Khutbah Jumat: Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian
Connect with us

Mimbar Islam

Khutbah Jumat: Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian

Published

on

Khutbah Jumat: Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian
Khutbah Jumat: Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian 📸Simon Infanger

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
 يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
 

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang insya Allah selalu berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah SWT. Tak henti-hentinya kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam; karunia yang teramat besar yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Semoga kita selalu termasuk yang mendapatkan hidayah-Nya serta berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita.

Dan tentunya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat berbagai kehidupan yang masih diberikan kepada kita. Sehingga pada kesempatan ini kita masih dapat beribadah kepada-Nya, dapat mengingat-Nya, serta memuji-Nya.

Pujian hanya layak dimiliki oleh Allah. Alhamdulillah; segala puji hanya milik Allah. Sungguh tidaklah pantas bagi manusia untuk mengharapkan pujian, tidak pantas bagi manusia untuk merasa telah berjasa, karena sungguh sejatinya segala pujian hanya milik Allah semata.

Pada kesempatan yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak kepada hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, takwa dalam arti senantiasa berupaya dan berusaha untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap situasi dan kondisi dengan cara senantiasa berzikir dan melaksanakan segala perintahNya. Takwa dalam arti kita senantiasa melibatkan Allah dalam setiap persoalan yang kita hadapi dengan cara berdoa, memohon pertolongan dan bermunajat kepadaNya. Sehingga akan menimbulkan ketentraman dan ketenangan dalam setiap kehidupan kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Al-Quran, Surat Ali Imran, ayat 102)

Dan tentunya, shalawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti-hentinya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Sidang salat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Dalam Khutbah Jumat singkat ini, mari kita merenung sejenak tentang apa yang terjadi di sekitar kita saat ini, di mana kita sedang menjalani masa pandemi Covid 19 yang sudah berjalan lebih dari setahun. Sudah banyak orang yang meninggal, tidak sedikit di antara mereka adalah Saudara kita, tiba tiba sahabat kita meninggal dunia, siapa saja dan kapan atau di mana saja bisa meninggal dunia.

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِ   

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Kematian adalah sesuatu yang pasti kita hadapi. Sesuatu yang menjadi gerbang dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat adalah kematian.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 28, Allah berfirman:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ  ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ   

Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Dalam Tafsir Ibn Katsir, dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan akan kekuasaan Allah dan sungguh aneh orang yang ingkar kepada Allah sementara manusia awalnya tiada, lalu Allah menjadikannya ada di muka bumi ini. Ayat ini juga menunjukkan bahwa kita semua pasti mati. Dan kita semua pasti akan dibangkitkan kembali setelah kematian itu.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Maka apa saja kewajiban kita dalam kehidupan ini sebagai persiapan diri kita sebelum menghadapi kematian? Tentunya ada banyak hal. Namun setidaknya ada tiga hal yang akan kita bahas pada kesempatan berharga ini. 

Pertama, beramal sebaik mungkin. Dalam surat Al-Mulk ayat 1-2, Allah berfirman:

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ  ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ  

1. Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 2. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Seperti apakah amalan yang terbaik itu? Salah satu indikatornya adalah, pekerjaan itu dilakukan dengan istiqamah. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ خَيْرَ الْعَمَلِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Artinya; sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah yang rutin (berkelanjutan), meskipun itu sedikit.

Beramal sebaik mungkin juga berarti bahwa pekerjaan itu kita lakukan dengan seikhlas mungkin, semaksimal mungkin dan dengan sesempurna mungkin. Baik dalam interaksi kita kepada Allah maupun kepada sesama manusia, dalam tiap amal kita patrikan dalam diri kita bahwa bisa jadi itu adalah amal terakhir kita.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Yang kedua, menyiapkan amal yang terus mengalir pahalanya. Di antara yang dapat kita persiapkan adalah dengan memperbanyak amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta mendidik anak kita menjadi anak yang saleh yang dapat mendoakan kita kelak. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: ((إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ))؛ رواه مسلم

Artinya: diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendo`akan orang tuanya. (HR. Muslim).

Yang ketiga, berdoa agar diberikan husnul khatimah. Apakah itu husnul khatimah? Di antara tanda utama husnul khatimah ialah apabila ia mengucap kalimat laa ilaaha illallaah di akhir hayatnya. Dalam sebuah hadith shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

‏” مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ ‏”‏

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ maka dia akan masuk Surga.”

Indikator lainnya dari seorang yang husnul khatimah apabila ia mengerjakan pekerjaan baik di akhir hidupnya.

 قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم ‏”‏ إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ ‏”‏ ‏.‏ فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ ‏”‏ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ‏” ‏”

Rasulullah SAW bersabda: Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal. Para sahabat bertanya; Bagaimana membuatnya beramal? beliau menjawab: Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Selain berusaha dengan segenap amal saleh untuk mencapai husnul khatimah, kita juga harus selalu berdo’a agar Allah mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah.

Akhirnya, semoga kita menjadi hamba Allah yang berhasil dalam mempersiapkan kehidupan kita,  yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. dan Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang wafat dalam keadaan husnul khatimah. 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. 
أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ  فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا
اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

Ya Allah, Ya Rabb, hanya dalam kuasa-Mu segala apa yang terjadi pada hamba-Mu ini, tiada daya dan upaya selain keagungan-Mu. Ya Allah, jadikanlah segala nikmat dan titipan-Mu menjadikan hamba-Mu semakin pandai bersyukur.

Berikanlah kekuatan iman dan Islam kepada kami, ya Allah. Tuntunlah setiap langkah kami dijalan-Mu, ya Allah. Curahkanlah segala rahmat dan karunia-Mu kepada keluarga dan anak-anak kami, ya Allah

Ya Allah, ya Rabb, di hari yang engkau ciptakan ini, ajarkanlah kami agar senantiasa menempatkan-Mu ditempat yang paling agung, karena kami sadar seringkali dunia ini lebih kami pentingkan daripada Engkau ya Allah.

Ya Allah, wahai yang maha Menatap, wahai yang maha Agung dan maha Perkasa, Engkaulah yang Maha Tahu, ampunilah sebusuk apapun diri-diri kami selama ini, ampuni sekelam apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami, ampunilah kami ya Allah. Bukakan lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan lembaran yang kelam, masa lalu kami.

Ya Allah, ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh kami, ya Allah. Ampuni jika selama ini kami telah menzhaliminya, jadikan sisa umur kami menjadi anak yang tahu balas budi, ya Allah.

Ya Allah, lindungi kami dari mati suul khitimah, lindungi kami dari siksa kubur-Mu ya Allah

Ya Allah, satukanlah hati kami dalam ketaatan dan keistiqamahan dalam menjalankan kewajiban-Mu ya Allah

Jadikanlah kami orang-orang yang istiqamah dijalan-Mu, ya Allah. Anugerahkanlah segala kemuliaan-Mu kepada hamba-Mu ini, ya Allah.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ .
عباد الله، ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر

Khutbah Jumat ini juga sudah terbit pada laman

kemenag.go.id

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mimbar Islam

Khutbah Jum’at Mengenai Bekal Sebelum Kematian

Published

on

By

Khutbah Jum'at Mengenai Bekal Sebelum Kematian

Gencil News- Khutbah Jumat adalah salah satu syarat dalam ibadah shalat Jumat. Dari sudut pandang ilmu komunikasi. Khutbah Jumat adalah satu kegiatan komunikasi yang memiliki potensi yang sangat besar untuk digunakan sebagai saluran menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang perlu diketahui dan dipahami oleh jamaah.

berikut contoh khutbah jum’at melansir dari laman Kemenag RI :

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
 يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
 

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang insya Allah selalu berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah SWT. Tak henti-hentinya kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam; karunia yang teramat besar yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Semoga kita selalu termasuk yang mendapatkan hidayah-Nya serta berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita.

Dan tentunya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat berbagai kehidupan yang masih diberikan kepada kita. Sehingga pada kesempatan ini kita masih dapat beribadah kepada-Nya, dapat mengingat-Nya, serta memuji-Nya.

Pujian hanya layak dimiliki oleh Allah. Alhamdulillah; segala puji hanya milik Allah. Sungguh tidaklah pantas bagi manusia untuk mengharapkan pujian, tidak pantas bagi manusia untuk merasa telah berjasa, karena sungguh sejatinya segala pujian hanya milik Allah semata.

Pada kesempatan yang mulia ini, kami selaku khatib mengajak kepada hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, takwa dalam arti senantiasa berupaya dan berusaha untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap situasi dan kondisi dengan cara senantiasa berzikir dan melaksanakan segala perintahNya. Takwa dalam arti kita senantiasa melibatkan Allah dalam setiap persoalan yang kita hadapi dengan cara berdoa, memohon pertolongan dan bermunajat kepadaNya. Sehingga akan menimbulkan ketentraman dan ketenangan dalam setiap kehidupan kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Al-Quran, Surat Ali Imran, ayat 102)

Dan tentunya, shalawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti-hentinya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Sidang salat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Dalam Khutbah Jumat singkat ini, mari kita merenung sejenak tentang apa yang terjadi di sekitar kita saat ini, di mana kita sedang menjalani masa pandemi Covid 19 yang sudah berjalan lebih dari setahun. Sudah banyak orang yang meninggal, tidak sedikit di antara mereka adalah Saudara kita, tiba tiba sahabat kita meninggal dunia, siapa saja dan kapan atau di mana saja bisa meninggal dunia.

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِ   

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Kematian adalah sesuatu yang pasti kita hadapi. Sesuatu yang menjadi gerbang dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat adalah kematian.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 28, Allah berfirman:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ  ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ   

Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Dalam Tafsir Ibn Katsir, dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan akan kekuasaan Allah dan sungguh aneh orang yang ingkar kepada Allah sementara manusia awalnya tiada, lalu Allah menjadikannya ada di muka bumi ini. Ayat ini juga menunjukkan bahwa kita semua pasti mati. Dan kita semua pasti akan dibangkitkan kembali setelah kematian itu.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Maka apa saja kewajiban kita dalam kehidupan ini sebagai persiapan diri kita sebelum menghadapi kematian? Tentunya ada banyak hal. Namun setidaknya ada tiga hal yang akan kita bahas pada kesempatan berharga ini. 

Pertama, beramal sebaik mungkin. Dalam surat Al-Mulk ayat 1-2, Allah berfirman:

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ  ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ  

1. Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 2. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Seperti apakah amalan yang terbaik itu? Salah satu indikatornya adalah, pekerjaan itu dilakukan dengan istiqamah. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ خَيْرَ الْعَمَلِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Artinya; sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah yang rutin (berkelanjutan), meskipun itu sedikit.

Beramal sebaik mungkin juga berarti bahwa pekerjaan itu kita lakukan dengan seikhlas mungkin, semaksimal mungkin dan dengan sesempurna mungkin. Baik dalam interaksi kita kepada Allah maupun kepada sesama manusia, dalam tiap amal kita patrikan dalam diri kita bahwa bisa jadi itu adalah amal terakhir kita.

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Yang kedua, menyiapkan amal yang terus mengalir pahalanya. Di antara yang dapat kita persiapkan adalah dengan memperbanyak amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta mendidik anak kita menjadi anak yang saleh yang dapat mendoakan kita kelak. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: ((إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ))؛ رواه مسلم

Artinya: diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendo`akan orang tuanya. (HR. Muslim).

Yang ketiga, berdoa agar diberikan husnul khatimah. Apakah itu husnul khatimah? Di antara tanda utama husnul khatimah ialah apabila ia mengucap kalimat laa ilaaha illallaah di akhir hayatnya. Dalam sebuah hadith shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

‏” مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ ‏”‏

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ maka dia akan masuk Surga.”

Indikator lainnya dari seorang yang husnul khatimah apabila ia mengerjakan pekerjaan baik di akhir hidupnya.

 قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم ‏”‏ إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ ‏”‏ ‏.‏ فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ ‏”‏ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ‏” ‏”

Rasulullah SAW bersabda: Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal. Para sahabat bertanya; Bagaimana membuatnya beramal? beliau menjawab: Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Selain berusaha dengan segenap amal saleh untuk mencapai husnul khatimah, kita juga harus selalu berdo’a agar Allah mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah.

Akhirnya, semoga kita menjadi hamba Allah yang berhasil dalam mempersiapkan kehidupan kita,  yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. dan Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang wafat dalam keadaan husnul khatimah. 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. 
أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ  فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا
اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

Ya Allah, Ya Rabb, hanya dalam kuasa-Mu segala apa yang terjadi pada hamba-Mu ini, tiada daya dan upaya selain keagungan-Mu. Ya Allah, jadikanlah segala nikmat dan titipan-Mu menjadikan hamba-Mu semakin pandai bersyukur.

Berikanlah kekuatan iman dan Islam kepada kami, ya Allah. Tuntunlah setiap langkah kami dijalan-Mu, ya Allah. Curahkanlah segala rahmat dan karunia-Mu kepada keluarga dan anak-anak kami, ya Allah

Ya Allah, ya Rabb, di hari yang engkau ciptakan ini, ajarkanlah kami agar senantiasa menempatkan-Mu ditempat yang paling agung, karena kami sadar seringkali dunia ini lebih kami pentingkan daripada Engkau ya Allah.

Ya Allah, wahai yang maha Menatap, wahai yang maha Agung dan maha Perkasa, Engkaulah yang Maha Tahu, ampunilah sebusuk apapun diri-diri kami selama ini, ampuni sekelam apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami, ampunilah kami ya Allah. Bukakan lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan lembaran yang kelam, masa lalu kami.

Ya Allah, ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh kami, ya Allah. Ampuni jika selama ini kami telah menzhaliminya, jadikan sisa umur kami menjadi anak yang tahu balas budi, ya Allah.

Ya Allah, lindungi kami dari mati suul khitimah, lindungi kami dari siksa kubur-Mu ya Allah

Ya Allah, satukanlah hati kami dalam ketaatan dan keistiqamahan dalam menjalankan kewajiban-Mu ya Allah

Jadikanlah kami orang-orang yang istiqamah dijalan-Mu, ya Allah. Anugerahkanlah segala kemuliaan-Mu kepada hamba-Mu ini, ya Allah.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ .
عباد الله، ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر

Continue Reading

Mimbar Islam

Khutbah Jum’at tentang Tawakal dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Keimanan

Published

on

Khutbah Jum’at tentang Tawakal dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Keimanan

GENCIL NEWS – Khutbah Jum’at tentang tawakal dan pengaruhnya terhadap nilai keimanan. Kaum muslimin yang di rahmati Allah ta’alaa berikut adalah materi khutbah Jum’at tentang tawakal dan pengaruhnya terhadap nilai keimanan.

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Kaum muslimin jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Dengan senantiasa memanjatkan rasa puja dan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya kepada kita, terutama adalah kenikmatan maunya diri ini untuk dibawa kepada ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mampunya kita melawan hawa nafsu yang selalu menggoda untuk kita ingin bersenang-senang dan meninggalkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita bersyukur kepada Allah dijaganya kita untuk selalu tetap dalam keimanan, dijaganya kita tetap dari dalam keislaman dan terhindarnya kita dari berbagai macam bentuk hal-hal yang akan merusak iman kita, yang akan merusak Islam kita. Ini satu nikmat yang tidak ada nilainya.

Bahkan sebagian para Nabi menginginkan nikmat ini untuk para kerabatnya, orang-orang tuanya, namun hal itu tidak mereka dapati. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَيُضِلُّ اللَّـهُ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ

“Allah sesatkan siapa yang Dia kehendaki dan Allah beri petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki” (QS. Ibrahim[14]: 4)

Kemudian sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, sepantasnyalah kita untuk selalu perbanyak ungkapan shalawat dan salam sebagai harapan bagi kita agar kita benar-benar mendapatkan syafaatnya di hari kiamat, dimana semua manusia mencari pertolongan. 

Dan tiada pertolongan dan harapan pada hari itu kecuali hanya Allah, kemudian Allah memberikan kepada para Anbiya, memberikan syafaat kepada umatnya. Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyimpan doa yang paling makbulnya untuk sebagai syafaat bagi umatnya. 

Ini sebagai bukti kecintaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada umatnya. Maka sepantasnyalah kita untuk memperbanyak ungkapan shalawat dan salam, terutama dihari yang penuh berkah ini.

اللهم صلي وسلم على نبينا الكريم وعلى اله واصحابه اجمعين

Saudara-saudaraku seiman, dalam khutbah yang singkat ini, kita ingin berbincang sekilas tentang tawakal dan pengaruhnya terhadap nilai keimanan kita. 

Dizaman ini, kita hidup penuh dengan banyak tantangan, ancaman, godaan, penuh dengan warna-warni bentuk kedzaliman, fitnah-fitnah, dihantui oleh berbagai rasa ketakutan, baik itu berupa penyakit ataupun musuh-musuh. 

Juga dihantui oleh macam bentuk ketakutan kepada kedzalim-kedzaliman yang terjadi. Tambah lagi musibah-musibah yang silih berganti.

Seandainya kita tidak memiliki rasa tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala menghadapi ini, sungguh kita akan terjatuh kedalam suatu kenistaan dan kehancuran, frustasi, bahkan mungkin gila dan bunuh diri. 

Tapi orang-orang yang beriman, jika dia melihat bagaimana peristiwa-peristiwa para Anbiya, baik kita sebagai dai yang menemui rintangan dan tantangan dalam dakwah kita, dilarang membangun masjid, distopnya kajian di masjid-masjid, dilarangnya membangun berbagai bentuk lembaga pendidikan, dihambat, difitnah, dihina, kalau kita kurang tawakal kepada Allah, tentu kita akan mundur dari medan perjuangan.

Mari sekilas kita lihat perjuangan para Nabi, kita akan baca ayat kisah para Nabi di sini. Pertama tentang bagaimana Nabi Musa ketika Bani Israil ditindas sejadi-jadinya oleh Firaun di Mesir. Apa nasihat Nabi Musa? Allah kisahkan hal ini dalam surat Yunus ayat 83-85:

فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ…

“Tidak ada yang beriman dengan Nabi Musa itu kecuali sedikit dari keturunan kaumnya (Bani Israil) dan mereka penuh rasa takut terhadap Firaun dan bala tentaranya…”

أَن يَفْتِنَهُمْ

“Yang mana Firaun dan bala tentaranya akan menyiksa mereka.”

وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ

“Dan Firaun itu benar-benar melakukan penindasan yang berlebih-lebihan di muka bumi ini.”

وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ

“Firaun itu benar-benar  telah melampaui batas dalam kekejamannya dan kezalimannya.”

Apa kata Musa kepada kaumnya?

يَا قَوْمِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللَّـهِ

“Wahai kaumku, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah”

فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا

“Maka bertawakallah kepadaNya.”

إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

“Jika kalian orang-orang beriman.”

Demikian kata Musa kepada kaumnya. Yang mana kisahnya begitu panjang dalam beberapa ayat dan surat kita dengar. Membunuh anak laki-laki dan banyak sekali penyiksaan-penyiksaan yang luar biasa dilakukannya. Tetapi nasihat yang diberikan Nabi Musa kepada kaumnya? Nabi Musa mengatakan:

إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللَّـهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا

“Jika kalian benar-benar orang yang beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepadaNya.”

Maka kaum Nabi Musa menjawab:

لَى اللَّـهِ تَوَكَّلْنَا

“Kami benar-benar bertawakal kepada Allah.”

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Ya Allah, jangan jadikan kami fitnah bagi orang-orang yang dzalim.”

Maka kisah ini memberikan kepada kita sebuah makna keimanan. Bahwa tantangan dan ancaman itu sangat kecil dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila Allah ingin menyelamatkan kita, walaupun semua manusia ingin membinasakan kita. Kita lihat bagaimana kepada para Nabi disiksa, kisah Nabi Nuh, kisah Nabi Ibrahim. Betapa beratnya tantangan mereka hadapi?

Belum ada di antara kita mengalami penderitaan semisal yang ditanyakan oleh para sahabat. Pernah kah kita dikepung? Tiga tahun sahabat dikepung sampai mereka makan daun kayu yang kering. 

Pernahkah kita disiksa seperti Bilal, Ammar bin Yasir, belum! Kita masih penuh dengan nikmat, sangat besar nikmat Allah kepada kita. Tetapi kenapa kita banyak keluh kesah? Kenapa kita harus berkeluh kesah dengan kejadian-kejadian yang kita hadapi dalam dakwah?

Tidak ada arti keluh kesah, itu adalah bagian dari keindahan dalam dakwah. Agar kita selalu bergantung kepada Allah, agar kita tidak menganggap dakwah ini maju karena lembaga kita, karena kehebatan dan ilmu kita, tidak. Semuanya atas pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saudaraku seiman, kita dengar lagi ketika Nabi Musa setelah keluar dari Mesir kemudian Nabi Musa meminta kepada kaumnya untuk masuk ke Baitul Maqdis dan mengusir orang-orang musyrikin di sana. Tapi apa jawab kaum Nabi Musa?

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ

“Wahai Musa, di sana ada orang-orang yang bengis sekali.”

وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا

“Kami tidak mau berperang melawan mereka, sampai mereka keluar dari negeri itu.”

فَإِن يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

“Kalau mereka sudah keluar baru kami mau masuk.”

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّـهُ عَلَيْهِمَا

“Ada dua orang yang mereka punya rasa takut kepada Allah yang Allah beri nikmat kepada keduanya.”

Mereka mengatakan:

ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ

“Masuklah, lawanlah, berperanglah, berjihadlah.”

فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ

“Jika kalian nanti masuk dan melawan mereka, kalian akan menang.”

وَعَلَى اللَّـهِ فَتَوَكَّلُوا

“Maka bertawakallah kalian kepada Allah.”

Ini kuncinya kemenangan. Walaupun dengan keterbatasan, sejarah para Nabi semuanya, jumlah yang sedikit, angkatan yang sedikit, alat peperangan yang begitu jauh dibawah kemampuan lawan, tapi kenapa Allah memberikan kemenangan kepada mereka? Tidak lain adalah suatu rahasia itu, mereka bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kisah berikutnya adalah bagaimana Syu’aib dan kaumnya yang telah beriman diancam oleh masyarakat. Apa kata kata masyarakat yang anti dengan dakwah Nabi Syu’aib?

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِن قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا

“Berkatalah masyarakat-masyarakat yang menyombongkan diri dari kaum Nabi Syu’aib itu: ‘Kami akan mengusir engkau wahai Syu’aib dan orang-orang yang beriman denganmu dari negeri kami ini. Kalau tidak, kalian harus kembali ke agama nenek moyang kita.”

قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

“Nabi Syu’aib mengatakan, ‘Walaupun kami enggan, tidak mau?’” (QS. Al-A’raf[7]: 88)

Kata Nabi Syu’aib:

قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّـهِ كَذِبًا

“Jika kami mengikuti keinginan kalian, sungguh kami telah membuat kebohongan atas nama Allah.”

إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُم

“Jika kami kembali mengikuti agama kalian.”

بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّـهُ مِنْهَا

“Setelah Allah menyelamatkan kami dari kekufuran agama kalian.”

وَمَا يَكُونُ لَنَا أَن نَّعُودَ فِيهَا إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّـهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ

“Tidak akan mungkin kami akan kembali kecuali Allah menghendaki, Rabb kami yang telah meliputi segala hal dengan ilmuNya.”

عَلَى اللَّـهِ تَوَكَّلْنَا

“Kami bertawakal kepada Allah dengan ancaman yang kalian lakukan terhadap kami.”

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

“Ya Allah, berikanlah keputusan antara kami dan kaum kami dengan kebenaran. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik yang memberi keputusan.” (QS. Al-A’raf[7]: 89)

Ini tiga kisah, bagaimana ancaman masyarakat yang anti dengan dakwah Nabi Syu’aib, mengancam akan diusir kecuali mau ikut kepada agama mereka kembali. Tapi Nabi Syu’aib tidak gentar. Nabi Syu’aib menutup segala ungkapan dan bantahannya dengan:

عَلَى اللَّـهِ تَوَكَّلْنَا

“Kami bertawakal kepada Allah.”

Inilah ikhwan.. Kesulitan dalam mencari rezeki, kesulitan dalam berbagai hal, tidak ada tempat kita bergantung kecuali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita dengar pula kisah Nabi Nuh ‘Alaihis Salam:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِي

“Bacakan kepada umatmu hai Muhammad bagaimana kisah Nabi Nuh ketika berkata kepada kaumnya, ‘Wahai kaumku, jika adalah rasa kedudukanku lebih dari kedudukan kalian.’”

وَتَذْكِيرِي بِآيَاتِ اللَّـهِ

“Kemudian jika kalian wahai kaumku membenci apa yang telah aku ingatkan kalian dengan ayat-ayat Allah,”

فَعَلَى اللَّـهِ تَوَكَّلْتُ

“Saya bertawakal kepada Allah.”

فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ

“Silahkan kalian bersatu membuat makar.”

وَشُرَكَاءَكُمْ

“Semua sekutu-sekutu kalian.”

ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً

“Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan”

ثُمَّ اقْضُوا إِلَيَّ

“Silahkan kalian lakukan apa terhadap diriku.”

وَلَا تُنظِرُونِ

“Tidak perlu kalian banyak berfikir atau menunggu apa-apa.”

Apa kunci Nabi Nuh menghadapi hal itu? Nabi Nuh mengatakan:

فَعَلَى اللَّـهِ تَوَكَّلْتُ

“hanya kepada Allah aku bertawakal.”

Aku gantungkan segala daya dan upayaku. Karena segala sikap dan perbuatan makhluk ini berada ditangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian pula nasihat Nabi Ya’kub ketika dia mengirim anak-anaknya untuk mengambil makanan ke Mesir ketika Nabi Yusuf telah berkuasa di Mesir.

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِن بَابٍ وَاحِدٍ

“Wahai anak-anakku, jangan masuk dari satu pintu saja.”

وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُّتَفَرِّقَةٍ

“Masuk dari pintu yang berbeda-beda.”

وَمَا أُغْنِي عَنكُم مِّنَ اللَّـهِ مِن شَيْءٍ

“Aku tidak bisa menyelamatkan kalian sedikitpun dari kehendak Allah.”

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّـهِ

“Segala keputusan itu adalah milik Allah.”

عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

“Aku bertawakal kepadaNya, dan kepada Allah itulah sepantasnya seorang bertawakal.”

Hari ini, dunia sedang digemparkan dengan adanya musibah atau virus corona. Berbagai aktivitas-aktivitas dunia mulai diberhentikan. Yang terbaru adalah bagaimana perjalanan umroh mulai diberhentikan sementara. 

Kemudian perusahaan-perusahaan mulai terancam akan ditutup karena bahan bakunya yang tidak bisa diimport dari Cina. Berbagai negara mengalami keresahan.

Apa solusi dari semua ini? Tidak ada kata, tidak ada daya dan upaya kecuali hanya bertawakal kepada Allah, bersamaan dengan itu melakukan sebab-sebab yang dapat menyelamatkan kita dari segala hal yang akan membahayakan kita.

Sudara-saudara, itu kisah-kisah para Nabi. Menggambarkan tentang pentingnya tawakal. Baik para dai dalam dakwahnya, baik para pembisnis, pengusaha, dalam usaha-usaha mereka, guru dalam pendidikannya, apapun profesi kita. Hal yang sangat penting dalam hidup ini adalah satu kunci, yaitu adalah tawakal.

Kemudian tawakal sangat erat hubungannya dengan iman kepada Allah. Sering dikaitkan antara tawakal dengan beriman kepada Allah. Sebagaimana ayat-ayat yang telah kita bacakan sebelumnya. Kenapa?

Bertawakal kepada Allah berkaitan dengan nama Allah yang mulia Al-Aziz (Allah yang Maha Perkasa). Tidak ada satu pun yang dapat menolak keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka pantaslah kita bertawakal kepada Allah karena Allah Maha Perkasa.

Kemudian Allah adalah Al-Qadir (Yang Maha Berkehendak), ditanganNya segala keputusan, tidak ada satupun terjadi di muka bumi kecuali atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini adalah bentuk iman kita kepada Allah dengan nama Allah, yaitu Al-Qadir.

Kemudian juga berkaitan dengan nama Allah yang lain, yaitu Al-Jabbar (Yang Maha Perkasa lagi Maha Berkuasa). Semua Dia yang berkendak. Tidak ada yang dapat menolak keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian nama Allah adalah Al-Qawiy (Yang Maha Kuat). Tidak ada tempat kita untuk bergantung dan memohon pertolongan kecuali kepada Dzat Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, Yang Maha Besar.

Saudara-saudaraku, dari nama-nama Allah ini, maka kita akan semakin kuat tawakal kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apaun kekuatan yang dilakukan oleh manusia, Allah cukup mengirim satu virus saja manusia tidak mampu menghadapinya. 

Bagaimana dengan azab-azab Allah yang telah Allah ceritakan kepada Firaun? Diazabnya dengan kutu, diazab dengan belalang atau dengan kodok dan segala macamnya. Tidak ada dari hal ini kecuali kita hanya tinggal dan kesombongan kita, kebanggaan kita kepada apa yang kita miliki, semua itu atas pemberian Allah dan pertolongan Allah.

Maka dari itu, tawakal memiliki hubungan dengan rasa syukur. Orang bertawakal kepada Allah, ketika dia diselamatkan Allah dia bukan mengatakan, “Ini berkat karena bisanya pencegahan alat-alat pendeteksi musibah kita.” Bukan. Orang yang betawakal akan mengatakan, “Ini semua atas pertolongan Allah.”

Maka dia bersyukur. Saya sukses, saya berhasil dalam usaha, mendapatkan ilmu, bukan dia banggakan kecerdasannya dalam berbisnis, kecerdasan dalam mencari ilmu. Tapi semua adalah atas nikmat Allah, pemberian Allah, dia bersyukur kepada Allah.

Kalimat tawakal juga sangat erat hubungannya dengan rasa sabar. Musibah dan musibah yang kita hadapi tidak ada jalan lari kemanapun kecuali hanya bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sekecil apapun musibah pada diri kita, tidak ada jalan untuk membuat jiwa kita tenang kecuali hanya betawakal kepada Allah.

Oleh sebab itu tawakal memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita, dalam keimanan kita. Tawakal akan menjauhkan kita dari putus asa kepada rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, tawakal akan menjauhkan kita dari rasa frustasi dan takut kepada siapapun akan hilang dalam diri kita karena kita hanya bertawakal dan bergantung kepada Allah. Dzat yang harus kita takuti adalah Al-Aziz, Al-Jabbar, Al-Qawiy, Al-Adzim. Itu yang perlu kita takuti, yang perlu kita gantungi dalam hidup ini.

Demikian saudaraku seiman, sungguh tawakal adalah sangat penting bagi kehidupan kita. Apalagi yang tadi kita jelaskan, begitu banyaknya hal-hal yang menakutkan dalam perjalanan hidup kita ini. 

Penguasa yang tidak henti-hentinya melakukan kezaliman, keadilan tidak ada, segala hal menyebabkan pemikiran kita kacau, tidak ada yang perlu kita kacaukan dalam pemikiran kita. Tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah cara yang paling kuat untuk menghadapi segala persoalan hidup ini.

Demikian yang dapat kita jelaskan dalam khutbah yang singkat ini.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

  اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الحَاجَات

اللهم تقبل أعمالنا يا رب العالمين، اللهم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم، اللهم اصلح ولاة أمورنا يا رب العالمين، واجعلنا من التوابين واجعلنا من المتطهرين

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Ustadz DR Ali Musri Semjam Putra MA

Continue Reading

Mimbar Islam

Keistimewaan Hari Jum’at Dan Amalannya

Published

on

By

Keistimewaan Hari Jum'at Dan Amalannya

Gencil News- Hari paling istimewa adalah hari Jum’at. Karena melaksanakan ibadah sunah malam Jum’at sangat dianjurkan.

Yang mana hari Jum’at merupakan hari dimana Nabi Adam diciptakan. Kemudian pada hari Jumat pula, Nabi Adam dimasukkan ke surga dan pada hari itu juga ia dikeluarkan dari surga. Kiamat juga disebut akan terjadi pada hari Jumat.
Melansir dari nu.or. id dalam hadist yang diriwayatkan Al-Imam Al Syafi’i dan Al Imam Ahmad

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fitri,”

Adapun amalan sunnah pada malam Jum’at adalah :

1. Membaca Surat Al Kahfi

Surat Al Kahfi bisa dibacakan pada malam Jumat atau di hari Jumat. Keutamaan membaca surat ini manfaatnya dapat diberikan ketenangan hati hingga satu pekan. kemudian dengan membaca surat ini. Maka kita akan diterangi cahaya antara dua Jumat.

Pada surah inilah barangsiapa yang bisa menghafal 10 ayat pertama atau 10 ayat terakhir kita akan dilindungi dan dijauhkan dari fitnah Dajjal.

2. Membaca Surat Yasin

Sunah malam Jum’at selain membaca al-kahfi adalah dengan membaca Surat Yasin. Keutamaan membaca surat tersebut yakni Allah akan mengabulkan permintaan kita.

3. Salat Tahajud

Allah SWT memberikan berkah dan rahmat yang besar bagi umatnya yang menjalankan salat tahajud. Pada Surat Al Isra ayat 79 Allah akan mengangkat ke tempat terpuji jika menjalankan salat tahajud.

4. Membaca Sholawat

Kita dianjurkan untuk membaca selawat pada malam Jumat. Membaca sholawat ini memiliki banyak manfaat, antara lain dikabulkan doa yang kita panjatkan.

5. Berhubungan Suami Istri

Ada sebagian ulama berpendapat bahwa berhubungan suami istri juga menjadi amalan sunah malam Jumat. Salah satunya Imam Al Ghazali yang menjelaskan mengenai berhubungan suami istri pada malam Jumat.

Jika perlu memilih hari dalam berjima (hubungan suami istri). Adakah keutamaan malam Jumat dibandingkan malam-malam lainnya? pada hal ini hadits yang sah dijadikan rujukan adalah riwayat Tirmidzi nomor 496, An-Nasai 3/95-96, Ibnu Majah nomor 1078, dan Ahmad 4/9.

“Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jumat kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya,” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Continue Reading

Mimbar Islam

Keutamaan Dan Tata Cara Sholat Subuh Lengkap

Published

on

By

Keutamaan Dan Tata Cara Sholat Subuh Lengkap

Gencil News- Berikut ini keutamaan dan tata cara sholat subuh. Sholat Subuh merupakan sholat wajib lima waktu yang dapat dilakukan dari sejak terbit fajar sampai masuk waktu syuruq.

Sholat Subuh sendiri banyak keutamannya. Melansir dari Laman Kemenag menurut Muh Hanafi ada beberapa keutaman jika mengerjakan sholat Subuh secara berjamaah. Yakni :

1. Mendapat berkah

2. Terbukanya pintu rezeki

3. Mendapat cahaya yang sempurna pada hari kiamat

4. Mendapatkan ganjaran Shalat Sepanjang Malam

5. Dijanjikan Masuk Surga

6. Jamaah Shalat Subuh dipersaksikan oleh malaikat.

7. Berpeluang mendapatkan pahala haji atau umrah bila berzikir hingga terbitnya matahari.

8. Kesempatan untuk melaksanakan Shalat Sunah Subuh.

9. Keselamatan dari siksa Neraka.

10. Kemenangan dengan melihat Allah Ta’ala pada hari Kiamat nanti.

Sholat Subuh sendiri dikerjakan sebanyak 2 rakaat saja. Berikut tata cara melaksanakan Sholat Subuh

Rakaat Pertama

1. Niat

Niat Solat Subuh Sendiri

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatas shubhi rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Subuh dua rakaat karena Allah SWT,”

Lafal Niat Solat Subuh Berjamaah

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.

2. Takbiratul ihram membaca Allahu Akbar

3. Membaca Alfatihah

4. Membaca ayat Al Quran

5. Ruku’ dengan tuma’ninah, lalu membaca

“سبحان ربي العظيم وبحمده” sebanyak 3 kali.

– I’tidal dengan tuma’ninah, lalu membaca:

ربنا لك اللحمد

Robbanaa lakal hamdu

6. Sujud

Sujud dengan membaca:

سبحان ربي الأعلى وبحمده . Sebanyak 3 kali.

Subhaana robbiyal a’la wabihamdih

Artinya: “Maha suci tuhan yang maha tinggi serta memujilah aku kepadanya.”

7. Duduk diantara dua sujud

Membaca:

رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

8. Sujud

Membaca:

سبحان ربي الأعلى وبحمده . Sebanyak 3 kali.

Subhaana robbiyal a’la wabihamdih

9. Kembali berdiri untuk rakaat kedua

Rakaat Kedua Sholat Subuh

10. Membaca Al-Fatihah

11. Membaca ayat Al Quran

12. Ruku’ dengan tuma’ninah

Dengan membaca

“سبحان ربي العظيم وبحمده” sebanyak 3 kali.

– I’tidal dengan tuma’ninah, lalu membaca:

ربنا لك اللحمد

Robbanaa lakal hamdu

13. Sujud

Lalu membaca:

سبحان ربي الأعلى وبحمده . Sebanyak 3 kali.

Subhaana robbiyal a’la wabihamdih

Artinya: “Maha suci tuhan yang maha tinggi serta memujilah aku kepadanya.”

14. Duduk diantara dua sujud

رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

15. Sujud

سبحان ربي الأعلى وبحمده . Sebanyak 3 kali.

Subhaana robbiyal a’la wabihamdih

16. Tahiyat Akhir

Berikut adalah bacaan tasyahud akhir Solat:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia.”

17. Salam

Terakhir salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Assalaamu alaikum wa rahmatullah”

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING