Mantan Wamenlu Prof. Mochtar Kusumaatmadja Tutup Usia
Connect with us

Tokoh

Mantan Wamenlu Prof. Mochtar Kusumaatmadja Tutup Usia

Published

on

Mantan Wamenlu Prof. Mochtar Kusumaatmadja Tutup Usia
Mantan menteri luar negeri, Mochtar Kusumaatmadja berperan penting terhadap pengakuan internasional atas wilayah kepulauan dan perairan Indonesia (Marcel Antonisse / Anefo via Wikimedia Commons (CC0 1.0))

Gencil News- Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) yang juga mantan Menteri Kehakiman Periode 1973 –1978 Prof Mochtar Kusumaatmadja Tutup usia pada hari Minggu (6/6/2021).

Prof Mochtar Kusumaatmadja juga memiliki karir yang cemerlang dalam pemerintahan maupun sebagai ilmuwan, pendidik dan negarawan.

Selain itu, Beliau juga turut menyusun konsep Negara Kepulauan dalam Deklarasi Djuanda 1957.

Dan pada akhirnya memperoleh pengakuan internasional dengan adanya konsep Negara Kepulauan dalam Konvensi Hukum Laut 1982.

Mochtar Kusumaatmadja diketahui meninggal dunia kemarin pagi di kediamannya karena sakit.

Mengutip akun Instagram Kantor Staf Presiden @kantorstafpresidenri, Mochtar Kusumaatmadja menjabat beberapa posisi menteri di era Presiden Soeharto.

“Beliau merupakan Guru Besar dan Dekan di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung, Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II Kabinet Pembangunan II (1973-1978), dan Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV Kabinet Pembangunan III dan IV (1978-1988).”

“Semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. Amin,” lanjut @kantorstafpresidenri. 

Almarhum memulai karier diplomatnya pada usia 29 tahun dan sangat piawai dalam mencairkan suasana dalam suatu perundingan.

Ia dengan mudah dan cepat berpikir juga melontarkan kelakar untuk mencairkan suasana. Penggemar olahraga catur dan berkemampuan berpikir cepat namun lugas ini memang senang berkelakar.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Inspirasi

Mengenang Sosok Wimar Witoelar Kolumnis Kritis dan Humoris

Published

on

Mengenang Sosok Wimar Witoelar Kolumnis Kritis dan Humoris

Gencil News- Wimar Witoelar kolumnis kritis yang merupakan anak dari pasangan Raden Achmad Witoelar Kartaadipoetra dan Nyi Raden Toti Soetiamah Tanoekoesoemah.

Pria kelahiran Padalarang, 14 Mei 1945 tersebut juga merupakan adik Rachmat Witoelar, Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu.

Selain itu, Ia juga merupakan adik ipar dari Erna Witoelar yang juga mantan Menteri Indonesia.

Sosok Wimar Witoelar terkenal sekali saat menjabat sebagai juru bicara Presiden Republik Indonesia pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid.

Tak hanya itu, Ia juga merupakan seorang kolumnis media massa lokal dan internasional

Sebut saja seperti (Today, Business Week, News week, Australian Financial Review) dan komentator TV (ABC, CNBC, CNN).

Wimar Witoelar kerap kali tampil untuk menjadi pembicara dalam berbagai acara internasional dalam bidang politik dan ekonomi.

Dari balik rasa humorisnya, Wimar adalah sosok yang berani memberikan kritik pada era pemerintahan Orde Baru tetap dengan gayanya yakni lontaran jenaka.

Pada masa pemerintahan Orde Baru, kolumnis kritis ini termasuk salah satu tokoh yang sering kali mengkritik.

Melalui program acara “Perspektif” yang tayang di SCTV pada 1994 lalu, Ia mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintahan Orde Baru.

Bahkan, Kala itu kabarnya program acara tersebut sempat terhenti proses penayangannya oleh pemerintahan Presiden Soeharto.

Sebenarnya bukan kali itu saja Aktivis asal padalarang ini diredam oleh Orba, karena pada 1974, Wimar pernah dipenjara karena dituding melawan pemerintah.

Dalam masa kepepimpinan Presiden Jokowi, Wimar masih aktif dalam isu lingkungan dan kebhinekaaan.

Continue Reading

Tokoh

Jeff Bezos Mengumumkan Akan ke Luar Angkasa Bulan Juli 2021

Published

on

Jeff Bezos Mengumumkan Akan ke Luar Angkasa Bulan Juli 2021

Gencil News– Jeff Bezos pendiri Amazon mengumumkan kepada publik bahwa Ia dan abangnya akan melakukan perjalanan terbang ke luar angkasa pada bulan juli 2021.

Rencana keberangkatan Jeff Bezos dan abangnya tersebut akan menggunakan pesawat ruang angkasa hasil besutan perusahaannya, Blue Origin.

Saya sudah bermimpi untuk terbang ke luar angkasa. sejak saya berusia lima tahun, dan rencananya Pada 20 Juli 2021, saya akan melakukan perjalanan itu,” kata pendiri Amazon itu.

Terdengar kabar bahwa, Ia juga rencananya akan mengundurkan dari sebagai Kepala Amazon pada 5 Juli 2021.

Pamitnya Miliarder yang telah memimpin Amazon selama 27 tahun ini bersamaan dengan kabar pencatatan rekor keuntungan perusahaan yang telah mencapai penjualan 100 miliar dolar AS

Ia bersama Elon Musk dan Richard Branson, telah mengucurkan uang miliar dollar Amerika untuk membangun perusahaan roket bersama.

Pesawat ruang angkasa buatan Blue Origin telah menjalani 15 kali uji coba. Selama uji coba pesawat tersebut tidak membawa penumpang.

Pada bulan mei 2021 lalu, Blue Origin sudah menutup lelang bagi siapa yang hendak ikut Bezos terbang ke luar angkasa.

Total partisipan ada lebih dari 5.200 orang mengikuti lelang tersebut dari 136 negara di dunia.

Continue Reading

Tokoh

Errol Jonathans Guru Bagi Banyak “Pejuang Radio” Tutup Usia

Published

on

By

Errol Jonathans Guru Bagi Banyak "Pejuang Radio" Tutup Usia
Errol Jonathans Guru Bagi Banyak "Pejuang Radio" Tutup Usia - Foto Didi Cahya (dok)

Gencil News – Errol Jonathans CEO Radio Suara Surabaya meninggal dunia pada usia 63 tahun. Errol Jonathans pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan berbagai kenangan bagi banyak orang media.

Errol Jonathans didunia radio, sejak era 80an. Bermula, saat ia memulai karir sebagai wartawan daripada media ibu kota pada saat itu.

Kemudian, bersama sahabatnya. Ia pun mulai mengembangkan sebuah konsep radio yang mengusung citizen report dan berita.

Dengan bekalnya yang pernah menjadi wartawan, Errol pun mulai mengemas radio Suara Surabaya dengan konsep yang terbilang asing, pada saat itu.

Berkat tangan dinginnya, Radio Suara Surabaya pun berhasil menggapai puncak sebagai radio yang paling banyak didengar, dan radio yang mampu banyak mendatangkan iklan.

Kepiawaianya dalam meracik dan mengomunikasikan strategi untuk bisnis radio, banyak menarik perhatian banyak pihak.

Errol Jonathans, disibukan sebagai nara sumber untuk berbagai macam seminar dan undangan. Beliau, keliling nusantara untuk memenuhi undangan dari radio, media lain, kampus, dll.

Almarhum, telah menjadi guru bagi banyak orang-orang. Dan dengan rendah hatinya, ia tak mau dipanggil guru, padahal ramai orang menyapanya dengan sebutan guru.

Bahkan ketika bertemu dengan orang yang lebih muda usianya, ia tak pasang sikap jumawa. Malah ia tekun mendengarkan. Dan ia pun mau duduk bersama dengan “orang baru” dalam satu meja, padahal ia duduk pada bagian kursi orang penting.

Saya sering bertemu dengan almarhum dalam berbagai kesempatan, mungkin sudah lebih satu dasawarsa. Satu hal yang membuat saya kagum dan sekaligus malu, ketika kami bertemu, ia langsung menyapa dan menjulurkan tangannya untuk bersalaman. Bahkan ia tak lupa nama saya.

Bulan september 2019, sebelum pandemi, adalah saat terakhir, saya bertemu langsung dengan Almarhum dalam sebuah konferensi media internasional di Yogyakarta. Kami sempat berbicara lama dalam satu meja, bicara dari pekerjaan sampai ke urusan sehari-hari. Errol terus memompa semangat saya.

“Mumpung masih muda mas, harus semangat” katanya

Ada sebuah kesempatan yang tak saya lupakan, pada saat konferensi media internasional pada tahun 2019. Ketika, saya meminta beliau secara langsung (mendadak) untuk menjadi narsum pada pembimbingan singkat (Coaching clinic ).

“Om jadi narsum untuk sesi coaching clinic” pinta saya pada saat itu.

“Baiklah, tapi apa yang harus saya bicarakan nanti” tanya dia

“Om, nanti bicara tentang perkembangan media pada saat ini, dan bagaimana caranya media beradaptasi dengan keadaan sekarang” kata saya

“Baik, saya akan berbicara itu, tapi nanti tolong ditegur ya, jika saya salah” jawab almarhum.

Batin saya pada saat itu, ini senior luar biasa. Pantas saja, banyak orang menyukainya. Rendah hati, ramah dan tak pandang kasta. Kemudian setelah acara tersebut, kami kembali melanjutkan perbincangan santai.

Tahun 2020, saya meminta izin kepada almarhum, sekaligus meminta konfirmasi atas pemberitaan soal karyawan Radio Suara Surabaya yang terpapar covid-19. Beliau menerimanya, dan memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan.

Setelah, berita ini dipublikasikan, saya kemudian menyertakan tautan berita kepada Errol Jonathans. 15 menit kemudian, ia membalas pesan saya.

“Terima kasih, mas atas partisipasi medianya untuk meliput kejadian ini. Peran dari media anda, adalah doa dan semangat bagi kami, untuk dapat sembuh dari covid-19. Salam sehat selalu dan jaga diri ya mas.” tulisnya dalam pesan singkat.

Pada masa pandemi covid-19, Errol sering menghadiri pertemuan secara daring. Dari beberapa kesempatan bertemu secara daring (webinar), tak tampak wajah lelah dari dirinya, padahal segala macam bisnis tengah babak belur dihantam covid-19.

Pada usia yang tak terbilang muda lagi, ia terus membakar semangat, agar semua “orang media” harus memiliki semangat yang tangguh. Orang media harus mampu mengembangkan diri, dengan berbagai macam inovasi dan kreatifitas.

Selasa, 25 mei 2021. Handphone saya berbunyi, munculnya sebuah pesan, yang isinya meminta konfirmasi apakah Errol Jonathans meninggal dunia. Saya pun kaget, karena kabar terakhir, beliau akan menjalani operasi. Dan menurut saya operasi itu akan berjalan dengan baik. Karena almarhum, ditangani oleh tim medis yang baik.

Hati saya gundah, karena yang meminta konfirmasi adalah seorang pemuka agama (romo). Dalam pikiran saya, bisa saja romo ini mendapatkan info dari komunitasnya. Lalu ia ingin memastikan kabar ini dari pihak “orang media”.

Kemudian, ada beberapa pesan masuk, yang berasal dari orang yang cukup dekat dengan beliau. Dan menuliskan, Errol Jonathans menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11.06 wib. Semoga almarhum ditempatkan pada tempat yang terbaik.

Banyak yang kehilangan Errol Jonathans, banyak orang kehilangan sosok yang ramah, rendah hati dan penuh inovasi. Orang media, tengah menaikan bendera setengah tiang, karena sang guru telah pergi untuk selamanya.

Selamat Jalan Errol Jonathans

Roy Anward – GencilNews

Continue Reading

Tokoh

Profil Atlet Cantik Goh Liu Ying, Pebulu Tangkis Asal Malaysia

Published

on

Profil Atlet Cantik Goh Liu Ying, Pebulu Tangkis Asal Malaysia

Gencil News- Goh Liu Ying Pebulu tangkis kelahiran Malaysia, pada 30 Mei 1989 ini adalah salah satu atlet yang tampil awet muda dan selalu fresh.

Selain itu, Goh Liu Ying telah memenangkan berbagai kejuaraan, Salah satunya seperti Olimpiade Rio de Janeiro pada tahun 2016.

Bahkan Ia juga sempat beberapa kali mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu pada ajang SEA Games.

Dengan memiliki wajah yang cantik kerap kali atlet asal Malaysia ini mendapat tawaran untuk beberapa brand atau produk.

Dalam ajang olimpiade tokyo yang akan terselenggara pada bulan Juli mendatang Goh Liu Ying mendapat kepercayaan untuk membawa bendera Malaysia.

Atlet cantik ini tak bisa menyembunyikan kebanggaannya lantaran mendapatkan amanah tersebut.

Wanita kelahiran negeri jiran tersebut juga tercatat sudah pernah bermain di dua sektor yakni ganda putri dan ganda campuran.

Total 370 kemenangan berhasil Ia raih selama berkarir di dua sektor tersebut.

Sektor ganda campuran menjadi titik terbaik dimana Goh Liu Ying mampu menorehkan berbagai prestasi dalam karirnya.

Berpasangan dengan Chan Peng Soon, Ia kini menduduki ranking 7 dunia sektor ganda campuran.



Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING