Connect with us

Teknologi Informasi

Khalifa Conversation Diskusi Virtual Muslim Peduli Lingkungan

Published

on

Khalifa Conversation Diskusi Virtual Muslim Peduli Lingkungan

Ramadan di tengah pandemi Covid-19 di Amerika Serikat membuat banyak Muslim kreatif menciptakan kegiatan baru untuk memberi dampak positif secara virtual.

Salah satu kegiatan itu adalah Khalifa Conversation, obrolan santai Muslim di media sosial untuk mengajak Muslim tetap peduli pada lingkungan.

Kori Majeed biasanya lebih aktif ke masjid selama Ramadan. Ia bahkan mengajak keluarganya berbuka puasa di masjid dan baru pulang setelah tarawih bersama.

Pandemi virus corona mengubah cara warga Muslim menjalankan puasa Ramadan di Amerika Serikat tahun ini, termasuk Majeed. Karena masjid-masjid ditutup, ia lebih banyak berada di rumah.

Walaupun begitu, pendiri Green Ramadan yang tinggal di Maryland, itu aktif secara online. Bekerjasama dengan Green Muslim di Virginia, ia meluncurkan Khalifa Conversation, bincang-bincang di media sosial dengan sesama Muslim pegiat lingkungan.

Dalam pertemuan virtual itu, Majeed dan Muslim lainnya berbagi ide tentang hal-hal yang dilakukan secara lokal. Selepas berbincang dan saling berbagi pengalaman dalam Khalifa Conversation, semua yang terlibat menjadi termotivasi untuk lebih banyak berbuat bagi lingkungan, sesuai ajaran Islam.

Khalifa Conversation secara online merupakan salah satu cara bagi saya menjangkau sekaligus menghubungkan mereka yang tertarik untuk memberi dampak yang lebih positif pada lingkungan berdasarkan ajaran Islam,” tukas Kori Majeed.

Walaupun bentuknya adalah bincang-bincang, bukan berarti dalam kegiatannya setiap minggu, orang-orang yang hadir dalam Khalifa Conversation hanya berbicara panjang-lebar tanpa makna. Dalam setiap pertemuan, ditetapkan materi dan dihadirkan seseorang yang lebih berpengalaman dalam materi pembahasan untuk berbagi ilmu.

Misalnya, ahli berkebun permakultur yang dalam bincang-bincang itu berbagi pengalamannya berkebun. Ia juga memberi sejumlah tips berkebun di tempat terbatas dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas. Ia bahkan memotivasi peserta bincang-bincang untuk berkebun secara kecil-kecilan di pekarangan sendiri.

Dalam kesempatan lain, kolaborasi dua perempuan dari Green Muslim dan Green Ramadan itu membahas cara hidup praktis secara Islam dengan semangat peduli lingkungan. Yang berbagi pengalaman adalah pasangan suami istri yang memutuskan keluar dari ingar-bingar kehidupan kota Washington, DC untuk hidup sebagai peternak dan petani organik di Virginia, dan mendirikan Fitrah Farm.

“Kami juga mendatangkan tamu pembicara dengan keluarga beranggotakan 11 orang. Rumah tinggal mereka awalnya tidak menetap, di dalam rumah mobil, lalu membeli lahan di pinggiran Virginia untuk pertanian organik dan menyediakan daging halal bagi masyarakat,” tambah Kori.

Sakina dari Fitrah Farm mengemukakan upayanya menyediakan daging dan sayuran organik, dan menjelaskan pentingnya mengonsumsi daging halal dan baik bagi Muslim sesuai ajaran Islam.

“Cara kita memelihara ternak sedemikian rupa menjadi sangat penting sebagai wujud menjalankan kaidah mengonsumsi daging yang halal,” ujar Sakina.

Selain mengutamakan tanaman organik, Fitrah Farm, kata Sakina, memandang penting perlakuan terhadap hewan ternak. Dan di peternakannya, ia menambahkan, ia senantiasa memperhatikan pakan ternak-ternaknya.

Sakina menyayangkan warga Amerika dihadapkan pada pilihan untuk mengonsumsi daging tanpa mengetahui darimana daging itu berasal dan bagaimana hewan itu disembelih, misalnya daging ayam, yang menjadi kesukaan banyak warga dari berbagai kelompok masyarakat di Amerika Serikat.

“Cara hewan itu dipelihara … banyak mengatakan hewan peliharaan itu hidup di kandang ayam besar yang, Anda tahu, ratusan ribu ekor ayam itu tidak pernah keluar, mendapatkan udara segar bahkan sinar matahari,” imbuh Sakina.

Khalifa Conversation berawal dari Kori Majeed dan Sevim Kalyoncu saling bertukar pesan singkat secara spontan dua minggu sebelum Ramadan 2020 di tengah pandemi COVID-19.

Perempuan sekaligus ibu dari seorang anak berusia 6 tahun itu agak kecewa karena anak-anak, dan kaum muda Green Muslim khususnya, tahun ini tidak dapat menjalankan Ramadan dengan belajar di alam bebas.

Namun, perempuan asal Alabama itu merasa bangga dengan bincang-bincang virtual tersebut.

Sevim Kalyoncu menjelaskan, “Karena melibatkan dua organisasi, maka kami melanjutkan pertemuan bulanan setelah Ramadan. Rencananya tetap mengundang orang untuk menyajikan program atau bisnis mereka, juga pengetahuan tentang lingkungan, dan bisa langsung dikaitkan dengan Islam dan lingkungan hidup.”

Kini, semakin banyak Muslim hadir dalam bincang-bincang itu dan mereka tersebar di kawasan Metropolitan Washington, mencakup Maryland, Washington DC dan Virginia. Baik Kori maupun Sevim sepakat, melanjutkan Khalifa Conversations sekali sebulan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknologi Informasi

3 Game Gratis Dari PS4 Rayakan 10 Tahun PS Plus Juli Ini

Published

on

3 Game Gratis Dari PS4 Rayakan 10 Tahun PS Plus Juli Ini
3 Game Gratis Dari PS4 Rayakan 10 Tahun PS Plus Juli Ini - foto T3.com

Bertepatan dengan usia PS Plus yang kini sudah menginjak 10 tahun, Sony mengungkap judul game apa saja yang bakal didapatkan oleh para pelanggan premium tersebut di bulan Juli.

Berbeda dengan bulan sebelumnya, kali ini, Sony menyediakan tiga game yang bisa diunduh secara gratis oleh pelanggan PS Plus.

Ketiga game tersebut adalah NBA 2K20, Rise of The Tomb Raider: 20 Year Celebration, serta Erica. Sebelum nantinya digratiskan, ketiga game tersebut saat ini masih dibanderol dengan harga normal. Harga dari masing-masing judul game adalah Rp 740.000, Rp 783.000, dan Rp 140.000.

NBA 2K20 merupakan game bergenre sport besutan Take-Two Interactive Software yang menawarkan permainan bola basket dengan gameplay realistis, berikut variasi gerakan, seperti gaya mendribel bola, yang beragam.

Sementara, Rise of The Tomb Raider: 20 Year Celebration merupakan game petualangan tentang kisah karakter ikonik Lara Croft yang menelusuri sejumlah tempat kuno bersejarah demi menguak misteri di baliknya.

Erica sendiri merupakan game yang mengusung mekanisme permainan bergaya sinematik dengan fokus di sisi cerita, dibumbui dengan tampilan grafis ciamik yang sarat akan nuansa horor.

Semua judul game tersebut sayangnya baru bisa diunduh (download) minggu depan, tepatnya 7 Juli mendatang, Pelanggan PS Plus diberi kesempatan untuk mengunduh ketiga game tersebut secara cuma-cuma hingga 3 Agustus mendatang.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Hyppe Aplikasi Media Sosial Buatan Indonesia Yang Siap Mendunia

Published

on

Hyppe Aplikasi Media Sosial Buatan Indonesia Yang Siap Mendunia
Hyppe Aplikasi Media Sosial Buatan Indonesia Yang Siap Mendunia - Foto Beritasatu.com

GENCIL NEWS – Hype adalah aplikasi media sosial yang dibuat oleh PT Hyppe Teknologi Indonesia. Hype aplikasi media sosial yang mengusung sistem sharing economy platform. Bukan cuman content creator tapi viewer juga bisa mendapatkan reward dari melihat konten maupun iklan sponsor di dalam aplikasi Hyppe. 

Konsep dan fitur dari aplikasi media sosial Hyppe akan menjadikan aplikasi ini menjadi sumber pendapatan baru bagi seluruh pengguna serta menjadi sasaran yang tepat bagi pelaku bisnis.

Teknologi yang diusung akan menjaga hak kepemilikan konten sekaligus membantu meminimalisir penyebaran informasi hoaks di jagad maya. Yang kini telah menjadi salah satu ancaman nyata jika tidak segera diatasi sejak dini.

President Director PT Hyppe Teknologi Indonesia Hondo Widjaja mengatakan, masih sangat terbuka kesempatan bagi Indonesia. Untuk memiliki media sosial sendiri yang tidak hanya bisa dibanggakan, melainkan juga bisa bersaing di tingkat global. Hyppe akan menjadi salah satu platform bagi content creators . Dalam menuangkan ide kreatif mereka sekaligus memonetisasi serta menjaga hak kepemilikan konten mereka. ”Kami ingin berkontribusi lebih besar bagi bangsa ini dengan mendukung pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi digital melalui sektor teknologi. Caranya membangun sebuah platform social media karya anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat global,” ungkap Hondo dalam siaran pers, Kamis (25/6/2020).

“Kami ingin berkontribusi lebih besar bagi bangsa dengan mendukung pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi digital melalui sektor teknologi. Caranya, membangun sebuah platform media sosial karya anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat global,” tutur Hondo.

Di dalam Hyppe ada 10 unit bisnis yang nantinya hadir sebagai fitur yang bisa dimanfaatkan pengguna.

Semuanya adalah HyppeVid (large video content/landscape video).HyppeDiary (short video content/portrait video). HyppeStory (flash stroy). HyppeChat (chatting platform/avatar chat), dan HyppeCompetition (competition platform).

Kemudian ada HyppeSound (audio content & music player).HyppePic (photo/image content). HyppeScript (documents content/text format). HyppeLive (live streaming platform) dan HyppeGames (interactive/online games).

Nantinya pengguna bisa menjadi content creator dan memonetisasi konten yang mereka buat. Kehadiran teknologi blockchain dan fingerprint combat diklaim mampu melindungi hak kepemilikan konten yang diunggah ke Hyppe.

Vice President Hyppe Technology Holding’s Berhad (Asia) Sammy Goh mengatakan, PT Hyppe Teknologi Indonesia. Telah bermitra dan menggandeng dua perusahaan teknologi raksasa dunia dalam membangun dan mengembangkan aplikasi Hyppe. Sebagai platform media sosial terbesar di Indonesia.

Ini adalah langkah awal menuju ekspansi global secara bertahap dalam misi jangka menengah untuk lima tahun ke depan.

Dan menyelesaikan pembangunan data center di tiap negara dari 15 negara di seluruh dunia. Saat ini Hyppe sedang melakukan finalisasi rencana pembangunan data center. Yang akan berpusat di kawasan kota digital Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang.

Continue Reading

Nasional

36 Aplikasi Kamera Yang Bikin Hape Kamu Tak Berdaya

Published

on

Google menghapus 36 aplikasi camera tersebut setelah mendapat loporan dari perusahaan mitigasi bot bernama White Ops.

GENCIL NEWS – Google dikabarkan menemukan dan telah menghapus 36 aplikasi kamera dari google play .Google juga meminta agar menghapus aplikasi ini jika masih terpasang di ponsel Android anda.

Semua aplikasi tersebut dihapus lantaran diketahui mengandung adware. Iklan tersebut bisa menyebabkan masalah bagi pemilik ponsel karena iklan terus berjalan di background berulang kali sehingga mengganggu penggunaan dan menguras baterai.

Google menghapus 36 aplikasi camera tersebut setelah mendapat loporan dari perusahaan mitigasi bot bernama White Ops. Menurut penelitian White Ops aplikasi ini dikembangkan oleh kelompok jahat yang sama.

Tak hanya itu, pengguna juga akan mengalami kesulitan untuk menghapus sejumlah aplikasi ini. Sebab, program jahat ini dibuat agar secara otomatis bisa menyembunyikan ikon aplikasi di dalam ponsel.

Berikut 36 aplikasi kamera yang harus dihapus dari ponsel android anda

  1. Yoroko Camera
  2. Solu Camera
  3. Lite Beauty Camera
  4. B6 12
  5. Photo Collage & Beauty Camera
  6. Beauty Camera Selfie Camera
  7. Gaty Beauty Camera
  8. Pand Selfie Beauty Camera
  9. Cartoon Photo Editor
  10. Benbu Selife Beauty Camera
  11. Pinut Beauty Camera
  12. Mood Photo Editor & Selfie Camera
  13. Rose Photo Editor & Selfie Camera
  14. Selfie Camera- Beauty Camera and Photo Editor
  15. Fog Selife Beauty Camera
  16. First Selife Beauty Camera and Photo Editor
  17. Vanu Selfie Beauty Camera
  18. Sun Pro Beauty Camera
  19. Funny Sweet Beauty Camera
  20. Little Bee BEauty Camera
  21. Beauty Camera and Photo Editor
  22. Grass Beauty Camera
  23. Ele Beauty Camera
  24. Flower Beauty Camera
  25. Best Selfie Beauty Camera and Photo Editor
  26. Orange Camera
  27. Sunny beauty Camera Free
  28. Landy Selfie Beauty Camera
  29. Nut Selfie Camera
  30. Rose Photo Editor and Selfie Camera
  31. Art Beauty Camera
  32. Elegant Beauty Camera
  33. Selfie Beauty Camera and Funny Filters
  34. Selfie Beauty Camera
  35. Pro Pro Selfie Beauty Camera
  36. Beauty Collage Lite
Continue Reading

TRENDING