Mahasiswa di Selandia Baru Kembangkan Bahan Skateboard Dari Daun
Connect with us

Teknologi Informasi

Mahasiswa di Selandia Baru Kembangkan Bahan Skateboard Dari Daun

Published

on

Mahasiswa di Selandia Baru Kembangkan Bahan Skateboard Dari Daun

Gencil News – VOA – Dua orang mahasiswa Selandia Baru mengembangkan bahan ramah lingkungan yang terbuat dari daun kubis dan biji rami (flax) yang dalam waktu dekat bisa digunakan untuk pembuatan papan ski, kayak dan skateboard (papan luncur) berkualitas tinggi.

Mereka berencana menggunakannya untuk mengganti material fiberglass tradisional dan serat karbon.

Papan skateboard harus tahan banting. Dua mahasiswa di University of Canterbury, Selandia Baru, Ben Scales dan William Murrell, yakin mereka bisa membuat papan yang lebih tahan lama dengan serat tanaman. Setelah bereksperimen di bengkel garasi mereka, keduanya menciptakan bahan komposit alami baru.

Scales, mahasiswa desain produk berusia 21 tahun, mengatakan bahwa versi pertama material ciptaan mereka berkualitas cukup baik.

“Prototipenya adalah papan skateboard bio-komposit harakeke. Jadi, 25 persen serat harakeke dan 75 persen asam polilaktat daur ulang, yang merupakan plastik yang berasal dari pati jagung. Biasanya digunakan dalam teknik cetak 3D, dan kami menemukan bahwa bahan itu cocok untuk papan skateboard karena menyerap benturan dan guncangan jauh lebih banyak ketimbang, katakanlah, skateboard dari serat karbon atau skateboard kayu konvensional,” jelasnya.

Salah satu pemilik Uncle Funkys Boards, Jeff Gaites, memegang Surfskate di dalam tokonya di Manhattan, New York 25 Maret 2021.
Salah satu pemilik Uncle Funkys Boards, Jeff Gaites, memegang Surfskate di dalam tokonya di Manhattan, New York 25 Maret 2021.

Serat itu diekstraksi dari tanaman Harakeke, biji rami asli Selandia Baru, dan campuran berbagai resin. Daun kubis, yang mirip dengan daun pohon palem, juga menjadi bahan utama.

Mereka berencana menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan itu untuk membuat papan ski, snowboard dan kayak, yang saat ini dibuat dari fiberglass dan serat karbon.

Keduanya menarik minat calon mitra bisnis di luar negeri. Scales mengatakan, “Mereka terdiri dari perusahaan Eropa produsen kapal hingga papan ski, dan beberapa perusahaan startup luar negeri yang mencoba untuk membangun industri transportasi pribadi dengan produk sepeda elektrik dan semacamnya, dan mereka mencari bahan ramah lingkungan yang tidak tersedia dalam industri seperti itu. Jadi, mereka ingin menggunakan material kami begitu kami selesai mempersiapkannya, yang semoga saja siap dalam waktu dekat.”

Jika mereka berhasil, kedua mahasiswa itu dapat menghidupkan kembali industri serat rami Selandia Baru, dan mengembalikan tradisi suku asli Māori sebelum penjajahan Eropa.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Teknologi Informasi

Cara Mengubah Kata Sandi di Facebook, Berikut Cara-caranya

Published

on

By

Cara Mengubah Kata Sandi di Facebook, Berikut Cara-caranya

Gencil News – Untuk mengubah kata sandi di facebook adalah hal yang wajib anda lakukan, demi kepentingan keamanan akun FB.

Pengguna Facebook dapat mengubah kata sandi, sedikitnya tiga bahkan lebih dalam setahun. Itu pun dengan catatan, tidak ada upaya percobaan masuk dari pihak yang tidak dikenal.

Manfaat mengubah kata sandi Facebook, adalah sebagai upaya untuk mengamankan akun anda dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Untuk masih bingung untuk mengubaj kata sandi di Facebook, anda bisa mengikuti  petunjuk-petunjuk yang tersedia, berikut ini:

Mengubah Kata Sandi

Untuk merubah kata sandi di Facebook jika Anda sudah login:

Klik account di kanan atas Facebook.

Pilih Pengaturan & Privasi, Lalu klik Pengaturan.

Klik Keamanan dan Login.

Klik Edit di samping Ubah kata sandi.

Masukkan kata sandi Anda saat ini dan yang baru.

Klik Simpan Perubahan.

Jika Anda sudah login tetapi lupa kata sandi, ikuti langkah-langkah di bagian Ubah Kata Sandi Anda, lalu klik Lupa kata sandi Anda? dan ikuti langkah-langkah untuk meresetnya. Ingat, Anda membutuhkan akses ke email yang terhubung dengan akun Anda.

Mereset Kata Sandi

Untuk mereset kata sandi jika Anda belum login ke Facebook:

Buka Halaman Cari Akun Anda.

Ketikkan email, nomor ponsel, nama lengkap, atau nama pengguna yang terhubung dengan akun Anda, lalu klik Cari.

Ikuti petunjuk di layar.

Demi alasan keamanan, Anda tidak akan bisa menggunakan nomor ponsel yang sama seperti yang digunakan untuk autentikasi dua faktor untuk membantu Anda mereset kata sandi. Anda harus menambahkan nomor ponsel atau alamat email lain ke akun Anda untuk mereset kata sandi jika perlu.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Indihome Masih Lemot, Karyawan Swasta Keluhkan Akses Yang Lambat

Published

on

Indihome Masih Lemot, Karyawan Swasta Keluhkan Akses Yang Lambat
Indihome Masih Lemot, Karyawan Swasta Keluhkan Akses Yang Lambat 📸 Jordan Harisson

Gencil News – Akses internet dari Indihome masih dirasakan lambat, akibatnya sejumlah pekerjaan yang mengandalkan akses internet mengalami kesulitan.

Ina, karyawan swasta di Pontianak, mengaku sehari-hari kantornya mengandalkan indihome sebagai provider internet, kantor mereka.

Sejak minggu malam, (19/09/2021) Ina tak dapat mengunakan hape dan note booknya, ia tak dapat mengakses zoom sebagai sarana pertemuan online.

“Sejak minggu malam, gak bisa akses apa-apa, sampai ke tv Indihome juga ga bisa. Sinyal ada, tapi ga bergerak sedikit, seperti loading terus” ujar Ina.

Senin paginya, Ina pun kekantor, dan ternyata akses internet pun susah, hasilnya sejumlah janji pertemuan secara daring, terpaksa dibatalkan.

“Saya kira internet rumah aja, ternyata dikantor sama. Kami gak bisa zoom dengan klien, susah ya” jelas Ina.

“Ya, tolong dibantulah, kan internet udah jadi kebutuhan primer masyarakat, apalagi sekarang Pemerintah mendorong semua serba daring. Tapi ini malah kedodoran, kita sih paham, tapi kita juga butuh, terlebih kita juga disiplin membayar, boleh dong adil, tolong dibantulah” paparnya dengan geram.

Memasuki hari ketiga, akses internet dari Indihome, belum dirasakan pulih. Untuk akses masih dirasa lambat daripada biasanya. Sementara itu, untuk akses ke tv Indihome, juga belum bisa.

Untuk kecepatan mengunduh dan mengunggah masih terasa lambat dibandingkan sebelumnya.

PT. Telkom Indonesia selaku induk perusahaan yang mengurus Indihome pun memberikan jawabannya.

“Hingga saat ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) masih mengupayakan percepatan pemulihan layanan di wilayah yang mengalami gangguan pada Minggu malam (19/9) gangguan pada sistem komunikasi kabel laut Jawa, Sumatera dan Kalimantan ruas Batam – Pontianak’ tulisnya di Twitter

Jaringan internet Indihome dan Telkomsel dilaporkan mengalami gangguan pada Minggu (19/9/2021), dan berlanjut hingga Senin (20/9/2021).

Gangguan yang terjadi ramai diperbincangkan warganet, bahkan sempat masuk dalam trending topic di media sosial Twitter.

Menurut Vice President Corporate Communication Telkom Pujo Pramono, penyebab terjadinya gangguan jaringan Indihome dan Telkomsel telah terdeteksi.

Teridentifikasi bahwa gangguan berasal dari titik sekitar 1,5 km lepas pantai Batam, pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut.

Pujo menuturkan, pihaknya segera melakukan upaya perbaikan agar infrastruktur berfungsi normal.

Sebelumnya dikutip dari Kompas.com (19/9/2021), SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan telah terjadi gangguan sistem komunikasi kabel laut Jasuka (Jawa, Sumatera dan Kalimantan) ruas Batam-Pontianak pada Jumat (19/9/2021) mulai sekitar pukul 17.33 WIB.

Gangguan tersebut berdampak pada penurunan kualitas layanan TelkomGroup baik fixed maupun mobile broadband di beberapa wilayah Indonesia.

Continue Reading

Teknologi Informasi

SpaceX Luncurkan Awak Sipil Pertama ke Orbit Bumi

Published

on

SpaceX Luncurkan Awak Sipil Pertama ke Orbit Bumi

Gencil News –VOA – Empat orang Amerika membuat sejarah penerbangan antariksa sebagai awak sipil pertama yang mengorbit Bumi dalam misi yang menandai lompatan terbesar sejauh ini bagi wisata antariksa.

Jared Isaacman, Hayley Arceneaux, Chris Sembroski dan Sian Proctor meluncur Rabu malam (15/9) dari Kennedy Space Center di Florida dengan menumpangi pesawat ruang angkasa Crew Dragon yang dibangun oleh SpaceX, perusahaan swasta yang telah mulai mengirim astronaut ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Kru SpaceX (dari kanan) Hayley Arceneaux, Jared Isaacman, Sian Proctor, dan Christopher Sembroski diikat di kursi mereka dalam kapsul Crew Dragon menjelang peluncuran SpaceX, 15 September 2021. (Foto: screengrab SpaceX webcast via AFP)
Kru SpaceX (dari kanan) Hayley Arceneaux, Jared Isaacman, Sian Proctor, dan Christopher Sembroski diikat di kursi mereka dalam kapsul Crew Dragon menjelang peluncuran SpaceX, 15 September 2021. (Foto: screengrab SpaceX webcast via AFP)

Kru Dragon yang sepenuhnya otomatis terbang pada ketinggian 585 kilometer di atas permukaan Bumi, persis di atas posisi ISS dan Teleskop Antariksa Hubble sekarang ini.

Misi yang disebut “Inspiration4” ini dipimpin oleh Isaacman, seorang miliarder pengusaha teknologi dan pendiri perusahaan pemrosesan pembayaran online yang dikatakan telah membayar SpaceX beberapa juta dolar untuk penerbangan itu.

Pengusaha dan pilot miliarder AS, Jared Isaacman berdiri bersama keluarganya di Kennedy Space Center NASA, Florida, 15 September 2021. (AFP)
Pengusaha dan pilot miliarder AS, Jared Isaacman berdiri bersama keluarganya di Kennedy Space Center NASA, Florida, 15 September 2021. (AFP)

Penerbangan Isaacman akan jauh melampaui penerbangan miliarder lainnya, Richard Branson dan Jeff Bezos, yang masing-masing melakukan penerbangan singkat nonorbital ke batas terluar Bumi dengan menumpangi kendaraan yang mereka biayai sendiri pada awal tahun ini.

Awak “Inspiration4” dijadwalkan kembali ke Bumi hari Sabtu, sewaktu Crew Dragon mendarat di Samudra Atlantik di lepas pantai Florida.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Irlandia Denda WhatsApp, Langgar Hukum Privasi Uni Eropa

Published

on

Irlandia Denda WhatsApp, Langgar Hukum Privasi Uni Eropa

Gencil News – VOA –Irlandia pada kamis (2/9) menjatuhkan denda terhadap layanan pesan WhatsApp milik Facebook karena melanggar undang-undang privasi data Uni Eropa setelah regulator Eropa menuntut penaltinya diperbesar.

Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC) ditugaskan menangani kasus itu karena kantor pusat Facebook di Eropa berlokasi di negara tersebut.

“Setelah dikaji ulang, DPC mengenakan denda 225 juta euro ($267 juta) pada WhatsApp,” kata komisi itu, hukuman terbesar yang pernah dikenakan bagi sebuah perusahaan, lebih besar dari denda yang dijatuhkan terhadap Twitter senilai 450.000 euro tahun lalu.

Sebagai tuan rumah dari kantor regional bagi sejumlah pelaku teknologi besar seperti Apple, Google dan Twitter, DPC Irlandia bertanggung jawab untuk mengawasi kepatuhan terhadap piagam Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa.

Akan tetapi Irlandia berada di bawah tekanan karena tidak bersikap cukup tegas terhadap beberapa raksasa teknologi, yang umumnya tertarik melakukan investasi di negara itu karena tarif pajak perusahaan yang rendah di Irlandia, sebesar 12,5 persen.

Perusahaan WhatsApp menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

“Kami tidak setuju dengan keputusan hari ini” katanya dalam sebuah pernyataan dengan menyebut pengenaan denda itu “sama sekali tidak proporsional.” 

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING