Mimbar Islam

Kesalahpahaman Wanita Yang Bermuara Pada Dosa Part 2

Kesalahpahaman Wanita Yang Bermuara Pada Dosa Part 2

Gencil News – Berangkat dari sebuah maqolah yang mengatakan bahwa ketika anggota badan yang terlepas saat dalam keadaan berhadast besar seperti saat haid dan nifas, maka kelak di padang mahsyar akan datang dalam keadaan najis. Kemudian maqolah ini dijadikan dasar hukum bahwa saat haid atau nifas tidak diperbolehkan memotong kuku dan rambut.

Banyak sekali di kalangan masyarakat kita, ketika wanita sedang dalam keadaan haid mengumpulkan rambut yang rontok untuk ikut disucikan saat mandi besar. Bahkan ada yang rela tidak keramas sampai berhari-hari karna menganggap hal demikian dilarang oleh syariat agama.

Dalam kitab Nihayatuzzain halaman 31, kitab Bujairomi alal khotib juz 1 halaman 241 dan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj juz 2 halaman 443 mengatakan bahwa diperbolehkan bagi wanita yang sedang dalam keadaan haid atau nifas memotong kuku atau rambut, dan bukan suatu keharaman jika melakukan hal demikian. Walaupun tetap dianjurkan untuk tidak melakukannya saat haid atau nifas.

Baca juga   Jangan Sibuk Mikirin Hidup Enak tapi Lupa Mempersiapkan Mati Enak

Artinya, melakukan kegiatan memotong rambut atau kuku bukanlah perkara yang berdosa, hanya saja tidak melakukan perkara sunah, sehingga tidak mendapatkan pahala kesunnahan saat melakukannya, namun juga tidak berdosa ketika melakukannya.

Dijelaskan pula bahwa hal yang harus dilakukan bagi seorang wanita baik dalam keadaan berhadast besar atau tidak, adalah dengan mengumpulkan potongan kuku atau rambut untuk kemudian dikubur, dengan tujuan agar tidak terlihat oleh orang lain selain mahrom. Bukan karna adanya larangan bagi wanita yang sedang berhadast besar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

TERPOPULER

To Top