UGM Rencanakan Kuliah Bauran Semester Depan
Connect with us

Pendidikan

UGM Rencanakan Kuliah Bauran Semester Depan

Published

on

UGM Rencanakan Kuliah Bauran Semester Depan

Gencil News – VOA – Mahasiswa angkatan 2020 di Indonesia akan dikenang karena nasibnya di tengah pandemi. Setelah hampir setahun kuliah, mayoritas dari mereka belum pernah masuk gerbang kampus.

Nasib itu antara lain dialami Al Irhaska Firdaus, mahasiswa Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sejak dinyatakan diterima sebagai mahasiswa di kampus idamannya setahun lalu, dia kuliah dari rumahnya, di Lumajang, Jawa Timur. Seperti punya teman, tetapi seperti juga tidak punya, ujarnya, karena kontak lebih banyak dilakukan di grup aplikasi percakapan.

“Yang paling terasa itu hubungan sama temen-teman, soalnya kalau ketemu langsung lebih cepat dekat, lebih cepat bonding-nya, lebih kenal. Sekarang ini belum terasa dekatnya,” kata Firdaus kepada VOA.

Kuliah daring juga tidak selalu mudah. Firdaus memberi contoh, ada banyak tugas seperti menulis naskah drama yang harus dilakukan berkelompok. Tentu saja jarak menjadi persoalan bagi mereka.

Nasib sama dialami Naufal A’isy, mahasiswa akuntansi sektor publik angkatan 2020 di Universitas Gadjah Mada. “Saya belum pernah ke kampus, cuma lewat doang,” katanya kepada VOA.

Naufal mengikuti perkuliahan dari rumahnya di Pemalang, Jawa Tengah. Ini pula yang membuatnya merasa, kuliah daring membuat boros kuota internet. Selain itu, dia merasa tidak bisa bergaul dengan teman seangkatan secara wajar, minim pengalaman sebagai mahasiswa, kesulitan memahami materi dan terkendala ketika ingin bertanya kepada dosen.

“Tapi ada enaknya juga. Kuliahnya bisa disambi mengerjakan tugas, kalau presentasi juga lebih gampang. Irit karena tidak perlu kos dan rapat-rapat dengan teman rasanya lebih efektif. Selain itu, bisa kuliah sambil tidur,” ujar Naufal.

Kedua mahasiswa ini berharap UGM segera membuka kesempatan kuliah luring atau tatap muka. Firdaus berpendapat, kuliah tatap muka penting bagai mereka yang sama sekali belum pernah datang ke kampus. Namun, dia mengaku mungkin tidak akan mengikutinya dalam waktu dekat, karena orang tuanya belum setuju. Sedangkan Naufal memastikan akan ikut, salah satunya karena dia merasa sebagai mahasiswa membutuhkan interaksi langsung.

Kuliah Bauran di UGM

Firdaus dan Naufal adalah dua dari ribuan mahasiswa UGM yang diminta berpendapat mengenai rencana kampus tersebut membuka kuliah bauran atau campuran semester depan, yang akan dimulai sekitar bulan Agustus.

Kepala Pusat Inovasi Kebijakan Akademik (PIKA) UGM, Dr. Hatma Suryatmojo menyebut, kuliah bauran sebenarnya sudah ada di UGM sejak 2018. Meski waktu itu belum populer, rektor telah mengizinkan dosen kampus itu untuk mengajar melalui jaringan internet, maksimal 40 persen materi. Pandemi COVID 19, kata Hatma, memaksa semua pihak untuk melakukan kuliah daring penuh, dan tentu bukan proses yang mudah.

Setelah setahun berjalan, UGM melakukan evaluasi. Melalui survei yang dilakukan, ditemukan fakta bahwa mayoritas mahasiswa merasa kuliah yang mereka ikuti tidak memberi hasil maksimal. Karena itu, kuliah daring seratus persen tidak seterusnya bisa dilakukan.

“Kalau kita melaksanakan daring penuh terus, nanti ada konsekuensi kemungkinan kualitas lulusan kita akan menurun, karena mahasiswa sendiri sudah mengakui mereka mengalami kesulitan dalam pemenuhan kompetensi untuk mata kuliah yang diambil,” kata Hatma.

UGM memang telah menyelenggarakan survei dengan responden mahasiswa dan dosen. Diketahui kemudian, sekitar 80 persen mahasiswa mengaku mengalami kesulitan memenuhi kompetensi. Faktornya beragam, mulai dari fasilitas komputer hingga jaringan internet di rumah mahasiswa.

“Hanya 11,6 persen mahasiswa yang mengatakan pemenuhan kompetensi pembelajaran terpenuhi dalam kuliah secara daring penuh,” tabah Hatma.

Sementara 76 persen dosen menyatakan lebih nyaman, jika mulai semester depan kuliah dilaksanakan secara bauran.

Hatma mengatakan, kondisi memang terus berubah terkait COVID 19. Namun setidaknya, pihak kampus telah melakukan persiapan seandainya kuliah akan dilakukan secara bauran. Saat ini setiap fakultas dan sekolah di UGM sedang melakukan pemetaan mata kuliah yang membutuhkan kegiatan tatap muka. Juga dilakukan pemetaan terhadap dosen yang memenuhi syarat untuk mengajar tatap muka dan pemetaan fasilitas serta ruang kelas untuk perkuliahan.

“Semua kita siapkan mulai dari infrastruktur hingga SDM. Harapannya saat nantinya menyambut mahasiswa baru sudah dalam kondisi siap,” tambahnya.

Kondis Pandemi Menentukan

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, Prof. Djagal Wiseso, rencana ini tentu disusun dengan mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan.

“Diharapkan masing-masing program studi melakukan langkah persiapan, mengutamakan keselamatan. Tim Health Promoting University diperkuat di tiap fakultas, membentuk tim Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bauran di tingkat fakultas dan universitas, dan memberi prioritas kepada mahasiswa angkatan 2020 dan 2021,” ujar Djagal.

Sejumlah syarat juga ditetapkan bagi mahasiswa yang akan mengikuti kuliah tatap muka, seperti membawa surat keterangan sehat bebas COVID 19 dan mengantongi izin atau persetujuan orang tua/wali. Mahasiswa peserta kuliah tatap muka akan menjalani pemeriksaan GeNose C-19 rutin, yang tersedia di setiap fakultas/sekolah di lingkungan UGM.

“Kepatuhan mahasiswa untuk menjalankan protokol kesehatan baik saat di kampus maupun di luar kampus juga harus dijalankan,” imbuhnya.

Selain diprioritaskan bagi mahasiswa angkatan 2020 dan 2021, mahasiswa tugas akhir dan program studi yang membutuhkan penyelenggaraan kegiatan secara tatap muka seperti praktikum, penelitian dan lainnya guna mencapai target capaian pembelajaran juga diberi kesempatan.

Djagal memastikan, rencana ini tetap memperhatikan perkembangan pandemi di tanah air. Jika jumlah kasus meningkat, bisa saja ditangguhkan hingga mereda.

Keputusan UGM ini akan menjadi acuan banyak kampus lain di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Jika terlaksana, dunia perguruan tinggi tanah air mungkin akan kembali normal, dan mahasiswa angkatan 2020 akan menginjakkan kaki di kampusnya pertama kali, setelah setahun menanti.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pendidikan

Kunci Jawaban Kelas 5 SD Tema 1 Subtema 2 Halaman 63-73

Published

on

By

Kunci Jawaban Kelas 5 SD Tema 1 Subtema 2 Halaman 63-73

Gencil News- Kunci jawaban untuk kelas 5 SD pada buku tematik tema 1 subtema 2 masuk pada pembelajaran 2 dengan judul Organ Gerak Hewan Dan Manusia.

Kunci Jawaban Halaman 63 – 67

Ayo Mengamati

Gambar 1 Pembelajaran 2 Kelas 5 SD Tema 1

Amatilah gambar di atas. Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Kegiatan yang nampak pada gambar di atas adalah ….

Jawaban:

Kegiatan seorang anak yang sedang menendang bola

2. Kegiatan di atas termasuk permainan yang menggunakan ….

Jawaban:

Organ gerak

3. Tempat yang aman untuk melakukan kegiatan tersebut adalah ….

Jawaban:

Di lapangan bola

4. Apa saja yang harus dilakukan sebelum melakukan kegiatan tersebut?

Jawaban:

Sebelum bermain bola sebaiknya melakukan pemanasan terlebih dahulu, agar otot-otot siap untuk bergerak dan tidak mengalami cedera atau keram.

Kunci Jawaban Halaman 68 – 70

Ayo Berdiskusi

Kamu telah mengetahui organ gerak manusia, terutama tulang. Sekarang, diskusikan dengan temanmu fungsi dari masing-masing tulang tersebut.

Untuk memudahkan pekerjaanmu, kamu bisa mencari buku referensi di perpustakaan sekolah.

Jawaban:

– Tulang hasta
Fungsi: Membentuk lengan bawah sebagai alat gerak manusia serta menghubungkan lengan atas dengan pergelangan tangan.

– Tulang atas
Fungsi: Tulang lengan atas Menjadi penghubung antar gelang bahu dan tulang lengan bawah

– Tulang pengumpil
Fungsi: Menyambungkan bagian siku dengan tangan di sisi ibu jari

– Tulang pergelangan tangan
Fungsi: Menghubungkan tulang jari (phalanges) dengan tulang telapak tangan (carpals)

– Tulang telapak tangan
Fungsi: Pemberi bentuk tangan, juga menghubungkan tulang jari (phalanges) dgn tulang pangkal tangan (carpals).

– Tulang paha
Fungsi: Penggerak untuk berjalan dan berlari

– Tulang kering
Fungsi: Penahan benturan di kaki dan sebagai penggerak untuk berjalan dan berlari

– Tukang betis
Fungsi: Penahan tulang betis dalam menjaga keseimbangan dan sebagai penggerak untuk berjalan dan berlari

– Tulang pergelangan kaki
Fungsi: Gerak naik turun kaki, karena adanya sendi engsel

– Tulang telapak kaki
Fungsi: Tumpuan kaki untuk berpijak sehingga dapat berjalan, berlari dan berdiri

– Tulang jari kaki
Fungsi: Pijakan dan juga membantu badan agar lebih seimbang

Fungsi organ gerak manusia sangat banyak. Hampir semua aktivitas manusia tidak bisa terlepas dari organ gerak, bukan hanya dalam sepak bola saja. Coba kamu sebutkan aktivitas manusia yang memanfaatkan kerja organ gerak!

Jawaban:

Fungsi organ gerak manusia, hampir semua aktivitas manusia menggunakan organ gerak seperti berjalan, berlari, makan, menangkap benda, menulis, berenang dan lainnya.

Berbagai aktivitas dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya itu tidak terlepas dari karunia Tuhan yang memberikan kelengkapan dan kesempurnaan fungsi bagian-bagian tubuh kita. Sudahkah kamu bersyukur atas itu semua? Bagaimana caramu bersyukur?

Jawaban:

Caraku bersyukur dengan berdoa dan menjaga serta merawat semua bagian tubuhku dengan baik.

Kunci Jawaban Halaman 71 – 75

Ayo Membaca

Penyandang Cacat yang Sukses

Sidik lahir dengan kondisi yang memprihatinkan. Dia tak memiliki kedua kaki mulai dari pangkal paha. Boleh dibilang, tubuhnya hanya separuh. Sebelum menggunakan kursi roda, dia mengayunkan dua tangan guna menyeret tubuhnya untuk berjalan.

Meski tubuhnya tak sempurna, sejak kecil Sidik tidak pernah mau merepotkan orang lain. Ia selalu berusaha melakukan semua aktivitasnya sendiri. Dia juga tidak mau dipapah atau digendong.

“Saya tidak mau dikasihani orang. Saya ingin sukses bukan karena orang kasihan kepada saya, tetapi karena kerja keras saya,” katanya lugas.

Setelah bertahun-tahun bekerja di Yayasan Swa Prasidya Purna tetapi tidak menghasilkan materi berarti, Sidik memilih keluar dan mencari pekerjaan lain. Dengan bekal ijazah diplomanya, dia diterima di sebuah perusahaan kontraktor sebagai staf personalia. Tapi belum lama dia bekerja, krisis moneter tahun 1998 menghantam dan perusahaannya terpaksa tutup. Maka, dimulailah periode Sidik menjadi pengangguran. Tetapi, dia tak mau lama-lama menganggur, Sidik mulai mengikuti berbagai kursus keterampilan yang diadakan oleh Pemda DKI bagi penyandang cacat. Salah satu kursus yang memikat perhatian Sidik ialah kursus membuat kerupuk dari singkong.

Modalnya ketika itu sumbangan dari Pemda DKI sebesar satu juta rupiah. Bersama istrinya, Sidik kemudian memulai usaha membuat kerupuk dari singkong.

“Dulu belum ada merek, plastik pembungkusnya masih polos.” katanya. Pada awal produksi dia memproduksi sekitar 100 bungkus kerupuk berukuran 2 ons dari bahan baku singkong sebanyak 10 kilogram.

“Namanya juga pertama, kerupuk dagangan saya baru habis setelah sebulan lebih,” katanya mengenang.

Namun kini, dari hanya mengolah 10 kilogram singkong, Sidik mengolah sedikitnya 50 hingga 100 kilogram singkong setiap bulannya.

Dia juga sudah memiliki merek lengkap dengan cap di pembungkus produknya.

“Saya beri nama merek Cap Gurame, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ikan gurame, tetapi gurame adalah singkatan dari Gurih, Renyah, Enak,” katanya tersenyum. “Kalau nanti ada uang lebih, merek ini saya mau patenkan.” tambahnya.

Beruntung, ada seorang pengusaha lokal yang melihat kegigihan Sidik dan akhirnya menyumbangkan sebuah sepeda motor untuk operasional usaha.

“Namanya juga tidak punya kaki, saya sempat bingung juga, bagaimana mengendarainya?” Tetapi Sidik tak kehilangan akal, dia mendesain motornya agar tuas perseneling dapat dioperasikan dengan tangan. Dengan bantuan tukang las, jadilah sebuah motor dengan tongkat besi tambahan yang ditempel di perseneling dan injakan rem. Tidak lupa dia juga menempelkan gerobak di sampingnya untuk mengangkut muatan.

“Motor itu benar-benar membantu mobilitas dan produktivitas usaha saya.” ujar Sidik.

Saat ini Sidik terus mengembangkan pemasaran produknya. Setiap hari dia masih berkeliling ke koperasi-koperasi atau warung di seluruh pelosok Ibukota. Bahkan saat Kabari mewancarainya, dua kali telepon selularnya berbunyi dari orang yang meminta agar pasokan kerupuk “Cap Gurame” segera dikirim.

Kini, dari hasil usahanya, Sidik mengantungi keuntungan berkisar 1 sampai 2 juta rupiah perbulan. Meski jumlahnya kecil, apa yang diperbuat Sidik termasuk luar biasa. Dengan keadaan yang terbatas, dia menjadi enterpreuner sejati. Meminjam rumusnya Pak Ciputra, pengusaha dan dosen mata kuliah enterpreunership, bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya 20 persen penduduknya menjadi enterpreuner, barulah menjadi negara makmur, maka Sidik telah memulainya bertahun-tahun lalu. Jelaslah, Indonesia membutuhkan orang-orang gigih seperti Sidik.

Cerita yang kamu baca inspiratif, bukan? Orang yang berkebutuhan khusus pun mampu beraktivitas layaknya orang normal. Bagaimana dengan kamu?

Berdasarkan bacaan di atas, temukan ide pokok masing-masing paragrafnya.

Jawaban:

Paragraf 1
Ide Pokok: Sidik lahir dengan kondisi yang memprihatinkan, ia tak memiliki kedua kaki mulai dari pangkal paha.

Paragraf 2
Ide Pokok: Meski tubuhnya tak sempurna, sejak kecil Sidik tidak mau merepotkan orang lain.

Paragraf 3
Ide Pokok: Setelah bertahun-tahun bekerja di Yayasan Swa Prasidya Purna tapi tak menghasilkan materi berarti, Sidik memilih keluar dan mencari pekerjaan lain.

Paragraf 4
Ide Pokok: Modalnya ketika itu sumbangan dari Pemda DKI sebesar satu juta rupiah.

Paragraf 5
Ide Pokok: Ia juga sudah punya merek lengkap dengan cap di pembungkus produknya.

Paragraf 6
Ide Pokok: Beruntung ada seorang pengusaha lokal yang melihat kegigihan Sidik dan akhirnya menyumbangkan sebuah sepeda motor untuk operasional usahanya.

Paragraf 7
Ide Pokok: Saat ini Sidik terus mengembangkan pemasaran produknya.

Paragraf 8
Ide Pokok: Kini, dari hasil usahanya Sidik mengantungi keuntungan berkisar 1 sampai 2 juta rupiah perbulan.

Kamu telah membaca bacaan di atas, tentunya kamu pun telah mengetahui dan memahami isinya. Banyaknya informasi yang kamu dapatkan dari bacaan tergantung pada panjang dan bobot bacaan. Tentunya akan berbeda informasi yang kamu dapatkan antara membaca teks berupa karangan dengan membaca buku.

Asyik sekali ya, aktivitas membaca itu? Apalagi jika membaca sebuah buku secara menyeluruh. Pada saat membaca buku, sebenarnya isi dari sebuah buku sudah dapat kita terka atau prediksikan sebelumnya dengan melihat sampul atau cover buku tersebut. Karena memang sampul cover buku merupakan bagian buku yang berupa gambar ilustrasi yang bisa mewakili isi buku.

Cover atau sampul buku merupakan cerminan dari keseluruhan isi buku. Cover atau sampul merupakan bagian terluar dari buku yang terdiri atas dua sisi, yakni depan dan belakang. Kedua sisi ini saling mendukung dan melengkapi serta menguatkan isi dari buku.

Cover yang baik adalah yang bisa mempengaruhi dan menarik minat orang untuk membaca isi buku secara keseluruhan. Untuk itu, maka sebuah cover harus memenuhi unsur-unsur berikut.

1. Terdapat judul dengan pemilihan jenis huruf yang menarik dan mencolok.

2. Terdapat kalimat penjelas judul yang singkat dan mudah dipahami.

3. Terdapat nama penulis.

4. Terdapat identitas penerbit.

5. Menyertakan gambar yang menarik.

6. Terdapat sinopsi isi buku pada sisi belakang.

7. Terdapat identitas buku pada punggung buku.

Coba kamu perhatikan contoh cover berikut.

Gambar 2 Pembelajaran 2 Kelas 5 SD Tema 1

Sekarang giliranmu untuk membuat gambar pada cover atau sampul buku. Kamu dapat membuatnya berdasarkan isi bacaan yang berjudul Penyandang Cacat yang Sukses.

Jawaban:

Jawaban disesuaikan dengan hasil gambar siswa.

Ayo Renungkan

1. Buatlah sebuah karangan singkat dengan ide pokok berikut ini.

Paragraf 1 : Makan sayur membuat sehat
Paragraf 2 : Aku gemar makan sayur
Paragraf 3 : Sayur bayam adalah sayur kesukaanku
Pargaraf 4 : Sayur yang sehat adalah yang bebas dari pestisida

2. Kamu telah mengetahui organ gerak dalam tubuhmu beserta fungsinya. Coba renungkan, apa yang terjadi jika salah satu organ gerak dalam tubuhmu rusak atau tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya? Renungkan juga apa yang bisa kamu lakukan tanpa adanya organ gerak dalam tubuhmu? Lalu, bagaimana caramu menjaga organ gerak dalam tubuhmu?

Kerja Sama dengan Orang Tua

Bersama orang tuamu, buatlah daftar aktivitas yang kamu lakukan di rumah. Tentukan aktivitas yang memanfaatkan organ gerak.

Continue Reading

Pendidikan

Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 1 Subtema 4 Halaman 155-160

Published

on

By

Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 1 Subtema 4 Halaman 155-160

Gencil News- Kunci jawaban untuk kelas 3 SD pada buku tematik tema 1 subtema 4 masuk pada pembelajaran 2 dengan judul Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan.

Kunci jawaban untuk halaman 155 – 160.

Ayo Mengamati

Bacalah teks berikut ini!

Perkembangbiakan Tumbuhan dengan Biji

Sebagian besar tumbuhan berkembang biak dengan biji. Tumbuhan dewasa akan berbunga dan menghasilkan buah. Di dalam buah terdapat biji.

Biji berkembang menjadi tanaman baru. Tanaman baru tumbuh menjadi dewasa dan berbuah. Perputaran tahapan perkembangan tersebut membentuk sebuh siklus atau daur hidup.

Perhatikan gambar bagian-bagian biji di bawah ini.

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 3 SD

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 3 SD Halaman 155

Ayo Menulis

Amati gambar berikut!

Gambar menunjukkan daur hidup tanaman semangka. Lengkapi bagan daur berikut dengan gambar yang sesuai.

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 3 SD Halaman 155

Jawaban:

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 3 SD Halaman 155-1

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 3 SD Halaman 156

Tuliskan tahapan dalam daur hidup tanaman semangka menggunakan bahasamu sendiri!

Jawaban:

1. Daur hidup tanaman semangka diawali biji yang dihasilkan dari buah semangka yang sudah matang.

2. Setelah ditanam dalam tanah, biji semangka akan tumbuh menjadi tunas kecil atau yang disebut kecambah.

3. Kemudian, tanaman semangka akan tumbuh memanjang dengan beberapa daun yang berjajar atau merambat.

4. Fase selanjutnya, ketika tanaman semangka sudah merambat maka akan mulai muncul bunga dengan bagian-bagiannya.

5. Setelah terjadi penyerbukan, bunga semangka lambat laun akan menjadi buah semangka.

Buah semangka yang pada mulanya kecil akan semakin membesar.

Buah semangka akan menghasilkan banyak biji yang dapat ditanam kembali.

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 3 SD Halaman 159-160

Ayo Berlatih

Pentingnya Bekerja Sama

Bermain lompat bambu memerlukan kerja sama yang baik antara sesama pemegang bambu maupun pemainnya. Jika tidak ada kerja sama akan membahayakan pemain dan pemegang bambu.

Tangan pemegang bambu bisa terjepit bambu jika tidak bekerja sama dengan baik. Kaki yang melompat pemain akan tersangkut dan terjepit bambu jika tidak ada kerja sama yang baik.

Selain kerja sama, konsentrasi pemain juga sangat penting saat bermain lompat bambu. Jika tidak berkonsentrasi, maka akan membahayakan seluruh pemain.

1. Apakah kamu bekerja sama dengan teman saat bermain lompat bambu?

Jawaban: Ya, aku bekerja sama dengan teman saat bermain lompat bambu.

2. Bagaimana cara kamu bekerja sama?

Jawaban: Kami bekerja sama sebagai pemegang bambu agar kompak melakukan gerakan yang harmonis dan tidak membahayakan pemain yang sedang melompat.

3. Apakah cara yang membuat kamu berhasil bermain lompat bambu?

Jawaban: Yang membuat saya berhasil bermain lompat bambu adalah adanya kerja sama dan kekompakan antara pemain.

4. Apa yang membuatmu tidak berhasil dalam bermain lompat bambu?

Jawaban: Yang membuat tidak berhasil dalam bermain lompat bambu adalah tidak ada kerja sama dan komunikasi yang baik antar pemain.

Continue Reading

Pendidikan

Kunci Jawaban Kelas 2 SD Tema 1 Subtema 4 Halaman 150-154

Published

on

By

Kunci Jawaban Kelas 2 SD Tema 1 Subtema 4 Halaman 150-154

Gencil News- Kunci jawaban untuk kelas 2 SD pada buku tematik tema 1 subtema 4 masuk pada pembelajaran 2 dengan judul Hidup Rukun Di Masyarakat.

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 2 SD Halaman 150, 151, 153, 154

Pembelajaran 2

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 2 SD Halaman 150

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut sesuai percakapan di atas!

1. Apakah gotong royong diperlukan di dalam masyarakat?

Jawaban: Ya, gotong royong diperlukan di dalam masyarakat.

2. Apakah terdapat kalimat penolakan pada teks percakapan di atas?

Jawaban: Ada.

3. Tuliskan kalimat yang menunjukkan penolakan tersebut!

Jawaban: Membersihkan got? Aku tidak mau, ah.

4. Tuliskan kalimat yang menunjukkan persetujuan!

Jawaban: Aku setuju, Do.

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 2 SD Halaman 151

Tuliskanlah kembali percakapan di atas menjadi sebuah cerita!

Perhatikan hal-hal berikut sebagai panduan menulis cerita.

1. Judul yang sesuai dengan cerita

2. Orang yang berbicara.

3. Kegiatan yang dilakukan.

4. Alasan dilakukannya kegiatan.

5. Cara melakukan kegiatan.

Jawaban:

Rencana Membersihkan Got

Udin, Badu dan Edo sedang berbincang tentang got yang kotor. Got tersebut bau dan kotor karena banyak sampah hingga airnya menggenang.

Karena melihat kondisi got yang buruk, Udin mengajak Edo dan Badu untuk membersihkan gotong-royong di hari Minggu.

“Bagaimana jika hari Minggu kita bergotong-royong membersihkan got?” kata Udin.

Namun Edo dan Badu menolak karena hal tersebut terasa berat. Akhirnya Edo berpendapat untuk mengusulkan gotong royong kepada Pak RT dan mengajak seluruh warga.

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 2 SD Halaman 153

Sikap apakah yang sesuai dengan pengamalan sila pertama Pancasila pada bacaan dan gambar tersebut?

Jawaban: Sikap mengutamakan beribadah.

Sikap apakah yang sesuai dengan pengamalan sila kedua Pancasila pada bacaan dan gambar tersebut?

Jawaban: Mengajak beristirahat.

Tuliskan contoh pengamalan sila pertama atau sila kedua Pancasila di lingkungan masyarakat!

Sila Pertama: Setiap hari Minggu, Indri dan keluarga pergi ke gereja untuk beribadah.

Sila Kedua: Pak RT membantu para warga bergotong royong.

Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 2 SD Halaman 154

Ceritakan kegiatanmu di lingkungan masyarakat yang sesuai dengan pengamalan sila pertama!

Jawaban: Kami melakukan shalat Idul Adha di Masjid.

Ceritakan kegiatanmu di lingkungan masyarakat yang sesuai dengan sila kedua Pancasila!

Jawaban: Saat kerja bakti di hari Minggu, aku dan Ibu menyiapkan minuman dan makanan untuk warga yang sedang beristrahat dari kerja bakti.

Continue Reading

Pendidikan

Kemendikbudristek Perkuat Karakter Anak Lewat Aktivitas Mendongeng

Published

on

By

Kemendikbudristek Perkuat Karakter Anak Lewat Aktivitas Mendongeng
Kemendikbudristek Perkuat Karakter Anak Lewat Aktivitas Mendongeng - sumber : Kemendikbudristek , Foto : CDC

Gencil News – Sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini, kebiasaan membacakan cerita atau mendongeng kepada anak seringkali ditinggalkan.

Padahal, mendongeng dapat menjadi salah satu cara menyenangkan  untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama dalam menstimulasi keterampilan bahasa dan beberapa jenis kecerdasan majemuknya.

Pada Panggung Anak Indonesia Merdeka, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Franka Makarim berkesempatan mendongeng untuk anak-anak. Ia membacakan buku cerita anak karangan Audelia Agustine bertajuk “Aku Suka Caramu”.

“Di Hari Anak Indonesia ini, saya mengajak semua anak Indonesia tetap semangat, tetap bermain serta yakinlah kita akan melewati tantangan pandemi ini, serta harus selalu diingat kesehatan dan keselamatan anak-anak semua adalah yang paling utama,” ungkap Franka pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021, pekan lalu.   

Menyemarakkan HAN tahun ini, Direktur Pembelajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Santi Ambarrukmi menyampaikan bahwa Direktorat GTK PAUD, Kemendikbudristek mengadakan beragam hiburan untuk anak.

Salah satunya adalah webinar bertajuk Gebyar Dongeng. Acara yang menghadirkan komunitas pendongeng dan pegiat pendidikan anak ini akan diisi dengan saling berbagi ilmu dan praktik baik dalam mendongeng.

“Setiap hari selama satu pekan akan ada topik dengan narasumber yang berbeda, diawali dengan judul pertama yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Di samping kita ingin memberikan dorongan peningkatan kompetensi tidak hanya untuk guru (PAUD) tetapi juga untuk orang tua bagaimana keterampilan mendongeng yang baik saat ini serta merespon Ibu Franka Makarim agar setiap anak berkesempatan mendengarkan cerita dongeng,” jelas Direktur Santi pada Bincang Pendidikan bersama media pekan lalu.

Santi juga menginformasikan bahwa webinar Gebyar Dongeng berlangsung selama 5 (lima) hari dari tanggal 26 hingga 30 Juli 2021.

Kegiatan ini tidak hanya menyasar kepada pendidik PAUD melainkan juga orang tua dan siswa. Sebab, mendongeng erat kaitannya dengan penguatan karakter yang baik pada anak dan kemampuan ini seyogyanya dimiliki oleh banyak lapisan masyarakat.

Mengomentari acara mendongeng pada Panggung Anak Indonesia Merdeka, Pengawas Taman Kanak-kanak (TK) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Sri Nurhayati mengungkapkan kegembiraannya dapat melihat istri dari Mendikbudristek membacakan cerita dongeng untuk anak.

Ia berharap agar lomba mendongeng dapat diadakan secara berkelanjutan baik dari tingkat kecamatan, kabupaten maupun kota di Indonesia.

“Dongeng itu sangat bagus buat anak, melalui dongeng kita dapat mengajarkan sikap perilaku yang baik kepada anak-anak kita serta dapat menanamkan nilai budaya kita,” ucapnya antusias

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING