Connect with us

Mild Report

Rancangan Perpres Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Aksi Terorisme Tuai Kritik

Published

on

Rancangan Perpres Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Aksi Terorisme Tuai Kritik-Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur menilai rancangan Perpres tentang tugas TNI dalam menangani aksi terorisme mengancam kehidupan hak asasi manusia (HAM) karena memberikan mandat yang sangat luas dan berlebihan kepada militer.

Hal itu dikatakan Isnur saat diskusi publik daring “Perpres Tentang Tugas TNI Dalam Mengatasi Aksi Terorisme”.

“Apalagi tidak diikuti mekanisme akuntabilitas militer yang jelas untuk tunduk pada sistem peradilan umum. Nah, ini dikhawatirkan menjadi cek kosong.

Kalau kemudian terjadi kesalahan dalam operasi yang mengakibatkan terlanggarnya hak-hak warga negara.

Mekanisme pertanggungjawabannya tidak jelas karena tidak disidangkan di peradilan umum. Itu tertutup padahal korbannya masyarakat sipil misalnya,” kata Isnur, Kamis (14/5).

Selain mempertanyakan akuntabilitas pelibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme di Indonesia.

YLBHI juga mempersoalkan kewenangan fungsi penangkalan yang ada di dalam draf rancangan Perpres tentang tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme.

Salah satunya terkait dengan operasi intelijen, operasi teritorial, operasi informasi, dan operasi lainnya.

Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur dalam diskusi daring soal "Perpres Tentang Tugas TNI Dalam Mengatasi Aksi Terorisme". Kamis 14 Mei 2020. (Screenshot).
Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur dalam diskusi daring soal “Perpres Tentang Tugas TNI Dalam Mengatasi Aksi Terorisme”. Kamis 14 Mei 2020. (Screenshot).

“Nah operasi lainnya ini apa? Kami tidak melihat penjelasan lebih lanjut, tak rinci. Nah kalau tidak rinci seperti ini bisa jadi (pasal) karet dan potensi digunakan seluas mungkin dan bisa melanggar konstitusi dan HAM. Kami ada kekhawatiran ke arah sana.

Apalagi kalau dalam undang-undang harus jelas tidak boleh multi interpretasi.

Lalu istilah penangkalan. Ini sebenarnya istilah yang tidak dikenal dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2018. Ini istilah penangkalan dari mana? Harusnya sebenarnya Perpres pelaksanaan dari undang-undang,” ujar Isnur.

“Nah di undang-undang yang kami lihat adalah pencegahan dan itu dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Walaupun di rancangan Perpres pasal 7 TNI diberi kewenangan melakukan pencegahan,” tambahnya.

Para tentara dalam peringatan HUT ke-74 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah di Jakarta, 5 Oktober 2019. (Foto: AFP)
Para tentara dalam peringatan HUT ke-74 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah di Jakarta, 5 Oktober 2019. (Foto: AFP)

Masih kata Isnur, militer bukan bagian dari aparat penegak hukum yang dapat melakukan fungsi penindakan secara langsung dan mandiri dalam mengatasi ancaman kejahatan terorisme.

“Menurut kami itu berbahaya, seolah-olah lepas dari upaya penegakan hukum. Kalau seperti ini pengaturannya tentu akan merusak mekanisme criminal justice system. Ini juga berpotensi menimbulkan terjadinya pelanggaran HAM yang tinggi. Tentunya di lapangan nanti berpotensi menimbulkan tumpang tindih tugas antara penegak hukum dengan militer,” ungkapnya.

Dalam paparan YLBHI, secara prinsip tugas militer dalam mengatasi kejahatan terorisme seharusnya ditujukan khusus untuk menghadapi ancaman terorisme di luar negeri. Contohnya, pembajakan pesawat Indonesia, dan operasi pembebasan warga negara di luar negeri. Rancangan Perpres juga bertentangan dengan Undang-Undang No 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Jadi ini sifatnya hanya perbantuan kepada aparat penegak hukum (polisi). Perbantuan dilakukan kalau kapasitas penegak hukum sudah tidak mampu lagi mengatasi eskalasi teror yang tinggi, dan pelibatannya harus melalui keputusan politik negara. Dan selalu menjadi bagian dari kendali bawah operasi aparat penegak hukum. Istilah penangkalan dan pemulihan kalau kita baca karena TNI sebagai alat pertahanan negara. Maka fungsi-fungsi penangkalan dan pemulihan sebenarnya bagian yang sudah jelas misalnya memprioritaskan Kemenag, Kemendikbud, dan BNPT,” jelas Isnur.

Pasukan TNI bersiap menaiki helikopter menuju ke distrik Nduga, di Wamena, Provinsi Papua, 5 Desember 2018. (Foto: Iwan Adisaputra/Antara via Reuters)
Pasukan TNI bersiap menaiki helikopter menuju ke distrik Nduga, di Wamena, Provinsi Papua, 5 Desember 2018. (Foto: Iwan Adisaputra/Antara via Reuters)

Kemudian YLBHI merekomendasikan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) perlu menolak agar rancangan Perpres ini dibahas dan direvisi kembali terkait dengan pasal-pasalnya sehingga sesuai dengan undang-undang. Presiden juga sebaiknya tidak menandatangani dan harus memperbaiki dahulu rancangan Perpres tentang tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme.

“Menurut kami sebaiknya sekarang seharusnya segera selesaikan rancangan Peraturan Pemerintah turunan Undang-Undang No 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme agar skema penanganan tindak pidana terorisme menjadi jelas. Termasuk penyelesaian rencana aksi nasional pencegahan ekstremisme yang saat ini terhenti. Dengan demikian pemerintah punya acuan kebijakan dan tidak tambal sulam sebagaimana diatur dalam rancangan Perpres ini,” tandasnya.

Sementara, dosen kajian terorisme Universitas Indonesia, Benny J Mamoto yang juga hadir dalam diskusi daring publik ini mengatakan pelibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme berpotensi menimbulkan ego sektoral dan tumpang tindih dengan institusi penegak hukum atau aparat kepolisian.

“Ketika dilakukan penindakan segera mungkin diserahkan ke aparat. Pertanyaannya, berapa lama kata segera itu dimaknai? Kalau dikatakan tidak ada batasan, argumentasi yang muncul adalah masih dikembangkan. Di situ akan ada potensi pelanggaran HAM. Kemudian, seandainya nanti terjadi tumpang tindih Densus 88 Antiteror yang memiliki data lengkap dan terbaru sampai saat ini tentang pergerakan di lapangan dari jaringan (teroris). Ketika ada instansi lain menangani hal yang sama, berpotensi akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Personel TNI dalam sebuah latihan penanggulangan teror di Jakarta. (foto: Humas TNI)
Personel TNI dalam sebuah latihan penanggulangan teror di Jakarta. (foto: Humas TNI)

Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral menjelaskan bahwa pelibatan TNI seperti apa yang ada di rancangan Perpres yaitu diberi tugas selain perang tapi juga membantu aparat kepolisian untuk memerangi aksi terorisme.

“Kenapa TNI diperbolehkan masuk ke ranah ini karena memiliki resources, infrastruktur, kapasitas, untuk membantu kepolisian dan BNPT untuk memerangi terorisme. Misalnya dalam penangkalan. Penangkalan di sini adalah operasi intelijen, operasi teritorial, dan operasi informasi. Saya kira kapasitas yang dimiliki TNI bisa membantu instansi lain untuk memerangi terorisme. Sekarang eranya bukan kompartemenlisasi. Kalau itu strategis dan membantu upaya memerangi terorisme maka harus berbagi informasi itu ke instansi lain. Jadi saling membantu berbagi informasi untuk memerangi terorisme,” ucapnya. [aa/ab]

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Nongkrong

Hasil Studi: Kucing Mengenali “Nama” Karena Imbalan

Published

on

Hasil Studi: Kucing Mengenali "Nama" Karena Imbalan
Hey Kitty! Iya, kamu. Sebuah studi menyatakan kucing peliharaan dapat memahami suara panggilan nama yang diberikan kepadanya.
Hasil Studi: Kucing Mengenali "Nama" Karena Imbalan
Hasil Studi: Kucing Mengenali “Nama” Karena Imbalan

Jadi kucing agak-agak mirip dengan anjing, dimana komunikasi dengan manusia telah banyak dipelajari, dan telah ditunjukkan bahwa mereka dapat mengenal ratusan kata apabila mereka terlatih dengan baik. Maaf, apabila perbandingan tadi membuat kamu tersinggung, Kitty.

Sama sekali tidak mengejutkan bagi anda atau kebanyakan pemelihara kucing, bukan? Namun para ilmuwan Jepang hari Kamis mengatakan bahwa mereka telah memberikan bukti percobaan pertama bahwa kucing dapat membedakan kata-kata yang diucapkan manusia.

Atsuko Saito dari Sophia University di Tokyo mengatakan tidak ada bukti bahwa kucing dapat menghubungkan kata-kata dengan maknanya, bahkan tidak juga pada nama-nama mereka sendiri. Sebaliknya, mereka belajar saat mereka mendengar nama-nama itu mereka mendapat imbalan seperti makanan atau mainan, atau sesuatu yang buruk seperti dibawa ke tempat praktek dokter hewan. Dan mereka banyak mendengar namanya disebut. Jadi suara itu menjadi spesial, bahkan saat mereka tidak paham bahwa suara itu merujuk pada identitas mereka.

Saito dan para koleganya menjelaskan hasil dari penelitian mereka dalam jurnal Scientific Reports. Dalam empat percobaan yang dilakukan pada 16 hingga 34 hewan, masing-masing kucing mendengar rekaman dari suaranya sendiri, atau suara orang lain, yang perlahan-lahan membacakan daftar empat kata benda atau nama-nama kucing lain, diikuti dengan nama kucing itu sendiri.

Banyak kucing awalnya bereaksi – seperti menggerak-gerakan kepalanya, telinganya atau ekornya – namun lama-lama mereka kehilangan minat saat kata-kata itu dibacakan. Pertanyaan krusial adalah apakah mereka lebih merespon pada namanya.

Seperti yang diperkirakan, rata-rata, kucing-kucing ini menjadi sangat riang saat mendengar nama-nama mereka.

Kristyn Vitale, yang mempelajari tingkah laku kucing dan ikatan antara kucing dan manusia di Oregon State University di Corvallis namun tidak ikut serta dalam studi ini, mengatakan hasilnya “sangat masuk akal bagi saya.”

Vitale, yang mengatakan ia telah melatih banyak kucing untuk merespon pada perintah lisan, sepakat bahwa hasil temuan baru tidak berarti kucing mengerti namanya sendiri. Namun, lebih karena ia dilatih untuk mengenali suara, ujarnya.

Monique Udell, yang juga mempelajari perilaku hewan di Oregon State, mengatakan hasil studi tersebut menunjukkan “kucing-kucing memberi perhatian pada anda, apa yang anda katakan dan apa yang anda lakukan, dan mereka belajar dari situ.” [ww/fw]

Continue Reading

Nongkrong

Podcast, Ketika Stasiun Radio Ada Digenggamanmu Sendiri

Published

on

Podcast, ketika seolah stasiun radio ada digenggamanmu sendiri

Podcast, ketika seolah stasiun radio ada digenggamanmu sendiri

Podcast, ketika seolah stasiun radio ada digenggamanmu sendiri

Di era berbagi seperti ini hampir tidak ada lagi sumberdaya sosial yang di miliki oleh korporat tertentu, segala sesuatu bisa dilakukan sendiri lewat media Smartphone.

Pernah berfikir nggak kalau radio yang sering anda dengar lewat smartphone, hp, atau perangkat radio, isi nya adalah suara kita semua dan
anda bisa bahas apapun yang kita inginkan untuk di sebarkan ke orang lain.

Nah mungkin anda semua hari ini sudah tidak asing dengan sebuah media audio bernama “Podcast”

Saat anda mendengar sebuah podcast pertama kali, mungkin muncul di pikiran adalah lho ini mirip radio! Memang betul mirip, tapi beda he..he..

Podcast itu memang mungkin mirip dengan radio, tapi sebenarnya beda . Kesamaannya ya podcast umumnya berupa audio (walaupun sekarang juga ada podcast video) yang didengarkan seperti Anda mendengar radio.

Kesamaan lain adalah seperti radio dimana anda harus memilih mau mendengarkan stasiun radio A atau stasiun radio B dan seterusnya.Di Podcast juga sama, anda juga perlu memilih mau mendengarkan podcastnya siapa di topik apa.

Anda mau dengar apa saja juga ada. Saat ini ada lebih dari 200.000 podcast saya rasa di  semua kategori tersebut dan terus bertambah. Tentu Anda tidak perlu mendengarkan semuanya he..he..  Cukup yang menarik minat Anda saja.

Saya memang lebih banyak mendengar podcast di kategori literasi dan diskusi terkini. Tapi ada banyak orang di Amerika yang dengar podcast tentang TV Series yang populer seperti Lost, Walking Dead dll atau dengar podcast tentang games seperti Clash of Clan, Minecraft dan game populer lainnya.

Terus terang sulit bagi saya membayangkan mendengarkan podcast tentang games he..he.. 

Saat ini membuat podcast jauh lebih mudah dan tidak butuh investasi besar seperti buat stasiun radio sehingga akhirnya industri podcast berkembang pesat.

Industri radio sendiri di Amerika mengalami penurunan karena semakin banyak orang memilih untuk mendengar podcast daripada radio.

Memang kebanyakan podcast yang ada memang masih dalam Bahasa Inggris. Hampir tidak ada yang Bahasa Indonesia, paling dari Radio BBC Indonesia. Mungkin itu sebabnya mengapa di Indonesia, podcast masih jarang diketahui oleh banyak orang.

Jadi melalui artikel ini, saya ingin memperkenalkan Podcast agar semakin banyak dikenal dan banyak yang mendengarkan sehingga akhirnya banyak yang memproduksinya.

Saya yakin podcast akan berkembang di Indonesia karena di kota-kota besar, kita terbiasa menghabiskan banyak waktu di perjalanan karena jalanan macet sehingga bisa mendengarkan podcast di banyak topik adalah sesuatu yang menarik untuk dilakukan.

Bedanya podcast dengan radio adalah podcast merupakan rekaman. Biasanya tidak ada atau jarang ada iklan, tidak ada selingan lagu yang berkepanjangan dan kita bisa pilih mau dengar topik apa, gak usah ngikuti jadwal atau maunya radio 

Biasanya podcast terbagi atas episode-episode dimana tiap episode biasanya ada judul tertentu, jadi biasanya tahu bahas apa. Panjang tiap episode biasanya antara 10 menit s/d 90 menit lebih (tergantung maunya si pembuat podcast).

Jadi apa sebenarnya kelebihan podcast dibanding radio atau dengarin rekaman audio MP3? Kelebihan utama podcast menurut saya adalah:

  • Ada banyak pilihan podcast yang bisa Anda dengar. Ada ratusan kategori dan puluhan atau bahkan ratusan ribu podcast yang bisa Anda pilih sesuai dengan minat dan hobi Anda. Bandingkan dengan radio, ada berapa banyak stasiun radio di kota Anda? Ada radio untuk orang bisnis, radio untuk wanita dan sebagainya, tapi ada berapa banyak? Paling juga 15-an.
  • Tidak ada iklan berlebihan seperti radio, yang rasanya tiap 10 menit ada iklan atau selingan lagu.
  • Anda bisa mendengarkan podcast sesuai dengan waktu yang Anda miliki. Jadi misal Anda jogging jam 5 pagi, Anda bisa mendengarkan podcast yang bermanfaat atau yang Anda sukai. Kalau radio jam 5 pagi ya cuma lagi instrumen doang he..he.. karena penyiar radio masih tidur 
  • Anda otomatis menerima episode baru di smartphone (sudah di download dan siap didengarkan) dari podcast yang Anda langganan. Jadi tidak perlu repot-repot lagi harus download di komputer, lalu pindahkan filenya ke smartphone (itu juga kalau Anda ngerti caranya he..he..).
  • Podcast yang sudah didengar, bisa otomatis dihapus sehingga tidak menghabiskan space memori di smartphone Anda.

Sejarah Singkat Podcast

Podcast sudah ada sejak tahun 2005, tetapi memang baru hits sejak tahun 2007 di luar negeri mulai banyak digunakan dan momentumnya berkembang cepat sejak 2011 hingga sekarang.

Podcast itu sebenarnya berasal dari kata iPod + Broadcasting. Oooh, begitu mendengar kata iPod, Anda pasti langsung ingat Apple 

Ya memang betul, walaupun rekaman audio sebenarnya merupakan hal yang dari jaman dulu juga sudah ada, tetapi cara untuk mendapatkan audio podcast, cara berlangganan, cara mendownload dan mendengarkannya adalah sesuatu konsep yang diciptakan oleh Apple (saat mulai launch iPod lalu iPhone dll) sehingga jauh lebih mudah dan menyenangkan prosesnya bagi konsumen.

Ya Apple memang jago dalam urusan merubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih sederhana sehingga lebih mudah digunakan. Saya akan ceritakan di bawah soal mekanismenya dan cara menggunakannya.

Tetapi jangan khawatir, Podcast sekarang bisa diakses dan digunakan dengan smartphone apapun, tidak harus iPhone atau iPod dari Apple.

Anda juga bisa pakai Android, Blackberry (walaupun tidak disarankan, sorry) atau Windows Phone tidak ada masalah karena memang di semua OS tersebut sudah ada aplikasi untuk mendengarkan podcast.

Untuk aplikasi yang sering saya gunakan untuk mendengar podcast adalah Spotify, kategori podcastnya bisa anda pilih sendiri sesuai selera dan suara

Ok saya rasa Anda sudah cukup jelas dengan gambaran apa itu podcast, yang penting langsung coba. Jangan salahkan saya kalau Anda terus jadi kecantol 

Continue Reading

Nongkrong

Cari Tau Fakta-Fakta Tentang Emoji

Published

on

Cari Tau Fakta-Fata Tentang EmojiCari Tau Fakta-Fata Tentang Emoji

Emoji atau gambar-gambar hidup yang lucu dan menyemarakkan email dan pesan teks, tampaknya akan hadir dalam berbagai bentuk, warna dan ukuran. Selain “the smiley face,” lambang jempol ke atas, kue ulang tahun dan es krim misalnya. Kini ada lagi emoji yang menggambarkan pasangan antar-ras.

Cari Tau Fakta-Fata Tentang EmojiCari Tau Fakta-Fata Tentang Emoji
Cari Tau Fakta-Fata Tentang Emoji

Emoji, yang berasal dari Jepang, kini tidak lagi identik sebagai trend yang disukai remaja, tetapi sebagai cara berkomunikasi di seluruh dunia. Saat ini ada lebih dari 2.000 emoji. Untuk emoji yang melambangkan wajah orang saja, ada lima warna kulit yang tersedia.

Masalahnya, emoji yang menggambarkan orang berpasangan – entah pacar atau suami-istri – memiliki warna yang sama. Salah seorang pendiri “Emojination” dan wakil ketua sub-komite Unicode Consortium’s Emoji, Jennifer Lee, mengatakan.

“Emoji pasangan antar-ras merupakan suatu masukan yang kerap kami dengar dari orang-orang di Twitter. Orang-orang sudah terbiasa menggunakan emoji dan melihat beragam warna kulit baik untuk tanda jempol, mermaid, bayi atau perempuan. Juga ketika mereka menekan tanda keluarga atau pasangan, dan merasa ‘oh hanya ada satu warna?’ Ini dikarenakan mereka dilatih untuk terbiasa dengan warna kulit berbeda,” ujar Lee.

Dan ternyata begitu banyak hal yang harus dilakukan untuk menelurkan satu emoji baru. Pekerjaan itulah yang harus dilakukan Unicode Consortium, suatu LSM yang beranggotakan sejumlah relawan yang piawai dengan sistem kodifikasi, sehingga komputer dan telpon dapat saling memahami satu sama lain. Kelompok itu saat ini bekerja untuk menciptakan emoji bagi warga Mongolia dan Rohingya, guna dimasukkan dalam Unicode Standard. Direktur Unicode Consortium Greg Welch mengatakan.

“Sebagaimana misi utama yang kami emban, kami ingin memastikan bahwa setiap bahasa dapat masuk atau diterima di era digital,” ujar Greg.

Unicode, yang mulai tahun 2010 berupaya mengadopsi emoji ke dalam standarnya, memiliki tujuan sederhana yaitu memastikan agar ketika seseorang mengirim wajah tersenyum atau “smiley face” – tidak peduli jenis atau usia piranti telpon seluler atau komputer – penerima tetap melihat wajah yang tersenyum.

“Jika melihat perkembangan bahasa seperti bahasa Inggris atau Rusia atau China, perkembangannya terjadi sangat lambat dalam beberapa puluh tahun. Tetapi jika Anda melihat emoji, maka dalam lima tahun terakhir saja begitu banyak yang digunakan. Kosa kata emoji pun sangat beranekaragam. Ini hampir seperti menonton bahasa proto terbaru yang terjadi tepat di depan kita,’’ papar Greg.

Siapa pun dapat menyampaikan gagasan untuk membuat emoji baru. Sebuah kampanye yang dimulai oleh Jennifer Lee dengan bantuan situs kencan ‘’Tinder’’ misalnya, mengirim petisi ke Unicode untuk menemukan cara untuk menunjukkan emoji beragam orang dengan beragam warna kulit.

‘’Salah satu alasannya adalah emoji yang menggambarkan karakter dua orang yang berpegangan tangan misalnya, tidak harus dianggap sebagai memiliki hubungan romantis. Emoji dua orang berpegangan tangan bisa saja dua sahabat, bisa juga pasangan, bisa juga mewakili kakak-adik dalam keluarga. Kami merasa ini adalah emoji yang paling serba guna,” jelas Jennifer.

Unicode menerima usul emoji baru itu dan memberikan kode pasangan antar-ras tersebut kepada perusahaan-perusahaan seperti Apple, Microsoft, Google dan lainnya. Mereka akan menampilkan emoji dengan versi tersendiri.

Selain emoji yang menggambarkan pasangan antar-ras, akan dirilis pula emoji yang menggambarkan menstruasi pada akhir tahun ini. [em]

Continue Reading

TRENDING

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x