Connect with us

Pendidikan

Kadisdikbud Tingkatkan Kenyamanan Belajar Daring Dimasa Pandemi

Published

on

Kadisdikbud Tingkatkan Kenyamanan Belajar Daring Dimasa Pandemi

Gencil News – Kadisdikbud Tingkatkan Kenyamanan Belajar Jarak Jauh dengan berikan kebijakan kerjasama dengan pihak Provider Internet. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat kali ini menghadiri Webinar Merdeka Belajar Jarak Jauh Telkomsel Tahun 2020 pada kamis, (10/09/2020)

Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa guru dituntut untuk kreatif dan inovatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

“Guru juga harus dapat merancang pembelajaran secara daring dengan memanfaatkan media yang tepat. Sehingga akan memberi kesempatan yang luas pada peserta didik untuk mengexplore materi yang di ajarkan” Tegasnya

Kendala sistem pembelajaran jarak jauh yaitu pada jaringan internet. Beberapa masalah dihadapi siswa dalam mengikuti pembelajaran Daring seperti minimnya akses internet dibeberapa wilayah. Pengguna jaringan seluler terkadang mengalami hambatan jaringan yang tidak stabil.

Upaya memberikan kenyamanan Belajar Daring dimasa pandemi ini Kadisdikbud Kalbar berikan solusi bekerjasama dengan pihak provider internet.

“ Dalam hal ini pihak PT. Telekomunikasi Seluler ( Telkomsel ) membantu pembelajaran secara daring, berbagai program kemudahan dan kenyamanan belajar mengajar  jarak jauh secara daring sangat banyak “ tutur Kadisdikbud Kalbar

Selain itu ia juga menyampaikan sejak dikeluarkannya kebijakan daring oleh pemerintah. PT. Telkomsel telah menjadi pelopor untuk dunia pendidikan selama masa pandemi.

“ PT. Telkomsel telah menjadi salah satu pelopor untuk layanan  dunia pendidikan dan menjadi salah satu program yang diunggulkan selama masa pandemi” tegasnya lagi

Sejak merebaknya wabah Covid 19 seluruh negara telah merubah pola pembelajaran dari semua tingkatan.

Tidak dapat dipilah pilih wabah ini dapat menjakit pada siapapun dan kalangan pendidikan tingkat manapun.

Tak dapat dipungkiri perubahan pola yang terjadi pada semua lapisan masyarakat dan segala jenis aktivitas tidak bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat. akan tetapi mau tidak mau hal ini akan menjadi kebiasaan baru bagi kita semua.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya demi kenyamanan masyarakat baik dalam bekerja, belajar dan beribadah.

Dengan adanya solusi kebijakan kenyamanan belajar daring diharapkan mempermudah proses pembelajaran siswa selama masa pandemi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pendidikan

Kurikulum Baru Berbasis Industri, Lulusan SMK Sandang Gelar Diploma

Published

on

By

Kurikulum Baru Berbasis Industri, Lulusan SMK Sandang Gelar Diploma

Gencil News – Kurikulum Baru Berbasis Industri yang sedang disusun oleh pemerintah ini kabarnya akan menambah masa pendidikan SMK menjadi 4 tahun. dengan penambahan masa pendidikan ini nantinya lulusan SMK akan setara dengan gelar Diploma.

inovasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) RI ini menambah masa pendidikan selama setahun menjadi 4 tahun. siswa SMK juga diwajibkan mengikuti program praktek kerja di industri. selain itu kurikulum SMK, juga harus disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Data pada tahun 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalbar ada 104.518 orang, dari jumlah tersebut 12.950 orang di antaranya merupakan lulusan SMK. menghindari hal tersebut dengan adanya kurikulum berbasis industri ini diharapkan mampu mencetak lulusan SMK yang memiliki keahlian lebih, siap bekerja, dan berjiwa wirausahawan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sugeng Hariadi saat di temui di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Itu rencana pak mentri bahwa SMK itu nanti ada SMK 4 tahun kelulusannya akan setara diploma, dan masih disusun kurikulumnya,” jelas Sugeng.

Gubernur Kalbar Sutarmidji sendiri mengingatkan bahwa SMK itu akan melewati masa 2 tahun pembekalan teori dan 1 tahun praktek. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sendiri juga telah menyuarakan UU Cipta Kerja di seminar-seminar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga tak mempermasalahkan jika nantinya SMK akan menjadi pilihan siswa lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikannya. berdasarkan jumlah pelajar SMA dan SMK sekalimantan Barat berjumlah kurang lebih 200.000 pelajar 77.000 diantaranya pelajar SMK sementara sebanyak 123.000 merupakan pelajar SMA. artinya hanya 38.5% saja pelajar SMK yang ada dikalimantan Barat.

“Tidak masalah jika nantinya dengan kebijakan ini akan banyak yang memilih SMK untuk melanjutkan pendidikan, karena pemerintah juga tidak akan mampu memfasilitasi lulusan SMA untuk jadi pegawai negri semua. dengan kurikulum baru nanti ini kan pelajar lulusan SMK bisa lebih siap bekerja,” tambahnya.

Dengan adanya kurikulum berbasis industri ini juga diharapkan mampu mempersiapkan pelajar menjadi lulusan yang produktif dan siap bekerja. setelah magang atau praktek kemudian siswa akan diverifikasi berdasarkan keahliannya. dengan begitu akan mengurangi angka pengangguran.

Continue Reading

Pendidikan

Atasi Penurunan Mutu Pendidikan Di Era Pandemi

Published

on

By

Atasi Penurunan Mutu Pendidikan Di Era Pandemi

Gencil News- Atasi Penurunan Mutu Pendidikan Di Era Pandemi, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Mengatasi penurunan mutu pendidikan pada siswa dengan memberlakukan kurikulum penyesuaian di masa pandemi. kurikulum penyesuaian ini diberlakukan dengan mengutamakan mata pelajaran kompetensi dasar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sugeng Hariadi menerangkan bahwa diawal terjadinya masa pandemi memanng terjadi penurunan Mutu Pendidikan pada siswa. sistem pembelajaran daring yang cukup memakan waktu banyak tidak memungkinkan untuk guru menyampaikan seluruh mata pelajaran. sehingga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengatasi Penurunan Mutu ini agar tidak berkelanjutan dengan kebijakan kurikulum penyusuaian.

“kita sudah share ke sekolah-ekolah melalui MKKS untuk mendownload kurikulum yang disesuaikan di era pandemi untuk di ajarkan, jadi tidak semua mata pelajaran di ajarkan.” ujarnya

Keterbatasan akses internet disejumlah daerah dan beberapa perangkat penunjang pembelajaran daring juga menjadi sebab menurunnya Mutu Pendidikan. dengan dimulainya uji coba pelajaran tatap muka bisa kembali menaikkan greet pada siswa.

Berdasarkan saran Gubernur Kalimantan Barat pada semester ini setidaknya ada 7 mata pelajaran yanbg wajib diberikan pada siswa di era pandemi ini, yaitu 6 mata pelajaran yang diujikan untuk perguruan tinggi dan 1 mata pelajaran agama.

Namun beberapa sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka juga ada yang masih memberikan mata pelajaran penunjang lainnya seperti seni. sementara untuk mata pelajaran ekstrakurikuler itu ditiadakan.

Hasil peninjauan sekolah Negeri di kota Pontianak yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka belum ditemukan kluster satuan pendidikan terpapar covid. hal ini yang kemudian menjadi acuan sekolah-sekolah lain yang melakukan pembelajaran tatap muka mengikuti protokol kesehatan.

berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri jika pada sistem pembelajaran tatap muka ditemukan terjadi kluster satuan pendidikan positif covid 19. maka proses pembelajaran harus ditutup sementara untuk dilakukan sterilisasi dan isolasi terlebih dahulu.

Untuk di Kalimantan Barat sendiri belum ditemukan kasus kluster satuan pendidikan. dan beberapa sekolah yang ada di Kota Pontianak seperti SMA 1 Pontianak saat rapid tes ditemukan 2 siswa reaktif namun pada saat swab 2 kali dinyatakan negatif. karena memang hasil mutlak itu terletak pada hasil swab.

Continue Reading

Pendidikan

Maknai Pandemi KABID SMA Beri Perhatian Lebih Pada Sekolah

Published

on

By

Maknai Pandemi KABID SMA Beri Perhatian Lebih Pada Sekolah

Gencil News – Maknai Pandemi KABID SMA Fatmawati melihat banyak hikmah yang terjadi pada dunia pendidikan dimasa pandemi. Hikmah dibalik adanya pandemi banyaknya guru yang berinovasi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Baik itu secara Daring maupun tatap muka.

Kepala Bidang Pembinaan SMA juga telah mengupayakan Pemerataan disegala aspek, mulai dari sarana prasarana, standar pendidikaan harus berjalan sesuai jurusannya harus maju bersama. Sehingga tidak adanya kesenjangan baik itu di tingkat kota, kabupaten, kecamatan.

“Jadi intinya semua harus sejalan seiring merata dan harus sesuai 8 standar kependidikan.” jelasnya

Saat ini upaya pemerataan penerapan kurikulum 2013 juga menjadi perhatian kami. diharapkan semua SMA se Kalimantan Barat baik itu Negri maupun Swasta dapat menerapkan kurikulum 2013. Karena masih ada kurang lebih 1% sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2006 dan itu masih terus diupayakan.

Selain dari segi kurikulum, dalam aspek sumber daya guru juga menjadi perhatian. Yaitu dengan diadakannya workshop daring di SMA Negri Swasta Se Kalimantan Barat yaitu sosialisasi penyederhanaan kurikulum dimasa pandemi. Dengan begitu diharapkan guru dapat menerapkan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang diajarkan kepada siswa berdasarkan skala prioritas.

“ Workshop ini diadakan supaya guru memiliki pemahaman yang pas, dapat memberikan kompetensi yang luar biasa pada siswa. Tidak hanya melatih psikomotorik tapi juga perilaku dan sikap siswa didik agar memiliki afektif yang luar biasa.”sambungnya lagi

Meskipun pembelajaran daring, tujuan membentuk karakter siswa yang lebih afektif bisa terwujud dengan cara melatih ketepatan siswa mengikuti pembelajaran daring yang akan membentuk jiwa disiplin pada siswa. Dengan adanya dua mata pelajaran yang dapat menunjang sikap disiplin siswa yaitu PKN dan mata pelajaran agama.

Sejauh ini ada 4 sekolah yang sudah menerapkan proses pembelajaran tatap muka di kota pontianak yaitu, SMA 1, SMA 2, SMA 3, dan SMA 4 Pontianak. sementara di sambas ada 14 SMA yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sementara untuk daerah melawi belum sama sekali melakukan pembelajaran tatap muka dikeranakan sedang mengalami banjir.

Berdasarkan data yang diperoleh per tanggal 14 september 2020 dari 217 total sekolah SMA yang tersebar di Kalimantan Barat. Sebanyak 74.65% atau 162 sekolah belum menerapkan pembelajaran Tatap Muka dan sisanya sebanyak 56 sekolah SMA atau 25.81% sudah menerapkan pembelajaran tatap muka.

Selama masa pandemi ini kegiatan belajar mengajar di SMA ada aplikasi Moodle milik UPTIK yang bekerjasama dengan Telkomsel penggunaan aplikasi si cerdas satu ini. dan juga bekerjasama dengan komunitas Budak-Budak Pontianak yaitu layanan aplikasi Good Edu. Selain itu ternyata sekolah-sekolahjuga memiliki aplikasi sendiri yang dibuat oleh sekolah seperti contoh SIPP SMANTAPON yang dibuat oleh sekolah SMAN 3 Pontianak. hal ini merupakan bentuk kreativitas dan inovasi guru dimasa pandemi.

Continue Reading

TRENDING