Ketahui Persyaratan SNMPTN Bagi Calon Mahasiswa Baru 2021
Connect with us

Pendidikan

Ketahui Persyaratan SNMPTN Bagi Calon Mahasiswa Baru 2021

Published

on

Ketahui Persyaratan SNMPTN Bagi Calon Mahasiswa Baru 2021
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Gencil News – Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah bersiap untuk menerima mahasiswa baru. Calon mahasiswa harus mengetahui persyaratan dan tahapan pendaftaran SNPMTN.

Perlu anda ketahui, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi. Kini memperpanjang masa sanggah hingga 7 Februari 2021 yang sebelumnya pada 15 Januari 2021.

Berikut adalah persyaratan bagi sekolah antara lain:

1. SMA/MA/SMK yang mempunyai NPSN.
2. Ketentuan Akreditasi:

  • Akreditasi A: 40 % terbaik di
    sekolahnya.
  • Akreditasi B: 25 % terbaik di
    sekolahnya.
  • Kemudian, akreditasi C dan lainnya: 5%
    terbaik di sekolahnya.

3. Mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Data siswa yang anda isi hanya yang eligible sesuai dengan ketentuan.

Persyaratan bagi siswa:


1. Siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir (kelas 12) pada tahun 2021 yang memiliki prestasi unggul.
2. Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan masing-masing PTN.
3. Memiliki NISN dan terdaftar dalam PDSS.
4. Memiliki nilai rapor semester 1 sampai 5 yang telah anda isi ke PDSS.
5. Peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah PORTOFOLIO.

Pilihan Program Studi:


1.Setiap siswa dapat memilih dua program studi dari satu PTN atau dua PTN.

2. Jika memilih dua program studi, salah satu harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan
SMA/MA/SMK asalnya. Jika memilih satu program studi, dapat memilih PTN yang berada di provinsi manapun.

3.Disarankan tidak lintas minat (tergantung ketentuan PTN yang anda tuju).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pendidikan

Sektor Pendidikan AS Anjlok, Pendaftaran Mahasiswa Internasional Sepi

Published

on

Sektor Pendidikan AS Anjlok, Pendaftaran Mahasiswa Internasional Sepi
Seorang mahasiswa Universitas Negeri Dakota Utara (NDSU) yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati gedung Teknik Selatan di kampus saat wabah COVID-19 berlanjut di Fargo, Dakota Utara, AS, 25 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Bing Guan)

Gencil News – VOA – Setelah sektor pendidikan tinggi AS didera berbagai pukulan dalam beberapa tahun terakhir, kini sektor tersebut dihadapkan pada anjloknya pendaftaran mahasiswa internasional di berbagai kampus AS. Hal itu dikarenakan biaya yang tinggi, hambatan imigrasi, peluang pekerjaan, dan retorika politik.

Pandemi COVID-19 telah mempercepat anjloknya pendaftaran mahasiswa internasional. Institute of International Education atau IIE mengatakan pendaftaran tersebut mengalami penurunan hingga 43 persen pada semester musim gugur 2020.

Selain itu, perang dagang antara AS dan China bisa menyebabkan universitas di Amerika menderita kerugian $1,15 miliar dalam bentuk penerimaan uang kuliah yang hilang, kata studi dari University of California, San Diego.

“Penerimaan uang kuliah mahasiswa asing merupakan faktor penting dari ekspor jasa Amerika,” demikian kata penulis studi itu. “Meskipun banyak pembahasan perdagangan dengan China difokuskan pada defisit perdagangan barang, hanya sedikit perhatian diberikan pada surplus perdagangan terkait layanan pendidikan.”

Para siswa bertepuk tangan saat Presiden China Xi Jinping memberikan pidato saat berkunjung ke Lincoln High School di Tacoma, Washington, 23 September 2015. (Foto: REUTERS/David Ryder)
Para siswa bertepuk tangan saat Presiden China Xi Jinping memberikan pidato saat berkunjung ke Lincoln High School di Tacoma, Washington, 23 September 2015. (Foto: REUTERS/David Ryder)

Sekitar sepertiga dari lebih satu juta mahasiswa asing di Amerika berasal dari China, menurut laporan Open Doors dari IIE. Laporan itu menunjukkan, bagaimana pertumbuhan pendapatan kelas atas China terkait dengan ekspor jasa pendidikan dari Amerika. Kelompok ini semakin banyak mengirim anak-anak mereka untuk belajar di luar negeri.

Peneliti laporan ini memperoleh temuan, sekitar 30 ribu mahasiswa China tidak akan mendaftar ke universitas Amerika dalam 10 tahun ke depan. Ini mengakibatkan penurunan ekspor jasa pendidikan sebesar 8 persen dan sekitar $1,15 miliar dalam bentuk kerugian untuk lembaga pendidikan tinggi di Amerika.

Laju pendaftaran mahasiswa China tumbuh 0,8 persen tahun lalu kata IIE.

Guarav Khanna adalah salah satu penulis laporan “Trade Liberalization and Chinese Students in U.S. Higher Education,” yang terbit pada Juli 2020.

“Itu benar-benar angka yang kecil dibandingkan pertumbuhan eksponensial yang kita saksikan lima tahun sebelumnya,” kata Khanna kepada VOA. “Laju mahasiswa asing benar-benar tinggi waktu itu, dan sangat menurun setelah 2016. Penurunan ini semakin buruk akibat perang dagang.”

Tarif dagang tinggi yang diberlakukan Amerika berdampak pada kota-kota paling makmur di China. Akibatnya, pendaftaran mahasiswa China ke universitas di Amerika juga menurun. Sementara itu, negara-negara lain menggiatkan perekrutan mahasiswa China.

Dalam sebuah kolom opini di Brisbane Times pada 19 Februari, John Brumby, Rektor La Trobe University, menulis: Mengingat pendidikan adalah ekspor Australia yang ke empat terbesar, mahasiswa internasional harus disambut dengan tangan terbuka dan diberi insentif untuk mendaftarkan diri ke lembaga pendidikan tinggi Australia.

Gedung Fisher Fine Arts di kampus University of Pennsylvania di Philadelphia, Pennsylvania, AS, 25 September 2017. (Foto: REUTERS/Charles Mostoller)
Gedung Fisher Fine Arts di kampus University of Pennsylvania di Philadelphia, Pennsylvania, AS, 25 September 2017. (Foto: REUTERS/Charles Mostoller)

Selain itu, katanya, mahasiswa China mampu menggairahkan ekonomi Australia dan mendukung penciptaan paling sedikit 250 ribu lapangan pekerjaan di negara Kangguru itu.

“Mahasiswa memilih studi di luar negeri, tetapi mereka memilih negara-negara seperti Kanada dan Australia, yang tidak hanya berusaha mempermudah para mahasiswa ini, tetapi juga mempermudah mereka untuk tinggal dan bekerja sesudahnya,” kata Khanna. “Dalam dua tahun terakhir, Amerika justru mempersulit para mahasiswa ini.”

Pemerintahan Biden tampaknya akan meneruskan perang dagang dengan China. Kantor berita Associated Press melaporkan, kebijakan ini akan terus berimbas pada pendaftaran mahasiswa asing. 

Continue Reading

Pendidikan

Kemdikbud Live Bersama Melalui TikTok Dengan Tema “Perempuan Juga Bisa”

Published

on

Kemdikbud Live Bersama Melalui TikTok Dengan Tema "Perempuan Juga Bisa"

Gencil News-Kemdikbud akan melakukan live bersama melalui TikTok untuk memperingati Hari Perempuan Internasional pada Tanggal 8 Maret 2021.

Hari ini menjadi kesempatan bagi para perempuan berkumpul merayakan pencapaian, mulai dari aspek politik hingga sosial, dengan misi utama untuk menyerukan kesetaraan gender.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemdikbud) peringati hari International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional jatuh pada tanggal 8 Maret.

Ternyata profesi yang identik dengan laki-laki juga sangat mungkin digeluti oleh para perempuan, loh. Bahkan tidak sedikit perempuan yang memiliki prestasi luar biasa.

Untuk bisa mencapai kesetaraan peran seperti ini tentu harus diperjuangkan. Sama seperti perjuangan Zahra Muzdalifah.

Zahra ialah salah satu dari banyak contoh perempuan pesepak bola Indonesia yang berprestasi hingga memperkuat Timnas kita.

Mari simak keseruan perjalanan perjuangannya dalam siaran langsung Tiktok dengan tema “Perempuan Juga Bisa”!

Selanjutnya, sebagai Generasi yang cerdas berkarakter kemdikbud bersama beberapa perempuan indonesia akan melakukan Live bareang pada akun @Cerdasberkarakter

Acara ini merupakan rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional dan tentunya akan bertambah seru karena akan hadir juga Fathia Izzati, seorang kreator konten.

Jangan sampai ketinggalan, ya! Senin, 8 Maret 2021, pukul 12.00–12.30 WIB dalam akun TikTok @cerdasberkarakter.

Continue Reading

Pendidikan

Ikuti Webinar Perempuan Pemimpin dan Kesetaraan Gender

Published

on

Ikuti Webinar Perempuan Pemimpin dan Kesetaraan Gender

Gencil News- Ikuti kegiatan webinar dengan tema “Perempuan Pemimpin dan Kesetaraan Gender” bersama narasumber yang menginspirasi.

Keterlibatan perempuan menjadi syarat mutlak dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dalam tiap lini kehidupan.

Selain itu, Perempuan memiliki peranan dalam mengemukakan pendapat dan bebas dalam bersuara.

Terwujudnya peran wanita atau perempuan berkesempatan menjadi pemimpin sangat memegang peranan besar ke arah yang lebih baik.

Selanjutnya, apa saja yang dapat perempuan lakukan baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat?

Semoga Peran perempuan Indonesia dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia semakin meningkat.

Yuk, Temukan jawabannya dalam webinar Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2021!

Webinar dengan tema ini akan berlangsung pada hari Senin, 8 Maret 2021, pukul 13.30 – 15.00 WIB, menghadirkan narasumber inspiratif yaitu Mendikbud Nadiem Makarim , Ibu Franka Makarim, dari Itjen Kemdikbud Chatarina Girsang, dan Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia.

Pembaca berita televisi nasional Widya Saputra akan memandu acara webinar dan akan tersedia juru bahasa isyarat dalam kegiatan daring tersebut.

Catat tanggalnya ya dan ikuti webinar ini. Daftarkan dirimu melalui tautan http://bit.ly/puspeka-ppkg!

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING