Inovasi Teknologi saat Pandemi Bisa Munculkan Terobosan
Connect with us

Published

on

Peneliti di Northwestern University tak jauh dari Chicago,Illinois sedang mengembangkan teknologi baru guna membantu tenaga medis di garis depan melawan COVID-19.

Peralatan yang dikembangkan ini begitu diproduksi massal juga berpotensi membantu masalah kesehatan lainnya. begitu pandemi berakhir.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sains

Hasil Studi: Kucing Mengenali “Nama” Karena Imbalan

Published

on

Hasil Studi: Kucing Mengenali "Nama" Karena Imbalan
Hey Kitty! Iya, kamu. Sebuah studi menyatakan kucing peliharaan dapat memahami suara panggilan nama yang diberikan kepadanya.
Hasil Studi: Kucing Mengenali "Nama" Karena Imbalan
Hasil Studi: Kucing Mengenali “Nama” Karena Imbalan

Jadi kucing agak-agak mirip dengan anjing, dimana komunikasi dengan manusia telah banyak dipelajari, dan telah ditunjukkan bahwa mereka dapat mengenal ratusan kata apabila mereka terlatih dengan baik. Maaf, apabila perbandingan tadi membuat kamu tersinggung, Kitty.

Sama sekali tidak mengejutkan bagi anda atau kebanyakan pemelihara kucing, bukan? Namun para ilmuwan Jepang hari Kamis mengatakan bahwa mereka telah memberikan bukti percobaan pertama bahwa kucing dapat membedakan kata-kata yang diucapkan manusia.

Atsuko Saito dari Sophia University di Tokyo mengatakan tidak ada bukti bahwa kucing dapat menghubungkan kata-kata dengan maknanya, bahkan tidak juga pada nama-nama mereka sendiri. Sebaliknya, mereka belajar saat mereka mendengar nama-nama itu mereka mendapat imbalan seperti makanan atau mainan, atau sesuatu yang buruk seperti dibawa ke tempat praktek dokter hewan. Dan mereka banyak mendengar namanya disebut. Jadi suara itu menjadi spesial, bahkan saat mereka tidak paham bahwa suara itu merujuk pada identitas mereka.

Saito dan para koleganya menjelaskan hasil dari penelitian mereka dalam jurnal Scientific Reports. Dalam empat percobaan yang dilakukan pada 16 hingga 34 hewan, masing-masing kucing mendengar rekaman dari suaranya sendiri, atau suara orang lain, yang perlahan-lahan membacakan daftar empat kata benda atau nama-nama kucing lain, diikuti dengan nama kucing itu sendiri.

Banyak kucing awalnya bereaksi – seperti menggerak-gerakan kepalanya, telinganya atau ekornya – namun lama-lama mereka kehilangan minat saat kata-kata itu dibacakan. Pertanyaan krusial adalah apakah mereka lebih merespon pada namanya.

Seperti yang diperkirakan, rata-rata, kucing-kucing ini menjadi sangat riang saat mendengar nama-nama mereka.

Kristyn Vitale, yang mempelajari tingkah laku kucing dan ikatan antara kucing dan manusia di Oregon State University di Corvallis namun tidak ikut serta dalam studi ini, mengatakan hasilnya “sangat masuk akal bagi saya.”

Vitale, yang mengatakan ia telah melatih banyak kucing untuk merespon pada perintah lisan, sepakat bahwa hasil temuan baru tidak berarti kucing mengerti namanya sendiri. Namun, lebih karena ia dilatih untuk mengenali suara, ujarnya.

Monique Udell, yang juga mempelajari perilaku hewan di Oregon State, mengatakan hasil studi tersebut menunjukkan “kucing-kucing memberi perhatian pada anda, apa yang anda katakan dan apa yang anda lakukan, dan mereka belajar dari situ.” [ww/fw]

Continue Reading

Pendidikan

Apresiasi Dari Dikti Untuk Hasil Inovasi Karya Anak Bangsa GeNose C19

Published

on

Apresiasi Dari Dikti Untuk Hasil Inovasi Karya Anak Bangsa GeNose C19


GeNose C19 yang merupakan alat pendeteksi Covid-19 buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada pada 24 Desember 2020 lalu secara resmi telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Pada Jumat (15/01/2021)

Dirjen Dikti sangat mengapresiasi hasil temuan inovasi karya anak bangsa dalam melakukan riset dan pengembangan untuk dunia kesehatan.

Langkah cepat hingga saat ini untuk penanggulangan kasus virus Covid-19 di Indonesia adalah dengan mengurangi dan meniadakan resiko penyebaran kasus.

Dengan strategi dan kebijakan dalam upaya menekan penyebaran kasus, mengurangi dan meniadakan risiko secara optimal serta menyeluruh.

Hal ini untuk menekan kasus secara akurat dan tepat serta dengan harga yang terjangkau.

Dengan program 4T (Testing, Tracing, Tracking dan Treatment) untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam mengapresiasi para ahli dari UGM yang telah membuat dan menciptakan adanya GeNose C19.

Karena sangat membantu dan bisa memberi angin segar dalam menangani kasus pandemi yang tengah terjadi saat ini.

Dirjen Dikti pun mengimbau dan mendorong perguruan tinggi untuk memfokuskan riset pada bidang-bidang yang terkait dengan pandemi.

Selain pada bidang kesehatan, bisa juga mengembangkan melalui riset sosial dan juga ekonomi.

Salah satu upaya dalam mempercepat penanganan kasus Covid-19 dengan memberikan dorongan dan harapan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

GeNose C19 dapat mempercepat tracing dan tracking dengan mendeteksi keberadaan virus melalui hembusan nafas pada orofaring atau tenggorokan.

Hanya dalam hitungan cepat,  sesaat seseorang setelah bernafas dengan sensitifitas 90%, spesifitas 96%, akurasi 93% dengan PPV 88% dan NPV 95%.

Alat pendeteksi virus GeNose C19 ini dapat segera rilis pada bulan Februari sebanyak 3000 unit dengan harga 62 juta per unit.

Semoga alat ini dapat membantu penanganan kasus Covid-19 untuk Indonesia sehingga dapat segera tersebar ke seluruh Puskemas di Indonesia.

Continue Reading

Pendidikan

Berikut Tahapan SNMPTN 2021 Yang Harus Diketahui Calon Mahasiswa

Published

on

By

Berikut Tahapan SNMPTN 2021 Yang Harus Diketahui Calon Mahasiswa
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021

Gencil News – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( LTMPT) telah menetapkan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk masuk PTN di tahun 2021.

SNMPTN merupakan seleksi masuk PTN berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dan/atau portofolio calon mahasiswa.

Ketua Pelaksana LTMPT Budi Prasetyo mengatakan, Seluruh siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada tahun 2021 yang memiliki prestasi unggul dapat mengikuti SNMPTN 2021. Sehingga, keputusan apakah siswa bisa ikut SNMPTN atau tidak sepenuhnya bergantung kepada pihak sekolah.

Kemudian calon mahasiswa selain harus mempersiapkan persyaratan untuk pendaftaran SNMPTN. Calon mahasiswa juga harus mengetahui tahapan yang harus anda lakukan.

Adapun tahapan Pendaftaran SNMPTN Tahun 2021 adalah sebagai berikut :


1. Pengumuman kuota oleh LTMPT bagi sekolah sesuai dengan akreditasi dan jumlah siswa.

2. Kemudian registrasi akun LTMPT bagi sekolah melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id.

3. Sementara untuk registrasi akun LTMPT bagi siswa kelas 12, melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id.

4. Sekolah menentukan calon peserta berdasarkan data LTMPT dari jumlah siswa dan akreditasi di PUSDATIN Kemdikbud atau EMIS Pendis Kemenag.

5. Pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa).

6. Pendaftaran SNMPTN.

7. Pilihan PTN & Program Studi yang mana pendaftar dapat memilih paling banyak dua PTN.

8. Pengunggahan portofolio, wajib bagi peserta yang memilih program studi Bidang Seni dan Olahraga.

9. Seleksi jalur SNMPTN berdasarkan kriteria yang sudah ada sesuai ketentuan masing- masing PTN.

10. Pengumuman Kelulusan hasil SNMPTN.

11. Daftar ulang sesuai dengan PTN tempat calon mahasiswa dengan pernyataan lolos seleksi

Continue Reading

TRENDING