Jumlah ‘Follower’ Berkurang, Trump Panggil Bos Twitter

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Kepala Eksekutif Twitter Jack Dorsey pada Selasa (23/4).

Dan dalam pertemuan tersebut, Trump mempertanyakan mengapa akun Twitternya kehilangan banyak pengikut atau followers, kata sumber Reuters yang menerima informasi tersebut.

Jumlah 'Follower' Berkurang, Trump Panggil Bos Twitter
Jumlah ‘Follower’ Berkurang, Trump Panggil Bos Twitter

Pertemuan itu, yang diatur oleh Gedung Putih pekan lalu, terjadi hanya beberapa jam setelah Trump sekali lagi menyerang Twitter dengan tuduhan media sosial itu bias terhadap pada konservatif.

“Pertemuan yang bagus sore ini di @WhiteHouse dengan @Jack dari @Twitter. Banyak isu yang dibahas mengenai plaftorm mereka dan dunia media sosial secara umum. Menantikan untuk kelanjutan dialog terbuka!” kata Trum dalam cuitannya dan mengunggah foto Dorsey bersama tamu lain dan dirinya di Ruang Oval.

Baca juga   Film Tentang Trumph, Diprotes oleh Mahasiswa

Dorsey, yang belum pernah bertemu Trump, menjawab melalui cuitan: “Terima kasih atas waktunya. Twitter hadir untuk melayani percakapan umum, dan kami berniat untuk menjadikan lebih sehat dan lebih sopan. Terima kasih atas diskusinya.”

Menurut sumber tersebut, yang mendapat informasi mengenai pertemuan tersebut, mengatakan Dorsey menanggapi keluhan Trump mengenai kehilangan pengikut dengan menjelaskan bahwa Twitter sedang menghapus akun-akun tipuan dan palsu. Selain itu, kata Dorsey, banyak orang terkenal, termasuk dirinya sendiri, yang kehilangan follower akibat kebijakan tersebut.

Baca juga   Apakah 2 Kandidat Capres Berani Tinggalkan Energi Batu Bara

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengisyaratkan bahwa Twitter berlaku bias terhadapnya, tanpa memberikan bukti. Dalam cuitan di Twitter, Trump mengatakan Twitter tidak “memperlakukan saya dengan baik sebagai pendukung partai Republik. Sangat diskriminatif.”

Trump sudah lama kesal karena kehilangan follower. Trump kehilangan 204.000 atau 0,4 persen dari total pengikutnya yang berjumlah 53.4 juta pada Juli lalu, menurut perusahaan data media sosial Keyhole. Itu terjadi ketika Twitter memulai pembersihan akun-akun mencurigakan setelah Twitter dan media sosial lainnya digunakan untuk kampanye-kampanye berisi informasi salah untuk mempengaruhi para pemilih pada pilpres AS 2016 dan pemilihan lainnya. [ft]

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News