Fosil Tertua Titanosaurus Ditemukan di Argentina – Gencil News
Connect with us

Sains

Fosil Tertua Titanosaurus Ditemukan di Argentina

Published

on

Fosil Tertua Titanosaurus Ditemukan di Argentina

Para ilmuwan Argentina menemukan fosil yang kemungkinan merupakan anggota tertua dari kelompok dinosaurus yang dikenal sebagai titanosaurus. Hewan tersebut termasuk hewan darat terbesar dalam sejarah Bumi.

Para peneliti, Senin (1/3), mengatakan bahwa fosil tersebut mewakili spesies dinosaurus bernama Ninjatitan zapatai yang hidup 140 juta tahun lalu selama Zaman Kapur. Mereka mengidentifikasi Ninjatitan sebagai titanosaurus, sekelompok dinosaurus pemakan tumbuhan berleher panjang yang berjalan dengan empat kaki seperti pilar.

Sisa-sisa kerangka dinosaurus yang tidak lengkap ditemukan di selatan Kota Neuquen. Para peneliti mengatakan Ninjatitan menunjukkan bahwa titanosaurus adalah kelompok pertama kali muncul lebih lama dari yang diketahui sebelumnya.

“Ini adalah rekor tertua yang diketahui, tidak hanya dari Argentina, tetapi juga di seluruh dunia,” kata Pablo Gallina, seorang peneliti di Dewan Nasional untuk Penelitian Ilmiah dan Teknis Argentina (CONICET), kepada Reuters. “Titanosaurs tercatat di berbagai belahan dunia, tetapi catatan tertua yang diketahui lebih modern daripada penemuan ini.”

Reuters melaporkan, dengan panjang sekitar 20 meter, Ninjatitan adalah dinosaurus besar, tetapi jauh lebih kecil dari titanosaurus berikutnya, seperti Argentinosaurus yang mencapai panjang sekitar 35 meter. Para peneliti juga mengatakan kehadiran titanosaurus awal di Patagonia mendukung gagasan bahwa titanosaurus berasal dari belahan bumi selatan.

Penemuan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah Ameghiniana.

Titanosaurus adalah bagian dari kelompok dinosaurus yang lebih besar yang disebut sauropoda yang mencakup dinosaurus lain dengan desain tubuh serupa seperti Brontosaurus dan Diplodocus yang hidup di Amerika Utara selama Periode Jurassic, yang mendahului Periode Cretaceous.

Sejumlah titanosaurus yang menghuni Patagonia adalah Argentinosaurus, Patagotitan, dan Dreadnoughtus.

José Luis Carbadillo, peneliti CONICET lainnya, mengatakan kepada publikasi universitas lokal di sini bahwa usia sisa-sisa Ninjatitan dapat membuat orang berasumsi bahwa tulang-tulang itu milik kelompok dinosaurus yang sudah berumur titanosaurus.

“Di Patagonia, titanosaurus hanya diketahui kurang dari 120 juta tahun yang lalu,” katanya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sains

Khawatir Alami Kepunahan, Kura-kura Galapagos Dilepas ke Habitat Asli

Published

on

Khawatir Alami Kepunahan, Kura-kura Galapagos Dilepas ke Habitat Asli
Sumber Foto : Freepik/ ilustrasi Kura-kura

Gencil News– Khawatir akan alami kepunahan, sebanyak 36 kura-kura raksasa (Chelonoidis Chatamensis) d ilepas ke habitatnya ke area kepulauan galapagos.

Kura-kura raksasa ini setelah berkembang pada area perlindungan penangkaran hewan harus segera hidup bebas ke habitatnya.

Pihak Konservasi Galapagos sempat mencatat dahulu ada 15 spesies kura-kura raksasa yang endemik pada Kepulauan Galapagos.

Melansir dari Suara.com, Spesies kura-kura lainnya dianggap hilang, tetapi muncul kembali beberapa dekade kemudian sebagai hibrida dari dua spesies.

Berkat bantuan dari para konservasionis, perkiraan sekarang ada populasi 6.700 kura-kura raksasa berkeliaran bebas dalam kepulauan Galapagos.

Kelompok yang relatif baru terdiri dari kura-kura berusia antara enam dan delapan tahun serta memiliki berat lima kilogram.

Para ahli berharap kura-kura tersebut dapat tumbuh hingga 250 kilogram saat dewasa.

“Memelihara kura-kura muda dalam penangkaran hingga berusia sekitar lima tahun sebelum kembali ke alam liar adalah hal penting dalam membangun kembali jumlah populasi dengan cepat,” tulis Galapagos Conservancy pada situs web resmi, Mengutip IFL Science, Selasa (9/3/2021).

Konservasi tersebut mencatat bahwa kematian kura-kura di alam liar paling tinggi selama beberapa tahun pertama, seringkali terjadi karena kekurangan makanan atau air serta kura-kura yang menetas menjadi mangsa empuk bagi predator endemik dan invasif.

Karena itu, setelah kura-kura mencapai usia lima tahun, itu lebih mungkin untuk bertahan hidup hingga dewasa.

Penangkaran kura-kura sendiri telah pada area konservasi sudah ada sejak pertengahan tahun 1960-an untuk membantu memulihkan populasi sembilan dari 11 spesies yang masih hidup.

Ini menjadikannya salah satu program konservasi paling sukses di seluruh Galapagos.

Continue Reading

Sains

Marko Djuliarso Insinyur Asal Indonesia Ikut Bangun Roket NASA

Published

on

By

Marko Djuliarso Insinyur Asal Indonesia Ikut Bangun Roket NASA

Gencil News – VOA – Marko Djuliarso, insinyur Boeing di New Orleans, turut ambil bagian dalam pembangunan roket NASA yang akan membawa astronaut ke bulan pada tahun 2024. Marko juga bercerita tentang suka dukanya mencari pekerjaan sebelum akhirnya dapat tawaran dari Boeing.

Continue Reading

Sains

Wahana Antariksa Perseverance Sukses Mendarat di Mars

Published

on

Wahana Antariksa Perseverance Sukses Mendarat di Mars

Gencil NEws – VOA – Wahana antariksa Perseverance mendarat dengan selamat dan tepat waktu di Mars, pada pukul 3:55 sore waktu Amerika Timur, Kamis (17/2). Ini menandai satu sukses lagi yang dicapai NASA, badan antariksa AS.

Wahana yang digerakkan energi nuklir itu berhasil melewati proses pendaratan yang sulit, dan disebut sebagai “teror selama 7 menit” oleh para teknisi karena melibatkan parasut, penurunan dengan rem berupa mesin roket, dan “sky crane” yang secara perlahan menurunkan Perseverance ke permukaan Mars yang berbatu.

Setelah ada konfirmasi pendaratan berjalan dengan selamat, para anggota di Ruang Kendali Misi NASA bersorak. NASA kini berhasil mendaratkan sembilan dari 10 kendaraan antariksa yang dikirimnya ke planet merah itu.

Beberapa menit setelah tiba, Perseverance mengirim foto hitam putih dari permukaan, sementara semakin banyak tepuk tangan terdengar di Ruang Kendali Misi. Kendaraan itu dilengkapi dengan mikrofon, yang merekam pendaratan itu.

Perseverance dan kendaraan pelengkapnya, Ingenuity, drone seperti helikopter, memulai perjalanan sejauh 300 juta mil pada Juli. Ingenuity akan menguji apakah drone bisa beroperasi di atmosfir Mars yang tipis.

Perseverance, yang beroda enam, seperti empat wahana lain yang mendarat di Mars, ditempatkan di Kawah Jezero, yang diyakini dulunya adalah dasar danau dan kemungkinan sumber dari sisa-sisa kehidupan di masa lalu. Menentukan apakah Mars pernah jadi tempat adanya kehidupan merupakan sasaran utama misi wahana itu selama dua tahun.

Dalam tugasnya, wahana itu akan mengambil sampel dari permukaan Planet Merah, dan menyimpannya dalam 43 tabung sampel. NASA berencana mengirim misi lagi ke Mars untuk mengambil tabung-tabung itu pada 2030. 

Continue Reading

Sains

Kenali Bahan Kimia Berbahaya di Sekitar Kita

Published

on

Kenali Bahan Kimia Berbahaya di Sekitar

GENCIL NEWS– Meski sering kali dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, menyimpan dan menggunakan produk berbahan kimia tidak boleh sembarangan.

Hal ini karena sebagian bahan kimia yang kerap digunakan di rumah kita memiliki potensi untuk menyebabkan keracunan yang bahkan bisa berakibat fatal.

Sadar atau tidak, hampir setiap hari kita menggunakan banyak bahan kimia, seperti produk pembersih kamar mandi, sabun deterjen, dan disinfektan.

Walau bermanfaat, bahan-bahan kimia tersebut juga bisa membahayakan kesehatan dan menimbulkan beragam penyakit.

Kenali bahan kimia sehari-hari apa saja yang bisa menimbulkan bahaya jika tidak diperhatikan penggunaannya dalam kehidupan sehari hari.

  • Pengharum atau penyegar udara 

Pengharum atau penyegar udara kemungkinan besar mengandung phthalates. Bahan kimia ini memiliki dampak negatif pada kesehatan seperti pernapasan dan reproduksi. Selain itu, phthalates mengganggu sistem endokrin dan juga dapat menurunkan jumlah sperma pada pria.

  • Deodoran mengandung antiperspirant

Salah satu bahan yang digunakan untuk membuat antiperspirant yaitu alumunium.
 Penelitian menyebutkan, aluminium adalah salah satu pemicu kanker payudara. Bahkan US Food and Drug Administration meminta dipasangkan label peringatan pada semua antiperspirant.

  • Bahan pelembut

Bahan pelembut pakaian yang sering digunakan ternyata mengandung garam amonium quantenary dan bahan kimia lainnya. akibatnya pada tubuh yaitu menyebabkan sakit kepala, iritasi kulit dan masalah bahkan pernapasan.

  • Peralatan masak anti lengket

Pada umumnya, ibu rumah tangga memilih peralatan masak seperti panci penggorengan anti lengket. Namun, siapa sangka peralatan memasak anti lengket itu mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan yaitu politetrafluoroetilen.
 Ketika terpapar suhu tinggi, politetrafluoroetilen akan mengeluarkan gas beracun yang tidak baik untuk kesehatan reproduksi dan lainnya.

  • Deterjen

Deterjen yang kita gunakan saat mencuci pakaian mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, diantaranya yaitu natrium lauril sulfat, NPE (nonylphenol terkonversi), fosfat dan 1,4 dioksan. bahan kimia di atas dapat menyebabkan iritasi pada kulit, organ toksisitas, mempengaruhi kesehatan reproduksi, bahkan menimbulkan kanker.
 

Bila bahan-bahan kimia tersebut tidak sengaja terhirup, tertelan, atau mengenai kulit, segera lakukan pertolongan pertama dan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

TRENDING