Connect with us

Tokoh

Brigadir Jenderal Tetty Melina Lubis, Wanita “Pemimpin” di TNI AD

Published

on

Brigadir Jenderal Tetty Melina
Brigadir Jenderal Tetty Melina Lubis - Foto TNI AD

Gencil News – Brigadir Jenderal Tetty Melina Lubis adalah perwira wanita satu-satunya yang kemarin dilantik oleh KSAD Jenderal Andika Perkasa. Brigadir Jenderal Tetty Melina Lubis ditunjuk Jenderal Andika Perkasa menjadi Direktur Hukum Angkatan Darat (Dirkumad).

Tetty Melina Lubis bersama dengan 20 perwira tinggi lainnya mendapat kesempatan naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.

Mengemban tanggungjawab baru sebagai Direktur Hukum Angkatan Darat, bukanlah kali pertama dirinya menjabat sebagai pimpinan di lingkungan TNI AD.

Sebelumnya, ia pernah mengemban tugas sebagai Kepala Hukum Kodam III/SIliwangi, Komandan Pendidikan Korps Wanita TNI AD di Lembang. Serta Ketua Sekolah Tinggi Hukum Militer yaitu mendidik para perwira untuk mengambil gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum.⁣⁣

Dilansir dari Chanel Youtube TNI AD yang dipublikasikan. Rabu (5/8/2020), Brigjen TNI Tetty Melina Lubis mengatakan bila dirinya selama berkarir di TNI AD sangat menikmati tugasnya.

“Saya sangat menikmati tugas saya, dipercaya negara. Di sinilah tugas baru saya sebagai Direktur Hukum, dapat memberikan dukungan hukumnya, baik melalui penyuluhan maupun mensosialisasikan perundang-undangan yang berlaku di NKRI yang sangat kita cintai ini,” ujar Brigjen TNI Tetty Melina Lubis dikutip dari Chanel Youtube TNI AD, Kamis (6/8/2020).

Lanjut dia, Direktorat Hukum TNI AD memiliki tugas pokok untuk memberikan bantuan hukum. Dukungan hukum dan perundang-undangan kepada. Kepala Staf Angkatan Darat, baik itu permasalahan atau apapun yang berkaitan dengan urusan hukum dan perundang-undangan.

Selain itu juga memberikan penyuluhan hukum kepada para prajurit di satuan. Yang terkait dalam lingkungan TNI AD agar tidak melakukan pelanggaran. ⁣⁣

“Untuk ke depannya Direktorat Hukum TNI AD yang sudah baik selama ini dapat memberikan kontribusinya kepada TNI AD dalam fungsinya sebagai biro konsultasi hukum,” ujar Brigjen TNI Tetty Melina Lubis.⁣⁣


⁣⁣
Ia berharap Ditkumad dapat berkembang ke era digital agar prajurit dapat melakukan konsultasi hukum melalui online.

Sehingga, sosialisasi hukum dapat dengan mudah diakses prajurit TNI AD di seluruh Indonesia.⁣⁣

Tetty juga menceritakan pengalamannya dalam mengatur ritme karier dan keluarga. Ibu dari dua orang anak ini mengaku sangat mensyukuri perannya sebagai ibu di rumah dan memiliki rekan hidup seperti suaminya yang saling mengisi satu sama lain.

Dia pun menegaskan, pentingnya berbagi peran di rumah. Meski di kantor dia berstatus sebagai jenderal, Tetty tetap menghormati peran suami sebagai imam dalam keluarga. 

“Rumah itu kan iman. Artinya, kita juga perlu menjadi teladan bagi anak-anak kita. Menanamkan keimanan agar menimbulkan keharmonisan dalam hidup,” ujarnya.

Perempuan berhijab tersebut menjadi satu-satunya perwira wanita yang dilantik pada acara korps kenaikan pangkat perwira tinggi TNI AD oleh Jenderal TNI Andika Perkasa yang digelar di Lantai Dasar Gedung E Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2020).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tokoh

Muhammad Ali Petinju Inspiratif Dari Abad 19

Published

on

Muhammad Ali Petinju Inspiratif Dari Abad 19
Muhammad Ali Petinju Inspiratif Dari Abad 19 - foto wikipedia

Muhammad Ali lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. di Louisville, Kentucky, pada 17 Januari 1942. Ibunya bernama Odessa O’Grady Clay dan dia memiliki saudara perempuan dan empat saudara laki-laki.

Sang ayah, Cassius Marcellus Clay Senior adalah seorang pelukis papan reklame, sementara ibunya menjadi pekerja rumah tangga.

Dia meraih gelar juara dunia pertamanya pada 25 Februari 1964. Ali yang saat itu masih bernama Cassius Clay keluar sebagai pemenang atas juara kelas berat Sonny Liston.

Dia menang setelah pertandingan berjalan enam ronde dan Liston tak mampu melanjutkan pertarungan ronde ketujuh.

Ditahun ini pula, Ali memilih untuk menganut agama Islam dan resmi berganti nama dari Cassius Clay menjadi Muhammad Ali.

Oleh pemimpin Nation of Islam, Cassius diberi nama baru “Muhammad Ali”. Karena prestasinya yang hebat dan latar belakangnya sebagai seorang muslim, nama Muhammad Ali mulai mendunia.

Ia kemudian berkenalan dengan banyak orang yang memperkenalkannya dengan ajaran Islam yang sejati. Beberapa tahun kemudian ia menjadi seorang muslim sunni yang taat.

Pada tahun 1981 seorang pemuda berusia 21 tahun melakukan percobaan bunuh diri di sebuah bangunan di Los Angeles.

Ia berkata para Vietcong sedang mengejarnya, dan ia mengancam akan melompat dari jendela gedung bertingkat tersebut.

Muhammad Ali yang kebetulan berada di sekitar daerah itu mendengar kejadian ini dan segera bergegas ke sana.

 Ia lalu mendatangi polisi yang sudah berada di sana dan menawarkan diri untuk berbicara dengan pemuda itu.

Polisi melarang Ali karena ditakutkan pemuda itu membawa senjata dan bisa berbahaya bagi keselamatan Ali sendiri. Tetapi Ali tidak perduli dan mengambil resiko untuk menyelamatkan pemuda itu.

Ali kemudian naik ke bangunan tersebut dan berbicara dengan pemuda itu melalui jendela yang bersebelahan.

Sang pemuda yang kaget melihat sang juara dunia  bagai muncul dari ‘antah berantah’ dan berbicara kepadanya. Selama 30 menit Ali berbicara kepadanya.

Si pemuda itu kemudian curhat tentang kesulitan hidupnya. Ali yang mendengar hal ini berjanji untuk membantunya. Katanya, “Kau adalah saudaraku. Aku berjanji untuk membantumu.”

Ali berhasil meyakinkan pemuda itu untuk membuka pintu bagi pasukan penyelamatnya. Pemuda itu diantar turun dan langsung masuk ke mobil Rolls Royce milik Ali.

Bahkan petinju itu menemaninya sampai ke rumah sakit. Ia juga memenuhi janjinya untuk menolong pemuda itu.

“Menyelamatkan nyawa orang lain itu jauh lebih penting bagiku daripada memenangkan kejuaraan dunia,” kata Ali saat diwawancara mengenai hal itu.

Ada satu kisah lain dimana Saat ia menjuarai olimpiade, ia memakai medali emas itu ke mana-mana. Saat berjalan-jalan di tengah kota pun ia tetap memakainya.

Suatu hari ia masuk ke sebuah restoran untuk makan, tetapi pemilik restoran menolaknya dan mengatakan, “Kami tidak melayani orang kulit hitam.”

Ali begitu terhenyak dengan kenyataan bahwa ia dianggap pahlawan karena memenangkan Olimpiade, tetapi masih saja ditolak orang hanya karena warna kulitnya.

Cerita yang beredar mengatakan bahwa Ali kemudian membuang medali olimpiadenya itu ke sebuah sungai karena kecewa dengan perlakuan rasisme itu.

Di sepanjang hidupnya Ali kemudian menjadi aktivis persamaan hak, dan bahkan menjadi pahlawan pergerakan ini di seluruh dunia, terutama di Afrika.

Menderita gangguan pernapasan, sebuah kondisi komplikasi yang disebabkan oleh penyakit Parkinson yang dideritanya, di sebuah RS di Kota Phoenix negara bagian Arizona. pada tanggal 04 Juni 2006 Muhammad Ali menutup mata selama nya..

Ali adalah seorang yang rendah hati, tidak membeda-bedakan orang, sangat memegang teguh ajaran agama, dan sangat perduli dengan kemanusiaan.

Continue Reading

Tokoh

Mantan Menpora Abdul Gafur Meninggal Dunia

Published

on

Mantan Menpora Abdul Gafur Meninggal Dunia

Gencil News- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Abdul Gafur meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat, 4 September 2020. Ia meninggal di usia 81 tahun. Pria bernama lengkap Abdul Gafur Tengku Idris lahir di Maluku Utara pada 20 Juni 1939.

Pria yang pernah melalui pendidikan di S1 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) tersebut, mengawali karirnya sebagai sukarelawan di RS Angkatan Udara Pangkalan Abdul Rachman Saleh, Malang.

Ketika menjabat Menpora, Abdul Gafur mencetuskan Haornas (Hari Olahraga Nasional) yang dibentuk melalui Kepres No 67 tahun 1985. Haornas diperingati setiap 9 September. Selain itu dia juga menjadikan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa saat peringatan Sumpah Pemuda.

Politisi Partai Golkar itu juga sempat menjabat posisi Wakil Ketua UMPR pada 1997 hingga 1999. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 1997 – 1999 dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada 1988 – 1997. Lalu menjadi Anggota DPR periode 2004 hingga 2009.

Continue Reading

Tokoh

Kacamata Mahatma Gandhi Dilelang, Terjual Senilai Rp 5 Miliar

Published

on

Kacamata Mahatma Gandhi Dilelang, Terjual Senilai Rp 5 Miliar
Foto Mahatma Gandhi dalam koleksi foto wartawan AP, James A. Mills, sekitar 1931. (Foto: AP)

Gencil News – Kacamata Mahatma Gandhi dilelang dan laku terjual senilai Rp 5 Miliar. Kacamata Mahatma Gandhi  terjual dalam sebuah lelang di Inggris.

Andrew Stowe, seorang petugas pelelangan, kacamata berbingkai emas itu diberikan kepada rumah Lelang Bristol Timur di Inggris oleh seorang laki-laki yang pamannya diberi kacamata itu oleh Gandhi pada 1920an.

“Kacamata itu disimpan oleh keluarga yang sama selama 100 tahun dan selama 100 tahun itu tidak ada yang berpikir bahwa kacamata itu berharga,” kata Stowe.

“Ketika saya pertama kali berbicara dengan penjualnya, dia mengatakan, ‘Kalau tidak berharga, buang saja,'” tambahnya.

Kacamata itu yang dijual kepada seorang kolektor Amerika. Setelah proses lelang enam menit lewat telepon, tadinya diduga bernilai antara 10.000 poundsterling hingga 20.000 poundsterling atau sekitar Rp 194 juta hingga Rp 386 juta.

Namun dalam 24 jam diunggah secara daring. Kacamata itu menarik perhatian kolektor dari seluruh dunia, dan ditawar hingga 50.000 poundsterling atau Rp 967 juta.

Gandhi adalah  seorang pengacara dan aktivis. Sering dijuluki sebagai ‘bapak bangsa’ India. Sepanjang hidupnya dia kerap menyuarakan anti-kekerasan dan memainkan peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan India.

Continue Reading

TRENDING