Kominfo Minta WhatsApp Terapkan Perlindungan Data Pribadi
Connect with us

Teknologi Informasi

Kominfo Minta Whatsapp Terapkan Perlindungan Data Pribadi

Published

on

Kominfo Minta Whatsapp Terapkan Perlindungan Data Pribadi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) telah memberi perhatian yang serius atas kabar yang berkembang berkaitan aturan dan tata Kelola data pribadi, serta privasi pengguna.

Menteri Kominfo Johnny G. Plate menekankan agar pengelola platform dalam hal ini WA dan FB perlu menerapkan prinsip pelindungan data pribadi.

“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya pelindungan data pribadi dalam penggunaan aplikasi informatika,” tutur Johnny.

Kementerian Kominfo mengabarkan telah melakukan pertemuan dengan perwakilan WhatsApp/Facebook Asia Pacific Region untuk membahas tentang pembaruan kebijakan privasi.

“Pada Hari Senin, 11 Januari 2021 kami telah bertemu. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kominfo menekankan agar WhatsApp/Facebook serta pihak-pihak terkait melakukan beberapa hal,” paparnya.

Lebih lanjut, Kementerian Komunikasi dan informatika mendorong WhatsApp/Facebook Asia Pacific Region untuk menjawab dan memberikan penjelasan.

Mengenai kekhawatiran yang tengah berkembang mengenai tujuan dan dasar kepentingan pemrosesan data pribadi.

Selanjutnya, Kementerian Kominfo mendorong WhatsApp/Facebook Asia Pacific Region untuk meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan hukum.

dan juga peraturan perundang-perundangan yang berlaku di Indonesia terkait hal tersebut.

WhatsApp juga harus memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait tujuan dan dasar dari pemrosesan data pribadi tersebut.

Sebelumnya, pengguna WhatsApp khawatir sejak munculnya kebijakan baru untuk membagikan informasi pribadi pengguna ke Facebook. Pada Kamis (7/1), WhatsApp telah mengirim notifikasi kepada penggunanya untuk menyetujui aturan tersebut.

Kebijakan baru tersebut akan berlaku kepada pengguna WhatsApp Android maupun iOS.

Apabila Anda mengabaikan notifikasi tersebut dengan menekan opsi menunda (Not Now) dan tarus tidak mau menyetujui kebijakan tersebut hingga 8 Februari mendatang, maka akun Anda terpaksa dihapus, dan tidak bisa menggunakan aplikasi WhatsApp.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Teknologi Informasi

Ratusan Juta Nomor Telepon Pengguna Facebook Bocor dalam Bot Telegram

Published

on

Ratusan Juta Nomor Telepon Pengguna Facebook Bocor dalam Bot Telegram

Gencil News- Ratusan Juta data nomor telepon pengguna Facebook bocor dalam bot aplikasi telegram, angka yang tembus sekitar 533 juta.

Menurut laporan data yang Alan Gal sampaikan bahwa pengguna Facebook yang terdiri dari nama dan nomor telepon tersebut hacker perjual belikan.

Selanjutnya, Transaksi ini semua melalui bot pada aplikasi perpesanan Telegram.

Mengutip dari The Verge, Rabu (27/1/2021), penemuan kasus pertama kali ini oleh peneliti keamanan siber Alon Gal.

Alon Gal mengetahui bahwa hacker tersebut mendapatkan data dari Facebook yang telah Hacker-patch pada tahun 2019.

Gal mengatakan, bot ini telah menyajikan data nomor telepon yang nantinya bermuara ke akun Facebook. Sebaliknya, bot juga menyediakan ID pengguna Facebook dan dapat memiliki nomor ponsel mereka.

Untuk mendapatkan akses ini, hacker tersebut mematok harga 20 dolar AS atau Rp 281 ribu per akun.

Sementara jika seseorang mau membeli data dengan jumlah besar, maka data 10.000 akun akan bernilai seharga 5.000 dolar AS atau Rp 70,4 juta.

Dalam screenshot unggahan Gal melalui akun Twitter, bot ini sudah muncul sejak 12 Januari 2021. Namun, data yang tersaji sudah hacker dapat dari 2019.

Hal tersebut sangat memalukan bagi Facebook, di mana mereka telah mengumpulkan nomor telepon dari pengguna, termasuk dengan verifikasi dua faktor.

Saat ini belum diketahui apakah Telegram sudah menindaklanjuti bot tersebut

Continue Reading

Teknologi Informasi

Ini Alasan Pemerintah India Berlakukan Larangan Permanen Aplikasi Cina

Published

on

Ini Alasan Pemerintah India Berlakukan Larangan Permanen Aplikasi Cina

Gencil News- Pemerintah India sudah melakukan himbauan larangan untuk lebih dari 250 aplikasi seluler yang beredar dalam rentang beberapa bulan terakhir ini

Alasan india melakukan larangan permanen tersebut karena berkaitan langsung dengan masalah pengumpulan data dan privasi pengguna.

TikTok, WeChat, UC Browser adalah beberapa nama yang sudah India Larang secara permanen.

Selain itu yang termasuk TikTok, WeChat, Baidu, browser utama Alibaba, UC Browser, beberapa aplikasi Xiaomi, dan banyak game lainnya.

Selanjutnya, Negara tersebut telah menindaklanjuti dan sepenuhnya melarang 59 aplikasi.

setelah perwakilan perusahaan gagal meyakinkan pemerintah dengan tanggapan mereka atas hal-hal penting seperti keamanan data dan privasi.

Larangan permanen berada pada otoritas Section 69A dari IT Act, menuduh aplikasi terlibat dalam aktivitas yang merugikan kedaulatan dan integritas negara.

Hingga saat ini, pengguna aplikasi tersebut bisa mengunduh dan menggunakan beberapa aplikasi sementara pengembang masih menunggu instruksi.

Mengutip dari The Times of India, perusahaan telah menerima pemberitahuan secara individual, tidak ada daftar publik tentang aplikasi mana yang mendapat larangan secara permanen .

Continue Reading

Teknologi Informasi

Menghadiri Rapat Secara Hologram 3-Dimensi

Published

on

Menghadiri Rapat Secara Hologram 3-Dimensi

Gencil News – Pandemi Covid membuat banyak di antara kita semakin akrab dengan pertemuan virtual lewat video. Kini sebuah perusahaan rintisan Swiss memperkenalkan cara baru, yakni menghadirkan hologram diri kita ke ruang pertemuan virtual. Berikut laporan Helmi Johannes dari VOA.

Continue Reading

Advertisement

TRENDING