yang ingin senantiasa mendapatkan hidayah (petunjuk/taufiq) dari Alloh ta’ala, hendaknya dia selalu bersemangat dalam membaca dan mengambil pelajaran dari Al-Qur’an tersebut. 

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا 

“Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal sholih, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”_ (QS Al-Isro’ : 9)

Alloh ta’ala juga berfirman:

لَّقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَٰتٍ مُّبَيِّنَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS An-Nuur : 46)

Demikianlah manfaat membaca dan mengikuti AlQur’an. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

Dan semoga kita semua termasuk orang-orang yg senang dan diberi kemudahan untuk selalu membaca Al-Qu’ran dan bisa mengambil pelajaran dan nasehat darinya.

Sehingga dengan itu kita selalu mendapatkan hidayah/taufiq dari Alloh ta’ala.

Nas-alulloha al-Hidayah wa at-Taufiq. (Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby)

Continue Reading

Mimbar Islam

Lima Langkah Manusia Meredam Amarah dan Emosi

Published

on

Lima Langkah Manusia Meredam Amarah dan Emosi

Manusia terkadang tak bisa menahan amarah dan emosinya ketika sedang kesal terhadap seseorang. Padahal, marah adalah salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia.

Jika manusia mulai memiliki amarah dan emosi, maka setan akan sangat mudah mengendalikannya.

Seperti Mengutip dari buku “Menjadi Manusia Luhur” karya Arjuna Wibowo, setidaknya ada lima langkah yang bisa meredam emosi.

Pertama, ketika manusia sedang emosi hendaknya segera memohon pertolongan kepada Allah.

Agar terhindar dari godaan hendaknya orang yang emosi segera membaca ta’awudz:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari setan yang terkutuk”.

Kedua, saat sedang emosi sebaiknya langsung diam dan menjaga lisan. Menurut Arjuna, bawaan orang marah adalah berbicara tanpa aturan, sehingga bisa saja dia berbicara sesuatu yang justru mengundang murka Allah.

“Jika kalian marah, berdiamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan Lighairih).

Ketiga, orang yang sedang emosi hendaknya mengambil posisi lebih rendah. Karena, kecenderungan orang marah adalah ingin selalu lebih tinggi.

“Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum hilang, hendaknya dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348), Abdu Daud 4782 dan perawinya shahih oleh Syuaib al-Arnauth).

Keempat, saat sedang emosi hendaknya segera berwudhu.

Hal ini sebagaimana hadits yang artinya: “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa padam dengan air.

Apabila kalian marah, hendaknya berwudhulah”. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784).

Sedangkan langkah kelima, ketika sedang marah seseorang bisa mengingat pesan dari hadits yang diriwayatkan Muadz bin Anas Al-Juhani rashiyallahu anhu, Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi)

Sumber: Republika- Lima Langkah Redam Emosi

Continue Reading

Mimbar Islam

Hikmah Berwakaf yang menjadi Amalan Terbaik Dunia

Published

on

Berwakaf, Amalan Dunia yang Baik menurut Rasulullah

Hikmah Berwakaf adalah menahan harta untuk kepentingan umum tanpa mengurangi nilai harga. Ketahuilah bahwa berwakaf adalah amalan terbaik dunia dari Rasulullah.

Wakaf berdasarkan jenis harta terbagi atas dua kelompok benda bergerak dan satu benda tidak bergerak.

Yang termasuk benda bergerak adalah wakaf berupa uang tunai dan benda yang bisa berpindah, seperti air, bahan bakar minyak, surat berharga, dan hak atas benda bergerak lainnya.

Sedangkan untuk kelompok benda tidak bergerak adalah wakaf tanah, yakni berupa hak atas tanah, bangunan, rumah, benda yang berhubungan dengan tanah, dan benda tidak bergerak lainnya.

Selanjutnya, menurut Espacito salah seorang ahli hukum Islam, wakaf yang pertama kali ialah bangunan suci Ka’bah Makkah.

Berdasarkan firman Allah dalam Surah Ali Imran [3] ayat 96;

Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekkah) yang terbekahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam”.

Maka, Bakkah atau Mekkah merupakan rumah ibadah pertama manusia.

Menurut sebagian ulama, yang pertama kali melaksanakan wakaf adalah Rasulullah SAW. yaitu wakaf tanah miliknya untuk pembangunan masjid.

Sebagian lagi menyebutkan Umar bin Khatab r.a yang pertama kali berwakaf.

Umar bin Khatab r.a mewakafkan tanahnya di Khaibar. Ketika pertama kali memperoleh sebidang tanah tersebut, beliau menghadap Rasulullah saw untuk minta petunjuk.

Rasulullah saw mengatakan, “Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya)

Hukum wakaf ialah sunnah. Namun, Rasulullah saw sangat menganjurkan syariat yang berdampak besar bagi peradaban.

Pahala wakaf akan terus mengalir, walaupun orang yang berwakaf (muwakif) sudah meninggal dunia.

Rasulullah saw bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim).

Menurut Imam al-Suyuti, seorang ulama yang hidup pada tahun 911 H, ada 10 amal yang pahalanya terus menerus mengalir.

Kesepuluh amalan tersebut adalah:

Ilmu yang bermanfaat, doa anak shalih, sedekah jariyah (wakaf), menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan, mewakafkan buku, kitab atau Al Qur’an, berjuang dan membela tanah air, membuat sumur, membuat irigasi, membangun tempat penginapan bagi para musafir, dan membangun tempat ibadah dan belajar.

Selain itu, ada wakaf yang pahalanya rumah di surga, yakni wakaf membangun masjid.

Rasulullah saw bersabda,”Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga.” (H.R Bukhari dan Muslim).

Continue Reading

TRENDING