SMA Negeri 2 Pontianak, Yang Berawal Dari SMA Pegawai
Connect with us

Pendidikan

SMA Negeri 2 Pontianak, Yang Berawal Dari SMA Pegawai

Published

on

SMA Negeri 2 Pontianak, Yang Berawal Dari SMA Pegawai

Gencil News – SMA Negeri 2 Pontianak adalah salah satu Sekolah Menengah Atas di Kota Pontianak yang memiliki sejarah dalam pendiriannya. SMA Negeri 2 Pontianak yang berlamatkan Jl. Re.Martadinata, Pontianak Barat ini juga menjadi sekolah favorit di Kota Khatulistiwa.

Embrio berdirinya SMAN 2 Pontianak bermula dari SMA Pegawai yang didirikan pada tanggal 15 September 1959 yang diprakarsai oleh Bapak Herman Suwargo yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekolah pertama.

Tempat kegiatan belajar SMA Pegawai adalah di SMA Pontianak (sekarang bernama SMA Negeri 1 Pontianak) dengan waktu belajar pada sore hari.

Pada tahun 1960 Bapak Herman Suwargo diganti oleh Bapak Uray Aliudin Yusba, dan sejak itu nama SMA Pegawai diganti menjadi SMA Khatulistiwa, kemudian Bapak Uray Aliudin Yusba diganti oleh Supardi. Setahun kemudian (1965) Supardi diganti oleh R. Sugianto.

Setelah dua tahun SMA Khatulistiwa yang dipimpin oleh Bapak R. Sugianto terjadi perubahan status sekolah dari sekolah yang berstatus swasta, maka dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 102/SK/B/II/65-66 tanggal 28 Agustus 1965, terhitung mulai 1 Agustus 1965 SMA Khatulistiwa statusnya menjadi SMAN 2 Pontianak.

Terjadinya peristiwa G.30S/PKI, sebulan setelah penegerian SMAN 2 Pontianak, terjadi pula pengambilan gedung sekolah Chen Ching bersama SMP Negeri 8, sedangkan Jasdanm XII Tanjungpura menempati bagian depan.

Perpindahan SMAN 2 Pontianak dari Jalan Sumatera ke Gedung yang sekarang menjadi pusat pertokoan Kapuas Indah masih dipimpin oleh R. Sugianto.

Pada tahun 1970 R. Sugianto mutasi ke Jakarta dan diganti oleh Bapak M. Woeridin yang merupakan kepala SMAN 3 Pontianak.

Namun setahun kemudian yaitu pada tahun 1971 diserah terimakan kepada Bapak Muslimin Saidin, SH.

Dibangunnya SMPP di Jalan Sulawesi memberi peluang untuk SMAN 2 Pontianak pindah ke SMPP, meskipun hanya kelas II dan III sedangkan kelas I tidak menerima siswa, karena menerima siswa kelas I SMPP yang pertama.

Jadi dengan demikian pada tahun 1974 Gedung SMPP (sekarang menjadi SMA Negeri 7 Pontianak) ditempati dua sekolah yaitu SMPP untuk kelas I dan SMA Negeri 2 untuk kelas II dan III, dengan kepala sekolah yaitu Bapak Muslimin Saidi, SH. Pada tahun 1975 SMAN 2 Pontianak menerima kelas I meskipun harus masuk sore, sedangkan kelas III bersama kelas I dan II SMPP.

Ada rencana SMAN 2 Pontianak akan dilebur dan bergabung dengan SMPP, tetapi rencana tersebut tidak jadi.

Pada tahun 1976 Bapak Muslimin Saidi, SH melepaskan jabatan rangkap kepala sekolah. Kepala SMAN 2 Pontianak diserahkan kepada Bapak R. Soemantri, BA.

Bersamaan dengan itu secara bertahap mulai tahun 1975 di belakang Gang Agung Kelurahan Sungai Jawi Luar Pontianak di bangun SMAN 2 Pontianak yang ditempati hingga sekarang.

Setelah selesai bangunan tahap pertama, maka pindahlah SMAN 2 Pontianak dari Gedung SMPP ke Gedung Baru yang diresmikan oleh Wali kotamadia M. Barir, SH pada tanggal 26 Februari 1976 dengan Kepala Sekolah R. Soemantri, BA.

Bulan November 1982 terjadilah pergantian jabatan kepala sekolah dari Bapak R. Soemantri, BA kepada Bapak M. Woeridin dari SMA Negeri 3 Pontianak. Sedangkan R. Soemantri menjabat kepala SMPP.

Namun setelah itu lima tahun memimpin, Pak Woeridin pada tanggal 6 Oktober 1987 mendapat tugas baru sebagai kepala sekolah di sekolah perwakilan Indonesia di Riyadh dan Jeddah Saudi Arabia, dan diganti oleh Bapak Matnusin Harahap, BA yang sebelumnya memimpin di SMA Negeri 1 Pontianak, hingga pensiun dan selanjutnya diganti oleh Bapak Drs. Rusmani Handayani yang sebelumnya memimpin di SMA Negeri 3 Singkawang, yang serah terimanya tanggal 30 April 1996.

Bapak Drs. Rusmani Handayani memimpin SMAN 2 Pontianak sampai Maret 2003 dan selanjutnya diganti oleh Bapak Drs. H. Fadhil Hazimat.

Bapak Drs. H. Fadhil Hazimat memimpin SMAN 2 Pontianak berlangsung cukup singkat yaitu hanya 1 tahun 20 hari.

Setelah itu sesuai dengan serah terima Kepala Sekolah, Kepala SMAN 2 Pontianak Drs. H. Fadhil Hazimat pada tanggal 21 April 2004 mutasi ke SMAN 1 Pontianak.

Dan Kepala SMAN 2 Pontianak mutasi dari Kepala SMA Negeri 5 Pontianak yaitu dibawah pimpinan Drs. Suhra Wardi hingga 6 Januari 2006, kemudian diganti dengan Plt. Kepala SMA Negeri 2 Pontianak yang dijabat oleh Bapak Agus Pramono, S.Pd.

Kemudian Kepala Sekolah secara Devinitif saat ini adalah Bapak Drs. Bunyamin yang bertugas di SMA Negeri 2 Pontianak mulai 1 April 2006 hingga sekarang, dia adalah mantan Kepala SMA Negeri 6 Saigon Pontianak Timur.

No.NamaMasa JabatanKeterangan
1Herman Suwargo1959-1960Bernama SMA Pegawai
2Uray Aliudin Yusba1960-????Berubah nama menjadi SMA Khatulistiwa
3Supardi????-1965Bernama SMA Khatulistiwa
4R. Sugianto1965-1970Berubah nama menjadi SMA Negeri 2 Pontianak
5M. Woeridin1970-1971
6Muslimin Saidin, SH1971-1976
7R. Soemantri, BA1976-1982Terima jabatan pada November 1982
8M. Woeridin1982-1987
9Matnusin Harahap, BA1987-1996
10Drs. Rusmani Handayani1996-2003Terima jabatan tanggal 30 April 1996
11Drs. H. Fadhil Hazimat2003-2004
12Drs. Suhra Wardi2004-2006
13Agus Pramono2006-2006
14Drs. Bunyamin2006-????Terima jabatan tanggal 1 April 2006
15Drs. H. Suhra Wardi, M.Si????-sekarang
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pendidikan

UGM Rencanakan Kuliah Bauran Semester Depan

Published

on

UGM Rencanakan Kuliah Bauran Semester Depan

Gencil News – VOA – Mahasiswa angkatan 2020 di Indonesia akan dikenang karena nasibnya di tengah pandemi. Setelah hampir setahun kuliah, mayoritas dari mereka belum pernah masuk gerbang kampus.

Nasib itu antara lain dialami Al Irhaska Firdaus, mahasiswa Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sejak dinyatakan diterima sebagai mahasiswa di kampus idamannya setahun lalu, dia kuliah dari rumahnya, di Lumajang, Jawa Timur. Seperti punya teman, tetapi seperti juga tidak punya, ujarnya, karena kontak lebih banyak dilakukan di grup aplikasi percakapan.

“Yang paling terasa itu hubungan sama temen-teman, soalnya kalau ketemu langsung lebih cepat dekat, lebih cepat bonding-nya, lebih kenal. Sekarang ini belum terasa dekatnya,” kata Firdaus kepada VOA.

Kuliah daring juga tidak selalu mudah. Firdaus memberi contoh, ada banyak tugas seperti menulis naskah drama yang harus dilakukan berkelompok. Tentu saja jarak menjadi persoalan bagi mereka.

Nasib sama dialami Naufal A’isy, mahasiswa akuntansi sektor publik angkatan 2020 di Universitas Gadjah Mada. “Saya belum pernah ke kampus, cuma lewat doang,” katanya kepada VOA.

Naufal mengikuti perkuliahan dari rumahnya di Pemalang, Jawa Tengah. Ini pula yang membuatnya merasa, kuliah daring membuat boros kuota internet. Selain itu, dia merasa tidak bisa bergaul dengan teman seangkatan secara wajar, minim pengalaman sebagai mahasiswa, kesulitan memahami materi dan terkendala ketika ingin bertanya kepada dosen.

“Tapi ada enaknya juga. Kuliahnya bisa disambi mengerjakan tugas, kalau presentasi juga lebih gampang. Irit karena tidak perlu kos dan rapat-rapat dengan teman rasanya lebih efektif. Selain itu, bisa kuliah sambil tidur,” ujar Naufal.

Kedua mahasiswa ini berharap UGM segera membuka kesempatan kuliah luring atau tatap muka. Firdaus berpendapat, kuliah tatap muka penting bagai mereka yang sama sekali belum pernah datang ke kampus. Namun, dia mengaku mungkin tidak akan mengikutinya dalam waktu dekat, karena orang tuanya belum setuju. Sedangkan Naufal memastikan akan ikut, salah satunya karena dia merasa sebagai mahasiswa membutuhkan interaksi langsung.

Kuliah Bauran di UGM

Firdaus dan Naufal adalah dua dari ribuan mahasiswa UGM yang diminta berpendapat mengenai rencana kampus tersebut membuka kuliah bauran atau campuran semester depan, yang akan dimulai sekitar bulan Agustus.

Kepala Pusat Inovasi Kebijakan Akademik (PIKA) UGM, Dr. Hatma Suryatmojo menyebut, kuliah bauran sebenarnya sudah ada di UGM sejak 2018. Meski waktu itu belum populer, rektor telah mengizinkan dosen kampus itu untuk mengajar melalui jaringan internet, maksimal 40 persen materi. Pandemi COVID 19, kata Hatma, memaksa semua pihak untuk melakukan kuliah daring penuh, dan tentu bukan proses yang mudah.

Setelah setahun berjalan, UGM melakukan evaluasi. Melalui survei yang dilakukan, ditemukan fakta bahwa mayoritas mahasiswa merasa kuliah yang mereka ikuti tidak memberi hasil maksimal. Karena itu, kuliah daring seratus persen tidak seterusnya bisa dilakukan.

“Kalau kita melaksanakan daring penuh terus, nanti ada konsekuensi kemungkinan kualitas lulusan kita akan menurun, karena mahasiswa sendiri sudah mengakui mereka mengalami kesulitan dalam pemenuhan kompetensi untuk mata kuliah yang diambil,” kata Hatma.

UGM memang telah menyelenggarakan survei dengan responden mahasiswa dan dosen. Diketahui kemudian, sekitar 80 persen mahasiswa mengaku mengalami kesulitan memenuhi kompetensi. Faktornya beragam, mulai dari fasilitas komputer hingga jaringan internet di rumah mahasiswa.

“Hanya 11,6 persen mahasiswa yang mengatakan pemenuhan kompetensi pembelajaran terpenuhi dalam kuliah secara daring penuh,” tabah Hatma.

Sementara 76 persen dosen menyatakan lebih nyaman, jika mulai semester depan kuliah dilaksanakan secara bauran.

Hatma mengatakan, kondisi memang terus berubah terkait COVID 19. Namun setidaknya, pihak kampus telah melakukan persiapan seandainya kuliah akan dilakukan secara bauran. Saat ini setiap fakultas dan sekolah di UGM sedang melakukan pemetaan mata kuliah yang membutuhkan kegiatan tatap muka. Juga dilakukan pemetaan terhadap dosen yang memenuhi syarat untuk mengajar tatap muka dan pemetaan fasilitas serta ruang kelas untuk perkuliahan.

“Semua kita siapkan mulai dari infrastruktur hingga SDM. Harapannya saat nantinya menyambut mahasiswa baru sudah dalam kondisi siap,” tambahnya.

Kondis Pandemi Menentukan

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, Prof. Djagal Wiseso, rencana ini tentu disusun dengan mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan.

“Diharapkan masing-masing program studi melakukan langkah persiapan, mengutamakan keselamatan. Tim Health Promoting University diperkuat di tiap fakultas, membentuk tim Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bauran di tingkat fakultas dan universitas, dan memberi prioritas kepada mahasiswa angkatan 2020 dan 2021,” ujar Djagal.

Sejumlah syarat juga ditetapkan bagi mahasiswa yang akan mengikuti kuliah tatap muka, seperti membawa surat keterangan sehat bebas COVID 19 dan mengantongi izin atau persetujuan orang tua/wali. Mahasiswa peserta kuliah tatap muka akan menjalani pemeriksaan GeNose C-19 rutin, yang tersedia di setiap fakultas/sekolah di lingkungan UGM.

“Kepatuhan mahasiswa untuk menjalankan protokol kesehatan baik saat di kampus maupun di luar kampus juga harus dijalankan,” imbuhnya.

Selain diprioritaskan bagi mahasiswa angkatan 2020 dan 2021, mahasiswa tugas akhir dan program studi yang membutuhkan penyelenggaraan kegiatan secara tatap muka seperti praktikum, penelitian dan lainnya guna mencapai target capaian pembelajaran juga diberi kesempatan.

Djagal memastikan, rencana ini tetap memperhatikan perkembangan pandemi di tanah air. Jika jumlah kasus meningkat, bisa saja ditangguhkan hingga mereda.

Keputusan UGM ini akan menjadi acuan banyak kampus lain di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Jika terlaksana, dunia perguruan tinggi tanah air mungkin akan kembali normal, dan mahasiswa angkatan 2020 akan menginjakkan kaki di kampusnya pertama kali, setelah setahun menanti.

Continue Reading

Pendidikan

Ini Syarat Mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dari Kemendikbud

Published

on

Ini Syarat Mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dari Kemendikbud

Gencil News- Mulai Senin, 14 – 27 Juni 2021 mendatang, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka telah dibuka untuk mahasiswa seluruh Indonesia.

Selanjutnya, Calon peserta dapat mengakses pendaftaran melalui laman Pertukaran Mahasiswa  Merdeka  https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021.

Nadiem Makarim dalam sambutannya meyakini para mahasiswa akan mendapat banyak pengalaman dan pelajaran.

Khususnya terkait keragaman budaya Indonesia dan toleransi antar sesama individu.

“Dari pertemuan dan perkenalan tersebut, kalian akan bersama-sama belajar menghargai perbedaan, dan merayakan keberagaman. Dan semua itu kalian lakukan sambil mengikuti perkuliahan,” terang Mendikbudristek secara virtual di Jakarta, pada Sabtu (12/6).

Ketua Subpokja Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Andi Ilham menyampaikan:

“Bahwa program ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat cinta tanah air melalui persahabatan antar generasi muda di berbagai wilayah Nusantara.”

“Jadilah calon pemimpin bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman dan arif mengelola kekayaan sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur,” ujar Andi Ilham mengawali paparannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa persyaratan yang harus mahasiswa penuhi untuk mengikuti program ini, yaitu;

1) mahasiswa S1 non-vokasi, aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN – PTS di seluruh tanah air;

2) memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah/nasional/ internasional (lampirkan dengan dokumen yang sah).

Berikutnya, 3) memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif;

 4) tidak pernah terkena sanksi akademik dan non akademik pada perguruan tinggi pengirim;

5) bersedia mentaati seluruh ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka; serta

6) mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang tua/wali. “Jika Anda memiliki semua persyaratan ini ayo daftar sekarang,” tekannya.

Selain itu, Andi Ilham menyampaikan , Pertukaran Mahasiswa akan dikirim ke salah satu kampus untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tiga skema yang mahasiswa pilih.

Pertama, total 20 SKS dapat mahasiswa atau mahasiswi tempuh secara luring.

Kedua, total 20 SKS dapat mahasiswa tempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) pada perguruan tinggi penerima secara luring dan beberapa mata kuliah (10 SKS) pada perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.

Ketiga, total 20 SKS dapat mahasiswa tempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) pada perguruan tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) pada perguruan tinggi mitra secara daring.

Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 sks dan mendapat bimbingan dari dosen.

Empat kegiatan pokok yang ada pada Modul Nusantara ini antara lain kebhinekaan (14 kegiatan), inspirasi (3 kegiatan), refleksi (7 kegiatan), dan kontribusi sosial (1 kegiatan).

Continue Reading

Pendidikan

Berikut Cara Cek Pengumuman SBMPTN Tahun 2021

Published

on

By

Berikut Cara Cek Pengumuman SBMPTN Tahun 2021

Gencil News- Pengumuman hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) Tahun 2021 akan segera diumumkan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Pada hari Senin (14/6) pukul 15.00 WIB.

Budi Prasetyo, eksekutif LTMPT menjelaskan mengenai cara cek pengumuman SBMPTN 2021 dapat melalui situs LTMPT serta beberapa laman mirror PTN.

“Hasil seleksi SBMPTN bisa diakses pada mirrorinf 28 web PTN,”kata Budi.

Penyelenggara LTMPT menjelaskan untuk hasil pengumuman SBMPTN yang berada dalam situs tersebut hanya bisa pribadi yang mengakses.

Jadi anda tidak perlu khawatir untuk keamanannya, karena laman mirror sendiri sudah dipersiapkan khusus dari pihak LTMPT.

Laman mirror berguna untuk membantu mengumumkan hasil SBMPTN bila situs utamanya megalami down ketika yang mengakses banyak.

Peserta perlu meyiapkan beberapa hal yang mecakup no peserta serta data lainnya untuk melihat hasilnya, yakni :

  • Nomor Pendaftaran
  • Tanggal Lahir
  • NISN
  • NPSN

Cara cek pengumuman SBMPTN 2021 berdasarkan laman resmi LTMPT:

  1. Masuk pada laman LTMPT https://portal.ltmpt.ac.id/login. Ini link pengumuman SBMPTN 2021 yang resmi.
  2. Login menggunakan email dan password yang telah terdaftar sebelumnya.
  3. Pengumuman SBMPTN 2021 nantinya akan muncul dengan keterangan lolos atau tidak lolos.

Tahun ini hasil seleksi SBMPTN tidak bisa diakses secara publik. Namun bersifat pribadi dan individual. Pada 14 Juni mendatang, para peserta SBMPTN tidak hanya mendapatkan hasil UTBK (Ujian Tes Berbasis Komputer) melainkan akan memperoleh sertifikat hasil UTBK.

Sertifikat tersebut berguna untuk mendaftar ke perguruan tinggi lain seperti jalur mandiri atau pendidikan kedinasan yang memiliki syarat tersebut.

Selain lewat jalur SBMPTN. Calon mahasiswa juga masih memiliki kesempatan bisa masuk PTN melalui jalur mandiri pada masing-masing kampus.

Continue Reading

Pendidikan

Tingkatkan IPM, Disdikbud Kalbar Sosialisasikan Program Gemar Sabar

Published

on

By

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Sugeng Hariadi

Gencil News – Rendahnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar saat ini masih menjadi perhatian bagi pemerintah. Saat ini Kalbar menempati posisi ke 32 rata-rata langka sekolah dan posisi ke 30 harapan lama sekolah dari 34 provinsi se-Indonesia.

Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar terus mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Dengan itu, Disdikbud Kalbar melakukan inovasi dengan membuat program Gerakan Mari Belajar Masyarakat KALBAR (GEMAR SABAR).

Tujuan program GEMAR SABAR ini agar dapat menjadi jembatan koordinasi bersama stakholder pendidikan dan masyarakat.

Mengutip dari laman Youtube Disdikbud Kalbar, melalui program ini akan terbentuk kader penggerak untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pendidikan formal dan non formal.

Kadisdikbud Kalbar, Sugeng Hariadi mengatakan dengan rendahnya tingkat IPM di Kalbar perlu melakukan percepatan pada semua sektor pendidikan.

“Untuk itu mari kita dukung program Gemar Sabar, sehingga kita dapat mempercepat peningkatan IPM dengan menekan angka putus sekolah,” ujar Sugeng Hariadi

Selain itu, menurutnya pemberian akses pelayanan pemerataan pendidikan pada semua jenjang. Kemudian mendorong orangtua untuk menyekolahkan putera puterinya, baik pada lembaga pendidikan formal maupun non formal.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji juga meminta masyarakat untuk mensukseskan program Gemar Sabar tersebut.

“Ini kita lakukan karena IPM Kalbar masih sangat rendah, angka lamanya belajar masyarakat Kalbar itu rata-rata 7,37 tahun,” terang Sutarmidji

Sementara, untuk angka harapan lamanya belajar bagi usia 18 tahun kebawah, kurang lebih 12,6 tahun.

“Hal itu masih sangat kecil, maka dari itu mari dorong anak-anak kita untuk tidak putus sekolah,” pintanya

Sutarmidji juga meminta agar masyarakat dapat mengikuti pendidikan non formal lainnya, seperti sekolah paket A, B dan C.

“Ini semua untuk mendongkrak supaya angka lamanya belajar di Kalbar semakin membaik. Supaya investasi di Kalbar menarik para investor,” tambahnya

Ciptakan Investasi Kompetitif

Karena menurutnya, jika SDMnya tidak mumpuni maka investasi di Kalbar tidak kompetitif. Karena harus mendatangkan pekerja-pekerja dari luar Kalbar.

Sehingga, Kedepannya untuk mengelola sumber daya alam Kalbar pengelolanya adalah masyarakat Kalbar sendiri. Dan satu-satunya jalan adalah meningkatkan SDM agar dapat berperan dalam pembangunan segala bidang.

“Saya tidak ingin masyarakat Kalbar hanya menjadi penonton proses pembangunan karena ketidakmampuan pada sisi SDMnya,”pungkasnya

Maka dari itu, Sutarmidji berharap kepada masyarakat agar terus mensosialisasikan dan mensukseskan bersama program Disdikbud ini.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING