SMA Negeri 2 Pontianak, Yang Berawal Dari SMA Pegawai
Connect with us

Pendidikan

SMA Negeri 2 Pontianak, Yang Berawal Dari SMA Pegawai

Published

on

SMA Negeri 2 Pontianak, Yang Berawal Dari SMA Pegawai

Gencil News – SMA Negeri 2 Pontianak adalah salah satu Sekolah Menengah Atas di Kota Pontianak yang memiliki sejarah dalam pendiriannya. SMA Negeri 2 Pontianak yang berlamatkan Jl. Re.Martadinata, Pontianak Barat ini juga menjadi sekolah favorit di Kota Khatulistiwa.

Embrio berdirinya SMAN 2 Pontianak bermula dari SMA Pegawai yang didirikan pada tanggal 15 September 1959 yang diprakarsai oleh Bapak Herman Suwargo yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekolah pertama.

Tempat kegiatan belajar SMA Pegawai adalah di SMA Pontianak (sekarang bernama SMA Negeri 1 Pontianak) dengan waktu belajar pada sore hari.

Pada tahun 1960 Bapak Herman Suwargo diganti oleh Bapak Uray Aliudin Yusba, dan sejak itu nama SMA Pegawai diganti menjadi SMA Khatulistiwa, kemudian Bapak Uray Aliudin Yusba diganti oleh Supardi. Setahun kemudian (1965) Supardi diganti oleh R. Sugianto.

Setelah dua tahun SMA Khatulistiwa yang dipimpin oleh Bapak R. Sugianto terjadi perubahan status sekolah dari sekolah yang berstatus swasta, maka dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 102/SK/B/II/65-66 tanggal 28 Agustus 1965, terhitung mulai 1 Agustus 1965 SMA Khatulistiwa statusnya menjadi SMAN 2 Pontianak.

Terjadinya peristiwa G.30S/PKI, sebulan setelah penegerian SMAN 2 Pontianak, terjadi pula pengambilan gedung sekolah Chen Ching bersama SMP Negeri 8, sedangkan Jasdanm XII Tanjungpura menempati bagian depan.

Perpindahan SMAN 2 Pontianak dari Jalan Sumatera ke Gedung yang sekarang menjadi pusat pertokoan Kapuas Indah masih dipimpin oleh R. Sugianto.

Pada tahun 1970 R. Sugianto mutasi ke Jakarta dan diganti oleh Bapak M. Woeridin yang merupakan kepala SMAN 3 Pontianak.

Namun setahun kemudian yaitu pada tahun 1971 diserah terimakan kepada Bapak Muslimin Saidin, SH.

Dibangunnya SMPP di Jalan Sulawesi memberi peluang untuk SMAN 2 Pontianak pindah ke SMPP, meskipun hanya kelas II dan III sedangkan kelas I tidak menerima siswa, karena menerima siswa kelas I SMPP yang pertama.

Jadi dengan demikian pada tahun 1974 Gedung SMPP (sekarang menjadi SMA Negeri 7 Pontianak) ditempati dua sekolah yaitu SMPP untuk kelas I dan SMA Negeri 2 untuk kelas II dan III, dengan kepala sekolah yaitu Bapak Muslimin Saidi, SH. Pada tahun 1975 SMAN 2 Pontianak menerima kelas I meskipun harus masuk sore, sedangkan kelas III bersama kelas I dan II SMPP.

Ada rencana SMAN 2 Pontianak akan dilebur dan bergabung dengan SMPP, tetapi rencana tersebut tidak jadi.

Pada tahun 1976 Bapak Muslimin Saidi, SH melepaskan jabatan rangkap kepala sekolah. Kepala SMAN 2 Pontianak diserahkan kepada Bapak R. Soemantri, BA.

Bersamaan dengan itu secara bertahap mulai tahun 1975 di belakang Gang Agung Kelurahan Sungai Jawi Luar Pontianak di bangun SMAN 2 Pontianak yang ditempati hingga sekarang.

Setelah selesai bangunan tahap pertama, maka pindahlah SMAN 2 Pontianak dari Gedung SMPP ke Gedung Baru yang diresmikan oleh Wali kotamadia M. Barir, SH pada tanggal 26 Februari 1976 dengan Kepala Sekolah R. Soemantri, BA.

Bulan November 1982 terjadilah pergantian jabatan kepala sekolah dari Bapak R. Soemantri, BA kepada Bapak M. Woeridin dari SMA Negeri 3 Pontianak. Sedangkan R. Soemantri menjabat kepala SMPP.

Namun setelah itu lima tahun memimpin, Pak Woeridin pada tanggal 6 Oktober 1987 mendapat tugas baru sebagai kepala sekolah di sekolah perwakilan Indonesia di Riyadh dan Jeddah Saudi Arabia, dan diganti oleh Bapak Matnusin Harahap, BA yang sebelumnya memimpin di SMA Negeri 1 Pontianak, hingga pensiun dan selanjutnya diganti oleh Bapak Drs. Rusmani Handayani yang sebelumnya memimpin di SMA Negeri 3 Singkawang, yang serah terimanya tanggal 30 April 1996.

Bapak Drs. Rusmani Handayani memimpin SMAN 2 Pontianak sampai Maret 2003 dan selanjutnya diganti oleh Bapak Drs. H. Fadhil Hazimat.

Bapak Drs. H. Fadhil Hazimat memimpin SMAN 2 Pontianak berlangsung cukup singkat yaitu hanya 1 tahun 20 hari.

Setelah itu sesuai dengan serah terima Kepala Sekolah, Kepala SMAN 2 Pontianak Drs. H. Fadhil Hazimat pada tanggal 21 April 2004 mutasi ke SMAN 1 Pontianak.

Dan Kepala SMAN 2 Pontianak mutasi dari Kepala SMA Negeri 5 Pontianak yaitu dibawah pimpinan Drs. Suhra Wardi hingga 6 Januari 2006, kemudian diganti dengan Plt. Kepala SMA Negeri 2 Pontianak yang dijabat oleh Bapak Agus Pramono, S.Pd.

Kemudian Kepala Sekolah secara Devinitif saat ini adalah Bapak Drs. Bunyamin yang bertugas di SMA Negeri 2 Pontianak mulai 1 April 2006 hingga sekarang, dia adalah mantan Kepala SMA Negeri 6 Saigon Pontianak Timur.

No.NamaMasa JabatanKeterangan
1Herman Suwargo1959-1960Bernama SMA Pegawai
2Uray Aliudin Yusba1960-????Berubah nama menjadi SMA Khatulistiwa
3Supardi????-1965Bernama SMA Khatulistiwa
4R. Sugianto1965-1970Berubah nama menjadi SMA Negeri 2 Pontianak
5M. Woeridin1970-1971
6Muslimin Saidin, SH1971-1976
7R. Soemantri, BA1976-1982Terima jabatan pada November 1982
8M. Woeridin1982-1987
9Matnusin Harahap, BA1987-1996
10Drs. Rusmani Handayani1996-2003Terima jabatan tanggal 30 April 1996
11Drs. H. Fadhil Hazimat2003-2004
12Drs. Suhra Wardi2004-2006
13Agus Pramono2006-2006
14Drs. Bunyamin2006-????Terima jabatan tanggal 1 April 2006
15Drs. H. Suhra Wardi, M.Si????-sekarang
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pendidikan

BOS Madrasah Swasta Disalurkan Ditjen Pendidikan Islam

Published

on

BOS Madrasah Swasta Disalurkan Ditjen Pendidikan Islam

Gencil News – Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama telah menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pada Raudlatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah Tahun Anggaran 2021.

Juknis ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6572 Tahun 2020 tertanggal 23 November 2020.

Mulai tahun depan, penyaluran dana BOS untuk madrasah swasta akan dilakukan oleh Ditjen Pendidikan Islam. Selama ini, proses penyaluran BOS didistribusikan melalui Kanwil Kemenag Provinsi atau Kankemenag Kab/Kota. 

“Tahun 2021, penyaluran dana BOS pada Madrasah Swasta, baik Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), maupun Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam u.p. Direktorat KSKK Madrasah,” tegas Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdani di Jakarta, Jumat (27/11).

Untuk penyaluran Dana BOP pada RA dan Dana BOS pada MIN, lanjut pria yang akrab disapa Dhani ini, tetap dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Demikian halnya dengan penyaluran Dana BOS pada MTsN, MAN, dan MAKN, tetap dilakukan oleh Satuan Kerja Madrasah Negeri yang bersangkutan. 

“Demi menunjang pembelajaran jarak jauh, dana BOP dan BOS dapat digunakan untuk biaya paket data untuk siswa maksimal 150 ribu per bulan/siswa, sedangkan untuk guru dan tenaga kependidikan maksimal 200 ribu per orang per bulan dengan ketentuan siswa, guru, dan tenaga kependidikan madrasah tersebut tidak sedang mendapatkan bantuan sejenis yang bersumber dari APBN,” jelas Dhani.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar menambahkan, satuan Biaya BOP dan BOS tahun ini sama dengan 2020. Untuk BOP RA sebesar Rp600 ribu untuk setiap peserta didik dalam satu tahun. Dana BOS MI sebesar Rp900 ribu, MTs Rp1,1juta, serta MA dan MAK sebesar Rp1,5juta untuk setiap siswa dalam setahun.

“Anggaran ini lebih tinggi Rp100ribu jika dibanding dengan BOP dan BOS 2019,” jelas Umar.

Dijelaskan Umar, mulai 2021, Kementerian Agama mulai memberlakukan piloting penerapan e-RKAM dalam pengelolaan dana BOS. Percontohan ini akan diterapkan di 12 Provinsi, yaitu: Aceh, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Kalimantan Timur. Total ada 15.422 madrasah yang tersebar di 194 Kabupaten/Kota.

“Sebagai pilot project, 15.422 madrasah itu wajib menggunakan aplikasi e-RKAM dalam pengelolaan dana BOS tahun anggaran 2021. Saat ini Kemenag sedang dilakukan Bimtek untuk para pengelola Bos madrasah-madrasah tersebut,” tuturnya. 

Dokumen Petunjuk Teknis Pengelolaan BOP RA dan BOS Madrasah 2021 ini dapat diakses melalui Portal Resmi BOS Madrasah: https://bos.kemenag.go.id atau https://madrasahreform.kemenag.go.id/web/dokumen/14

“Kami telah siapkan layanan konsultasi dan dukungan terkait pengelolaan dana BOP-RA dan BOS Madrasah 2021. Ada tiga saluran, Layanan Madrasah Digital Care melalui: https://mrc.kemenag.go.id., atau email di alamat helpdesk.madrasah@kemenag.go.id, atau Whatsapp Official: 081147402020,” tandasnya.

sumber

Continue Reading

Pendidikan

Kadisdikbud Kalbar Minta Guru Kreatif Berikan Metode Pembelajaran

Published

on

By

Kadisdikbud Kalbar Minta Guru Kreatif Berikan Metode Pembelajaran
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kalimantan Barat Sugeng Hariadi

Gencil News – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalbar, Sugeng Hariadi minta para guru untuk kreatif dan inovatif dalam memberikan metode pembelajaran. Kadisdikbud Kalbar tekankan hal ini mengingat proses pembelajaran masih daring agar siswa tidak bosan.

Ia berharap para guru terus berkreasi dan memacu diri untuk meningkatkan kemampuan. Terutama bidang teknologi, informasi dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan pada peserta didiknya. 

Bagaimana guru tersebut terus berkreasi dan berkolaborasi dengan guru yang lain. Sehingga proses pembelajaran daring saat pandemi covid-19 tidak menjenuhkan bagi peserta didiknya.

“Saya berharap kepada guru bisa kreatif dalam rangka membuat model pembelajaran bisa lewat youtube dan video yang unggah. Sehingga memberikan suasana belajar supaya siswa tidak jenuh,” ujar Sugeng, Kamis 26 November 2020.

Kadisdikbud Kalbar ini mengatakan kalau hanya melakukan webinar tidak menggunakan media gambar dan video akan membosankan.

“Misalnya ada gambar, video dan ada contoh akan lebih menarik atau mungkin merekam model pembelajaran melalui video. Peserta didik bisa mengulang kembali video pembelajaran itu sehingga siswa paham,” ujarnya.

Sementara itu ia minta kepada para guru untuk bersabar karena kondisi pandemi COVID-19. Tidak hanya indonesia saja yang mengalami, melainkan seluruh negara.

Sehingga para harus menerima kondisi ini dengan ikhlas dan sabar. Menurutnya yang penting harus membuka diri untuk menambah ilmu terutama bidang informasi dan teknologi komunikasi.

Sehingga di era pandemi proses pembelajaran tetap berjalan menyenangkan bagi peserta didiknya.

Ia mengatakan adapun upaya untuk meningkatkan kesehateraan guru seluruh Kalbar. Dalam hal ini guru kontrak daerah telah cukup membantu tenaga pendidik.

“Ada guru kontrak biayanya dari Pemprov Kalbar. Tapi memang guru kontrak yang sudah mendapat SK dari bupati masing-masing yang kini sudah serahkan ke Provinsi,” ujarnya.

Sehingga Pemprov Kalbar meneruskannya. Jadi ada sekitar 912 guru kontrak provinsi yang tersebar ke SMA / SMK /SLB dan  termasuk biaya untuk BPJSnya.

“Sedangkan besaran gaji yang terima bersama pembayaran BPJS Rp 1.8 juta untuk guru kontrak provinsi. Kalau kontrak sekolah variatif berdasarkan kemampuan keuangan sekolah,”ujarnya.

Ia mengatakan memang ada guru kontrak sekolah yang jam mengajarnya ada yang banyak ada yang sedikit karena kelasnya sedikit. 

“Jadi tidak bisa sama rata harus sesuai jam kerja. Tapi guru honorer provinsi memang rata-rata guru mengajar lebih dari 24 jam sesuai standar nasional,” pungkasnya.

Continue Reading

Pendidikan

Google Indonesia Spesial Hari Guru Nasional Munculkan Tino Sidin

Published

on

Google Indonesia Spesial Hari Guru Nasional Munculkan Tino Sidin
Sumber Foto : IVA/ Patung Tino Sidin

Ketika membuka halaman google indonesia maka Anda akan melihat doodle sosok pria berkacamata dengan topi khas pelukis Tino Sidin guru menggambar.

Selain itu, pada gambar tersebut tampak Tino sidin menjadi guru menggambar tampak memegang alat lukis seraya mengatakan, “Bagus”.

dan juga, terlihat ilustrasi anak-anak yang tengah menggambar pada lembaran kertas.

Foto : Google Doodle

Tino Sidin atau yang lebih akrab dengan panggilan Pak Tino.

Lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada 25 November 1925, Ia merupakan seorang pelukis.

Namun, banyak mengenalnya sebagai guru gambar. Pada usia 20 tahun, ia memulai kariernya pada dunia seni dengan mengajar sebagai guru gambar.

Selanjutnya Pada tahun1969, Ia mulai tampil pada stasiun televisi dengan mengisi acara “Gemar Menggambar” yang tayang saat itu TVRI lokal Yogyakarta.

Serta Pada 1978 hingga 1989, acara “Gemar Menggambar” tayang secara nasional yang kemudian menjadi tontonan wajib anak usia sekolah dasar (SD).

Melalui acara yang tayang setiap Minggu sore, Tino mengajarkan trik-trik menggambar yang mudah kepada anak-anak.

Seperti layaknya seorang guru, Tino mendorong anak-anak didiknya agar tidak takut untuk membuat kesalahan ketika sedang belajar menggambar.

Tak jarang, Tino akan mengucapkan kalimat khasnya, yakni “Ya, bagus”, untuk memuji dan mengomentari gambar buatan anak-anak.

Ia wafat pada 29 Desember 1995 dalam usianya yang menginjak genap 70 tahun.

Kini, namanya menjadi nama Museum Taman Tino Sidin, yang didirikan di kediamannya Yogyakarta pada tahun 2017.

Tino sidin adalah sosok guru menggambar yang mengajarkan motivasi kreativitas kepada anak-anak, Selamat ulang tahun Tino Sidin, Selamat Hari Guru Nasional.

Continue Reading

TRENDING