Tim Dokter AS Amati Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia
Connect with us

Sains

Tim Dokter AS Amati Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia

Published

on

Tim Dokter AS Amati Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia
Tim bedah memeriksa ginjal babi di NYU Langone di New York, AS. (Foto: Joe Carrotta for NYU Langone Health via Reuters)

Gencil News – VOA – Tim dokter di AS menempelkan untuk sementara sebuah ginjal babi pada tubuh manusia, dan menyaksikan bagaimana ginjal itu mulai bekerja.

Ini merupakan langkah kecil dalam upaya selama puluhan tahun agar pada suatu hari nanti dapat menggunakan organ hewan untuk transplantasi guna menyelamatkan jiwa.

Pakar bedah di pusat medis Langone Health University di New York bulan lalu menempelkan satu ginjal babi ke sepasang pembuluh darah besar di tubuh orang perempuan yang mengalami mati-otak yang dibiarkan tetap hidup dengan bantuan ventilator.

Dr. Robert Montgomery, pakar bedah yang memimpin tim yang melakukan operasi eksperimental itu, mengatakan ginjal babi itu bekerja sebagaimana yang mereka harapkan.

Baca juga   Terapkan Green Building, Upaya Pemerintah Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

“Dan semua hasil tes laboratorium dan semua yang kami lakukan tampak normal, dalam arti apa yang kita harapkan terjadi ketika melakukan transplantasi organ. Jadi ada dua hal. Tidak ada bukti adanya penolakan awal yang kuat. Dan kedua, ginjal berfungsi dengan baik,” katanya.

Ginjal babi hasil rekayasa genetika tampak sehat selama operasi transplantasi di NYU Langone di New York, AS (Foto: Joe Carrotta untuk NYU Langone Health via REUTERS)
Ginjal babi hasil rekayasa genetika tampak sehat selama operasi transplantasi di NYU Langone di New York, AS (Foto: Joe Carrotta untuk NYU Langone Health via REUTERS)

“Nah selama 54 jam kami mempelajari ginjal itu, dan inilah kesimpulan yang dapat kami petik. Sekarang ini merupakan serangkaian kesimpulan sederhana. Tetapi hal yang signifikan adalah memindahkan atau menempelkan ginjal hewan pada manusia, saya kira ini tidak dapat dianggap remeh,” tambah Montgomery.

Para peneliti telah bekerja selama puluhan tahun untuk melihat kemungkinan penggunaan organ hewan untuk transplantasi, tetapi terhalang bagaimana mencegah penolakan langsung oleh tubuh manusia.

Baca juga   Blob, Organisme Sel Tunggal Tanpa Otak dengan 720 Jenis Kelamin

Tim Montgomery memiliki teori bahwa melumpuhkan gen babi untuk karbohidrat yang memicu penolakan – suatu molekul gula yang disebut alpha-gal – akan mencegah masalah itu.

Montgomery mengatakan eksperimen transplantasi ginjal di New York University ini sedianya membuka jalan bagi percobaan pada pasien gagal ginjal stadium akhir, mungkin dalam 1-2 tahun ke depan. Ia sendiri adalah penerima transplantasi jantung.

Percobaan itu mungkin menguji pendekatan sebagai solusi jangka pendek untuk pasien sakit kritis hingga tersedianya ginjal manusia, atau sebagai cangkok permanen.

Menurut United Network for Organ Sharing, lebih dari 100.000 orang di Amerika saat ini sedang menunggu transplantasi organ, termasuk lebih dari 90.000 orang yang menunggu ginjal. Masa tunggu untuk mendapatkan ginjal rata-rata antara 3-5 tahun. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sains

Psikotes Menjadi Tahap Dalam Seleksi Kerja, Berikut Contoh Soalnya

Published

on

By

Psikotes Menjadi Tahap Dalam Seleksi Kerja, Berikut Contoh Soalnya

Gencil News- Psikotes adalah salah satu tahap seleksi kerja yang sering diterapkan oleh banyak perusahaan baik perusahaan besar atau jenis perusahaan yang masih masuk golongan startup.

Psikotes berguna agar bisa mengenal watak dari seseorang seperti attitude, personality, interest, dan juga intelijensinya.

Berikut contoh soal dan kunci jawaban untuk soal psikotest :

1. Tes Psikotes untuk Kemampuan Verbal

Tes kemampuan verbal ini meliputi sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), analogi dan kolerasi makna. Tes ini untuk mengetahui kemampuan kamu dalam menghadapi suatu kondisi. Selain itu juga berfungsi untuk penilaian seberapa jauh kamu menebak dan memahami sebab-akibat dari suatu permasalahan.

Untuk mengerjakan tes ini yaitu kamu harus mengingat sebanyak-banyak kosakata dan juga artinya. Biasanya tes ini terdiri dari 40 soal, dimana soal-soal tersebut berisi antonym, sinonim, dan analog dari suatu kata. Untuk tes ini kamu juga harus pintar-pintar berlogika dan daya konsentrasi yang tinggi jika ingin mengerjekannya dengan baik.

Ini dia contoh soal psikotes untuk kemampuan verbal:

Contoh Soal untuk Persamaan Kata

INSOMNIA = …

  • Cemas
  • Sedih
  • Tidak bisa tidur
  • Kenyataanya

Jawabannya : Tidak bisa tidur

Contoh Soal untuk Lawan Kata

BONGSOR = …

  • Menumpuk
  • Kerdil
  • Macet
  • Susut

Jawaban : Kerdil

Contoh untuk Soal Analog

Mobil – Bensin = Pelari – ….

  • Makanan
  • Sepatu
  • Lintasan

Jawaban : Makanan

Bensin adalah sumber energi bagi mobil, sedangkan makanan adalah sumber energi manusia.

Sebagai tips tambahan, cobalah untuk mengerjakan dari yang lebih mudah menurut kamu. Agar jika waktu untuk menyelesaikan soal telah habis dan kamu tidak bisa mengerjakan semua soal, setidaknya hasil untuk soal yg sudah dikerjakan sudah bisa kamu pastikan jawabannya benar.

Baca juga   Selisih Suara di Referendum, Swiss Kini Akui Perkawinan Sesama Jenis

2. Tes Psikotes Wartegg

Test wartegg ini adalah hasil temuan dari Ehrig Wartegg seorang psikolog yang berasal dari Jerman. Tes ini untuk mengetahui karakter yang ada dalam diri anda. Seperti kemampuan menyelesaikan masalah, keuletan, cara beradaptasi,kemaun dan lain sebagainya.

Di dalam tes ini kamu akan diberikan kertas yang berisi 8 kotak yang memiliki pola berbeda-beda, mulai dari garis lengkung hingga sebuah titik. Tugas kamu adalah menggambar dari lanjutan pola-pola yang ada dalam soal sesuai dengan imajinasi dan kreativitas kamu.

Contoh Soal:

Tes Psikotes Wartegg
Cara mengerjakannya usahakan kamu melakukan sesuai dengan urutan gambar 1,2,3 – 8 dari kiri ke kanan. Untuk para kaum adam hindari menggambar kotak ke 5 (dibawah kotak atas pertama dari kiri) sebagai pilihan pertama, karena itu bisa membuat para penguji menilai kelainan pada orientasi seksual kamu.

3. Tes Psikotes Logika Aritmatika

Jika kamu melamar posisi yang melibatkan banyak kegiatan menghitung dengan rumus seperti data analyst, finance atau software engineer pasti akan dieprtemukan oleh soal psikotes logika artimatika. Pasalnya, dalam tes tersebut terdapat deretan angka yang harus dipahami polanya.

Deretan angka tersebut bisa harus bisa kamu pecahkan lewat pembagian, perkalian, pengurangan, penjumlahan, pecahan angka, dan juga persentase. Daya fokus dan konstentrasi yang tinggi sangat diperlukan ketika melakukan jenis soal seperti ini.

Contoh soal:

1 24 20 16 12 = …

  • 6
  • 8
  • 4
  • 2

Jawaban : 8

Cara menjawab: kurangi setiap angka dengan 4, maka jawaban yang benar adalah 12-4 =8

Tips untuk mengerjakan jenis psikotes tes logika ini harus melihat keseluruhan deret angka dengan membaca polanya. Pola yang dimaksud bisa berupa pengelompokan loncat, urutan, ataupun pengelompokan secara berurutan.

Jangan terlalu terfokus pada 2-3 angka yang ada di depan karena angka-angka tersebut biasanya belum mewakili dengan baik. Selain itu, jangan terlalu fokus pada satu soal karena terlalu asyik untuk mengerjakannya, ingat juga batasan waktu yang ditentukan.

4. Tes Psikotes Logika Deret Gambar (Penalaran)

Tes ini memiliki konsep yang dengan tes logika aritmatika. Adapun yang membedakan adalah penggunaan media gambarnya yang menggunakan 3 atau 2 dimensi. Kunci dalam mengerjakan tes ini adalah konsentrasi, perhatikan betul-betul polanya. Jangan lewatkan detail sekecil apa pun, seperti penempatan titik atau perputaran warna.

Baca juga   Mampukah Insentif Greencoin Ubah Perilaku Masyarakat?

Contoh soal:

Psikotes penalaran gambar

5. Tes Kraeplien/Pauli (Koran)

Tes psikotes pauli atau populer dengan tes koran merupakan tes perhitungan sederhana dan juga bisa dikatakan terlihat agak mudah. Tugas kamu dalam mengerjakan tes ini hanya menjumlahkan deretan angka-angka dari mulai 0-9 yang tersusun dengan vertikal.

Tetapi, jangan senang dulu karena angka-angka yang harus dijumlahkan ternyata cukup banyak. Mirip dengan lembaran koran yang dipenuhi deretan angka. Tes koran ini cukup melelahkan dan menguras konsentrasi karena banyaknya jumlah angka berderet yang harus dijumlahkan.

Contoh soal:

Tes Koran

Untuk mengerjakan tes jenis ini, kuncinya adalah kerjakan dengan tempomu sendiri, jangan terpengaruh dengan cara mengerjakan orang lain yang bisa membuat kamu panik dan tertekan, jangan terlalu cepat atau terlalu lambat, dan yang penting pastikan kecepatan tempo kamu mengerjakan soal ini konsisten.

6. Tes Menggambar Orang atau Menggambar Pohon

psikotes menggambar orang

Pada tes psikotes ini, penguji akan menyuruh kamu untuk menggambar pohon di kertas ukuran A4. Dalam tes ini adalah tidak diperkenankan untuk menggambar pohon kelapa atau tumbuhan yang berukuran kecil. Gambar pohon yang harus dibuat adalah pohon yang memiliki ranting.

Sama halnya dengan menggambar manusia, pada tes ini bukan dinilai dari keindahannya melainkan penguji akan melihat karakter dan kepribadian kamu. Khusus untuk tes menggambar manusia, gambarlah manusia seproposional mungkin sebaik yang kamu bisa dengan anggota tubuh yang lengkap dan komposisi wajah yang seimbang.

7. Tes Psikotes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Diantara tes-tes psikotes yang ada, tes psikotes EPPS bisa dikatakan adalah tes yang paling mudah. Tujuan dari tes psikotes ini adalah untuk mengetahui kepribadian dan karakter kamu dengan detail.

Baca juga   Laboratorium Luar Angkasa Tiongkok Terbakar di Atmosfir

Walaupun tesnya mudah, jangan menjawab dengan asal. Karena yang dilihat dari tes ini adalah konsistensi kamu dalam menjawab soal. Berusahalah menjawab semua pertanyaan yang ada dalam soal tersebut, walaupun tidak sesuai dengan kepribadian.

Karena akan ada banyak pertanyaan yang diulang-ulang, akan terdeteksi dengan mudah apakah kamu jujur atau tidak ketika menjawabnya. Tahap ini biasanya melihat kepribadian dan kesesuaian dengan pekerjaan. Makanya tes ini juga bisa digunakan sebagai acuan seperti apa suasana kerja nanti baik dari budaya dan sistem yang diterapkan di kantor tersebut.

Contoh soal:

Psikotes EPPS

Tips tambahan pahami jobdesc dari pekerjaan yang kamu incar ketika mengerjakan soal ini, lalu jawablah sesuai dengan kepribadian yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. Agar penguji bisa menilai bahwa kepribadian kamu ternyata cocok dengan jenis pekerjaan yang kamu incar.

8. Tes Army Alpha Intelegence

Tes ini sering diujikan dalam Psikotes selain tes Wartegg, Pauli, verbal, Aritmatika, Menggambar dan lain-lain. Setiap tes memiliki kesulitan masing-masing. Adapun tes Army Alpha ini memliki soal terdiri dari 12 soal. Dalam tes ini kita akan diuji tentang daya tangkap, ketelitian, kecepatan, dan ketepatan dengan soal yang telah diberikan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk bisa teliti dan menjaga konsentrasi kita dengan instruksi yang diberikan oleh narator.

Contoh soal:

contoh soal psikotes army alpha dan jawabannya

Adapun pengerjaannya yaitu nantinya kamu akan diberi selembar kertas yang terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka, huruf dan deretan bentuk. Kamu akan diminta untuk mengerjakan sesuai dengan perintah yang dibacakan oleh narator dengan durasi pengerjaan setiap instruksinya berkisar antara 5 hingga 10 detik saja.

Continue Reading

Sains

Hari Oeang Republik Indonesia Diperingati Pada 30 Oktober

Published

on

By

Hari Oeang Republik Indonesia Diperingati Pada 30 Oktober

Gencil News- Hari Oeang Republik Indonesia diperingati pada 30 Oktober. Alat transaksi yang berlaku kepada masyarakat hingga saat ini adalah uang. Yang mana setiap negara memiliki mata uang tersendiri yang berlaku pada negaranya

Contohnya Amerika Serikat dengan mata uang dollar, Inggris dengan Pounbdterling, Jepang dengan Yen, Korea dengan Won, Indonesia dengan rupiah serta berbagai mata uang pada masing-masing negara lainnya

Setiap mata uang pada masing-masing negara tentu memilik sejarah tersendiri, sama seperti dengan mata uang rupiah yang berlaku

Untuk mata uang yang berlaku di Indonesia akan menimbulkan berbagai pengaruh pada bidang ekonomi dan pemerintahan

Selanjutnya, pemerintah Indonesia saat itu melalui Kementerian keuangan mengeluarkan rencana untuk menerbitkan Oeang Republik Indonesia atau dikenal dengan sebutan ORI

Kemudian melalui proses produksi yang panjang. Pada 30 Oktober 1946 Oeng Republik Indonesia berlaku sah sebagai alat transaksi di masyarakat

Peristiwa ini kemudian ditetapkan menjadi Hari Oeang Republik Indonesia. Berikut sejarah hari Oeang Republik Indonesia

Baca juga   Penelitian Arkeolog, Congklak Permainan Tertua di Dunia

Mata Uang yang Melamar Sebelum ORI

Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia bermula ketika masa setelah merdeka, Indonesia masih dibayangi oleh pemerintah Belanda dan Jepang. 

Hal ini pun berpengaruh pada berbagai aspek, termasuk peredaran mata uang yang berlaku di Indonesia.

Pada saat itu, terdapat 4 jenis mata uang yang berlaku di Indonesia. Pertama, uang kertas De Javasche Bank, kemudian uang kertas dan logam pemerintah Belanda yang disiapkan Jepang yaitu DeJapansche Regering, uang kertas Jepang Dai Nippon senilai 1000 rupiah, dan Dai Nippon Teikoku Seibu yang bernilai 10 rupiah dan 5 rupiah.

Penerbitan Pertama ORI

Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia mulai memasuki tahap pencetakan. Proses pencetakan uang ini dilakukan setiap hari mulai pukul 7 pagi hingga 10 malam dari Januari 1946.

Namun karena alasan keamanan, pencetakan ORI di Jakarta dibatalkan dan dipindahkan di beberapa daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo. 

Kemudian melalui keputusan Menteri Keuangan pada 29 Oktober 1946, ORI ditetapkan berlakunya secara sah mulai 30 Oktober pukul 00.00.

Baca juga   Penguin Purba Raksasa Pernah Menghuni Selandia Baru

Pada detik-detik peluncurannya, Wakil Presiden Indonesia yaitu Mohammad Hatta memberikan bicara melalui Radio Republik Indonesia Yogyakarta untuk meningkatkan semangat masyarakat dengan diterbitkannya ORI. 

Setelah menerbitkan pertama 30 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Oeang Republik Indonesia oleh Presiden, dan masih diperingati hingga saat ini.

Peredaran ORI

Sebelum mengedarkan ORI, pemerintah melakukan penarikan uang invasi Jepang dan Hindia Belanda dari peredaran. 

Proses penarikan dilakukan selama pemakaian-angsur melalui pemakaian uang dan larangan membawa uang dari satu daerah ke daerah lain.

Di mana peraturan ini diwujudkan dengan larangan membawa uang tunai lebih dari 500 rupiah bagi satu orang atau 1000 rupiah sekeluarga dari kota Jakarta ke Bogor, atau harus seizin Menteri Keuangan. 

Kemudian uang invasi Jepang dan Hindia Belanda tidak boleh berlaku dari Jawa dan Madura. Serta tidak boleh dimasukkan ke daerah lain di luar Jawa dan Madura.

Baca juga   Kapuas Hulu Akan Tingkatkan SPBE

Kemudian berdasarkan Undang-Undang 25 Oktober 1946, ditetapkan 10 rupiah ORI layak 5 gram emas murni, dengan kurs ORI terhadap uang Jepang sebesar 1:50, untuk Pulau Jawa dan Madura, sedangkan daerah lainnya ditetapkan kurs 1:1000.

Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia ini menjadi cikal bakal mata uang rupiah yang berlaku saat ini. 

Kebijakan penerbitan ORI yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tidak lain untuk mengatasi masalah ekonomi yang dilanda inflasi hebat. Di mana setiap penduduk diberi uang 1 rupiah sebagai pengganti sisa uang invasi Jepang.

Akan tetapi, karena belum dapat menjangkau seluruh daerah akibat pengaruh kedudukan Belanda, kemudian tahun 1947 pemerintah memutuskan untuk memberikan otoritas bagi setiap daerah untuk mengeluarkan Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA). 

Baru pada 1 Januari 1950, ORI dan ORIDA berhenti berlaku dan dilanjutkan dengan penerbitan uang Republik Indonesia Serikat

Continue Reading

Sains

Sejarah Sumpah Pemuda Singkat Beserta Ikrar

Published

on

By

Sejarah Sumpah Pemuda Singkat Beserta Ikrar

Gencil News- Sumpah pemuda merupakan satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar yang biasa kita dengar dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Gedung Museum memperingati Kongres Pemuda II

Maksud dari “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari. yakni pada 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

Keputusan ini menegaskan cita-cita akan “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”.

Pada keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”.Delegasi pemuda Jawa (Jong Java)

Istilah “Sumpah Pemuda” sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut. Akan tetapi diberikan setelahnya. Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.

Baca juga   Penguin Purba Raksasa Pernah Menghuni Selandia Baru

Naskah orisinil diabadikan menggunakan ejaan Van Ophuijsen.

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Bunyi tiga keputusan kongres dalam Ejaan Bahasa Indonesia (ejaan terbaru yang digunakan pada masa kini):

Pertama:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kedua:
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Continue Reading

Sains

Eijkman dan Sanaria Siap Uji Klinik Vaksin Malaria Pertama di Dunia

Published

on

By

Eijkman dan Sanaria Siap Uji Klinik Vaksin Malaria Pertama di Dunia
Tim Kesehatan Pos Towe Hitam Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista mengunjungi rumah warga yang mengalami sakit malaria. (Foto: Courtesy/Pendam XVII/Cenderawasih)

Gencil News – VOA – Eijkman Institute bekerja sama dengan Pusat Pembuatan Vaksin Malaria Sanaria di Amerika siap melakukan uji klinik tahap dua pada ratusan personil TNI Angkatan Darat. Ini merupakan uji klinik vaksin malaria pertama di dunia pada populasi yang unik seperti tentara.

Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) dan Pusat Pembuatan Vaksin Malaria “Sanaria” di Amerika siap melakukan uji klinik malaria pada sedikitnya 400 personel TNI Angkatan Darat yang akan dikirim ke Papua pada pertengahan 2022. Papua adalah salah satu daerah endemik malaria.

Tim PRBM Eijkman, EOCRU dan Sanaria pekan lalu melangsungkan pertemuan di Maryland, Amerika, untuk membahas persiapan uji klinik pertama di dunia itu.

Tim Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) dan Pusat Pembuatan Vaksin Malaria “Sanaria” melangsungkan pertemuan di kantor Sanaria di Maryland, AS, 14 Oktober 2021. (Fot
Tim Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) dan Pusat Pembuatan Vaksin Malaria “Sanaria” melangsungkan pertemuan di kantor Sanaria di Maryland, AS, 14 Oktober 2021. (Fot

Diwawancarai di sela-sela pertemuan tersebut Direktur Eijkman Prof. Dr. dr. Amin Soebandrio mengatakan “pertemuan ini merupakan follow up untuk persiapan pengujian kandidat vaksin malaria yang dikembangkan Sanaria. Ini merupakan uji klinik pertama di dunia pada pasukan yang akan dikirim ke daerah endemik malaria, yaitu di Papua. Kami akan pantau sejak mereka berangkat dan bertugas selama 6-9 bulan, hingga mereka kembali ke daerah semula yang hanya memiliki sedikit atau tidak sama sekali malaria, semua akan kami pantau. Ini membutuhkan persiapan yang luar biasa.”

Prof. Dr. dr. Amin Soebandrio, Direktur Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman. (Foto: VOA)
Prof. Dr. dr. Amin Soebandrio, Direktur Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman. (Foto: VOA)

Perencanaan studi telah dilakukan sejak 2018, dan mendapat persetujuan etik dari Komite Etik FKUI pada 2019. Persetujuan penggunaan vaksin untuk uji klinik tahap dua pada personel TNI Angkatan Darat juga telah diberikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun perebakan luas pandemi virus corona sempat menunda kajian ini. Tak surut langkah tim PRBM Eijkman, EOCRU dan Sanaria kembali melanjutkan penelitian mereka pada Juni 2021.

Baca juga   Jokowi Resmikan Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia

Awal Oktober lalu Badan Kesehatan Dunia *WHO) merekomendasikan vaksin pertama untuk menangkal malaria yang disebut RTS, S, atau Mosquirix. Vaksin yang telah dikembangkan selama 30 tahun dan menyelesaikan uji klinik skala besar ini dinilai signifikan untuk mengurangi malaria dan memperkuat sistem kekebalan terhadap Plasmodium falciparum, parasit malaria paling mematikan dan paling umum di Afrika. Namun menurut sejumlah pakar, vaksin ini kurang tepat untuk wilayah dengan keunikan geografis tertentu dan yang memiliki jenis parasit penyebab malaria yang berbeda.

Sanaria Yakin Kemanjuran Vaksin 95-100%

Stephen L. Hoffman, Chief Executive and Scientific Officer Sanaria dalam tangkapan layar
Stephen L. Hoffman, Chief Executive and Scientific Officer Sanaria dalam tangkapan layar

Stephen L. Hoffman, Chief Executive and Scientific Officer Sanaria menjelaskan hal ini pada VOA. “Kami berdiskusi dengan perwakilan TNI yang memiliki masalah besar ketika pasukan mereka berangkat dari daerah-daerah seperti Sumatera, Jawa atau Bali yang tingkat penyakit malaria-nya rendah, ke Papua di mana penyakit malaria tinggi. Personel yang dikirim ini tidak kebal,” katanya.

“Mereka bisa jatuh sakit dan tidak dapat melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan di tempat itu. Indonesia juga berbeda dengan Afrika di mana parasit penyebab 95% malaria di sana adalah plasmodium falciparum. Parasit di Indonesia adalah jenis plasmodium vivax, jenis parasit penyebab malaria terpenting kedua di dunia. Kami kira vaksin kami, yang memiliki kemanjuran hingga 95-100 persen, dapat mencegah hal ini,” lanjut Hoffman.

Nyamuk Anopheles Stephensi betina dalam proses mendapatkan makanan berupa darah dari inang manusia. Dalam studi yang dipublikasikan 22 September 2021, (Foto: AP)
Nyamuk Anopheles Stephensi betina dalam proses mendapatkan makanan berupa darah dari inang manusia. Dalam studi yang dipublikasikan 22 September 2021, (Foto: AP)

Dua vaksin yang akan diuji klinik pada TNI Angkatan Darat ini adalah PfSPZ Vaccine and PfSPZ-CVac. Vaksin PfSPZ memiliki keunggulan sebagai anti-infeksi parasit malaria, sehingga diklaim lebih unggul dibanding vaksin RTS, S, yang penggunaanya terbatas pada anak-anak untuk mencegah malaria berat. Vaksin PfSPZ ini memiliki perlindungan 100% terhadap parasit penyebab malaria yang dikenal sebagai plasmodium falciparum sehingga dapat mencegah infeksi, transmisi dan penyakit. Vaksin PfSPZ ini juga dapat digunakan pada semua kelompok umur di atas usia 2 tahun dan kajian awal menunjukkan tidak ada reaksi sistemik akibat vaksinasi.

Indonesia Butuh Vaksin Malaria Untuk Orang Tak Bergejala

Kevin Baird PhD, Kepala Tim Peneliti yang juga Direktur Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) dalam tangkapan layar.
Kevin Baird PhD, Kepala Tim Peneliti yang juga Direktur Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) dalam tangkapan layar.

Kevin Baird PhD, Kepala Tim Peneliti yang juga Direktur Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) menjelaskan keunggulan vaksin PfSPZ and PfSPZ-CVac ini.

Baca juga   Evaluasi Seminggu Uji Coba Candi Borobudur

“Vaksin RTS, S yang sekarang ada melindungi orang yang bergejala, tetapi tidak melindungi dari penularan. Lalu bagaimana orang yang tertular tetapi tidak jatuh sakit, tidak menunjukkan gejala? Nah di Indonesia ini menjadi persoalan sangat besar karena jika orang tidak jatuh sakit, mereka tidak mencari pertolongan, tidak memeriksakan kesehatannya, sementara mereka tetap bisa menularkan. Jika kita ingin memberantas malaria, menemukan pembawa virus yang tidak bergejala ini merupakan persoalan besar. Jadi vaksin RTS, S mungkin malah menyulitkan (bagi Indonesia.red) untuk memberantas malaria. Kita belum tahu pasti dan karenanya uji klinik harus dilakukan.”

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Pos Kotis bersama masyarakat perbatasan memperbaiki jembatan kayu yang rusak di Kampung Woslay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, 17 Oktober 2021. (Courtesy: Pendam XVII/Cenderawasih-Papua)
Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Pos Kotis bersama masyarakat perbatasan memperbaiki jembatan kayu yang rusak di Kampung Woslay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, 17 Oktober 2021. (Courtesy: Pendam XVII/Cenderawasih-Papua)

Pemantauan Komprehensif

Uji klinik akan dilakukan pada sedikitnya 400 personel TNI Angkatan Darat yang akan berangkat ke Keerom, Papua, pada Juni 2022, dan diperkirakan kembali ke daerah asal mereka atau homebase di Pekanbaru, Riau, pada Maret 2023. Vaksinasi akan dilakukan di Riau sebelum keberangkatan.

Tim peneliti akan mengamati personil yang telah divaksinasi ini selama penugasan di Papua dan setelah kembali ke Pekanbaru. Pengamatan juga dilakukan untuk melihat kemampuan vaksin PfSPZ menghasilkan proteksi silang terhadap spesies parasit lain, seperti plasmodium vivax. Kedua jenis parasit ini merupakan penyebab utama malaria di Papua.

Babinsa Koramil 02/Tigi, Kodim 1703/Deiyai, membagikan masker secara gratis di SD YPPK ST.MIKHAEL, Kampung Mugouda, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, 29 September 2021. (Courtesy: Pendam XVII/Cenderawasih-Papua)
Babinsa Koramil 02/Tigi, Kodim 1703/Deiyai, membagikan masker secara gratis di SD YPPK ST.MIKHAEL, Kampung Mugouda, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, 29 September 2021. (Courtesy: Pendam XVII/Cenderawasih-Papua)

“Mengapa uji klinik dilakukan pada militer? Ini dikarenakan kita membutuhkan populasi yang berisiko tinggi terjangkit malaria, dan tentara (yang ditempatkan ke Papua.red) sangat berisiko tinggi dan mereka akan diberi vaksin dengan tingkat kemanjuran yang tinggi. Dengan subyek kajian yang jumlahnya kecil ini maka uji klinik tidak akan menjadi sangat mahal. Maksud saya, kita bisa saja melakukannya pada warga biasa, tetapi kemungkinan mereka terjangkit malaria sangat kecil sehingga kita akan membutuhkan subyek populasi 10 kali lebih besar dengan biaya yang juga 10 kali lebih besar,” demikian papar Baird yang telah sejak lama menekuni studi tentang malaria di Indonesia.

Lebih jauh Hoffman mengatakan “sangat merasa terhormat dapat bekerjasama dengan militer Indonesia” yang akan menjadi subjek kajian. “Kami sudah bekerjasama sejak lama dengan Eijkman Institute di Indonesia dan EOCRU, tetapi baru pertama kali ini kami bekerja sama dan bertemu dengan wakil-wakil militer Indonesia secara langsung.”

Baca juga   Kapuas Hulu Akan Tingkatkan SPBE

Menteri Kesehatan Dukung Penuh Uji Klinik

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada VOA mengatakan mendukung penuh uji klinik ini. “Kita dukung penuh uji klinik di Papua ini. Memang uji klinik untuk penyakit seperti ini biasanya paling sedikit satu tahun, baru ketahuan hasilnya. Tetapi belajar dari COVID-19 kemarin, vaksin-vaksin seperti Moderna atau Pfizer atau Sinovac sudah bisa dipakai setelah preliminary report uji klinik enam bulan. Jadi mungkin bisa begitu juga dengan uji klinik malaria. Yang pasti kita support, dukung penuh, karena pastinya akan sangat mengurangi penyakit malaria di negara kita.”

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat diwawancarai VOA di Washington DC, menegaskan dukungan kuat bagi uji klinik vaksin malaria. (Foto: VOA)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat diwawancarai VOA di Washington DC, menegaskan dukungan kuat bagi uji klinik vaksin malaria. (Foto: VOA)

Wilayah Timur Indonesia Rentan Malaria

Malaria adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh parasit dan sulit untuk benar-benar berantas. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia WHO dalam “World Malaria Report 2020,” Indonesia memiliki jumlah kasus malaria tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah India. Meskipun sempat mengalami penurunan kasus pada tahun 2010-2014, tetapi tren penyakit yang terutama ditularkan lewat gigitan nyamuk ini cenderung stagnan dan menunjukkan konsentrasi di bagian timur Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 86% kasus malaria pada tahun 2019 terjadi di provinsi Papua, yaitu 216.380 kasus. Disusul provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat. Namun wilayah endemis tinggi juga terdapat di Indonesia bagian tengah, yaitu di Kabupaten Penajaman Paser Utara, di Kalimantan Timur.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY memberikan pelayanan kesehatan di Kampung Ampas Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, 23 Oktober 2021. (Courtesy: Pendam XVII/Cenderawasih-Papua)
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY memberikan pelayanan kesehatan di Kampung Ampas Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, 23 Oktober 2021. (Courtesy: Pendam XVII/Cenderawasih-Papua)

Upaya untuk memperoleh vaksin yang efektif telah dilakukan sejak lama, tetapi sebagian tidak benar-benar menunjukkan kemanjuran.

Kerja Sama Uji Klinik Hingga Alih Teknologi

Kerja sama penelitian dan uji klinik vaksin malaria pertama di Indonesia dan dunia antara Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) dan Pusat Pembuatan Vaksin Malaria “Sanaria” di Amerika diharapkan akan berlangsung dalam jangka panjang. Tidak saja untuk mendapatkan hasil yang kelak dapat digunakan secara luas, tetapi juga untuk alih teknologi pada peneliti malaria di Indonesia.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING