Connect with us

Pendidikan

Atasi Penurunan Mutu Pendidikan Di Era Pandemi

Published

on

Atasi Penurunan Mutu Pendidikan Di Era Pandemi

Gencil News- Atasi Penurunan Mutu Pendidikan Di Era Pandemi, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Mengatasi penurunan mutu pendidikan pada siswa dengan memberlakukan kurikulum penyesuaian di masa pandemi. kurikulum penyesuaian ini diberlakukan dengan mengutamakan mata pelajaran kompetensi dasar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sugeng Hariadi menerangkan bahwa diawal terjadinya masa pandemi memanng terjadi penurunan Mutu Pendidikan pada siswa. sistem pembelajaran daring yang cukup memakan waktu banyak tidak memungkinkan untuk guru menyampaikan seluruh mata pelajaran. sehingga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengatasi Penurunan Mutu ini agar tidak berkelanjutan dengan kebijakan kurikulum penyusuaian.

“kita sudah share ke sekolah-ekolah melalui MKKS untuk mendownload kurikulum yang disesuaikan di era pandemi untuk di ajarkan, jadi tidak semua mata pelajaran di ajarkan.” ujarnya

Keterbatasan akses internet disejumlah daerah dan beberapa perangkat penunjang pembelajaran daring juga menjadi sebab menurunnya Mutu Pendidikan. dengan dimulainya uji coba pelajaran tatap muka bisa kembali menaikkan greet pada siswa.

Berdasarkan saran Gubernur Kalimantan Barat pada semester ini setidaknya ada 7 mata pelajaran yanbg wajib diberikan pada siswa di era pandemi ini, yaitu 6 mata pelajaran yang diujikan untuk perguruan tinggi dan 1 mata pelajaran agama.

Namun beberapa sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka juga ada yang masih memberikan mata pelajaran penunjang lainnya seperti seni. sementara untuk mata pelajaran ekstrakurikuler itu ditiadakan.

Hasil peninjauan sekolah Negeri di kota Pontianak yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka belum ditemukan kluster satuan pendidikan terpapar covid. hal ini yang kemudian menjadi acuan sekolah-sekolah lain yang melakukan pembelajaran tatap muka mengikuti protokol kesehatan.

berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri jika pada sistem pembelajaran tatap muka ditemukan terjadi kluster satuan pendidikan positif covid 19. maka proses pembelajaran harus ditutup sementara untuk dilakukan sterilisasi dan isolasi terlebih dahulu.

Untuk di Kalimantan Barat sendiri belum ditemukan kasus kluster satuan pendidikan. dan beberapa sekolah yang ada di Kota Pontianak seperti SMA 1 Pontianak saat rapid tes ditemukan 2 siswa reaktif namun pada saat swab 2 kali dinyatakan negatif. karena memang hasil mutlak itu terletak pada hasil swab.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pendidikan

Jadwal Belajar Di Rumah Dari TVRI, Selasa 20 Oktober 2020

Published

on

Jadwal Belajar Di Rumah Dari TVRI, Selasa 20 Oktober 2020

Gencil News – Jadwal Belajar Di Rumah Dari TVRI untuk selasa 20 oktober 2020 telah dirilis jadwalnya. Jadwal Belajar Di Rumah Dari TVRI bisa disimak mulai dari pukul 08.00 – 11.00 Wib, melalui siaran TVRI.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan episode lanjutan untuk penayangan program Belajar dari Rumah (BDR) di Tahun Ajaran Baru di TVRI sebagai alternatif kegiatan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.

Kemendikbud tengah merancang penyederhanaan kurikulum yang sesuai dengan konteks Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar berjalan lebih efektif di tahun ajaran baru 2020/2021.

Jadwal Tayangan Belajar dari Rumah di TVRI, Selasa 20 Oktober 2020

08.00 – 08.30 WIB  Air dan Suara

08.30 – 09.00 WIB Pengurangan dan Mata Uang

09.00 – 09.30 WIB Ikan dan Budidaya Ikan

09.30 – 10.00 WIB Suhu dan Pemuaian

10.00 – 10.05 WIB Pelajaran Bahasa Inggris 28 : Aku Melewatinya

10.05 – 10.30 WIB Barisan Geometri

10.30 – 11.00 WIB Keluarga Kita: Menstimulasi Anak Gemar Membaca Sejak Dini

Jika tidak bisa menyaksikan tayangan Belajar dari Rumah di televisi, bisa mengaksesnya melalui layanan live streaming. Simak cara live streaming TVRI Online

Continue Reading

Pendidikan

Angkatan Pertama Guru Penggerak Diikuti 2.800 Tenaga Pengajar

Published

on

Angkatan Pertama Guru Penggerak Diikuti 2.800 Tenaga Pengajar

Gencil News- Angkatan Pertama Guru Penggerak Diikuti 2.800 Tenaga Pengajar. Sebanyak 2.800 calon Guru Penggerak yang berhasil diseleksi pada angkatan pertama akan menjalani program Pendidikan Guru Penggerak.

Sebelumnya Mendikbud Nadiem Anwar Makarim telah resmi membuka program Pendidikan Guru Penggerak 2020.

Mendikbud berharap guru terus belajar dan mencoba hal baru selama mengikuti pendidikan. Perjuangan para guru penggerak ini akan menjadi roda dalam menuju transformasi pendidikan untuk pembelajaran yang berpihak pada murid dan pembelajaran yang merdeka.

Sesuai dijadwalkan maka mereka akan menjalani pendidikan selama sembilan bulan sebelum resmi meyandang status sebagai Guru Penggerak.

Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Nunuk Suryani mengatakan, rekrutmen calon Guru Penggerak angkatan pertama telah dilakukan dengan menjaring 19.218 pendaftar. Dari jumlah itu telah berhasil diseleksi sebanyak 2.800 calon Guru Penggerak

Nunuk menjelaskan dalam program peluncuran program pendidikan guru penggerak “Mereka akan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak yang dibagi dua tahap. Pertama sebanyak 2.460 peserta Pendidikan Guru Penggerak akan dimulai pada 15 Oktober 2020 dan 340 lagi pendidikanya baru akan dimulai April tahun depan”

Nunuk menjelaskan, calon Guru Penggerak akan mengikuti pendidikan selama sembilan bulan. Pelatihan yang akan dijalani meliputi pelatihan daring, lokakarya dan pendampingan.

“Untuk tahun 2020 ini pendidikan akan dilaksanakan selama dua bulan untuk menyelesaikan empat modul. Pendidikan selanjutnya tujuh bulan pada tahun 2021 yang akan dimulai pada Februari dan berakhir Agustus 2021,” kata Nunuk pada peluncuran Program Pendidikan Guru Penggerak yang dilangsungkan secara daring, Kamis (15/10).

Nunuk melanjutkan, tujuan Pendidikan Guru Penggerak ini adalah memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaradan dari pedagogi kepada guru. Sehingga guru mampu menggerakkan komunitas belajar baik didalam maupun diluar satuan pendidikan.

Selain itu juga berpotensi menjadi pemimpin yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan satuan pendidikan.

Rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik, jelasnya, ditunjukkan melalui sikap dan emosi positif terhadap satuan pendidikan.

Dia menerangkan, penjaminan mutu Pendidikan Guru Penggerak akan dilaksanakan pada variabel standar sumber daya manusia. Terdiri dari instruktur, fasilitator, pendamping dan peserta.

“Standar pengeelolaan juga akan menjadi sasaran evaluasi dari pengaturan rombongan bahan dan media pembelaajaran dan waktu pelaksanaan serta standar sarana prasarana.

Continue Reading

Pendidikan

Suka Duka Mahasiswa Kuliah Online Dimasa Pandemi

Published

on

By

Suka Duka Mahasiswa Kuliah Online Dimasa Pandemi

Tak bisa dipungkiri banyak sekali mahasiswa alami suka duka kuliah online yang hampir satu tahun ini dirasakan.

Mahasiswa yang identik dengan jiwa mudanya yang masih ingin terus mengeksplor diri dan bakat sangat merasakan ketidaknyamanan kuliah online.

Selain ruang lingkup perkuliahan yang hanya bisa dilakukan secara daring. Beberapa mahasiswa juga alami suka duka tersendat perkuliahan dikarenakan berada di daerah dengan sinyal terbatas. Naik ke atas bukit terlebih dahulu untuk mendapatkan sinyal agar bisa mengikuti perkuliahan.

” Susah sih terutama didaerah saya harus naik bukit dulu, Bahkan kadang ketinggalan informasi jika dosen mendadak memberi info ” kata hotip mahasiswa salah satu kampus di Pontianak

Tak sedikit memang mahasiswa berasal daerah-daerah dan akhirnya pulang kedaerahnya dikarenakan orangtua mahasiswa tak ingin anaknya berada di kota karena masih rawan terkonfirmasi covid 19.

Selain itu biaya hidup di kota jadi pertimbangan orangtua mahasiswa membiarkan anaknya tetap jalani kuliah online di kota.

” Suka dukanya banyak menghabiskan banyak kuota kalau terus kuliah online ” ujar Nurul Yakin

Tidak semua lembaga pendidikan mengajukan nomor siswa atau mahasiswa jika ditingkatan perkuliahan untuk didaftarkan mendapat kuota gratis. Jika sebelumnya kuota hanya digunakan untuk kebutuhan tugas mahasiswa.

Kini mahasiswa juga harus menambah kapasitas kuotanya untuk mengikuti perkuliahan via zoom meeting atau E-Learning. Namun tak sedikit pula yang suka atau senang saja kuliah online karena tidak perlu repot-repot bersiap menuju kampus.

” Sukanya karena gak perlu persiapan yang gimana-gimana kalau kuliah online. Belum mandi sambil tiduran pun bisa ikut perkuliahan ” kata mahasiswi salah satu kampus di Kota Pontianak

Memang proses perkuliahan online juga ada sisi positif yang dialami mahasiswa bisa lebih tenang dan bisa sambil mengerjakan aktivitas lainnya dan bisa dilakukan dimana saja. Hingga mahasiswa bebas berekspresi tanpa adanya beban harus kuliah didalam ruangan.

Tak sedikit pula ada yang keluhkan sistem kuliah online membuat dirinya gagal faham dengan materi yang disampaikan dosen.

Suka duka kuliah online memang tergantung dari sudut mana memandangnya, apakah itu menjadi beban atau bisa mengambil sisi positifnya.

Mau tidak mau semua lapisan masyarakat harus menerima keadaan baru dan kebiasaan baru sejak adanya wabah covid 19.

Continue Reading

TRENDING