Connect with us

Olahraga

Pino Bahari Petinju Tangguh Indonesia Era 90an

Published

on

GENCILNEWS – Menjadi penoreh emas terakhir dari cabang olahraga tinju di ajang Asian Games 1990 membuat Pino Bahari merasakan dahaga juara untuk Indonesia.

Pria kelahiran 15 Oktober 1972 itu ingin ajang Asian Games tahun ini menjadi kesempatan emas bagi petinju muda Indonesia untuk mengembalikan kedigdayaan tinju Indonesia di pentas Asia.

Pino berharap akan muncul petinju yang mengakhiri puasa medali Indonesia di pesta olahraga antar negara Asia tersebut. Ia menilai status sebagai tuan rumah merupakan keuntungan yang harus dimaksimalkan.

“Saya berharap kesempatan menjadi tuan rumah Asian Games ini dapat didukung oleh masyarakat sepenuhnya dengan turut hadir dan mendukung langsung ke venue-venue, memberikan semangat kepada atlet yang bertanding, dan tentunya tidak lupa membantu mendoakan atlet, pelatih, dan seluruh tim nasional agar mampu berprestasi maksimal,” tutur dirinya.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Pino sedikit menceritakan perjalanan kariernya di dunia tinju yang mulai dirintis dari kecil bersama sang ayah Daniel Bahari.

Sejak kecil dirinya sudah dilatih oleh ayahnya untuk bertanding dengan lawan yang umurnya jauh lebih tua. Contohnya, ketika Pino masih duduk di Sekolah Dasar, ia bertanding dengan anak-anak Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

“Dari kecil saya sering dilatih oleh ayah untuk bertanding dengan lawan yang lebih tua atau besar. Bahkan ketika saya di Bali, saya sudah terbiasa bertemu dengan orang asing.

Itulah salah satu kelebihan kami secara geografis, sering bertemu dan latih tanding dengan orang asing. Jadi, tidak ada lagi penghalang mental berkompetisi dengan petinju asing. Masalah mental ini yang sering menjadi penghalang bagi petinjut-pentinju lain,” ucap Pino.

Tentu saja, Daniel, yang merupakan pelatih, promotor, dan manajer petinju-petinju nasional memiliki alasan sendiri di balik metode latihan untuk anaknya.

Pino menjelaskan bahwa selama bertahan di ronde pertama, ia tidak hanya diajarkan cara meningkatkan teknik pertahanan, melainkan sekaligus juga cara menghindar dan membaca pukulan lawan.

“Di ronde awal, saya dipaksa untuk mempelajari tipe permainan lawan dan melihat peluang, jadi di ronde kedua sudah ada di benak kita hal yang akan kita lakukan. Hal ini yang melatih kemampuan bertanding saya,” kenang Pino yang saat itu berlatih bersama ketiga adiknya Nemo Bahari, Champ Bahari, dan Daudy Bahari.

Pino mengaku sebenarnya sempat merasa tertekan dengan gaya latihan yang diberikan oleh ayahnya. Bahkan, ia menilai masa-masa persiapan terasa seperti neraka, tetapi ia paham bahwa semua yang dilakukan adalah untuk kebaikan dirinya sendiri.

“Ayah saya sangat keras. Rasanya memang seperti separuh dipaksa, tetapi jika anak tidak diarahkan, maka tidak akan mahir. Itu yang saya syukuri,” tutur Pino.

Ketika baru berusia 17 tahun, perjalanan prestasi Pino ternyata terus meningkat. Salah satunya ketika mengikuti Kejuaraan Tinju Junior Nasional pada 1988, dia mampu memukul KO seluruh lawannya tidak lebih dari tiga ronde.

“Dengan hasil seperti itu, saya jadi lebih percaya diri bahwa latihan saya selama ini memang dampaknya luar biasa,” kata Pino.

Torehan prestasi itu langsung mengantarkan Pino masuk pelatnas dan dipersiapkan membela Merah-Putih untuk kelas Menengah di pentas Asian Games 1990, Beijing, China.

Ia pun langsung mendapat kesempatan terbang dari Indonesia ke Jerman Timur untuk menjalani pelatnas sebagai persiapan Asian Games. Di sana, ia harus berlatih tanding dengan atlet-atlet yang berpostur lebih tinggi dan memiliki jangkauan pukulan lebih jauh.

Latihan keras itupun akhirnya membuahkan hasil, Pino mampu menyingkirkan lawan demi lawan. Di babak final, ia mengalahkan Bandiin Atangarel asal Mongolia.

Medali emas pun dibawa pulang ke tanah air. Pino sempat mengikuti beberapa turnamen amatir selepas Asian Games 1990. Ia mendapatkan medali perak di SEA Games 1995, sebelum memutuskan untuk pensiun satu tahun kemudian.

Meski pensiun, Pino tetap tak bisa jauh dari dunia tinju. Ia membantu ayahnya di bisnis promotor tinju profesional.

source Kemenpora RI

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Olahraga

Solskjaer : Alexis Sanchez Gabung Ke Inter Dengan Kontrak Permanen

Published

on

Solskjaer : Alexis Sanchez Gabung Ke Inter Dengan Kontrak Permanen

GENCIL NEWS – Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer telah mengonfirmasi Alexis Sanchez akan bergabung dengan Inter Milan dengan kontrak permanen.

Pembicaraan telah berkembang pada kesepakatan yang diperkirakan akan membuat Sanchez meninggalkan United dengan status bebas transfer.

Pemain berusia 31 tahun itu telah dipinjamkan ke Inter sejak Agustus 2019 dengan United masih membayar sebagian besar dari gaji £ 560k per minggu.

Kepala eksekutif Inter Beppe Marotta mengatakan kepada Sky di Italia pada Rabu, Sanchez akan menandatangani kontrak tiga tahun

Marotta mengatakan: “Dia belum resmi tetapi secara tidak resmi dia milik kami selama tiga musim. Kami sangat percaya padanya dan kami senang.”

Ditanya tentang kemungkinan kepindahan Sanchez setelah United menang di Liga Europa atas LASK, Solskjaer mengatakan kesepakatan itu akan dikonfirmasi pada hari Kamis.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa dia setuju dan kami setuju,” kata Solskjaer. “Alexis akan menikmati waktunya di sana.

“Mereka menyukainya, jadi tentu saja itu langkah yang bagus untuknya. Doakan yang terbaik untuknya. Dia pemain top, yang kami ingin lihat mememainkan sepakbola terbaiknya” Pungkas Ole Gunnar Solskjaer.

Continue Reading

Olahraga

Akui Lagi Fokus Level Dewa, Vinales Malah Naik Motor Rossi

Published

on

Akui Lagi Fokus Level Dewa, Vinales Malah Naik Motor Rossi

GENCIL NEWS – Akui Lagi sedang fokus level dewa, Vinales rekan satu tim Valentino Rossi salah naik motor pada sesi pemanasan di GP Andalucia.

Kejadian yang berlangsung saat Vinales masuk ke pit, dan melihat motor yang tersedia di garasi. Ia pun langsung menghampiri motor tersebut.

Rupanya ia tidak melihat motornya sendiri. Dan vinales pun terlihat segera akan menaiki motor Rossi. Untung saja mekanik Valentino memberitahunya.

Bahwa motornya ada disebelah. Atas kejadian tersebut Maverick menjadikan kejadian lucu tersebut dilaman twitter pribadinya.

Melihat sepeda motor kedua tidak ada di depan garasi, Vinales kemudian berjalan ke arah depan garasi Rossi tempat motor The Doctor berada.

Vinales di balapan MotoGP Andalusia 2020 di posisi runner up, sedangkan Rossi ada di posisi ketiga.

Yamaha Borong Podium Kemenangan di GP Andalucia

Yamaha berhasil menempatkan semua pembalapnya di podium kemenangan di GP Andalucia. (26/07/2020)

Fabio Qurartararo berhasil menjadi pemenang di perhelatan kali ini. Disusul Maverick Vinales dan Valentino Rossi.

Sejak bendera start dikibarkan, Quartararo tak terkejar oleh pembalap lainnya sampai akhirnya ia menyentuh garis finish.

Bahkan pebalap asal Prancis itu mampu melebarkan jarak jadi 2,5 detik di empat lap awal. Jarak itu perlahan melebar dari lap ke lap hingga mencapai 7,5 detik di lima lap tersisa.

Quartararo akhirnya mampu melintasi garis finis pertama kali disusul Maverick Vinales yang memenangi duel dengan Valentino Rossi untuk podium runner-up.

GP Andalucia menjadi moment yang indah untuk Valentino Rossi. Di GP kali ini Valentino Rossi berhasil naik podium.

Continue Reading

Olahraga

Valentino Rossi Naik Podium Lagi, Setelah Absen 1 Tahun 102 Hari

Published

on

Valentino Rossi Naik Podium Lagi, Setelah Absen 1 Tahun 102 Hari

GENCIL NEWS – Valentino Rossi naik podium lagi setelah 1 tahun 102 hari gagal mencata kemenangan di Moto GP. Kesuksesan Valentino Rossi di GP Andalucia membawa kebahagiaan bagi pembalap yang berusia 41 tahun itu.

Valentino Rossi terakhir naik podium pada tahun 2019 di Moto GP Americas. Dimana Rossi berhasil menjadi runner up pada balapan tersebut.

Hasil ini sekaligus membawa Valentino Rossi sukses meraih podium yang ke-199 selama ia berkarir di kelas premier MotoGP.

“Saya sangat-sangat bahagia. Sudah lama sekali. Kami datang ke balapan ini dari periode buruk dan hasil-hasil buruk” kata Valentino Rossi saat diwawancarai usai balapan.

“Akhir pekan ini, kami bekerja dengan cara berbeda, kami melakoni start bagus dan lap bagus.”

“Saya sangat bahagia. Ini bukan kemenangan, tetapi perasaannya mirip,” ucap Valentino Rossi.

Fabio Qurartararo berhasil menjadi pemenang di perhelatan kali ini. Disusul Maverick Vinales dan Valentino Rossi.

Sejak bendera start dikibarkan, Quartararo tak terkejar oleh pembalap lainnya sampai akhirnya ia menyentuh garis finish.

Bahkan pebalap asal Prancis itu mampu melebarkan jarak jadi 2,5 detik di empat lap awal. Jarak itu perlahan melebar dari lap ke lap hingga mencapai 7,5 detik di lima lap tersisa.

Quartararo akhirnya mampu melintasi garis finis pertama kali disusul Maverick Vinales yang memenangi duel dengan Valentino Rossi untuk podium runner-up.

GP Andalucia menjadi moment yang indah untuk Valentino Rossi. Di GP kali ini Valentino Rossi berhasil naik podium.

Balapan berikutnya akan dilaksanakan pada di 9 Agustus 2020 di  Masaryk Circuit Republik Czech.

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING