Ceramah Islam

Ceramah Singkat Tentang Penyakit Takabur, Hasad dan Tamak (THT)

Ceramah Singkat Tentang Penyakit Takabur, Hasad dan Tamak (THT)

Gencil News – Manusia pada dasarnya memiliki sifat baik dan buruk, kedua sifat itu tidak akan hilang dari manusia tetapi sifat yang baik dan buruk bisa lebih menonjol dan mempengaruhi kepribadian manusia itu sendiri.

Jika sifat baik yang kita kedepankan dalam segala hal, maka akan tercipta perbuatan-perbuatan yang baik pula. Namun jika tak pandai mengendalikan diri, maka yang akan terlihat keburukan-keburukannya dan manusia bisa saja hancur karena sifat buruknya.

Berikut ceramah singkat tentang penyakit hati:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT atas nikmat untuk dapat berkumpul dalam ruangan ini. Tidak lupa saya lantunkan sholawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, karena sudah mengangkat kita semua dari zaman kegelapan hingga ke zaman sekarang.

Allah SWT memberikan dan mengkaruniakan akal dan pikiran agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga kita bisa menentukan apa yang harus kita lakukan, karna sesungguhnya manusia pada hakekat menyukai hal-hal yang baik.

Baca juga   Ceramah Singkat Tentang Sunnah Menikah

Terkadang manusia selalu menyepelekan hal-hal yang kecil, karena sering kita hanya melihat hasil yang sementara. Namun kita lupa kebiasaan yang kecil yang akan mendarah daging dan menjadi kebiasaan yang besar.

Jadi kalau kita biasakan keburukan kecil maka akan menjadi keburukan yang besar kemudian hari. Karena hal yang besar tidak dimulai dari sesuatu yang besar namun di mulai dari yang kecil.

Kehancuran manusia dimulai dari sifat-sifat manusia yang tidak terkendali sehingga menjadi kebiasaan yang merugikan diri dan orang lain. Senada dengan yang di kemukakan oleh Al – Hasan bin Ali bin Abi Thalib

هلاك المرء في ثلاث: الكبر والحرص والحسد. فالكبر هلاك الدين، وبه لُعِنَ إبليس. والحرص عدو النفس، وبه أخرج آدم من الجنة. والحسد رائد السوء، ومنه قتل قابيل هابيل

Kehancuran seseorang disebabkan oleh tiga hal: kesombongan, keserakahan, dan iri hati. Kesombongan menghancurkan agama, dan dengan itu Setan dikutuk. Nafsu adalah musuh jiwa, yang dengannya Adam diusir dari surga; Dan iri hati adalah pelopor kejahatan, dan darinya Kain membunuh Habel.
Al – Hasan bin Ali bin Abi Thalib

Baca juga   Ceramah Singkat Tentang Pergaulan Bebas

Ketiga sifat tersebut diatas Takabur, Hasad dan Tamak (THT) adalah akhlak yang tercela dan merupakan sumber dari segala dosa, oleh karna itu kita jauhi agar terhindar dari kesalahan yang lebih besar.

Takabbur

Takabbur adalah melihat diri sendiri lebih sempurna dari yang lain. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya. Rasulullah SWA telah bersabda:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (H.R. Muslim)

Hasad

Ialah sekedar benci dan tidak suka terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat. Ia akan tersiksa dan tersakiti dan berbuah pada penyakit di hatinya. Ia pun semakin senang jika nikmat tersebut itu hilang, walau tidak sampai ia mendapatkan manfaat dengan hilangnya nikmat tersebut. Ibnu Taimiyah berkata

Baca juga   Ceramah Singkat Seputar Anjuran Memperhatikan Tetangga

الْحَسَدَ هُوَ الْبُغْضُ وَالْكَرَاهَةُ لِمَا يَرَاهُ مِنْ حُسْنِ حَالِ الْمَحْسُودِ

“Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasad.” (Majmu’ Al Fatawa, 10: 111)

Tamak

Merupakan Keinginan berbeda dan berlebih tersebut kadang terlalu berlebihan atau di luar batas dan Mengejar kekayaan hingga berlebih-lebihan, dan tidak memperhatikan orang lain yang juga membutuhkannya akan mengganggu kehidupan bersama. Rasulullah bersabda:

لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ، وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Sungguh, seandainya anak Adam memiliki satu lembah dari emas, niscaya ia sangat ingin mempunyai dua lembah (emas). Dan tidak akan ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah.’ Kemudian Allâh mengampuni orang yang bertaubat. (HR. Al-Bukhâri, no. 6439 dan Muslim, no. 1048)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

TERPOPULER

To Top