Opini

PUPR Bangkalan Berupaya Benahi Masalah dengan Masalah

dok.ilustrasi

Gencil News – Terhitung Hampir tiga tahun Kabupaten Bangkalan telah menjalankan program bedah dan perbaikan terhadap rumah masyarakat yang sudah tidak layak huni (STLH), program tersebut dijalankan tidak lain untuk mensejahterakan masyarakat.

Pasalnya tidak sedikit di kabupaten Bangkalan, masyarakat yang dapat dimasukan dalam golongan masyarakat miskin ekstrim, misalnya sebagaimana dilansir oleh lingkarjatim.com angka kemiskinan di Bangkalan mencapai 1.071.712 (Satu juta tujuh puluh satu tujuh ratus dua belas) jiwa. sehingga sudah mesti banyak warga yang memerlukan sentuhan dan bantuan pemerintah untuk membenahi fasilitas dan kebutuhan hidup masyarakat.

Baca juga   Menebak Komunikasi Apa Yang Sedang Dibangun Sutarmidji

Namun mirisnya, program yang diniatkan untuk membantu dan memulihkan ekonomi masyarakat tersebut. Menurut hemat penulis, malah menjadi beban tambahan kepada para masyarakat.

Sebab fakta yang terjadi di lapangan, bedah rumah yang memiliki anggaran 3.4 M sebagaimana dilansir di liputan6com, Malah membutuhkan biaya tambahan hingga puluhan juta rupiah.

Biaya tersebut pastinya dikeluarkan oleh penerima bantuan demi melengkapi bahan-bahan pembuatan rumah tersebut (Tidak ada atapnya).

Sehingga penerima bantuan tersebut harus menjual sapi dan harta benda yang masih mereka miliki demi menyelesaikan rumah yang ada target penyelesaiannya tersebut, bahkan tidak sedikit yang tidak dapat menyelesaikannya sebab sudah tidak ada modal untuk menyelesaikan bedah rumah tersebut.

Baca juga   Menakar Siasat Menunda Pemilu

Maka dapat dikatakan kegiatan tersebut bukan menjadi jalan keluar untuk membantu masyarakat yang terdampak masalah ekonomi, melainkan malah menjadi beban tambahan kepada masyarakat.

Penulis rasa perlu adanya kejelasan dan pengawalan yang benar, bebaskan penerima bantuan tersebut bersuara dan menyampaikan keluhannya jika pemerintah daerah memang menginginkan masyarakat yang sejahtera.

Oleh : Mahmudi, Instruktur HMI Cabang Bangkalan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top