Connect with us

Inspirasi

Ritual Minum Kopi dan Kesehatan

Published

on

 

Gencil.News Riset mengukuhkan bahwa kopi adalah minuman menyehatkan. Tetapi tidak demikian halnya dengan beberapa kebiasaan lain yang terkait ritual minum kopi.

Anda penyuka  kopi ? Kalau suka berarti kita sama. Walaupun ada yang tidak suka,  mungkin pernah icip – icip.

Rasa dan aroma kopi yang khas telah menjadikan kopi ini minuman favorit . Bagi pecinta kopi , ngopi bukan hanya sekedar aktivitas biasa tapi sudah menjadi gaya hidup atau prioritas.

Ngopi sudah menjadi tren dan gaya hidup di Indonesia. Semua kalangan masyarakat gemar melakukan “ritual” yang satu ini. Setiap kelas masyarakat pun punya cara tersendiri dalam menikmati minuman pahit berkafein ini.

 

 

Gencil Audio

https://soundcloud.com/user-448538144/ritual-minum-kopi-dan-kesehatan

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Inspirasi

Berikut 10 Fakta Unik Dunia Yang Anda Perlu Ketahui

Published

on

Bel Pintu Berkamera Semakin Populer

Dibalik kehidupan yang beragam ini terselip berbagai fakta yang mungkin belum kita ketahui. Entah itu, sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan, peristiwa yang aneh dan membingunkan dan masih banyak lagi.

Barangkali, kamu sudah sering membaca beberapa fakta unik di dunia yang begitu mengagumkan. Untuk menambah wawasanmu tentang fakta dunia yang mencengangkan, simak ulasan nya berikut ini.

  • Dokter ajaib berusia 7 tahun

Akrit Jaswal, bocah kecil dari India ini memang pantas dijuluki sebagai anak terpandai di dunia. Di mana anak seusianya baru bisa membaca, Akrit justru sudah berhasil jadi dokter.

Tentu saja sulit mempercayai kenyataan ini, namun di saat ia masih kecil, salah seorang temannya mengalami luka bakar hingga tangannya tak dapat dibuka.

Akrit pun berinisiatif melakukan pembedahan hingga tangan temannya itu bisa kembali dibuka seperti sedia kala. Setelahnya, Akrit tercatat sebagai dokter termuda di dunia. Ia bahkan diterima di universitas saat usianya masih 11 tahun.

  • Usia anak di hitung sejak dalam kandungan

Bagi penggemar Korea, udah tahu belum sih kalau di negara tersebut sepakat menghitung usia seseorang sejak dalam kandungan?

Ya, berbeda dengan Indonesia atau negara lainnya yang menghitung usia sejak lahir ke dunia, Korea justru menganggap kalau bayi yang baru lahir itu sudah berusia sembilan bulan. Kalau dibandingkan dengan kebiasaan kita saat menghitung usia, bedanya nyaris satu tahun.

  • Negara Terluas Di Dunia

Luas wilayah Rusia ini sama dengan seperdelapan daratan Bumi, Luas wilayah Rusia mencapai 17.075.400 kilometer persegi. Wilayah Rusia membentang dari timur Benua Eropa hingga utara Benua Asia. pantas saja kalau Rusia dijuluki negara paling besar di dunia!

Selain punya wilayah yang luas, Rusia juga punya cadangan mineral dan sumber daya energi yang paling banyak.

  • Paru adalah organ tubuh manusia yang dapat mengapung di air

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa paru-paru manusia memiliki luas permukaan yang setara dengan lapangan tenis. Selain itu, yang lebih menarik, ternyata paru-paru adalah satu-satunya organ tubuh yang dapat mengapung di air

  • Setahun di Pluto sama dengan 248 tahun di Bumi

Semenjak Pluto ditemukan pada tahun 1930 hingga ditetapkan sebagai planet, ia belum pernah berotasi sama sekali.

Bahkan, setelah dinyatakan bukan lagi sebuah planet, Pluto belum juga melakukan rotasi penuhnya. Sehingga, jika diperkirakan, satu kali rotasi atau setahun di Pluto menghabiskan waktu 248 tahun di Bumi

  • Bentuk peta dunia seperti seorang kucing yang sedang bermain bola

ika kalian melihat bumi melalui globe, pasti fenomena ini tak akan pernah kalian temukan. Namun, coba bukalah atlas sekarang, melalui peta dalam benda datar, kita bisa menggambarkan garis yang menghubungkan seluruh pulau di dunia. Garis tersebut akan membentuk sebuah gambar kucing yang sedang bermain bola. Lebih parahnya lagi, bola tersebut adalah benua Australia.

  • Otak Manusia Tidak Bisa Istirahat Saat Tidur Sambil Mendengarkan Musik

Mayoritas manusia di dunia tak bisa hidup tanpa musik, bahkan beberapa di antaranya juga senang mengenakan headsetketika hendak pergi tidur. Namun, apakah anda tahu bahwa ketika sedang mendengarkan musik otak manusia akan lebih aktif? Sehingga, jika kalian mendengarkan musik ketika tidur, otak kalian tidak bisa istirahat. Alhasil, bangun-bangun di pagi hari bukannya malah segar, kalian akan merasa capek karena tak bisa beristirahat total

  • Nama Tempat Terpanjang Di Dunia Memiliki 85 Huruf.

Orang-orang yang tinggal di Mamungkukumpurangkuntjunya Hill, Australia, perlu sedikit kesabaran dalam belajar mengeja nama kota asal mereka. Tapi tahukah Anda? Begitu juga orang-orang dari Lake Chargoggagoggman-chauggagoggchaubunagungamaugg di Massachusetts dan Tweebuffelsmeteen-skootmorsdoodgeskietfontein, Afrika Selatan.

Tak satu pun dari mereka bisa dengan baik ketika mencatat alamat mereka, seperti penduduk Taumatawhakatangihanga-koauauotamateaturipukakapikimaung-ahoronukupokaiwhenuakitanatahu, Selandia Baru.

  • Kepulauan Diomede yang memiliki perbedaan 23 jam antar pulau

terletak di antara Rusia dan AS Kepulauan Dimode ini sangat menarik, adanya perbedaan waktu antar pulau adalah 23 jam yang mana jarak antar pulau tersebut hanya 2,4 mil.

Hal ini dikarenakan Kepulauan Diomede dilintasi oleh garis waktu. Sehingga jika pada bagian Barat garis bertanggal 19 Januari maka pada bagian Timur garis bertanggal 18 Januari

  1. Pola Lidah Tiap Orang Unik

Layaknya sidik jari, lidah juga sebenarnya memiliki pola yang unik untuk masing-masing manusia. Pola unik tersebut terdapat pada pola benjolan yang ada di permukaan lidah.

Tidak seperti pola sidik jari yang dapat berubah akibat luka luar, pola lidah cenderung sama. Hal ini dikarenakan lidah terlindungi di dalam mulut.

Continue Reading

Inspirasi

Susah Nggak Ya: Menggalakkan Hobi Baca Buku Saat Pandemi

Published

on

Susah Nggak Ya Menggalakkan Hobi Baca Buku Saat Pandemi

GENCIL NEWS – Susah Nggak Ya meliput bagaimana menggiatkan kegemaran membaca di masa pandemi, termasuk cara meminjam buku di perpustakaan dengan metode baru.

Continue Reading

Inspirasi

Kuwas Pontianak Menjelajah Kota, Menjaga Sejarah

Published

on

kuwas9
“Dalam kopi, ada revolusi, dan cinta yang tak pernah mati.”

Begitu salah satu frasa bikinan Agus Noor dalam cerpennya yang berjudul “Kopi dan Cinta yang Tak Pernah Mati” (2015).

Agaknya, hal itu pula yang bisa dilihat dari awal terbentuknya Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas) Pontianak.  Berawal dari diskusi hangat di Warung Kopi, tentang cinta dan keprihatinan mereka akan kelestarian sejarah kota, komunitas ini digagas.

Sebuah revolusi, dengan tagline “Menjelajah Kota, Menjaga Sejarah”, para peminat sejarah berkumpul. Kesan ‘kuno’, ‘kaku’, dan ‘ketinggalan zaman’ yang melekat pada pelajaran sejarah di sekolah-sekolah, yang seringkali hanya diajarkan dengan hafalan nama, tanggal, tahun, tanpa memahami kisah suatu peristiwa sejarah muncul, mereka enyahkan.

Konsep wisata sejarah yang bukan sekadar jalan-jalan, namun pelesir tanpa akhir. Sebab, mereka yang turut serta dalam trip, tidak hanya akan diajak keliling kota, mengunjungi gedung-gedung tua, namun juga dengan cerita, kisah di balik setiap peristiwa. Yang bukan hanya akan hidup, namun juga tinggal di kepala.

“Kegiatan kita berupa wisata sejarah, sebagai pintu masuk untuk melihat, serta mempelajari sejarah kota, beserta peninggalan-peninggalannya, agar tetap dijaga, dan lestari,” pegiat Kuwas Pontianak, Haris Firmansyah.

Nama Kuwas sendiri tidak dipilih serampangan. Mereka tahu betul bagaimana sejarah dicipta dan dilestarikan.

Kuwas, memiliki makna sebagai alat untuk melukis atau mengecat. Di mana dalam sepak terjangnya, mereka ingin menuliskan, melukiskan, mewarnai sejarah mereka sendiri, tentu dengan keindahan dan nilai-nilai sesuai tatanan.

Kuwas di sisi lain, juga digunakan dalam melakukan ekskavasi untuk membersihkan material yang menutupi benda bersejarah.

Dengan semangat itu, diharapkan Kuwas mampu menjadi salah satu penggerak, dalam membersihkan sejarah, memolesnya untuk kembali diingat.

Sebab, tak akan berarti teriakan “Jas Merah” Bung Karno, bila tak ada orang yang bergerak, membawa toa menjumpai telinga.

“Kalau pembelajaran sejarah yang kaku dan cenderung menoton terus berlanjut, minat masyarakat juga akan demikian, padahal ada banyak gempuran globalisasi dari luar yang harus kita selaraskan dengan sejarah kita berasal,” sebutnya.

Trip pertama, 19 Oktober 2014 silam, didaulat pula menjadi hari berdirinya Kuwas. Saat itu, dari yang semula diperkirakan hanya akan diikuti lima belas peserta, nyatanya, lebih dari tiga puluh orang, berpelesir bersama, belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan.

Trip pertama waktu itu jalan ke Kota Lama Kolonial Belanda, di antaranya Gedung Bank Indonesia, Kantor Pos Lama, di dekat Alun-Alun Kota,” ucap Haris sambil mengingat.

Hingga kini, Kuwas masih tetap eksis dalam memberikan wisata sejarah yang edukatif dan menyenangkan.

Semua kalangan yang ingin ikut tualang ke masa lalu, hanya perlu mendaftar dan datang ke meeting point yang ditentukan, sebelum trip berjalan. Informasi kegiatan mereka, bisa dilihat di laman Facebook dengan nama Kuwas Pontianak.

Setiap hendak mengadakan trip, para ‘dedengkot’ Kuwas selalu mempersiapkan tema terlebih dahulu. Beberapa trip yang pernah dilakukan misalnya tema Kepala Naga di Pesisir Sungai Kapuas, Dari Nol Kilometer ke Nol Derajat, Bersyair di Sungai Kapuas, Koempoel di Keboen Sajoek, dan masih banyak lainnya.

Sebagai contoh, dalam Bersyair di Sungai Kapuas, para peserta diajak mengendarai sampan bermotor, menyusuri sungai Kapuas menuju Tembelan Sampit, mengunjungi Rumah Syair Lestari binaan Abdul Malik, salah seorang penyair Melayu legendaris Pontianak.

Setelahnya, bersama Abdul Malik, rombongan menuju Kampung Saigon. Di tengah perjalanan melintasi sungai, tubuh peserta dibuat berkidik, kebanyakan dari mereka takjub saat Abdul Malik mulai melantunkan satu-dua syair andalan.

Mendengar langsung syair Melayu di tengah sunyi sungai, menjadi pengalaman luar biasa yang tak mudah dilupakan.

Biasanya, kegiatan Kuwas akan dilaksanakan pada minggu ketiga setiap bulan. Kegiatannya pun tidak hanya wisata sejarah, namun juga bedah buku-buku yang berhubungan dengan masa lalu kota. (*)

Continue Reading

TRENDING