Nusantara

Polda Metro Jaya Segera Panggil Komunitas Sepatu Roda Yang Viral

Polda Metro Jaya Segera Panggil Komunitas Sepatu Roda Yang Viral
pesepatu roda melintas di jalan raya Gatot Subroto(Twitter.com/pativ7)

Gencil News – Polda Metro Jaya segera memanggil Komunitas Sepatu Roda yang menjadi viral karena aksi mereka melintas ditengah jalan Gatot Subroto.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan komunitas sepatu roda dijadwalkan untuk dipanggil pada 10 Mei 2022.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengungkapkan pelanggaran sejumlah aturan dalam insiden rombongan pengguna sepatu roda yang viral media sosial lantaran melaju di tengah Jalan Gatot Subroto pada Minggu pagi.

“Polda Metro Jaya akan panggil komunitas tersebut pada Selasa di Subdit Gakkum untuk diberikan edukasi terkait kegiatan yang bahayakan keselamatan diri mereka dan orang lain. Ke depan diharapkan tidak terulang lagi,” ujar dia dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Senin, 9 Mei 2022.

Baca juga   Babak Belur di Keroyok Massa, Kasus Ade Armando Akan di Tangani Polisi

Zulpan menjelaskan bahwa kegiatan bermain sepatu roda di jalan raya protokol tidak dibenarkan. Menurutnya hal itu tertuang dalam peraturan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kendaraan, Pengemudi, Pengguna Jalan, serta pengelolaannya.

Kepala Subdirekorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam juga memberikan penjelasan dari sisi peraturan perundang-undangan.

“Secara ketentuan peraturan perundang-undangan yaitu UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, jelas kegiatan roller skate sangat membahayakan keselamatan baik pengguna jalan ataupun pemain roller skate tersebut karena dilakukan di jalan raya yang dipergunakan untuk lalu lintas publik,” kata Kepala Subdirekorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam dalam keterangannya, Senin.

Baca juga   Varian Omicron Meluas di Jatim, Masyarakat Diminta Waspada

Jamal juga menambahkan jika Undang-Undang LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) sangat memprioritaskan keselamatan bagi seluruh pengguna jalannya.

Aturan lain yang juga dilanggar dalam kejadian tersebut yakni PP No.34 tahun 2006 tentang jalan yang berbunyi “setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.”

Kemudian menurut Perkap Kapolri No.10 tahun 2012 tentang pengaturan lalu lintas, penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas, yang berpotensi mengganggu kegiatan lalu lintas, harus mendapatkan izin dari kepolisian

Kemudian dari aspek keselamatan, ada beberapa yang menjadi perhatian serius pihak kepolisian yakni kegiatan pengguna sepatu roda tersebut dilakukan di tengah lajur dengan kecepatan yang cukup tinggi serta adanya perbedaan kecepatan lalu lintas yang signifikan antara pergerakan rom​​bongan pesepatu roda dengan laju kendaraan bermotor.

Baca juga   Ganjar Perjuangkan Harga Minyak Goreng Jadi Rp14/L Lagi

Sedangkan aspek keselamatan kedua yang juga menjadi perhatian adalah kegiatan itu melibatkan anak-anak di ruang lalu lintas kendaraan bermotor dengan berbagai kendaraan bahkan di menggunakan lajur tengah.

Terkait hal itu pihak kepolisian akan memanggil penanggungjawab kegiatan untuk diberikan imbauan dan edukasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

TERPOPULER

To Top