Connect with us

Teknologi Informasi

Aplikasi “Muslim Pro” dan Situs “Productive Muslim” Paling Digemari di AS

Published

on

Aplikasi "Muslim Pro" dan Situs "Productive Muslim" Paling Digemari di AS
Aplikasi "Muslim Pro" dan Situs "Productive Muslim" Paling Digemari di AS
Aplikasi “Muslim Pro” dan Situs “Productive Muslim” Paling Digemari di AS

Aplikasi “Muslim Pro” dan Situs “Productive Muslim” Paling Digemari di AS -Kemajuan teknologi memungkinkan Anda memanfaatkan aplikasi atau situs Muslim yang memudahkan Anda mencari apa yang dibutuhkan. Berikut ini lima aplikasi dan situs yang paling sering dimanfaatkan Muslim di Amerika, dan dianggap paling inovatif.

“Muslim Pro” adalah aplikasi yang paling populer di Amerika. Google Play store, toko online yang menjual berbagai aplikasi piranti lunak, mengatakan aplikasi itu diunduh oleh lebih dari 50 juta kali, dan hasil penilaian para penggunanya memberinya skor 4,7 dalam skala lima.

Mahmud Hosaini, warga Malaysia yang sudah lama menetap di Rockville, Maryland, mengatakan, Muslim Pro membantunya menjalankan ibadah, terutama selama bulan Ramadan.

“Sangat membantu, khususnya selama bulan Ramadan. Aplikasi ini tidak hanya memberi kita kepastian mengenai jam-jam sembahyang lima waktu, tapi juga Imsak. Yang juga sangat penting adalah waktu Magrib, saat umat Muslim berbuka puasa.”

Muslim Pro tidak hanya menjadi penunjuk waktu. Aplikasi ini membantu Muslim menemukan arah kiblat.

“Yang ini sering digunakan oleh mereka yang sering melakukan perjalanan. Kita tahu ketika kita berkunjung ke sebuah negara, atau sedang liburan ke suatu tempat, kita tidak tahu arah kiblat. Aplikasi ini dengan mudah menemukannya dan kita bisa secara yakin menjalankan ibadah shalat dengan semestinya,” imbuhnya.

Muslim Pro juga membantu Muslim menemukan restoran atau toko kelontong yang menawarkan makanan halal. Bagi mereka yang ingin benar-benar mendalami Islam, aplikasi ini juga mengajak Muslim mengenal berbagai doa dan 99 nama Allah, menelusuri kehidupan sesama Muslim di berbagai penjuru dunia (termasuk di Mekkah), dan mencari inspirasi harian.

Yang tak kalah menarik dari aplikasi ini adalah fitur Quran. Banyak Muslim menilai, Muslim Pro jauh lebih baik dibanding aplikasi-aplikasi seperrti Quran Majeed, Quran Explorer dan iQuran. Fitur ini dirancang sangat efektif, dan menawarkan terjemahan, dan audio dalam berbagai bahasa, dan kode warna untuk memudahkan pemahaman.

“Apa yang membuat versi Quran Muslim Pro special adalah ini merupakan versi digital lengkap Quran. Kalau kita ingin mencari surat tertentu, kita dengan mudah menemukannya,” jelas Hosaini.

Yang berikutnya adalah “Productive Muslim“. Ini bukan aplikasi tapi situs. Di sana Anda bisa menemukan ribuan pedoman dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim. Anda akan menemukan artikel dan video yang bermanfaat, seperti persiapan Ramadan, atau pilihan makanan sahur yang memberi Anda banyak energi. Anda juga bisa terus mengikuti situs ini melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.

Seperti halnya “Productive Muslim”, situs “Hadith of The Day” juga banyak dikunjungi Muslim. Terlepas dari namanya, situs itu menyedikan lebih dari hadis harian. Situs ini menyajikan berbagai konten Islamis dan inspiratif termasuk wisata halal. Anda juga bisa menemukan informasi mengenai zakat, hubungan yang bermasalah dan, tentu saja, Ramadan. Yang tak kalah menyenangkan, mereka juga memiliki aplikasi di mana Anda dapat mengakses semua isinya.

Dua aplikasi lain yang juga dibanjiri peminat adalah “Ramadan Legacy” dan “MyDuaa”. Aplikasi yang pertama, sesuai namanya, tidak hanya bermanfaat selama bulan puasa, tapi juga pada masa-masa di mana Anda merasa perlu lebih mendekatkan diri pada Allah. “Ramadan Legacy” memberi petunjuk di mana Anda dapat mengenal komunitas-komunitas Muslim, pusat-pusat pembelajaran Muslim, dan tempat-tempat di mana Anda bisa menyalurkan sebagian harta Anda bagi mereka yang membutuhkan.

Perempuan Muslim Uighur melakukan sholat Ied di Falls Church, Virginia, 21 Agustus 2018. (B. Gallo/VOA)
Perempuan Muslim Uighur melakukan sholat Ied di Falls Church, Virginia, 21 Agustus 2018. (B. Gallo/VOA)

“MyDuaa” pada prinsipnya seperti perpustakaan doa. Anda tidak hanya bisa menemukan surat-surat dalam Quran beserta terjemahannya, namun juga bisa mendapatkan bimbingan mengenai bagaimana melafalkan surat-surat itu.

Rahul Kumar, Muslim asal India, mengaku senang menggunakan aplikasi “MyDuaa”.

“Ini contohnya ayat-ayat yang saya unduh. Versi Quran yang sangat standar. Di sini, Anda tidak hanya bisa membacanya, tapi juga mendaianya, dan mencari tahu bagaimana melafalkannya. Anda banyak pilihan ustad yang melafalkannya. Anda tinggal pilih mana yang sesuai,” jelasnya.

Sesungguhnya ada ratusan aplikasi dan situs lain yang bisa Anda manfatkan sesuai kebutuhan. Beberapa aplikasi bahkan bisa diunduh secara gratis lewat ponsel pintar Anda. [ab]

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Teknologi Informasi

Google Play Music Resmi Akan Ditutup September 2020

Published

on

Google Play Music Resmi Akan Ditutup September 2020

GENCIL NEWS – Siap-siap untuk mengucap kata pisah kepada Google Play Music,  karena Google mengumumkan akan menutup aplikasi ini dibulan September 2020.

Rencananya akan dimulai dari negara Selandia Baru dan Afrika Selatan, Google Play Music akan mulai diberhentikan pada September 2020. Setelah itu akan disusul kepasar global pada bulan Oktober 2020. 

“Google Play Store akan menghapus akses pembelian dan pemesanan musik. Selain itu, kami juga akan menutup Music Manager dan menyediakan opsi untuk mengunggah dan mengunduh musik dari Google Play Music,” ujar pihak Google. 

Namun, pengguna Google Play Music masih memiliki kesempatan untuk memindahkan library musik ke YouTube Music hingga Desember 2020. Google juga menjamin tersimpannya hal-hal penting seperti daftar putar, unggahan, pembelian, likes, dan lain sebagainya. 

Khusus untuk podcast, pihak Google telah memiliki aplikasi resmi dan nantinya pengguna bisa melakukan transfer ke Google Podcast.

Pihak Google menuturkan, pelanggan yang memutuskan untuk tidak memindahkan akun Google Play Music ke YouTube Music tidak akan dikenakan biaya berlangganan selanjutnya karena Google otomatis membatalkan langganan di akhir siklus penagihan. 

Agar penggunanya mudah melakukan transfer data, Google telah meningkatkan fitur-fiturnya dalam beberapa bulan terakhir, seperti fungsi pembuatan daftar putar, konektivitas dengan perangkat Android dan Google, serta adanya tab discovery baru. 

Apabila pengguna tidak ingin melakukan transfer data ke YouTube Music karena ingin memindahkannya ke tempat lain, Google menawarkan layanan Google Takeout untuk memudahkan pengambilan data. Layanan ini memungkinkan pengguna mendapatkan arsip dari semua daftar putar dan MP3 yang telah dibeli dari Google Play Music. 

Continue Reading

Teknologi Informasi

Reels Terintegrasi di Instagram , Upaya Facebook Jegal TikTok

Published

on

Reels Terintegrasi di Instagram, Upaya Facebook Jegal TikTok

GENCIL NEWS – Aplikasi baru yang disebut “Reels” itu terintegrasi di dalam Instagram sehingga memungkinkan para penggunanya membuat video berdurasi 15 detik dengan menggunakan musik yang sudah ada dalam daftar.

Fitur itu telah diproduksi setidaknya selama dua tahun, setelah diuji-coba di Brasil pada tahun 2018. Penambahan itu terjadi dua hari setelah Presiden Donald Trump memberi Microsoft 45 hari untuk mengakuisisi divisi A.S. dari TikTok milik China berhubung adanya keprihatinan dengan masalah keamanan.

Setelah uji coba Brasil tersebut, Facebook menguji aplikasi itu di Perancis, Jerman dan India, serta berusaha keras untuk melayani kebutuhan beberapa pengguna terbesar TikTok. Aplikasi lainnya, Lasso, berhasil memperkenalkan produk itu ke pasar namun tidak banyak diminati.

CEO TikTok Kevin Mayer menyebut Reels “produk tiruan” yang secara tidak fair memanfaatkan lebih dari 1 miliar pengguna Instagram setelah ” Lasso, aplikasi tiruan lainnya gagal dengan cepat.”

Vishal Shah, Wakil Direktur aplikasi Instagram, mengakui kesamaan produk itu melalui sebuah konferensi video, Selasa (4/8) kepada sejumlah wartawan serta menyatakan, “Inspirasi pembuatan aplikasi datang dari mana-mana,” termasuk dari Facebook dan “ekosistem yang lebih luas.”

Saat ini fitur Instagram Stories memungkinkan para pengguna berbagi foto atau video yang menghilang setelah 24 jam, seperti halnya aplikasi media sosial populer Snapchat. Reels berbeda dari TikTok karena menggunakan beberapa efek augmented reality Instagram yang sudah ada sebelumnya. 

Facebook, Rabu (5/8) meluncurkan sebuah klip video singkat, mirip dengan aplikasi TikTok yang populer di Amerika Serikat dan puluhan negara lainnya.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Ambisi Microsoft Untuk Membeli TikTok

Published

on

Ambisi Microsoft Untuk Membeli TikTok

GENCIL NEWS – Ambisi Microsoft untuk membeli Tiktok tersebut mendapat dukungan dari presiden Donald Trump. Presiden AS ini mendukung langkah Microsoft untuk mengakui sisi layanan berbagi video asal china ini.

Dalam sebuah pembicaraan yang berlangsung Minggu (2/8/2020), orang nomor satu di AS itu memberikan tenggang waktu selama 45 hari kepada ByteDance selaku induk perusahaan TikTok, untuk ‘menyerahkan’ aplikasi video singkat terpopuler sedunia itu.

Melalui kesepakatan baru, Microsoft akan bertugas melindungi data pengguna TikTok di AS. Kesempatan juga terbuka bagi perusahaan selain Microsoft untuk mengambil alih TikTok.

Microsoft mengaku akan menjalankan misi tersebut dalam waktu yang sudah disiapkan. Konon, perusahaan yang dipimpin oleh Satya Nadella ini, dijadwalkan akan bertemu dengan ByteDance pada 15 September mendatang.

ByteDance adalah perusahaan induk TikTok, dikabarkan setuju dengan rencana memecah operasional di AS dan akan memberi kesempatan bagi perusahaan AS lainnya untuk memegang saham minoritas.

ByteDance kabarnya juga menerima proposal dari beberapa investor, termasuk Sequoia dan General Atlantic, untuk mentransfer kepemilikan mayoritas TikTok kepada mereka. Dalam proposal tersebut, disebutkan TikTok bernilai US$50 miliar.

TikTok juga menyatakan sudah mempekerjakan hampir 1.000 orang di AS dan akan menambah 10.000 pegawai lagi. TikTok juga menggelontorkan dana untuk kreator di AS senilai US$1 miliar. TikTok pun menegaskan data pengguna disimpan di AS serta investor terbesar mereka berasal dari Amerika serikat.

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING