7 Pahlawan Kemerdekaan dari Pulau Borneo – Gencil News
Connect with us

Tokoh

7 Pahlawan Kemerdekaan dari Pulau Borneo

Published

on

7 Pahlawan Kemerdekaan dari Pulau Borneo

GENCILNEWS – Negara yang besar adalah negara yang menghargai jasa pahlawannya, begitulah titah Bung Karno selaku bapak proklamator dan founding fat her Indonesia. Namun selama ini kebanyakan dari kita hanya mengenal pahlawan-pahlwan nasional yang terkenal saja, seperti Cut Nyak Dien, Imam Bonjol, Antasari, ataupun Christina Martha Tiahahu.

Peran mereka dalam bergelirya melawan penjajah memang sudah tidak diragukan. Kisah mereka terkenal dan tertuang di dalam buku-buku sejarah pelajaran sekolah. Namun, selain pahlawan-pahlawan tersebut, tetap ada pahlawan-pahlawan lain yang jasanya tidak kalah penting dalam merebut kemerdekaan. Dan berikut ini, adalah pahlawan-pahlawan pejuang kemerdekaan dari Kalimantan Barat yang kisahnya tidak banyak diketahui orang-orang.

pahlawan pontianak

Al Habib Hamid II (foto house -shine)

1. Al Habib Hamid II
Mungkin namanya terasa asing di teling anda, tapi jasanya pasti anda kenal. Pria berkharisma yang pada zamannya dikenal dengan nama Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie ini adalah pencetus lambang negara kita, Sang Garuda. Ia juga merupakan salah satu delegasi Konfrensi Meja Bundar yang digelar di Den Haag, Belanda yangmana saat itu beliau menjadi salah satu wakil negara buatan Belanda.
Beliau terkenal sebagai orang yang cerdas, sepantaran dengan Bung Karno, Bung Hatta, dan oran-orang penting pada zamannya. Ia juga merupakan orang pertama yang menempuh pendidikan di Akademi Militer Belanda dan menjadi ajudan Ratu Julliana dengan pangkat terakhir mayor jendral.
Sayangnya, beliau diduga memiliki peran pada pertistiwa Westerling sehingga ia harus menjalani hukuman penjara selama 16 tahun. Karena peristiwa itu pula lah, namanya kerap kali dihapuskan pada buku-buku yang mencantumkan daftar nama pahlawan asal borneo.

2. Abdul Kodir
Kepala pemerintahan Melawi pada tahun 1845 yang menyandang gelar Raden Temenggung itu adalah ahli siasat nan cerdas dan berbakat. Beliau bisa tetap menyatu dengan rakyatnya sekaligus bermuslihat dengan pihak Belanda sampai akhirnya beliau dapat membangung sepasukan lengkap bersenjata yang anti-Belanda. Dengan semua hadiah dan gelar yang dijanjikan oleh pemerintahan Belanda supaya Raden Temenggung ini mau melunakkan sikapnya, Abdul Kodir tetap tegar pada pendiriannya membela ibu pertiwi.

Beliau memang bukan petarung garis depan, namun beliau adalah ahli siasat perang nan hebat dan penuh perhitungan. Beliau berhasil memporak poradakan semua rencana penyerangan yang disusun oleh Belanda dengan kelihaiannya memanfaatkan posisinya sebagai pemimpin Melawi. Meski pada akhirnya Belanda mengetahui siasat Abdul Kodir dan memenjarakannya di banteng Belanda yang kokoh, Abdul Kodir sudah menyumbangkan banyak jasanya dalam memperjungkan kemerdekaan Indonesia.

 

 

3. J.C Oevaang Oeray
Jika sekilas mendengar namanya, anda mungkin akan mengira bahwa beliau ini bukanlah orang Indonesia. Namun siapa sangka, J.C Oevaang Oeray ini adalah pejuang asli Indonesia yang sangat gigih dalam meperjuangkan kemerdekaan. Terlihat dari kegigihannya dalam menempuh pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, Sekolah Guru, Sekolah Seminari Nyarumkop, bahkan sekolah pastor pernah ia jalani, meskipun pada akhirnya ia tidak menyelesaikan pendidikannya di sekolah pastor.

J.C Oevaang Oeray ini aktif menyumbangkan pendapat dan pandangannya kepada masyarakat luas, hingga pada akhirnya masyarakat dapat melihat bakat kepemimpinan di dalam dirinya. J.C Oevaang Oeray menjadi bagian dari pemerintahan masa itu, sampai akhirnya Belanda datang dan mengganti sistem pemerintahan untuk menjauhkan rakyat dari pemerintahan nasional. J.C Oevaang Oeray bersama beberapa orang pejuang dari Kalimantan terus beusaha mengembalikan system pemeintahan Indonesia seperti seharusnya. Perjuangan mereka tidak sia-sia, J.C Oevaang Oeray dan teman-teman seperjuangannya turut merasakan detik-detik kemerdekaan Indonesia. Bahkan setelah itu, J.C Oevaang Oeray diangkat menjadi Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Barat. J.C Oevaang Oeray terus mengabdikan dirinya di bidang pemerintahan sampai akhir hayatnya pada tahun 1986.

4. Rahardi Oesman
Pria berperawakan tinggi, tegap, dan berkacamata ini adalah salah satu pahlawan nasional asal Kalimantan barat yang memiliki kecakapan dan kecerdasan setara dengan orang eropa pada masa itu. Lulus dari sekolah ELS, yangmana adalah sekolah Belanda yang mengizinkan anak-anak pribumi untuk mengenyam pendidikan di dalamnya, lelaki berlatar belakang keluarga terhormat yang memiliki nama di bidang percetakan ini melanjutkan sekolahnya ke kota Jakarta, dimana ia pertama kali mengikuti organisasi bertaraf nasional, Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).

Kemudian, beliau melanjutkan pendidikannya ke sekolah kedoteran yangmana sekarang adalah fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Sebagai mahasiswa, ia mulai mengikuti jejak orang tuanya dengan berperan di bidang media. Beliau berabung dalam Angkatan Pemuda Indonesia yang kemudia berperan dalam penyebaran informasi terkait kemerdekaan ke seluruh Indonesia melalui studio yang selalu diawasi secara ketat oleh pemerintah jepang. Tak hanya melalui siaran udara, Rahardi Oesman bahkan mengupayakan kembali ke kampong halamannya di Kalimantan Barat untuk mengabarkan secara langsung kemerdekaan Indonesia dengan berkedok sebagai anggota Palang Merah Indonesia. Jasanya tak hanya sampai disana, beliau bahkan salah satu pencetus dan pengupaya terbentukanya Tentara Keamanan Rakyat yang bertugas menjaga kemerdekaan Indonesia.

 

ali anyang (foto mister pangalayo)

5. Ali Anyang
Jika Rahardi Oesman mengharumkan nama Kalimantan barat dengan melebarkan kiprahnya di pusat negeri, Ali Anyang berjuang mengorbankan darah dan keringatnya di tanah kelahirannya langsung, pontianak. Ali Anyang adalah salah satu penggerak masyarakat Kalimantan barat untuk berperang melawan Belanda yang berusaha merebut kembali Indonesia khususnya daerah Kalimantan. Ali Anyang adalah pemimpin pemberontakan terhadap pemerintah Belanda yang sempat berhasil membangun kembali kuasanya setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan. Dengan menyerbu gudang-gudang persenjataan dan gudang makanan musuh, Ali Anyang menjadikan dirinya target palin dicari Belanda. Bahkan pemerintah Belanda menciptakan sayembara seharga 25.000 gulden bagi siapa saja yang dapat menyerahkan Ali Anyang. Ali anyang dan pasukannya bahkan harus mundur sampai ke hutan-hutan untuk mempertahankan diri. Setelah beberapa kali pertempuran, akhirnya Ali Anyang dapat hidup dengan tenang dan berkeluarga setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Ia bahkan pernah menduduki kursi ketua DPRD di daerah Singkawang.

6. Siradj Sood
Lelaki pejuang dari Sambas, Kalimantan barat ini adalah salah satu pejuang borneo yang memiliki darah keturunan muslim nan kental. ibundanya adalah Hajjah Zaenab, dan Ayahandanya adalah Haji Sood, yangmana adalah penasehat perekonomian dan perdagangan di kerajaan Sambas.

Siradj Sood adalah pembentuk organisasi Persatuan Bangsa Indonesia Sambas atau yang kemudian dikenal dengan nama Perbis. Organisasi Perbis ini dibentuk sekitar 2 bulan setelah proklamasi kemerdekaan dalam rangka menyebarluaskan kabar kemerdekaan di daerah sambas yang masih dijaga ketat oleh polisi Belanda. Bahkan, komandan polisi Belanda saat itu mengajak Siradj Sood untuk melakukan kerjasama menjalankan pemerintahan Belada di sambas.

Permintaan tersebut pastinya ditolak mentah-mentah oleh seluruh anggota organisasi, yangmana akhinya berujung pada pengawasan ketat oleh pemerintah Belanda. Saat akhirnya Perbis melakukan parade kemerdekaan, mereka mendapati bendera merah-putih-biru kebanggan Belanda berkibar di Kantor Kontrolir Sambas. Dengan emosi yang meluap-luap, masyarakat menarik turun bendera Belanda dan merobek bagian birunya sebelum kemudian dikibarkan lagi dengan pekikan “merdeka! Merdeka! Merdeka!” yang mengiringi.

Saat seorang anggota Perbis hendak mengibarkan bendera merah putih, tentara Belanda menembaki pejuang tersebut hingga tewas. Siradj Sood segera berlari untuk merebut bendera merah putih tersebut supaya tidak jatuh dan terinjak di tanah.

Karena perbuatannya yang gagah berani, Siradj Sood mendapatkan banyak luka tembak yang mengharuskan dirinya berpura-pura mati untuk menghindari serangan lanjutan Belanda.

Perjuangannya tidak sia-sia, setelah berpura-pura tewas, Siradj Sood diselamatkan oleh warga setempat dan semua luka di dalam dirinya berhasil diobati. Dengan adanya tragedi tersebut,semangat juang masyarakat Sambas kontan berkobar dan berakhir dengan keruntuhan Belanda di wilayah tersebut

 

7. Utin Patimah
Utin patimah adalah seorang pejuang kemerdekaan wanita yang berperang melawan pemerintahan jepang di pontianak pada ahun 1943.

Ia memimpin perjuangan kaum Dayak pedalaman yang didukung oleh masyarakat asli hutan yang sudah muak dengan pemerintahan jepang nan semena-menaTidak banyak yang tahu tentang Palawan wanita satu ini. Pun referensi tentang perjuangannya sangat terbatas yang diabadikan.

Namun, jasa dan perjuangan wanita satu ini patut dikenang da dijadikan pelajaran untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Inspirasi

Mengenang Sosok Wimar Witoelar Kolumnis Kritis dan Humoris

Published

on

Mengenang Sosok Wimar Witoelar Kolumnis Kritis dan Humoris

Gencil News- Wimar Witoelar kolumnis kritis yang merupakan anak dari pasangan Raden Achmad Witoelar Kartaadipoetra dan Nyi Raden Toti Soetiamah Tanoekoesoemah.

Pria kelahiran Padalarang, 14 Mei 1945 tersebut juga merupakan adik Rachmat Witoelar, Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu.

Selain itu, Ia juga merupakan adik ipar dari Erna Witoelar yang juga mantan Menteri Indonesia.

Sosok Wimar Witoelar terkenal sekali saat menjabat sebagai juru bicara Presiden Republik Indonesia pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid.

Tak hanya itu, Ia juga merupakan seorang kolumnis media massa lokal dan internasional

Sebut saja seperti (Today, Business Week, News week, Australian Financial Review) dan komentator TV (ABC, CNBC, CNN).

Wimar Witoelar kerap kali tampil untuk menjadi pembicara dalam berbagai acara internasional dalam bidang politik dan ekonomi.

Dari balik rasa humorisnya, Wimar adalah sosok yang berani memberikan kritik pada era pemerintahan Orde Baru tetap dengan gayanya yakni lontaran jenaka.

Pada masa pemerintahan Orde Baru, kolumnis kritis ini termasuk salah satu tokoh yang sering kali mengkritik.

Melalui program acara “Perspektif” yang tayang di SCTV pada 1994 lalu, Ia mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintahan Orde Baru.

Bahkan, Kala itu kabarnya program acara tersebut sempat terhenti proses penayangannya oleh pemerintahan Presiden Soeharto.

Sebenarnya bukan kali itu saja Aktivis asal padalarang ini diredam oleh Orba, karena pada 1974, Wimar pernah dipenjara karena dituding melawan pemerintah.

Dalam masa kepepimpinan Presiden Jokowi, Wimar masih aktif dalam isu lingkungan dan kebhinekaaan.

Continue Reading

Tokoh

Jeff Bezos Mengumumkan Akan ke Luar Angkasa Bulan Juli 2021

Published

on

Jeff Bezos Mengumumkan Akan ke Luar Angkasa Bulan Juli 2021

Gencil News– Jeff Bezos pendiri Amazon mengumumkan kepada publik bahwa Ia dan abangnya akan melakukan perjalanan terbang ke luar angkasa pada bulan juli 2021.

Rencana keberangkatan Jeff Bezos dan abangnya tersebut akan menggunakan pesawat ruang angkasa hasil besutan perusahaannya, Blue Origin.

Saya sudah bermimpi untuk terbang ke luar angkasa. sejak saya berusia lima tahun, dan rencananya Pada 20 Juli 2021, saya akan melakukan perjalanan itu,” kata pendiri Amazon itu.

Terdengar kabar bahwa, Ia juga rencananya akan mengundurkan dari sebagai Kepala Amazon pada 5 Juli 2021.

Pamitnya Miliarder yang telah memimpin Amazon selama 27 tahun ini bersamaan dengan kabar pencatatan rekor keuntungan perusahaan yang telah mencapai penjualan 100 miliar dolar AS

Ia bersama Elon Musk dan Richard Branson, telah mengucurkan uang miliar dollar Amerika untuk membangun perusahaan roket bersama.

Pesawat ruang angkasa buatan Blue Origin telah menjalani 15 kali uji coba. Selama uji coba pesawat tersebut tidak membawa penumpang.

Pada bulan mei 2021 lalu, Blue Origin sudah menutup lelang bagi siapa yang hendak ikut Bezos terbang ke luar angkasa.

Total partisipan ada lebih dari 5.200 orang mengikuti lelang tersebut dari 136 negara di dunia.

Continue Reading

Tokoh

Mantan Wamenlu Prof. Mochtar Kusumaatmadja Tutup Usia

Published

on

Mantan Wamenlu Prof. Mochtar Kusumaatmadja Tutup Usia
Mantan menteri luar negeri, Mochtar Kusumaatmadja berperan penting terhadap pengakuan internasional atas wilayah kepulauan dan perairan Indonesia (Marcel Antonisse / Anefo via Wikimedia Commons (CC0 1.0))

Gencil News- Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) yang juga mantan Menteri Kehakiman Periode 1973 –1978 Prof Mochtar Kusumaatmadja Tutup usia pada hari Minggu (6/6/2021).

Prof Mochtar Kusumaatmadja juga memiliki karir yang cemerlang dalam pemerintahan maupun sebagai ilmuwan, pendidik dan negarawan.

Selain itu, Beliau juga turut menyusun konsep Negara Kepulauan dalam Deklarasi Djuanda 1957.

Dan pada akhirnya memperoleh pengakuan internasional dengan adanya konsep Negara Kepulauan dalam Konvensi Hukum Laut 1982.

Mochtar Kusumaatmadja diketahui meninggal dunia kemarin pagi di kediamannya karena sakit.

Mengutip akun Instagram Kantor Staf Presiden @kantorstafpresidenri, Mochtar Kusumaatmadja menjabat beberapa posisi menteri di era Presiden Soeharto.

“Beliau merupakan Guru Besar dan Dekan di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung, Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II Kabinet Pembangunan II (1973-1978), dan Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV Kabinet Pembangunan III dan IV (1978-1988).”

“Semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. Amin,” lanjut @kantorstafpresidenri. 

Almarhum memulai karier diplomatnya pada usia 29 tahun dan sangat piawai dalam mencairkan suasana dalam suatu perundingan.

Ia dengan mudah dan cepat berpikir juga melontarkan kelakar untuk mencairkan suasana. Penggemar olahraga catur dan berkemampuan berpikir cepat namun lugas ini memang senang berkelakar.

Continue Reading

Tokoh

Dianggap ‘Gila’ Sadiman Hijaukan Bukit dan Buat Mata Air

Published

on

Dianggap 'Gila' Sadiman Hijaukan Bukit dan Buat Mata Air

Sadiman (69), sempat dianggap gila karena sejak 1996, selalu menanam pohon beringin. Kini ia telah tanam 11.000 pohon di lahan seluas 250 hektare, menghijaukan Bukit Gendol & Ampyang di Jawa Tengah.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING