Connect with us

Tekno

Statista Perkirakan Pengguna Video Game di Indonesia Tembus 50 juta

Published

on

Statista Perkirakan Pengguna Video Game di Indonesia Tembus 50 juta

GENCIL NEWS – Statista memperkirakan jumlah pengguna video game di Indonesia pada tahun ini akan tembus 50,6 juta pengguna atau tumbuh 18 persen secara tahunan.

Berdasarkan data Statista Oktober 2019, pengguna video game di Indonesia didominasi oleh rentang umur 25-34 tahun dengan bauran 45,1 persen pada 2019.

Lembaga riset dan statistik yang berbasis di Hamburg, Jerman, Statista GmBh, memproyeksikan pendapatan dari segmen video game di Indonesia akan mencapai US$1,06 miliar pada tahun ini.

Proyeksi pendapatan tersebut diperkirakan akan menunjukkan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR 2020-2024) sebesar 3 persen. Dengan perkirakaan volume pasar menjadi US$1,12 miliar pada 2024.

Berdasarkan data Statista yang telah disesuaikan dengan proyeksi dampak Covid-19 per Juni 2020 itu mengungkapkan proyeksi pendapatan pendapatan segmen video game di Indonesia sebesar US$1,06 miliar tersebut tumbuh sebesar 13,4 persen secara tahunan

Statista menjelaskan segmen video game didefinisikan sebagai video game berbasis biaya yang didistribusikan melalui internet.

Game unduhan mencakup unduhan versi lengkap untuk konsol game atau PC (diperlukan instalasi), game seluler untuk ponsel cerdas dan perangkat tablet (unduhan aplikasi berbayar dan pembelian dalam aplikasi).

Kemudian, game online berbayar atau permainan gratis yang dapat dimainkan langsung di browser internet. Atau melalui klien yang perlu diinstal (berbasis berlangganan atau termasuk pembelian dalam game). Serta jaringan game berbasis berlangganan seperti Xbox Live Gold, PlayStation Plus atau Nintendo Switch Online

Sementara itu segmen game mobile yang merupakan pasar terbesar untuk segmen video game di pasar Indonesia diperkiraan akan meraup pendapatan sebanyak US$712 juta pada 2020. Proyeksi pendapatan pada tahun ini tersebut meningkat 11,1% secara tahunan.

Bahkan, pendapatan pada segmen ini diharapkan akan menunjukkan rata-rata peningkatan tahunan (CAGR 2020-2024) sebesar 2,3%. Peningkatan CAGR itu diharapkan akan menghasilkan volume pasar sebesar US$780 juta pada 2024.

Statista mengungkapkan pada 2020, pengguna pada segmen mobile ini di Indonesia diperkirakan tembus hingga 50,8 juta pengguna.

Berdasarkan data Statista yang telah disesuaikan dengan proyeksi dampak Covid-19 per Juni 2020 itu juga memperkirakan pengguna segmen ini akan mencapai 61,5 juta pada 2024.

Jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia, maka pendapatan per kapita dari segmen ini akan mencapai US$10,7 pada 2020. Proyeksi pendapatan per kapita pada segmen ini itu tumbuh 1,5% secara tahunan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Teknologi Informasi

Keunggulan Inovasi Ban Tanpa Udara Buatan TNI AD

Published

on

Ban tanpa udara yang diproduksi Poltekad Kodiklat TNI AD. Foto: Dok. Poltekad Kodiklat TNI AD
Ban tanpa udara yang diproduksi Poltekad Kodiklat TNI AD. Foto: Dok. Poltekad Kodiklat TNI AD

Dalam tayangan video di channel YouTube TNI AD, pengujian tembakan ban tanpa udara dilakukan dengan menggunakan peluru kaliber 5,56 mm.

Seperti yang digunakan pada senapan serbu Pindad seri SS1 dan senapan serbu buatan AS, M16. Uji tembak dilakukan dari jarak maksimal 100 meter. Dan setelah ban terkena tembakan, klaimnya ban masih bisa nyaman digunakan lagi.

Salah satu lembaga pertahanan negara ini, berhasil mengembangkan teknologi berupa ban tanpa udara. Ban tersebut dibuat oleh Politeknik Angkatan Darat (Poltekad), yang diklaim tak bisa bocor dan pecah.

Perwira Teknis 2 Poltekad, Letda Arm Farid Hendro dalam video di kanal YouTube TNI AD mengatakan, inovasi ban tanpa udara itu sangat dibutuhkan oleh militer, terutama matra darat.

Inovasi keunggulan ban tanpa udara buatan TNI AD ini pada awal-awal masa pengembangan masih terganjal persoalan peralatan yang minim dan hasil yang tidak presisi karena cetakan ban dibuat secara manual. Hal itu mengakibatkan kendaraan tidak stabil dan konstruksi ban pecah.

Seiring waktu, pengembangan teknologi ban tanpa udara ini pun mulai menemui hasilnya. Kini teknologi ban tanpa udara buatan Poltekad TNI AD hasilnya lebih presisi dan sudah melewati berbagai uji coba rintangan.

Inovasi Keunggulan dari ban tanpa udara ini dinilai cocok digunakan di medan pertempuran dan setidaknya memiliki 3 kelebihan yang tak bisa dianggap remeh.

Dalam video di kanal Youtube TNI AD tersebut diperlihatkan roda tanpa udara tahan terhadap tembakan senjata ringan, tahan terhadap benda tajam dan ban anti bocor dan anti pecah.

Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar menjelaskan pembuatan ban tanpa udara dilakukan dengan teknologi, peralatan, dan material sederhana.

Struktur ban tanpa udara yang bentuknya seperti sarang lebah disebut dibuat dari karet dengan campuran senyawa kimia. Struktur yang membedakannya dari ban biasa ini berperan seperti jari-jari pada pelek, jadi mesti dibuat lentur dan kuat untuk menahan beban kendaraan serta gerakan manuver.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Google Play Music Resmi Akan Ditutup September 2020

Published

on

Google Play Music Resmi Akan Ditutup September 2020

GENCIL NEWS – Siap-siap untuk mengucap kata pisah kepada Google Play Music,  karena Google mengumumkan akan menutup aplikasi ini dibulan September 2020.

Rencananya akan dimulai dari negara Selandia Baru dan Afrika Selatan, Google Play Music akan mulai diberhentikan pada September 2020. Setelah itu akan disusul kepasar global pada bulan Oktober 2020. 

“Google Play Store akan menghapus akses pembelian dan pemesanan musik. Selain itu, kami juga akan menutup Music Manager dan menyediakan opsi untuk mengunggah dan mengunduh musik dari Google Play Music,” ujar pihak Google. 

Namun, pengguna Google Play Music masih memiliki kesempatan untuk memindahkan library musik ke YouTube Music hingga Desember 2020. Google juga menjamin tersimpannya hal-hal penting seperti daftar putar, unggahan, pembelian, likes, dan lain sebagainya. 

Khusus untuk podcast, pihak Google telah memiliki aplikasi resmi dan nantinya pengguna bisa melakukan transfer ke Google Podcast.

Pihak Google menuturkan, pelanggan yang memutuskan untuk tidak memindahkan akun Google Play Music ke YouTube Music tidak akan dikenakan biaya berlangganan selanjutnya karena Google otomatis membatalkan langganan di akhir siklus penagihan. 

Agar penggunanya mudah melakukan transfer data, Google telah meningkatkan fitur-fiturnya dalam beberapa bulan terakhir, seperti fungsi pembuatan daftar putar, konektivitas dengan perangkat Android dan Google, serta adanya tab discovery baru. 

Apabila pengguna tidak ingin melakukan transfer data ke YouTube Music karena ingin memindahkannya ke tempat lain, Google menawarkan layanan Google Takeout untuk memudahkan pengambilan data. Layanan ini memungkinkan pengguna mendapatkan arsip dari semua daftar putar dan MP3 yang telah dibeli dari Google Play Music. 

Continue Reading

Teknologi Informasi

Reels Terintegrasi di Instagram , Upaya Facebook Jegal TikTok

Published

on

Reels Terintegrasi di Instagram, Upaya Facebook Jegal TikTok

GENCIL NEWS – Aplikasi baru yang disebut “Reels” itu terintegrasi di dalam Instagram sehingga memungkinkan para penggunanya membuat video berdurasi 15 detik dengan menggunakan musik yang sudah ada dalam daftar.

Fitur itu telah diproduksi setidaknya selama dua tahun, setelah diuji-coba di Brasil pada tahun 2018. Penambahan itu terjadi dua hari setelah Presiden Donald Trump memberi Microsoft 45 hari untuk mengakuisisi divisi A.S. dari TikTok milik China berhubung adanya keprihatinan dengan masalah keamanan.

Setelah uji coba Brasil tersebut, Facebook menguji aplikasi itu di Perancis, Jerman dan India, serta berusaha keras untuk melayani kebutuhan beberapa pengguna terbesar TikTok. Aplikasi lainnya, Lasso, berhasil memperkenalkan produk itu ke pasar namun tidak banyak diminati.

CEO TikTok Kevin Mayer menyebut Reels “produk tiruan” yang secara tidak fair memanfaatkan lebih dari 1 miliar pengguna Instagram setelah ” Lasso, aplikasi tiruan lainnya gagal dengan cepat.”

Vishal Shah, Wakil Direktur aplikasi Instagram, mengakui kesamaan produk itu melalui sebuah konferensi video, Selasa (4/8) kepada sejumlah wartawan serta menyatakan, “Inspirasi pembuatan aplikasi datang dari mana-mana,” termasuk dari Facebook dan “ekosistem yang lebih luas.”

Saat ini fitur Instagram Stories memungkinkan para pengguna berbagi foto atau video yang menghilang setelah 24 jam, seperti halnya aplikasi media sosial populer Snapchat. Reels berbeda dari TikTok karena menggunakan beberapa efek augmented reality Instagram yang sudah ada sebelumnya. 

Facebook, Rabu (5/8) meluncurkan sebuah klip video singkat, mirip dengan aplikasi TikTok yang populer di Amerika Serikat dan puluhan negara lainnya.

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING