SMA Negeri 1 Pontianak, Miliki Perjalanan Sejarah Yang Tak Terlupakan
Connect with us

Pendidikan

SMA Negeri 1 Pontianak, Miliki Perjalanan Sejarah Yang Tak Terlupakan

Published

on

SMA Negeri 1 Pontianak
SMA Negeri 1 Pontianak, Miliki Perjalanan Sejarah Yang Tak Terlupakan - foto SMA 1 Pontianak

Gencil News – SMA Negeri 1 Pontianak yang memiliki akronim SMANSA adalah salah satu Sekolah Menengah Atas favorit di Pontianak. SMA Negeri 1 Pontianak yang secara resmi berdiri pada 1965 tetap menjadi sekolah pilihan bagi masyarakat di Pontianak.

Perjalanan panjang SMA Negeri 1 Pontianak dimulai sejak tahun 1953.  Kalimantan Barat baru ada SLTA yang berstatus swasta dan di dalamnya ada dua jenis sekolah, yaitu SMA dan SGA Pontianak. 

Berikut sejarah SMA Negeri 1 yang kami rangkum dari dari wikipedia

Dua tetapi satu atau satu tetapi dua, sekolah itu bernaung di bawah lingkungan “ YAYASAN PENDIDIKAN KALBAR “ dengan menumpang di gedung SEKOLAH RAKYAT Kampung Bali. Gedung ini tidak ada lagi bekas-bekasnya, sekarang sudah menjadi komplek rumah toko.

Atas tuntutan yang diajukan kepada Residen Bambang Soeparto dan Wali kota Soemartojo pada tanggal 14 September 1953.

Sekolah tersebut dialih statusnya menjadi Sekolah Negeri dan merupakan dua anak kembar yang kelak menjadi SMA Negeri 1 Pontianak dan SPG Negeri Pontianak.

Pada tahun 1954, kedua anak kembar tersebut berpindah tempat dari sekolah rakyat Kampung Bali ke SMP Negeri di Jalan Bintara (sekarang SLTP Negeri 1 Jalan Urip Soemoharjo) dengan waktu belajar sore sampai malam hari.

SGA menempati lantai bawah, keduanya dipimpin oleh seorang kepala sekolah yaitu Bapak Djaisman.

Pada tahun 1955 atas prakarsa “ YAYASAN KARET ”, didirikan gedung SMA di Jalan Sumatra (Sekarang Jalan Gusti Johan Idrus), dan atas prakarsa “ YAYASAN KOPRA ” didirikan gedung SGA di Jalan Ekonomi (sekarang jalan Kalimantan).

Sejak saat itu berpisah dan berpindahlah kedua anak kembar tadi untuk menempati rumah masing-masing. SMA tetap dipimpin oleh Bapak Djaisman dan SGA dipimpin oleh Bapak Yusuf Tjun.

Pada tahun 1959, SMA Negeri Pontianak mempunyai adik kandung SMA sore, yang kemudian diberi nama SMA Khatulistiwa.

Pada tahun 1965, SMA Khatulistiwa dialih statuskan menjadi SMA Negeri. Sejak saat itulah SMA Negeri ini menjadi SMA Negeri 1, dan adiknya bernama SMA Negeri 2 yang sekarang tinggal di Jalan R.E. Martadinata.

Pada awal tahun 1989/1990, gedung SPG Negeri di jalan Kalimantan diserahkan pengelolaannya kepada SMA Negeri 1 . Sejak saat itulah di kenal istilah kampus I di jalan Johan Idrus, dan Kampus II di Jalan Kalimantan.

Pada awal tahun pelajaran 1990/1991 gedung SPG (Kampus 2) dinyatakan bovaleg, untuk selanjutnya dirobohkan dan dibangun gedung yang diproyeksikan sebagai wajah depan SMA Negeri 1 .

Tepat pada tanggal 16 Agustus 1991 menjelang HUT Proklamasi Kmerdekaan RI ke-46, gedung baru tersebut diresmikan oleh Gubernur KDH Tk. I Provinsi Kalimantan Barat, H. Parjoko Soerjokusumo, dan praktis pada awal tahun pelajaran 1991/1992 alamat sekolah ini berputar dari Jalan Gusti Johan Idrus ke Jalan Kalimantan Pontianak.

Pada saat yang hampir bertepatan, berakhirlah riwayat saudara kembar SMA Negeri 1 Pontianak, karena kebijaksanaan pemerintah telah menghapuskan keberadaan Sekolah Pendidikan Guru (SPG).

SMA Negeri 1 Pontianak Alamat : Jl. Gusti Johan Idrus, Akcaya, Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113

website : https://www.sman1-ptk.sch.id/

Update Informasi Terkini & Terbaru
Gencil News melalui WhatsApp
Klik > http://bit.ly/gencilnews

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pendidikan

BOS Madrasah Swasta Disalurkan Ditjen Pendidikan Islam

Published

on

BOS Madrasah Swasta Disalurkan Ditjen Pendidikan Islam

Gencil News – Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama telah menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pada Raudlatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah Tahun Anggaran 2021.

Juknis ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6572 Tahun 2020 tertanggal 23 November 2020.

Mulai tahun depan, penyaluran dana BOS untuk madrasah swasta akan dilakukan oleh Ditjen Pendidikan Islam. Selama ini, proses penyaluran BOS didistribusikan melalui Kanwil Kemenag Provinsi atau Kankemenag Kab/Kota. 

“Tahun 2021, penyaluran dana BOS pada Madrasah Swasta, baik Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), maupun Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam u.p. Direktorat KSKK Madrasah,” tegas Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdani di Jakarta, Jumat (27/11).

Untuk penyaluran Dana BOP pada RA dan Dana BOS pada MIN, lanjut pria yang akrab disapa Dhani ini, tetap dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Demikian halnya dengan penyaluran Dana BOS pada MTsN, MAN, dan MAKN, tetap dilakukan oleh Satuan Kerja Madrasah Negeri yang bersangkutan. 

“Demi menunjang pembelajaran jarak jauh, dana BOP dan BOS dapat digunakan untuk biaya paket data untuk siswa maksimal 150 ribu per bulan/siswa, sedangkan untuk guru dan tenaga kependidikan maksimal 200 ribu per orang per bulan dengan ketentuan siswa, guru, dan tenaga kependidikan madrasah tersebut tidak sedang mendapatkan bantuan sejenis yang bersumber dari APBN,” jelas Dhani.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar menambahkan, satuan Biaya BOP dan BOS tahun ini sama dengan 2020. Untuk BOP RA sebesar Rp600 ribu untuk setiap peserta didik dalam satu tahun. Dana BOS MI sebesar Rp900 ribu, MTs Rp1,1juta, serta MA dan MAK sebesar Rp1,5juta untuk setiap siswa dalam setahun.

“Anggaran ini lebih tinggi Rp100ribu jika dibanding dengan BOP dan BOS 2019,” jelas Umar.

Dijelaskan Umar, mulai 2021, Kementerian Agama mulai memberlakukan piloting penerapan e-RKAM dalam pengelolaan dana BOS. Percontohan ini akan diterapkan di 12 Provinsi, yaitu: Aceh, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Kalimantan Timur. Total ada 15.422 madrasah yang tersebar di 194 Kabupaten/Kota.

“Sebagai pilot project, 15.422 madrasah itu wajib menggunakan aplikasi e-RKAM dalam pengelolaan dana BOS tahun anggaran 2021. Saat ini Kemenag sedang dilakukan Bimtek untuk para pengelola Bos madrasah-madrasah tersebut,” tuturnya. 

Dokumen Petunjuk Teknis Pengelolaan BOP RA dan BOS Madrasah 2021 ini dapat diakses melalui Portal Resmi BOS Madrasah: https://bos.kemenag.go.id atau https://madrasahreform.kemenag.go.id/web/dokumen/14

“Kami telah siapkan layanan konsultasi dan dukungan terkait pengelolaan dana BOP-RA dan BOS Madrasah 2021. Ada tiga saluran, Layanan Madrasah Digital Care melalui: https://mrc.kemenag.go.id., atau email di alamat helpdesk.madrasah@kemenag.go.id, atau Whatsapp Official: 081147402020,” tandasnya.

sumber

Continue Reading

Pendidikan

Kadisdikbud Kalbar Minta Guru Kreatif Berikan Metode Pembelajaran

Published

on

By

Kadisdikbud Kalbar Minta Guru Kreatif Berikan Metode Pembelajaran
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kalimantan Barat Sugeng Hariadi

Gencil News – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalbar, Sugeng Hariadi minta para guru untuk kreatif dan inovatif dalam memberikan metode pembelajaran. Kadisdikbud Kalbar tekankan hal ini mengingat proses pembelajaran masih daring agar siswa tidak bosan.

Ia berharap para guru terus berkreasi dan memacu diri untuk meningkatkan kemampuan. Terutama bidang teknologi, informasi dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan pada peserta didiknya. 

Bagaimana guru tersebut terus berkreasi dan berkolaborasi dengan guru yang lain. Sehingga proses pembelajaran daring saat pandemi covid-19 tidak menjenuhkan bagi peserta didiknya.

“Saya berharap kepada guru bisa kreatif dalam rangka membuat model pembelajaran bisa lewat youtube dan video yang unggah. Sehingga memberikan suasana belajar supaya siswa tidak jenuh,” ujar Sugeng, Kamis 26 November 2020.

Kadisdikbud Kalbar ini mengatakan kalau hanya melakukan webinar tidak menggunakan media gambar dan video akan membosankan.

“Misalnya ada gambar, video dan ada contoh akan lebih menarik atau mungkin merekam model pembelajaran melalui video. Peserta didik bisa mengulang kembali video pembelajaran itu sehingga siswa paham,” ujarnya.

Sementara itu ia minta kepada para guru untuk bersabar karena kondisi pandemi COVID-19. Tidak hanya indonesia saja yang mengalami, melainkan seluruh negara.

Sehingga para harus menerima kondisi ini dengan ikhlas dan sabar. Menurutnya yang penting harus membuka diri untuk menambah ilmu terutama bidang informasi dan teknologi komunikasi.

Sehingga di era pandemi proses pembelajaran tetap berjalan menyenangkan bagi peserta didiknya.

Ia mengatakan adapun upaya untuk meningkatkan kesehateraan guru seluruh Kalbar. Dalam hal ini guru kontrak daerah telah cukup membantu tenaga pendidik.

“Ada guru kontrak biayanya dari Pemprov Kalbar. Tapi memang guru kontrak yang sudah mendapat SK dari bupati masing-masing yang kini sudah serahkan ke Provinsi,” ujarnya.

Sehingga Pemprov Kalbar meneruskannya. Jadi ada sekitar 912 guru kontrak provinsi yang tersebar ke SMA / SMK /SLB dan  termasuk biaya untuk BPJSnya.

“Sedangkan besaran gaji yang terima bersama pembayaran BPJS Rp 1.8 juta untuk guru kontrak provinsi. Kalau kontrak sekolah variatif berdasarkan kemampuan keuangan sekolah,”ujarnya.

Ia mengatakan memang ada guru kontrak sekolah yang jam mengajarnya ada yang banyak ada yang sedikit karena kelasnya sedikit. 

“Jadi tidak bisa sama rata harus sesuai jam kerja. Tapi guru honorer provinsi memang rata-rata guru mengajar lebih dari 24 jam sesuai standar nasional,” pungkasnya.

Continue Reading

Pendidikan

Google Indonesia Spesial Hari Guru Nasional Munculkan Tino Sidin

Published

on

Google Indonesia Spesial Hari Guru Nasional Munculkan Tino Sidin
Sumber Foto : IVA/ Patung Tino Sidin

Ketika membuka halaman google indonesia maka Anda akan melihat doodle sosok pria berkacamata dengan topi khas pelukis Tino Sidin guru menggambar.

Selain itu, pada gambar tersebut tampak Tino sidin menjadi guru menggambar tampak memegang alat lukis seraya mengatakan, “Bagus”.

dan juga, terlihat ilustrasi anak-anak yang tengah menggambar pada lembaran kertas.

Foto : Google Doodle

Tino Sidin atau yang lebih akrab dengan panggilan Pak Tino.

Lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada 25 November 1925, Ia merupakan seorang pelukis.

Namun, banyak mengenalnya sebagai guru gambar. Pada usia 20 tahun, ia memulai kariernya pada dunia seni dengan mengajar sebagai guru gambar.

Selanjutnya Pada tahun1969, Ia mulai tampil pada stasiun televisi dengan mengisi acara “Gemar Menggambar” yang tayang saat itu TVRI lokal Yogyakarta.

Serta Pada 1978 hingga 1989, acara “Gemar Menggambar” tayang secara nasional yang kemudian menjadi tontonan wajib anak usia sekolah dasar (SD).

Melalui acara yang tayang setiap Minggu sore, Tino mengajarkan trik-trik menggambar yang mudah kepada anak-anak.

Seperti layaknya seorang guru, Tino mendorong anak-anak didiknya agar tidak takut untuk membuat kesalahan ketika sedang belajar menggambar.

Tak jarang, Tino akan mengucapkan kalimat khasnya, yakni “Ya, bagus”, untuk memuji dan mengomentari gambar buatan anak-anak.

Ia wafat pada 29 Desember 1995 dalam usianya yang menginjak genap 70 tahun.

Kini, namanya menjadi nama Museum Taman Tino Sidin, yang didirikan di kediamannya Yogyakarta pada tahun 2017.

Tino sidin adalah sosok guru menggambar yang mengajarkan motivasi kreativitas kepada anak-anak, Selamat ulang tahun Tino Sidin, Selamat Hari Guru Nasional.

Continue Reading

TRENDING