7 Pahlawan Kemerdekaan dari Pulau Borneo – Gencil News
Connect with us

Tokoh

7 Pahlawan Kemerdekaan dari Pulau Borneo

Published

on

7 Pahlawan Kemerdekaan dari Pulau Borneo

GENCILNEWS – Negara yang besar adalah negara yang menghargai jasa pahlawannya, begitulah titah Bung Karno selaku bapak proklamator dan founding fat her Indonesia. Namun selama ini kebanyakan dari kita hanya mengenal pahlawan-pahlwan nasional yang terkenal saja, seperti Cut Nyak Dien, Imam Bonjol, Antasari, ataupun Christina Martha Tiahahu.

Peran mereka dalam bergelirya melawan penjajah memang sudah tidak diragukan. Kisah mereka terkenal dan tertuang di dalam buku-buku sejarah pelajaran sekolah. Namun, selain pahlawan-pahlawan tersebut, tetap ada pahlawan-pahlawan lain yang jasanya tidak kalah penting dalam merebut kemerdekaan. Dan berikut ini, adalah pahlawan-pahlawan pejuang kemerdekaan dari Kalimantan Barat yang kisahnya tidak banyak diketahui orang-orang.

pahlawan pontianak

Al Habib Hamid II (foto house -shine)

1. Al Habib Hamid II
Mungkin namanya terasa asing di teling anda, tapi jasanya pasti anda kenal. Pria berkharisma yang pada zamannya dikenal dengan nama Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie ini adalah pencetus lambang negara kita, Sang Garuda. Ia juga merupakan salah satu delegasi Konfrensi Meja Bundar yang digelar di Den Haag, Belanda yangmana saat itu beliau menjadi salah satu wakil negara buatan Belanda.
Beliau terkenal sebagai orang yang cerdas, sepantaran dengan Bung Karno, Bung Hatta, dan oran-orang penting pada zamannya. Ia juga merupakan orang pertama yang menempuh pendidikan di Akademi Militer Belanda dan menjadi ajudan Ratu Julliana dengan pangkat terakhir mayor jendral.
Sayangnya, beliau diduga memiliki peran pada pertistiwa Westerling sehingga ia harus menjalani hukuman penjara selama 16 tahun. Karena peristiwa itu pula lah, namanya kerap kali dihapuskan pada buku-buku yang mencantumkan daftar nama pahlawan asal borneo.

2. Abdul Kodir
Kepala pemerintahan Melawi pada tahun 1845 yang menyandang gelar Raden Temenggung itu adalah ahli siasat nan cerdas dan berbakat. Beliau bisa tetap menyatu dengan rakyatnya sekaligus bermuslihat dengan pihak Belanda sampai akhirnya beliau dapat membangung sepasukan lengkap bersenjata yang anti-Belanda. Dengan semua hadiah dan gelar yang dijanjikan oleh pemerintahan Belanda supaya Raden Temenggung ini mau melunakkan sikapnya, Abdul Kodir tetap tegar pada pendiriannya membela ibu pertiwi.

Beliau memang bukan petarung garis depan, namun beliau adalah ahli siasat perang nan hebat dan penuh perhitungan. Beliau berhasil memporak poradakan semua rencana penyerangan yang disusun oleh Belanda dengan kelihaiannya memanfaatkan posisinya sebagai pemimpin Melawi. Meski pada akhirnya Belanda mengetahui siasat Abdul Kodir dan memenjarakannya di banteng Belanda yang kokoh, Abdul Kodir sudah menyumbangkan banyak jasanya dalam memperjungkan kemerdekaan Indonesia.

 

 

3. J.C Oevaang Oeray
Jika sekilas mendengar namanya, anda mungkin akan mengira bahwa beliau ini bukanlah orang Indonesia. Namun siapa sangka, J.C Oevaang Oeray ini adalah pejuang asli Indonesia yang sangat gigih dalam meperjuangkan kemerdekaan. Terlihat dari kegigihannya dalam menempuh pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Guru, Sekolah Seminari Nyarumkop, bahkan sekolah pastor pernah ia jalani, meskipun pada akhirnya ia tidak menyelesaikan pendidikannya di sekolah pastor.

J.C Oevaang Oeray ini aktif menyumbangkan pendapat dan pandangannya kepada masyarakat luas, hingga pada akhirnya masyarakat dapat melihat bakat kepemimpinan di dalam dirinya. J.C Oevaang Oeray menjadi bagian dari pemerintahan masa itu, sampai akhirnya Belanda datang dan mengganti sistem pemerintahan untuk menjauhkan rakyat dari pemerintahan nasional. J.C Oevaang Oeray bersama beberapa orang pejuang dari Kalimantan terus beusaha mengembalikan system pemeintahan Indonesia seperti seharusnya. Perjuangan mereka tidak sia-sia, J.C Oevaang Oeray dan teman-teman seperjuangannya turut merasakan detik-detik kemerdekaan Indonesia. Bahkan setelah itu, J.C Oevaang Oeray diangkat menjadi Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Barat. J.C Oevaang Oeray terus mengabdikan dirinya di bidang pemerintahan sampai akhir hayatnya pada tahun 1986.

4. Rahardi Oesman
Pria berperawakan tinggi, tegap, dan berkacamata ini adalah salah satu pahlawan nasional asal Kalimantan barat yang memiliki kecakapan dan kecerdasan setara dengan orang eropa pada masa itu. Lulus dari sekolah ELS, yangmana adalah sekolah Belanda yang mengizinkan anak-anak pribumi untuk mengenyam pendidikan di dalamnya, lelaki berlatar belakang keluarga terhormat yang memiliki nama di bidang percetakan ini melanjutkan sekolahnya ke kota Jakarta, dimana ia pertama kali mengikuti organisasi bertaraf nasional, Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).

Kemudian, beliau melanjutkan pendidikannya ke sekolah kedoteran yangmana sekarang adalah fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Sebagai mahasiswa, ia mulai mengikuti jejak orang tuanya dengan berperan di bidang media. Beliau berabung dalam Angkatan Pemuda Indonesia yang kemudia berperan dalam penyebaran informasi terkait kemerdekaan ke seluruh Indonesia melalui studio yang selalu diawasi secara ketat oleh pemerintah jepang. Tak hanya melalui siaran udara, Rahardi Oesman bahkan mengupayakan kembali ke kampong halamannya di Kalimantan Barat untuk mengabarkan secara langsung kemerdekaan Indonesia dengan berkedok sebagai anggota Palang Merah Indonesia. Jasanya tak hanya sampai disana, beliau bahkan salah satu pencetus dan pengupaya terbentukanya Tentara Keamanan Rakyat yang bertugas menjaga kemerdekaan Indonesia.

 

ali anyang (foto mister pangalayo)

5. Ali Anyang
Jika Rahardi Oesman mengharumkan nama Kalimantan barat dengan melebarkan kiprahnya di pusat negeri, Ali Anyang berjuang mengorbankan darah dan keringatnya di tanah kelahirannya langsung, pontianak. Ali Anyang adalah salah satu penggerak masyarakat Kalimantan barat untuk berperang melawan Belanda yang berusaha merebut kembali Indonesia khususnya daerah Kalimantan. Ali Anyang adalah pemimpin pemberontakan terhadap pemerintah Belanda yang sempat berhasil membangun kembali kuasanya setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan. Dengan menyerbu gudang-gudang persenjataan dan gudang makanan musuh, Ali Anyang menjadikan dirinya target palin dicari Belanda. Bahkan pemerintah Belanda menciptakan sayembara seharga 25.000 gulden bagi siapa saja yang dapat menyerahkan Ali Anyang. Ali anyang dan pasukannya bahkan harus mundur sampai ke hutan-hutan untuk mempertahankan diri. Setelah beberapa kali pertempuran, akhirnya Ali Anyang dapat hidup dengan tenang dan berkeluarga setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Ia bahkan pernah menduduki kursi ketua DPRD di daerah Singkawang.

6. Siradj Sood
Lelaki pejuang dari Sambas, Kalimantan barat ini adalah salah satu pejuang borneo yang memiliki darah keturunan muslim nan kental. ibundanya adalah Hajjah Zaenab, dan Ayahandanya adalah Haji Sood, yangmana adalah penasehat perekonomian dan perdagangan di kerajaan Sambas.

Siradj Sood adalah pembentuk organisasi Persatuan Bangsa Indonesia Sambas atau yang kemudian dikenal dengan nama Perbis. Organisasi Perbis ini dibentuk sekitar 2 bulan setelah proklamasi kemerdekaan dalam rangka menyebarluaskan kabar kemerdekaan di daerah sambas yang masih dijaga ketat oleh polisi Belanda. Bahkan, komandan polisi Belanda saat itu mengajak Siradj Sood untuk melakukan kerjasama menjalankan pemerintahan Belada di sambas.

Permintaan tersebut pastinya ditolak mentah-mentah oleh seluruh anggota organisasi, yangmana akhinya berujung pada pengawasan ketat oleh pemerintah Belanda. Saat akhirnya Perbis melakukan parade kemerdekaan, mereka mendapati bendera merah-putih-biru kebanggan Belanda berkibar di Kantor Kontrolir Sambas. Dengan emosi yang meluap-luap, masyarakat menarik turun bendera Belanda dan merobek bagian birunya sebelum kemudian dikibarkan lagi dengan pekikan “merdeka! Merdeka! Merdeka!” yang mengiringi.

Saat seorang anggota Perbis hendak mengibarkan bendera merah putih, tentara Belanda menembaki pejuang tersebut hingga tewas. Siradj Sood segera berlari untuk merebut bendera merah putih tersebut supaya tidak jatuh dan terinjak di tanah.

Karena perbuatannya yang gagah berani, Siradj Sood mendapatkan banyak luka tembak yang mengharuskan dirinya berpura-pura mati untuk menghindari serangan lanjutan Belanda.

Perjuangannya tidak sia-sia, setelah berpura-pura tewas, Siradj Sood diselamatkan oleh warga setempat dan semua luka di dalam dirinya berhasil diobati. Dengan adanya tragedi tersebut,semangat juang masyarakat Sambas kontan berkobar dan berakhir dengan keruntuhan Belanda di wilayah tersebut

 

7. Utin Patimah
Utin patimah adalah seorang pejuang kemerdekaan wanita yang berperang melawan pemerintahan jepang di pontianak pada ahun 1943.

Ia memimpin perjuangan kaum Dayak pedalaman yang didukung oleh masyarakat asli hutan yang sudah muak dengan pemerintahan jepang nan semena-menaTidak banyak yang tahu tentang Palawan wanita satu ini. Pun referensi tentang perjuangannya sangat terbatas yang diabadikan.

Namun, jasa dan perjuangan wanita satu ini patut dikenang da dijadikan pelajaran untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Tokoh

Harry Lim, Warga Indonesia yang Jadi Produser Jazz di Amerika

Published

on

Harry Lim, Warga Indonesia yang Jadi Produser Jazz di Amerika
Harry Lim, warga Indonesia yang jadi "Produser Jazz" di Amerika (Courtesy: Charles Peterson (fotographer)).
Tidak banyak yang tahu, di kalangan penggemar musik jazz di Indonesia sekalipun, bahwa pernah ada orang asal Indonesia yang berperan sebagai produser musik jazz terkemuka di Amerika.

Gencil News – VOA – Harry Lim tiba di Amerika pada tahun 1939. Di dalam dokumentasi mengenai dirinya, dia digambarkan sebagai orang yang ramah, tulus, dan senang bergaul. Akibatnya, dia secara cepat diterima dalam dunia jazz Amerika.

Harry Lim dilahirkan pada 23 Februari 1919 di Jakarta. Masa kanak-kanak dan remaja dijalaninya di Indonesia dan Belanda. Pada tahun 1938 dia mengelola sebuah program musik jazz di radio di Jakarta. Dia juga mendirikan the Batavia Rhythm Club, entitas yang mempromosikan musik jazz melalui film dan seminar. Selain itu, dia menerbitkan majalah bernama Swing: de Officieel Orgaan van de Batavia Rhythm Club, dan berperan sebagai redakturnya serta bertanggung jawab atas pendanaannya.

VOA mewawancarai Alfred Ticoalu, peneliti, penulis musik, khususnya jazz, dan pengelola Arsip Jazz Indonesia. Tentang Harry Lim, dia mengungkapkan, “Dia (Harry Lim) mulailah membuat acara konser jazz di downtown Chicago di Hotel Sherman. Dia kerja sama bareng promotor-promotor jazz di Chicago juga, dan mulailah di situ dia mulai dikenal sebagai promotor atau produser konser jazz.”

Pada awal karirnya di Amerika, Harry Lim berhasil memproduksi sesi-sesi jazz dengan sederetan musisi jazz kondang, terutama yang berirama swing.

Dari kiri ke kanan: Hot Lips Page (trumpet), Harry Lim, Clyde Newcombe (bass), Billie Holiday (vocal) (Courtesy: fotografer Charles Peterson).
Dari kiri ke kanan: Hot Lips Page (trumpet), Harry Lim, Clyde Newcombe (bass), Billie Holiday (vocal) (Courtesy: fotografer Charles Peterson).

Dua tenor saxophonist jazz terkenal, Lester Young dan Coleman Hawkins, yang sudah tidak asing lagi dalam dunia jazz Amerika.

Musik mereka termasuk yang diproduseri Harry Lim, seperti dikatakan Alfred Ticoalu, “Lester Young itu salah satu pionir tenor saxophone di dunia jazz, di era swing, merupakan salah satu originator style tenor saxophone. Dan ada juga Coleman Hawkins, salah satu pionir lagi tenor saxophone jazz yang sangat ternama. Itu salah satu yang direkam Harry juga. Banyak sekali nama yang dia rekam, luar biasa memang.”

Dari penelitian yang dilakukannya, Alfred Ticoalu menyimpulkan, Harry Lim adalah sosok idealis, sangat mencintai jazz, dan mencurahkan seluruh hidupnya untuk jazz.

“Yang membuat menarik adalah bagaimana, kok tiba-tiba ada Tionghoa peranakan yang lahir di Batavia, atau Jakarta sekarang, bisa nyasar sampai ke United States of America dan memiliki andil yang luar biasa, cukup besar di dunia musik jazz,” ungkap Alfred.

Complete Box Set Keynote Records yang dirilis ulang tahun 1986 (Courtesy: Koleksi Alfred Ticoalu).
Complete Box Set Keynote Records yang dirilis ulang tahun 1986 (Courtesy: Koleksi Alfred Ticoalu).

Diwawancarai secara terpisah, sejarawan Didi Kwartanada, mengungkapkan, “Ternyata seorang Javanese Jazzman ini luar biasa, karena selama ini kalau kita baca literatur mengenai jazz itu sangat Amerika sentrik ya, kita bicara tentang komponis jazz Amerika, pemain-pemain jazz Amerika, rekaman-rekaman Amerika, tetapi tidak pernah terpikirkan seorang Tionghoa peranakan dari Indonesia yang begitu dikenal di Amerika. Jadi Harry Lim benar-benar seorang tokoh yang outstanding tetapi forgotten ya,” ujarnya.

Harry Lim kemudian dikenal di kalangan jazz sebagai “that Javanese Jazzman.” Anggota Duke Ellington Orchestra serta pemain clarinet, Barney Biggard, terilhami perjalanan hidup Harry Lim.

“Menarik sekali ini, bagaimana seorang tokoh jazz ini, Barney Biggard, mendengarkan kisah-kisah Harry Lim, bagaimana dia kisahnya orang dari Jawa, bagaimana ada candi Budha di pulau Jawa yang bernama Borobudur, yang sedemikian besarnya, sedemikian indahnya, sedemikian megahnya,” tambah Alfred Ticoalu.

Biggard tergerak untuk menciptakan lagu Borobudur. Meskipun waktu itu tidak dirilis, setelah berbagai rekaman Keynote Records di re-issue pada tahun 80-an, rekaman Borobudur diikutsertakan.

Pada 26 Juli 1991 Harry Lim wafat di New York. Ia meninggalkan banyak karya. Berikut petikan ‘Borobudur’ yang diciptakan dan dimainkan pada clarinet oleh Barney Biggard, salah seorang yang terilhami perjalanan hidup Harry Lim.

Continue Reading

Tokoh

Dokter Perempuan Pertama Indonesia Jadi Ikon Google Doodle

Published

on

Dokter Perempuan Pertama Indonesia Jadi Ikon Google Doodle
Dr. Marie Thomas menjadi ikon Google Doodle, pada perayaan ke-125 hari lahirnya, tanggal 17 Februari 2021. (Ilustrasi: Google Doodle, 17 Februari 2021)

GENCIL NEWS – VOA – Dr. Marie Thomas, salah satu dokter perempuan pertama di Indonesia, menjadi ikon Google Doodle hari Rabu 17 Februari ini.

Marie Thomas, yang lahir di Likupang pada 17 Februari 1896, menjadi perempuan pertama di Indonesia yang mengkhususkan diri sebagai dokter spesialis bidang kebidanan dan ginekologi.

Semasa kecil ia sempat pindah ke beberapa daerah mengikuti orang tuanya sebelum lulus dari sebuah sekolah Eropa di Manado. Ketika itu salah seorang apoteker perempuan pertama di Belanda, Charlotte Jocobs, mendukungnya untuk mendapatkan beasiswa bagi calon dokter perempuan Indonesia.

Tahun 1912 ia diterima bersekolah di School of Training of Native Physicians (STOVIA), sekolah yang sebelumnya hanya dikhususkan bagi laki-laki. Ia lulus tahun 1922 sebagai perempuan pertama yang lulus dari sekolah ternama itu. Pencapaiannya yang sangat luar biasa di STOVIA membuat sebuah surat kabar Belanda dengan bangga mengumumkan kelulusannya.

Marie Thomas memulai praktik medisnya di Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting CBZ (sekarang menjadi RS Cipto Mangunkusumo) dan kemudian berpindah-pindah tugas di Medan, Padang dan Manado, sebelum kemudian kembali ke Jakarta dan bekerja di RS Budi Kemuliaan, sebuah rumah sakit bersalin yang didirikan oleh Yayasan Sovia.

Dirikan Sekolah Kebidanan

Pada tahun 1929 ia menikah dengan seorang dokter, Mohammad Joesoef, dan kemudian pindah ke Padang, tempat asal suaminya. Di Padang, Marie Thomas menduduki jabatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat di sebuah rumah sakit di sana. Ia menjadi dokter pertama yang memperkenalkan metode kontrasepsi baru di Indonesia, seperti IUD.

Beberapa laporan menulis bagaimana ia dikenal sebagai sosok dokter yang murah hati, yang memberikan pelayanan medis kepada mereka yang tidak mampu membayar sekali pun.

Marie Thomas sempat kembali ke Jakarta dan ikut menjadi anggota sebuah partai politik yang salah seorang anggotanya adalah pahlawan Indonesia Sam Ratulangi.

Ketika akhirnya ia dan suaminya menetap di Bukittingi, ia mendirikan sekolah kebidanan pertama di Sumatera, dan saat itu merupakan yang kedua dari jenis sekolah itu di Indonesia.

Selain mengucapkan selamat ulang tahun kepada Dr. Marie Thomas, Google Doodle dalam penjelasannya pada publik menyampaikan terima kasih kepadanya atas “dedikasi tanpa pamrih bagi kehidupan orang lain, yang membuka jalan bagi perempuan di Indonesia untuk mengejar pendidikan kedokteran dan pendidikan tinggi lainnya.”

Doodle Ikut Ramaikan Beranda Google

Doodle adalah salah satu aplikasi di dalam Google yang menghadirkan perubahan pada layar utama dan informasi yang menyenangkan, mengejutkan dan terkadang spontan; untuk merayakan hari libur, hari jadi, kehidupan perintis, ilmuwan, atau artis terkenal.

Pendiri Google Sergey Brin (kiri) dan Larry Page di Frankfurt Book Fair, Jerman, 7 Oktober 2004. (Foto: JOHN MACDOUGALL / AFP)
Pendiri Google Sergey Brin (kiri) dan Larry Page di Frankfurt Book Fair, Jerman, 7 Oktober 2004. (Foto: JOHN MACDOUGALL / AFP)

Doodle yang ada sejak tahun 1998, jauh sebelum Google dikenal luas, adalah konsep yang diperkenalkan dua pendiri Google, Larry dan Sergey yang semula ingin menunjukkan kehadiran mereka pada Festival Burning Man di Nevada.

Seiring perjalanan waktu tuntutan menghadirkan informasi dan gambar yang lebih beragam meningkat, sehingga akhirnya Google membentuk tim tersendiri yang terdiri dari pakar teknik dan ilustrasi, yang dijuluki “the doodlers.”

Bagi mereka membuat gambar dan informasi unik semakin memperkaya beranda Google dan menghadirkan senyum bagi pengguna Google di seluruh dunia. Hingga saat ini sudah ada lebih dari 2.000 gambar dan informasi, atau disebut “doodles” – yang dibuat untuk halaman depan Google. 

Continue Reading

Tokoh

Muhammad Ali Petinju Inspiratif Dari Abad 19

Published

on

Muhammad Ali Petinju Inspiratif Dari Abad 19
Muhammad Ali Petinju Inspiratif Dari Abad 19 - foto wikipedia

Muhammad Ali lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. di Louisville, Kentucky, pada 17 Januari 1942. Ibunya bernama Odessa O’Grady Clay dan dia memiliki saudara perempuan dan empat saudara laki-laki.

Sang ayah, Cassius Marcellus Clay Senior adalah seorang pelukis papan reklame, sementara ibunya menjadi pekerja rumah tangga.

Dia meraih gelar juara dunia pertamanya pada 25 Februari 1964. Ali yang saat itu masih bernama Cassius Clay keluar sebagai pemenang atas juara kelas berat Sonny Liston.

Dia menang setelah pertandingan berjalan enam ronde dan Liston tak mampu melanjutkan pertarungan ronde ketujuh.

Ditahun ini pula, Ali memilih untuk menganut agama Islam dan resmi berganti nama dari Cassius Clay menjadi Muhammad Ali.

Oleh pemimpin Nation of Islam, Cassius diberi nama baru “Muhammad Ali”. Karena prestasinya yang hebat dan latar belakangnya sebagai seorang muslim, nama Muhammad Ali mulai mendunia.

Ia kemudian berkenalan dengan banyak orang yang memperkenalkannya dengan ajaran Islam yang sejati. Beberapa tahun kemudian ia menjadi seorang muslim sunni yang taat.

Pada tahun 1981 seorang pemuda berusia 21 tahun melakukan percobaan bunuh diri di sebuah bangunan di Los Angeles.

Ia berkata para Vietcong sedang mengejarnya, dan ia mengancam akan melompat dari jendela gedung bertingkat tersebut.

Muhammad Ali yang kebetulan berada di sekitar daerah itu mendengar kejadian ini dan segera bergegas ke sana.

 Ia lalu mendatangi polisi yang sudah berada di sana dan menawarkan diri untuk berbicara dengan pemuda itu.

Polisi melarang Ali karena ditakutkan pemuda itu membawa senjata dan bisa berbahaya bagi keselamatan Ali sendiri. Tetapi Ali tidak perduli dan mengambil resiko untuk menyelamatkan pemuda itu.

Ali kemudian naik ke bangunan tersebut dan berbicara dengan pemuda itu melalui jendela yang bersebelahan.

Sang pemuda yang kaget melihat sang juara dunia  bagai muncul dari ‘antah berantah’ dan berbicara kepadanya. Selama 30 menit Ali berbicara kepadanya.

Si pemuda itu kemudian curhat tentang kesulitan hidupnya. Ali yang mendengar hal ini berjanji untuk membantunya. Katanya, “Kau adalah saudaraku. Aku berjanji untuk membantumu.”

Ali berhasil meyakinkan pemuda itu untuk membuka pintu bagi pasukan penyelamatnya. Pemuda itu diantar turun dan langsung masuk ke mobil Rolls Royce milik Ali.

Bahkan petinju itu menemaninya sampai ke rumah sakit. Ia juga memenuhi janjinya untuk menolong pemuda itu.

“Menyelamatkan nyawa orang lain itu jauh lebih penting bagiku daripada memenangkan kejuaraan dunia,” kata Ali saat diwawancara mengenai hal itu.

Ada satu kisah lain dimana Saat ia menjuarai olimpiade, ia memakai medali emas itu ke mana-mana. Saat berjalan-jalan di tengah kota pun ia tetap memakainya.

Suatu hari ia masuk ke sebuah restoran untuk makan, tetapi pemilik restoran menolaknya dan mengatakan, “Kami tidak melayani orang kulit hitam.”

Ali begitu terhenyak dengan kenyataan bahwa ia dianggap pahlawan karena memenangkan Olimpiade, tetapi masih saja ditolak orang hanya karena warna kulitnya.

Cerita yang beredar mengatakan bahwa Ali kemudian membuang medali olimpiadenya itu ke sebuah sungai karena kecewa dengan perlakuan rasisme itu.

Di sepanjang hidupnya Ali kemudian menjadi aktivis persamaan hak, dan bahkan menjadi pahlawan pergerakan ini di seluruh dunia, terutama di Afrika.

Menderita gangguan pernapasan, sebuah kondisi komplikasi yang disebabkan oleh penyakit Parkinson yang dideritanya, di sebuah RS di Kota Phoenix negara bagian Arizona. pada tanggal 04 Juni 2006 Muhammad Ali menutup mata selama nya..

Ali adalah seorang yang rendah hati, tidak membeda-bedakan orang, sangat memegang teguh ajaran agama, dan sangat perduli dengan kemanusiaan.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING