Ilmu Agama Itu Jauh Lebih Utama Daripada Harta
Connect with us

Mimbar Islam

Ilmu Agama Itu Jauh Lebih Utama Daripada Harta

Published

on

Ilmu Agama Itu Jauh Lebih Utama Daripada Harta

Gencil News- Ada sebagian orang menganggap ilmu bukanlah apa-apa. Akan tetapi taukah anda bahwa ternyata ilmu khususnya ilmu agam itu jauh lebih utama daripada harta

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berkata :

‎فالعلم أفضل بكثير من المال حتى لو تصدق الإنسان بأموال عظيمة طائلة فالعلم ونشر العلم أفضل.

“Ilmu (agama) itu masih jauh lebih utama (lebih baik) bila dibandingkan dengan banyaknya harta.

Walaupun seseorang menginfakkan harta yang begitu banyak nan melimpah, maka ilmu (agama) dan menyebarkannya (yakni mendakwahkan dan mengajarkannya kepada umat manusia) adalah lebih utama (lebih baik).”

( Syarah Riyadhis Sholihin, 5/436)

Catatan :

  1. Ya benar, secara mutlak ilmu-ilmu agama itu adalah lebih utama daripada harta benda yang banyak dan melimpah.

Demikian pula orang yang diberi karunia oleh Alloh Ilmu-ilmu agama, juga lebih utama dibandingkan dengan orang yang hanya diberi kelebihan harta.

Tetapi pada masing-masing mereka, juga mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh yang lainnya.

Sebagaimana hal itu ditunjukkan pada hadits yang shohih berikut ini :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata :

‎جاء الفقراء إلى النبي فقالوا: يا رسول الله، ذهب أهل الدثور من الأموال بالدرجارت العلا والنعيم المقيم، يصلون كما نصلي، ويصومون كما نصوم، ولهم فضل من أموال يحجون بها ويعتمرون ويجاهدون ويتصدقون، وليست لنا أموال…وفي رواية مسلم: فقال رسول الله في آخر الحديث: “ذلك فضل الله يؤتيه من يشاء” (متفق عليه).

“Orang-orang miskin (dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) pernah datang menemui beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka berkata :

Baca juga   Noor Kids, Penggubah Buku Anak Islam untuk Muslim Dunia

“Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang-orang (kaya) yang memiliki harta yang berlimpah bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi (di sisi Allah Ta’ala) dan kenikmatan yang abadi (di surga), karena mereka melaksanakan shalat seperti kami melaksanakan shalat, dan mereka juga berpuasa seperti kami berpuasa, tapi mereka memiliki kelebihan harta yang mereka gunakan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, jihad dan sedekah, sedangkan kami tidak memiliki harta“

Dalam riwayat Imam Muslim, di akhir hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Itu adalah karunia (dari) Alloh, yang diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya !”

( HR Al-Bukhari no. 807 dan 5970, dan Muslim no. 595).

  1. Hadits yang mulia itu menunjukkan besarnya keutamaan orang kaya yang memanfaatkan kekayaannya untuk meraih takwa kepada Allah Ta’ala, dengan menginfakkan hartanya di jalan yang diridhai-Nya.

Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqolani rohimahulloh menjelaskan :

“Dalam hadits ini (terdapat dalil yang menunjukkan) lebih utamanya orang kaya yang menunaikan hak-hak (Allah Ta’ala) pada (harta) kekayaannya, dibandingkan orang miskin (yang tidak bisa berinfak).

Karena berinfak di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits di atas) hanya bisa dilakukan oleh orang kaya.”

  1. Allah Ta’ala juga memuji orang-orang yang memiliki banyak harta, tapi tidak membuat mereka lalai dari mengingat Allah Ta’ala dan beribadah kepada-Nya.

Sebagaimana dinyatakan dalam firman Alloh ta’ala :

‎{رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ}

Baca juga   Apa Saja Amalan Bulan Muharram?

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut pada hari (pembalasan) yang (pada saat itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS An-Nuur : 37).

Al-Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata :

“Mereka itu adalah orang-orang yang tidak disibukkan/dilalaikan oleh harta benda dan perhiasan dunia, serta kesenangan berjual-beli (berbisnis) dan meraih keuntungan (besar) dari mengingat (beribadah) kepada Rabb mereka (Allah Ta’ala), Yang Maha Menciptakan dan Melimpahkan rezki kepada mereka.

Dan mereka adalah orang-orang yang mengetahui (meyakini) bahwa (balasan kebaikan) di sisi Allah Ta’ala adalah lebih baik dan lebih utama daripada harta benda yang ada di tangan mereka.

Karena apa yang ada di tangan mereka akan habis/musnah sedangkan balasan di sisi Allah adalah kekal abadi.” ( Tafsir Ibnu Katsir, 3/390).

Al-Imam al-Qurthubi rohimahulloh juga berkata :

“Dianjurkan bagi seorang pedagang (pengusaha) untuk tidak disibukkan/dilalaikan dengan perniagaan (usaha)nya dari menunaikan kewajiban-kewajibannya.

Maka ketika tiba waktu shalat fardhu, hendaknya dia (segera) meninggalkan perniagaannya (untuk menunaikan shalat), agar dia termasuk ke dalam golongan orang-orang (yang dipuji Allah Ta’ala) dalam ayat (di atas) ini.” ( Tafsir al-Qurthubi, 5/156).

Al-Imam Ibnu Muflih Al-Maqdisi rohimahulloh juga berkata :

“Dunia (harta) tidaklah dilarang (dicela) pada zatnya, tapi karena (dikhawatirkan) harta itu menghalangi (manusia) untuk mencapai (ridha) Allah Ta’ala.

Baca juga   Jangan Sibuk Mikirin Hidup Enak tapi Lupa Mempersiapkan Mati Enak

Sebagaimana kemiskinan, tidaklah dituntut (dipuji) pada zatnya, tapi karena kemiskinan itu (umumnya) tidak menghalangi dan tidak menyibukkan (manusia) dari (beribadah kepada) Allah.

Barapa banyak orang kaya yang kekayaannya tidak menyibukkannya dari (beribadah kepada) Allah Ta’ala, seperti Nabi Sulaiman ‘alaihis salam, demikian pula (sahabat Nabi Ta’ala) ‘Utsman (bin ‘Affan) radhiyallahu ‘anhu, dan ‘Abdur Rahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu.

Dan berapa banyak orang miskin yang kemiskinannya (justru) melalaikannya dari beribadah kepada Allah dan memalingkannya dari kecintaan serta kedekatan kepada-Nya”

( Al-Aadaab As-Syar’iyyah, 3/469).

  1. Adapun dalil-dalil dan penjelasan para ulama tentang keutamaan ilmu syar’i (agama) dan orang-orang yang mempunyai ilmu ini, telah banyak dan telah sering diulang-ulang dalam pembahasan masalah ini.

Jadi, kesimpulannya adalah :

a. Ilmu agama adalah nikmat yang paling besar dari Alloh untuk hamba-hamba-Nya. Dan juga kenikmatan yang paling utama dibandingkan dengan nikmat-nikmat yang lainnya, terutama nikmat harta benda dunia !

b. Akan tetapi, terkadang Alloh memberikan juga kelebihan dan keutamaan kepada orang-orang yang mempunyai kelebihan harta, dengan sebab keimanan dan amal sholih yang mereka lakukan, seperti : berinfak dan bersedekah, berjihad dengan harta bendanya untuk kepentingan dakwah dan pendidikan Islam, untuk berhaji dan berumroh, dan sebagainya !

Masing-masing dari mereka, Alloh berikan kelebihan, seperti yang dikehendaki Alloh ta’ala.

Semoga, kita semuanya termasuk orang-orang yang diberikan Taufiq (hidayah) dari-Nya, untuk selalu Istiqomah dalam melakukan amal-amal ketaatan kepada Alloh ta’ala. Aamiin. (Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mimbar Islam

Berikut Doa Harian Ketika Ingin Melakukan Aktivitas Sehari-Hari

Published

on

By

Berikut Doa Harian Ketika Ingin Melakukan Aktivitas Sehari-Hari

Gencil News– Doa merupakan salah satu cara untuk kita meminta perlindungan dari marabahaya dan sebagainya. Doa juga bisa menjadi penghubung kita dengan sang pencipta

Dalam melaksanakan aktvitas sehari-hari juga harus diawali dengan doa. Berikut doa harian dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari :

1.Doa Mеmаkаі Baju/Berpakaian

اَللّهُمَّ اِنِّيْ أَسْـأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَاهُوَلَهُ,وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَاهُوَلَهُ.

Bismillaahi, Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu wa’a’uu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu

Artinya : “wаһаі tuhanku,berilah aku kebaikan dengan pakaian іnі, ԁаn hindarkanlah aku dari kејаһаtаn yang ditimbulkan”.

2. Doa Kеtіkа Membuka/Mеӏераѕ Pakaian

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ أَذْهَبَ عَنِّى اْلأَذَاى وَعَافَانِيْ.

Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa

Artinya: “Dengan nаmа Allah уаng tiada tuhan sеӏаіn ԁіа”.

3. Doa Mеmаkаі Pakaian Baru

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىْ كَسَانِىْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّىْ وَلاَقُوَّةٍ

Baca juga   Film Drama Romantis Terbaik Untuk Liburan Akhir Pekan

Alhamdu lillaahil ladzii kasaanii hadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri hawlim minni wa laa quwwatin

Artinya: “sеgаӏа puji bagi Aӏӏаһ yang memberi aku раkаіаn іnі dan memberi rezeki dengan tiada upaya ԁаn kekuatan dariku”

4. Doa Ketika Bercermin

اَللَّهُـمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

Artinya : “Yа Allah sebagaimana engkau telah сірtаkаn aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku”

5. Doa Sааt Bersiwak

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِيْ وَشُدَّ بِهِ لِثَّتِيْ وَثَبِّتْ بِهِ لَهَاتِي وَأَفْصِحْ بِهِ لِسَانِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ وَأَثِبْنِيْ عَلَيْهِ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya : “уа Allah putihkan gigiku ԁаn kuatkan gusiku, ѕегtа kuatkan lahatku (daging уаng tυmьυһ ԁі аtаѕ langit-ӏаngіt mυӏυt) dan fasihkan lidahku dengan siwak itu serta berkatilah siwak tersebut dan berilah раһаӏа aku kагеnаnуа wаһаі dzat paling mengasihi ԁіаntага para pengasih.”

Baca juga   Vaksinasi Covid-19 Untuk Pelajar Kalbar, Dimulai Dari Siswa Kelas XII

6. Doa Setelah Adzan

اَللهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ يَآاَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Artinya :”уа Allah tuhan уаng mеmіӏіkі seruan yang sempurna ԁаn shalat yang tetap didirikan, kurniailah nabi Muhammad wаѕіӏаһ (tеmраt уаng luhur) dan kelebihan ѕегtа kemuliaan dan ԁегајаt уаng tinggi ԁаn tempatkanlah dia раԁа kependudukan уаng terpuji уаng tеӏаһ engkaujanjikan, sesungguhnya еngkаu tіаԁа menyalahi janji, wahai dzat yang paling penyayang”.

7. Doa Setelah Iqamah

اَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ

Artinya : “Semoga Aӏӏаһ mеnеgаkkаn ԁаn mengekalkan ѕһаӏаt selama masih аԁа langit ԁаn bumi”.

8. Doa Menuju Masjid

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِىْ قَلْبِى نُوْرًا وَفِى لِسَانِىْ نُوْرًا وَفِىْ بَصَرِىْ نُوْرًا وَفِىْ سَمْعِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِىْ نُوْرًا وَفَوْقِىْ نُوْرًا وَتَحْتِىْ نُوْرًا وَاَمَامِىْ نُوْرًا وَخَلْفِىْ نُوْرًا وَاجْعَلْ لِّىْ نُوْرًا

Baca juga   Bupati Fransiskus Lakukan Kunjungan Kerja Ke Benua Martinus

Artinya : “ya Allah, jadikanlah dihatiku саһауа, pada lisanku cahaya dipandanganku саһауа, ԁаӏаm pendengaranku саһауа, dari kananku cahaya, ԁагі kiriku cahaya, ԁагі atasku саһауа, dari bawahku cahaya, dari depanku саһауа, belakangku cahaya, ԁаn jadikanlah untukku саһауа.” (H.R. Bukhari ԁаn mυѕӏіm)

Continue Reading

Mimbar Islam

Khutbah Jumat Bulan Maulid: Nabi Muhammad Perintahkan untuk Optimis

Published

on

Khutbah Jumat Bulan Maulid: Nabi Muhammad Perintahkan untuk Optimis

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهْ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمّا بَعْدُ  فَيَا عِبَادَ الله، اُوْصِيْنِي نَفْسِي بِتَقْوَى الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah yang Dirahmati Allah
Wasiat penting yang selalu disampaikan khatib ketika berada di atas mimbar adalah untuk selalu meningkatkan takwallah.

Yakni menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang. Hal tersebut bukan semata diingatkan, namun hendaknya menjadi perenungan agar dalam setiap pekan, ada peningkatan takwallah dalam keseharian.

Itu ditunjukkan dalam semua kegiatan hidup baik di dalam rumah, jalan, tempat kerja dan di mana saja kita berada.

Yakinlah bahwa dengan takwallah, persoalan di negeri ini dan juga masalah pribadi dan kemasyarakatan akan bisa diurai dengan baik. Karenanya, pastikan takwallah adalah bagian dari introspeksi dalam kesempatan yang mulia ini.

Hadirin yang Berbahagia
Di tengah kondisi pandemi yang masih melingkupi negeri ini, marilah kita merenung firman Allah berikut ini:


   وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ، الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ    

Artinya: Dan sungguh Kami uji kalian dengan sedikit rasa ketakutan, lapar, kekurangan harta benda, jiwa, buah buahan. Dan berilah kabar gembira orang orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang ditimpa musibah, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya. Mereka itulah orang yang akan mendapatkan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang mendapatkan hidayah. (QS Al-Baqarah: 155-157)

Hadirin Rahimakumullah 

Dari ayat tadi bisa kita telaah bahwa kehidupan manusia itu selalu berubah. Roda kehidupan selalu berputar, terkadang kita jumpai kemudahan dalam segala bidang, dan pada lain waktu, kita temukan kesulitan hidup. Di satu saat kita bisa bersedih, di saat lain kita bisa tiba-tiba menjadi gembira. Semua dinamika ini dinamakan sebagai ujian dari Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ agar iman kita bisa menjadi tebal, kedekatan kita kepada Allah akan selalu bertambah.    

Baca juga   Demi Bisa Bayar Karyawan, Pengusaha Ini Jual Burungnya

Dalam kitab matan al-Kharidah al-Bahiyyah, Syekh Ahmad Dardir mendendangkan sebuah syair:


   وَكُنْ عَلَى آلَائِهِ شَكُوْرًا، وَكُنْ عَلَى بَلاَئِهِ صَبُوْرًا   

Artinya: Dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat Allah, dan bersabarlah atas cobaan-cobaan-Nya.   

Qasidah ini menjelaskan tentang tugas kita, agar pandai-pandai bersyukur atas karunia Allah. Anugerah yang diberikan tidak membuat kita lena tentang bagaimana cara menggunakan nikmat tersebut secara baik dan benar. Begitu pula sebaliknya. 

Pada waktu kita diuji dengan cobaan oleh Allah, tugas kita adalah bersabar. Kita harus selalu ber-husnuddzan kepada Allah. Kita perlu yakin, Allah akan memberikan kemudahan kepada kita, mungkin saja nanti atau di kemudian hari.    

Allah berfirman:

    فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا    

Artinya: Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan. (QS As-Syarh: 5-6)   

Di ayat ini, Allah mengulangi tentang kebersamaan antara kesulitan pasti akan ada kemudahan, itu pasti. Bahkan Allah mengulangi sampai dua kali. Kita tidak boleh meragukan firman Allah ini.    

Dalam sebuah hadits qudsi, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radliyallâhu anh, Allah berfirman:


   خَلَقْتُ عُسْرًا وَاحِدًا وَخَلَقْتُ سَيْرَيْنِ   

Artinya: Allah berfirman: Aku ciptakan kesulitan satu, tetapi di situ pula aku ciptakan dua kemudahan.    

Hadirin yang Dirahmati Allah
Sekarang ini, di antara kita mungkin sedang bertani, namun gagal panen. Atau panen sukses tapi harganya tidak sesuai harapan. Yang menjadi pelajar, nilai yang diperoleh kurang sesuai harapan. Yang kerja kantor, ada masalah di kantornya. Yang berdagang ditipu orang. Hal tersebut bisa saja menimpa kita. Di saat-saat demikian, kita tetap harus menata hati untuk memosisikan Allah pada dugaan yang selalu baik.    

Firman Allah dalam hadits qudsi menyebutkan:


   أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ   

Artinya: Aku itu berada pada posisi dugaan hamba-Ku kepada-Ku.    

Maksudnya, jika kita meyakini Allah tidak akan bisa menyelesaikan masalah kita, masalah kita pun tidak akan kelar. Apabila kita yakin bahwa Allah bisa menyelesaikan urusan kita yang menurut ukuran kita itu sangat rumit, Allah pun akan menyelesaikan problem tersebut dengan skenarionya yang indah.   

Baca juga   Khutbah Jumat tentang Kematian: Siapkan Diri Kita

Maka yang patut kita panjatkan kepada Allah bukan kalimat: Ya Allah, masalahku sungguh besar. Bukan. Namun, dengan kalimat Masalah! Allah-ku maha paling besar. Seberapa besar masalah kita, Allah lebih agung daripada masalah kita.    

Hadirin Rahimakumullah
Perihal kesulitan, dari Ibnu Mas’ud menyebutkan:


   وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ كَانَ الْعُسْرُ فِيْ حُجْرٍ لَطَلَبَهُ الْيُسْرُ حَتَى يَدْخُلَ عَلَيْهِ وَلَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرًا   

Artinya: Demi Allah, seandainya kesulitan, keterpurukan, kegagalan itu berada dalam suatu lubang, pasti kemudahan akan mencarinya hingga bisa merangsek masuk. Dan kesulitan tidak akan bisa mengalahkan kemudahan. Dalam arti, kemudahan pasti akan menang.   

Hadirin Hafidhakumullâh
Solusi terbaik menghadapi hidup adalah optimisme.


    اَلْيَقِيْنُ اَلْعِلْمُ كُلُّهْ   

Artinya: Optimisme merupakan sumber keilmuan, apa saja.   

Mari kita bangun optimisme, sembari sambil membenahi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kita, kita evaluasi sikap kita, kinerja kita, dengan tetap mengutamakan doa, munajat kepada Allah subhânahu wa ta’âlâ yang rajin, shalat malam, supaya masalah kita diselesaikan oleh Allah dengan cara-Nya yang indah, insyaallah kita akan diberikan jalan keluar dari aneka krisis tersebut.    

Rasulullah shallalâhu alaihi wa sallam bersabda:


   أَفْضَلُ الْعِبَادَةِ إِنْتِظَارُ الْفَرَجِ   

Artinya: Sebaik-baik ibadah adalah menanti kegembiraan.   

Yang dimaksud Rasulullah kira-kira adalah optimisme menyambut datangnya kebahagiaan itu merupakan ibadah yang agung. Bagaimana kalau tidak agung apabila semua umat muslim di muka bumi ini berputus asa, tidak ada yang mau berusaha. Padahal putus asa merupakan suatu hal yang harus kita hindari. Lawan kata putus asa adalah optimisme, keyakinan yang tangguh.   

Pesan Nabi Ya’qub kepada anak-anaknya yang disebutkan dalam Al-Qur’an:


    وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ    

Artinya: Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir. (QS Yusuf: 87)   

Dengan demikian, ada beberapa pelajaran yang perlu kita petik dari khutbah kali ini: 

1.    Semua orang akan dipenuhi rasa jika tidak sedang bahagia, maka dia sedang berduka. Jika bahagia, sikapnya harus bersyukur, jika berduka harus bersabar.    

2.    Berdoa atau memohon kepada Allah dengan penuh optimisme itu sangat penting.


    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ     

Baca juga   Kegiatan Ramadan di AS, Dari Tadarus Virtual Hingga Vaksinasi COVID-19

Artinya: Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (QS Al-Baqarah: 186)    

Dalam cerita Nabi Yunus saat dia ditelan oleh ikan, berkat doa yang ia panjatkan, Allah kemudian mengabulkan. Dzin Nun atau yang terkenal dengan nama Nabi Yunus pun akhirnya bisa keluar dari perut ikan. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Said bin Abi Waqash adalah:


     دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ إِذَا دَعَا رَبَّهُ وَهُوَ فِيْ بَطْنِ الْحُوْتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَك َإِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.  لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِيْ شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتُجِيْبَ لَهُ   

Artinya: Doa Nabi Yunus ketika berada di perut ikan yang besar adalah ‘Lâ ilâha illâ anta, subhânaka innî kuntu minadh dhâlimîn.’ Tidak ada seorang muslim satu pun yang berdoa memakai kalimat itu kecuali dikabulkan doanya   


3.    Pentingnya berhusnudhan kepada Allah ta’âlâ. Berprasangka baik merupakan kunci kebahagiaan    

4.    Bagi orang yang sedang dirundung duka, penuh cobaan hidup, hendaknya memperbanyak doa:


    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَك َإِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ   لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ العَظِيْمُ الحَلِيْمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمُ   

Atau:

   يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ   

Atau:


   الله الله رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا   

Semoga kita tergolong orang-orang yang diberikan anugerah bisa mensyukuri aneka macam nikmat Allah. Andai saja kita diberi cobaan, semoga kita dianugerahi sabar dan optimisme serta pribadi yang selalu dekat kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka.


    بارك الله لى ولكم فى القرأن العظيم، وجعلني واياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. إنه هو البر التواب الرؤوف الرحيم. أعوذ بالله من الشيطن الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) ـ  وقل رب اغفر وارحم وأنت ارحم الراحمين

Sumber Khutbah Jum’at ini dipublikasi pada https://jatim.nu.or.id/ 

Continue Reading

Mimbar Islam

Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap Jenazah Perempuan Dan Laki-Laki

Published

on

By

Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap Jenazah Perempuan Dan Laki-Laki
Tata Cara Shalat Jenazah Perempuan Dan Laki-Laki

Gencil News – Shalat jenazah merupakan sunnah yang harus dilakukan ketika ada orang muslim yang meninggal. Hukumnya fardhu kifayah, yakni wajib dilakukan bersama-sama dan bukan perseorangan. Jadi, jika ada sebagian kaum muslimin memenuhinya, orang yang tidak melakukannya tidak berdosa.

Namun jika tidak ada sama sekali yang melaksanakannya, maka seluruh kaum muslimin terkena dosa.

Berikut adalah rukun shalat jenazah yakni:

  • Niat
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Empat kali takbir
  • Mengangkat tangan pada takbir pertama
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca sholawat
  • Berdoa untuk jenazah
  • Salam

Ada perbedaan lafal niat bagi jenazah perempuan dan juga laki-laki.

Lafadz niat sholat untuk jenazah laki-laki yakni: 

“Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

Artinya: “Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Lafadz niat sholat untuk jenazah perempuan yakni: 

“Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

Artinya: “Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata cara shalat jenazah lengkap dengan bacaan adalah sebagai berikut;

1. Takbir Pertama

Setelah membaca niat, segera lakukan takbiratul ihram dengan meletakkan tangan di atas pusar sebagaimana shalat pada umumnya, lalu membaca surat Al-Fatihah. yaitu: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Yang Menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS Al Fatihah:1-7).

Baca juga   Kegiatan Ramadan di AS, Dari Tadarus Virtual Hingga Vaksinasi COVID-19

2. Takbir Kedua

Takbir dilakukan sambil mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu. Kemudian kembali meletakkan tangan di atas pusar. Setelah itu membaca sholawat Nabi dan bisa memilih sholawat Ibrahimiyah yang dianggap lebih afdhol, yakni:

“Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid. Allohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.”

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

3. Takbir Ketiga

Membaca takbir sambil mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu. Lalu kembali meletakkan tangan di atas pusar. Setelah itu membaca doa untuk jenazah. Doa sholat jenazah ini sebagaimana hadits riwayat Muslim dalam Shahih-nya:

Baca juga   Film Drama Romantis Terbaik Untuk Liburan Akhir Pekan

“Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia. Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju dan embun. Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.”

Selain itu, ada juga doa lain yang bisa dibacakan untuk perempuan.Untuk jenazah perempuan, bacaan sholat jenazah adalah:

“Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”

Ada juga bacaan doa sholat jenazah yang lebih singkat, yakni: “Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu,”. Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.”

Untuk jenazah perempuan, doa singkat tersebut menjadi: “Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa.”

4. Takbir Keempat

Sambil mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu, lalu meletakkan tangan di atas pusar lagi. Lalu berdoa dengan doa untuk jenazah dan orang-orang yang ditinggalkan. Doa tersebut sebagaimana dalam hadits riwayat Abu Dawud, yakni:

Baca juga   Cara Mendaftar Vaksin Secara Mandiri Dengan Aplikasi

“Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.” Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Jika jenazahnya perempuan, maka doa sholat jenazah setelah takbir keempat menjadi: “Allohumma laa tahrimnaa ajrohaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa),”.

5. Salam

Yakni mengucapkan salam sambil memalingkan kepala ke kanan dan ke kiri sebagaimana sholat lainnya.

“Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh.” Artinya: “Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian.”

Continue Reading

Mimbar Islam

Doa Sebelum Dan Sesudah Belajar Lengkap Dengan Tata Caranya

Published

on

By

Doa Sebelum Dan Sesudah Belajar Lengkap Dengan Tata Caranya

Gencil News- Setiap hendak melaksanakan aktivitas sehari-hari, sebagai muslim kita harus melakukan doa untuk memohon pertolongan, petunjuk serta pertolongan dari Allah Swt.

Salah satunya ketika kita ingin melaksanakan dan memulai belajar. Hal ini agak bisa mendapatkan pahal serta kelancaran dalam menyerap ilmu yang diberikan

Berikut adalah bacaan doa sebelum belajar dan doa setelah belajar:

Doa Sebelum Belajar

رَضِتُ بِااللهِ رَبَا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلاَ رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

Rodhitu billahirobba, wabil islaamidina, wabi-muhammadin nabiyyaw warosula. Robbi zidnii ‘ilmaa warzuqnii fahmaa

Artinya: “Aku ridho Allah SWT sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul. Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian yang baik”

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Baca juga   Jangan Sibuk Mikirin Hidup Enak tapi Lupa Mempersiapkan Mati Enak

Robbi zidnii ‘ilma warzuqni fahma, waj’alnii minash-shoolihiin

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman, Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang shaleh”

Doa Sesudah Belajar

اَللّ هُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahumma inni istaudi’uka maa ‘allamtanihi fardud-hu ilayya ‘inda haajati wa la tansanihi ya robbal ‘alamiin

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya ku titipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah dia kepadaku disaat aku membutuhkannya. Janganlah Engkau buat aku lupa kepadanya. wahai Tuhan pemelihara alam.”

اَللّ هُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat tibaa’ah. Wa arinal baathila ba-thilan warzuqnaj tinaabahu

Baca juga   Film Drama Romantis Terbaik Untuk Liburan Akhir Pekan

Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami dapat mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya”

رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَاعَلَمْتَنَا الَّذِيْ يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُلِلّ هِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Rabbanan fa’naa bima ‘alamtanaldzi yanfa’una wa zidna ‘ilman walhamdulillahi ‘ala kullihal

Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, ajarkan kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami serta tambahkan ilmu bagi kami, segala puji hanya bagi Allah dalam setiap keadaan.”

Tata Cara Berdoa

Dikutip dari Buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kemenag Jatim, berikut tata cara beroda:

1. Menghadap Kiblat.

2. Membaca Hamdalah atau Pujian, Istighfar, dan Shalawat.

3. Dengan Suara Lembut dan Rasa Takut.

4. Yakin Akan Dipenuhi.

Waktu yang Paling Baik untuk Berdoa

Baca juga   Khutbah Jumat Luangkan Waktu untuk Ibumu

1. Antara azan dan Iqamat.

2. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.

3. Waktu sepertiga malam yang terakhir.

4. Sepanjang hari jum’at.

5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib.

6. Ketika Khatam membaca Al-Qur’an.

7. Ketika Turun hujan.

8. Ketika melakukan Tawaf.

9. Ketika menghadapi musuh di medan perang.

10. Dalam berdoa sebaiknya di ulang 3 (tiga) kali.

Tempat-tempat yang Baik untuk Berdoa

1. Di depan dan didalam Kabah.

2. Di masjid Rasulullah saw.

3. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.

4. Di atas bukit Safa dan Marwah.

5. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.

6. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING