Connect with us

Pendidikan

Maknai Pandemi KABID SMA Beri Perhatian Lebih Pada Sekolah

Published

on

Maknai Pandemi KABID SMA Beri Perhatian Lebih Pada Sekolah

Gencil News – Maknai Pandemi KABID SMA Fatmawati melihat banyak hikmah yang terjadi pada dunia pendidikan dimasa pandemi. Hikmah dibalik adanya pandemi banyaknya guru yang berinovasi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Baik itu secara Daring maupun tatap muka.

Kepala Bidang Pembinaan SMA juga telah mengupayakan Pemerataan disegala aspek, mulai dari sarana prasarana, standar pendidikaan harus berjalan sesuai jurusannya harus maju bersama. Sehingga tidak adanya kesenjangan baik itu di tingkat kota, kabupaten, kecamatan.

“Jadi intinya semua harus sejalan seiring merata dan harus sesuai 8 standar kependidikan.” jelasnya

Saat ini upaya pemerataan penerapan kurikulum 2013 juga menjadi perhatian kami. diharapkan semua SMA se Kalimantan Barat baik itu Negri maupun Swasta dapat menerapkan kurikulum 2013. Karena masih ada kurang lebih 1% sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2006 dan itu masih terus diupayakan.

Selain dari segi kurikulum, dalam aspek sumber daya guru juga menjadi perhatian. Yaitu dengan diadakannya workshop daring di SMA Negri Swasta Se Kalimantan Barat yaitu sosialisasi penyederhanaan kurikulum dimasa pandemi. Dengan begitu diharapkan guru dapat menerapkan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang diajarkan kepada siswa berdasarkan skala prioritas.

“ Workshop ini diadakan supaya guru memiliki pemahaman yang pas, dapat memberikan kompetensi yang luar biasa pada siswa. Tidak hanya melatih psikomotorik tapi juga perilaku dan sikap siswa didik agar memiliki afektif yang luar biasa.”sambungnya lagi

Meskipun pembelajaran daring, tujuan membentuk karakter siswa yang lebih afektif bisa terwujud dengan cara melatih ketepatan siswa mengikuti pembelajaran daring yang akan membentuk jiwa disiplin pada siswa. Dengan adanya dua mata pelajaran yang dapat menunjang sikap disiplin siswa yaitu PKN dan mata pelajaran agama.

Sejauh ini ada 4 sekolah yang sudah menerapkan proses pembelajaran tatap muka di kota pontianak yaitu, SMA 1, SMA 2, SMA 3, dan SMA 4 Pontianak. sementara di sambas ada 14 SMA yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sementara untuk daerah melawi belum sama sekali melakukan pembelajaran tatap muka dikeranakan sedang mengalami banjir.

Berdasarkan data yang diperoleh per tanggal 14 september 2020 dari 217 total sekolah SMA yang tersebar di Kalimantan Barat. Sebanyak 74.65% atau 162 sekolah belum menerapkan pembelajaran Tatap Muka dan sisanya sebanyak 56 sekolah SMA atau 25.81% sudah menerapkan pembelajaran tatap muka.

Selama masa pandemi ini kegiatan belajar mengajar di SMA ada aplikasi Moodle milik UPTIK yang bekerjasama dengan Telkomsel penggunaan aplikasi si cerdas satu ini. dan juga bekerjasama dengan komunitas Budak-Budak Pontianak yaitu layanan aplikasi Good Edu. Selain itu ternyata sekolah-sekolahjuga memiliki aplikasi sendiri yang dibuat oleh sekolah seperti contoh SIPP SMANTAPON yang dibuat oleh sekolah SMAN 3 Pontianak. hal ini merupakan bentuk kreativitas dan inovasi guru dimasa pandemi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pendidikan

Jadwal Belajar Di Rumah Dari TVRI, Selasa 20 Oktober 2020

Published

on

Jadwal Belajar Di Rumah Dari TVRI, Selasa 20 Oktober 2020

Gencil News – Jadwal Belajar Di Rumah Dari TVRI untuk selasa 20 oktober 2020 telah dirilis jadwalnya. Jadwal Belajar Di Rumah Dari TVRI bisa disimak mulai dari pukul 08.00 – 11.00 Wib, melalui siaran TVRI.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan episode lanjutan untuk penayangan program Belajar dari Rumah (BDR) di Tahun Ajaran Baru di TVRI sebagai alternatif kegiatan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.

Kemendikbud tengah merancang penyederhanaan kurikulum yang sesuai dengan konteks Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar berjalan lebih efektif di tahun ajaran baru 2020/2021.

Jadwal Tayangan Belajar dari Rumah di TVRI, Selasa 20 Oktober 2020

08.00 – 08.30 WIB  Air dan Suara

08.30 – 09.00 WIB Pengurangan dan Mata Uang

09.00 – 09.30 WIB Ikan dan Budidaya Ikan

09.30 – 10.00 WIB Suhu dan Pemuaian

10.00 – 10.05 WIB Pelajaran Bahasa Inggris 28 : Aku Melewatinya

10.05 – 10.30 WIB Barisan Geometri

10.30 – 11.00 WIB Keluarga Kita: Menstimulasi Anak Gemar Membaca Sejak Dini

Jika tidak bisa menyaksikan tayangan Belajar dari Rumah di televisi, bisa mengaksesnya melalui layanan live streaming. Simak cara live streaming TVRI Online

Continue Reading

Pendidikan

Angkatan Pertama Guru Penggerak Diikuti 2.800 Tenaga Pengajar

Published

on

Angkatan Pertama Guru Penggerak Diikuti 2.800 Tenaga Pengajar

Gencil News- Angkatan Pertama Guru Penggerak Diikuti 2.800 Tenaga Pengajar. Sebanyak 2.800 calon Guru Penggerak yang berhasil diseleksi pada angkatan pertama akan menjalani program Pendidikan Guru Penggerak.

Sebelumnya Mendikbud Nadiem Anwar Makarim telah resmi membuka program Pendidikan Guru Penggerak 2020.

Mendikbud berharap guru terus belajar dan mencoba hal baru selama mengikuti pendidikan. Perjuangan para guru penggerak ini akan menjadi roda dalam menuju transformasi pendidikan untuk pembelajaran yang berpihak pada murid dan pembelajaran yang merdeka.

Sesuai dijadwalkan maka mereka akan menjalani pendidikan selama sembilan bulan sebelum resmi meyandang status sebagai Guru Penggerak.

Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Nunuk Suryani mengatakan, rekrutmen calon Guru Penggerak angkatan pertama telah dilakukan dengan menjaring 19.218 pendaftar. Dari jumlah itu telah berhasil diseleksi sebanyak 2.800 calon Guru Penggerak

Nunuk menjelaskan dalam program peluncuran program pendidikan guru penggerak “Mereka akan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak yang dibagi dua tahap. Pertama sebanyak 2.460 peserta Pendidikan Guru Penggerak akan dimulai pada 15 Oktober 2020 dan 340 lagi pendidikanya baru akan dimulai April tahun depan”

Nunuk menjelaskan, calon Guru Penggerak akan mengikuti pendidikan selama sembilan bulan. Pelatihan yang akan dijalani meliputi pelatihan daring, lokakarya dan pendampingan.

“Untuk tahun 2020 ini pendidikan akan dilaksanakan selama dua bulan untuk menyelesaikan empat modul. Pendidikan selanjutnya tujuh bulan pada tahun 2021 yang akan dimulai pada Februari dan berakhir Agustus 2021,” kata Nunuk pada peluncuran Program Pendidikan Guru Penggerak yang dilangsungkan secara daring, Kamis (15/10).

Nunuk melanjutkan, tujuan Pendidikan Guru Penggerak ini adalah memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaradan dari pedagogi kepada guru. Sehingga guru mampu menggerakkan komunitas belajar baik didalam maupun diluar satuan pendidikan.

Selain itu juga berpotensi menjadi pemimpin yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan satuan pendidikan.

Rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik, jelasnya, ditunjukkan melalui sikap dan emosi positif terhadap satuan pendidikan.

Dia menerangkan, penjaminan mutu Pendidikan Guru Penggerak akan dilaksanakan pada variabel standar sumber daya manusia. Terdiri dari instruktur, fasilitator, pendamping dan peserta.

“Standar pengeelolaan juga akan menjadi sasaran evaluasi dari pengaturan rombongan bahan dan media pembelaajaran dan waktu pelaksanaan serta standar sarana prasarana.

Continue Reading

Pendidikan

Suka Duka Mahasiswa Kuliah Online Dimasa Pandemi

Published

on

By

Suka Duka Mahasiswa Kuliah Online Dimasa Pandemi

Tak bisa dipungkiri banyak sekali mahasiswa alami suka duka kuliah online yang hampir satu tahun ini dirasakan.

Mahasiswa yang identik dengan jiwa mudanya yang masih ingin terus mengeksplor diri dan bakat sangat merasakan ketidaknyamanan kuliah online.

Selain ruang lingkup perkuliahan yang hanya bisa dilakukan secara daring. Beberapa mahasiswa juga alami suka duka tersendat perkuliahan dikarenakan berada di daerah dengan sinyal terbatas. Naik ke atas bukit terlebih dahulu untuk mendapatkan sinyal agar bisa mengikuti perkuliahan.

” Susah sih terutama didaerah saya harus naik bukit dulu, Bahkan kadang ketinggalan informasi jika dosen mendadak memberi info ” kata hotip mahasiswa salah satu kampus di Pontianak

Tak sedikit memang mahasiswa berasal daerah-daerah dan akhirnya pulang kedaerahnya dikarenakan orangtua mahasiswa tak ingin anaknya berada di kota karena masih rawan terkonfirmasi covid 19.

Selain itu biaya hidup di kota jadi pertimbangan orangtua mahasiswa membiarkan anaknya tetap jalani kuliah online di kota.

” Suka dukanya banyak menghabiskan banyak kuota kalau terus kuliah online ” ujar Nurul Yakin

Tidak semua lembaga pendidikan mengajukan nomor siswa atau mahasiswa jika ditingkatan perkuliahan untuk didaftarkan mendapat kuota gratis. Jika sebelumnya kuota hanya digunakan untuk kebutuhan tugas mahasiswa.

Kini mahasiswa juga harus menambah kapasitas kuotanya untuk mengikuti perkuliahan via zoom meeting atau E-Learning. Namun tak sedikit pula yang suka atau senang saja kuliah online karena tidak perlu repot-repot bersiap menuju kampus.

” Sukanya karena gak perlu persiapan yang gimana-gimana kalau kuliah online. Belum mandi sambil tiduran pun bisa ikut perkuliahan ” kata mahasiswi salah satu kampus di Kota Pontianak

Memang proses perkuliahan online juga ada sisi positif yang dialami mahasiswa bisa lebih tenang dan bisa sambil mengerjakan aktivitas lainnya dan bisa dilakukan dimana saja. Hingga mahasiswa bebas berekspresi tanpa adanya beban harus kuliah didalam ruangan.

Tak sedikit pula ada yang keluhkan sistem kuliah online membuat dirinya gagal faham dengan materi yang disampaikan dosen.

Suka duka kuliah online memang tergantung dari sudut mana memandangnya, apakah itu menjadi beban atau bisa mengambil sisi positifnya.

Mau tidak mau semua lapisan masyarakat harus menerima keadaan baru dan kebiasaan baru sejak adanya wabah covid 19.

Continue Reading

TRENDING